I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 48



"Apa kau ingat bahwa kau dan Kyros tiba-tiba naik ke atas pelaminan, tepat di depan kami, dan kalian malah ingin menikah... Hahaha kau ingat tidak???" Tanya Ariel pada Gienka.


Gienka tertawa begitu juga dengan Maysa. "Ah iya... Tentu saja Gie ingat itu, kami memang konyol sekali dan polos.... Itu bukan kali pertama bagi Ky, dia sering mengajakku menikah dulu...!" Ujar Gienka.


"Ky juga sering mencium mu, Mamay sering melihatnya... Kalian dulu memang sangat lucu dan polos... Menggemaskan sekali...!" Timpal Maysa.


"Untung sekarang Ky ada di luar negeri jika tidak dia pasti akan selalu mencuri untuk menciumku... Hahaha"


Ariel tersenyum. "Bagaimana dengan Ky, dia akan berkuliah dimana???" Tanya Ariel.


"Tergantung dimana dia di terima, tetapi yang Gie tahu, dia mencoba ke Harvard, Stanford dan Colombia..!"


"Itu sangat bagus sekali....! Ky pasti di terima di ketiga nya, anak itu begitu fokus terhadap sekolahnya, keinginanya untuk menjadi astronom juga begitu besar, Adit sampai pusing di buatnya karena Ky tidak pulang-pulang, sibuk sekali dengan belajarnya...!" Ujar Ariel.


Gienka tersenyum dan mengangguk. "Iya.. Sampai Kyra bilang kalau Amamnya sering sedih dan menangis karena sangat merindukan Ky... Tapi Ky sedikit keras kepala dan kurang peka...!"


Ariel mengangguk Tetapi dia benar-benar salut dengan cara berpikir Kyros mengenai pendidikannya karena jarang sekali ada anak muda yang seperti Kyros. Kyros benar-benar serius serta fokus dengan pendidikannya, dan tidak pernah bermain-main atau sekedar berpikir untuk menghabiskan uang orang tuanya meskipun tahu bahwa segala keinginanya bisa di penuhi. Aditya sangat berhasil mendidik Kyros menjadi anak yang baik, bertanggung jawab dan pekerja keras karena Kyros ingin srkali setiap apa yang di inginkannya bisa terwujud atas usaha nya.


Aditya sering mengatakan kepada Ariel bahwa Kyros memiliki obsesi yang tinggi terhadap sesuatu, dan anak itu harus bisa mendapatkannya dengan usaha dan kerja keras. Begitu lah Kyros.


Membahas Kyros, membuat wajah Gienka berbinar. Dia sendiri juga sangat merindukan Kyros, lelaki itu tidak juga kunjung kembali meskipun untuk beberapa hari saja, padahal orang yang ada disini sangat merindukannya. Meskipun Gienka sering melakukan panggilan video dengan Kyros, tetapi tetap saja semua akan berbeda ketika bertemu secara langsung. Gienka sangat berharap urusan Kyros dan kesibukannya segera berakhir sehingga Kyros bisa pulang untuk berlibur.


"Bagaimana sayang dengan ujian sekolahmu??" Tanya Maysa pada Gienka.


"Ya akan di milai dengan ujian percobaan, dan itu akan bertahap sampai ujian akhir...! tahun depan..!"


"Belajar yang rajin, kau juga harus mempersiapkan diri untuk masuk ke universitas.... Papa ingin melihat putri Papa nantinya bisa jadi pengganti Papa mengurus segalanya...!" Ujar Ariel memeluk putri sulungnya itu.


"Gie akan selalu berusaha menjadi kebanggaan Papa Iel, Mamay, Mama, juga Papa Dan....!"


"Iya... Tapi Papa Iel dan Mamay harus selalu doakan Gie ya...!??"


Maysa tersenyum kemudian mengusap kepala Gienka dengan lembut. "Tentu saja sayang.....! Mamay, Papa Iel akan selalu mendoakan mu....!"


★★★★


Sebenarnya Gienka ingin mengambil jurusan manajemen perhotelan mengingat bisnis Papanya berkutat di bidang itu. Tetapi rupanya Ariel meminta agar Gienka mengambil manajemen dan bisnis saja, karena itu bisa mencakup segalanya, dan Gienka nantinya juga tidak hanya akan mengurus bisnis Ariel tetapi juga bisnis peninggalan mendiang Opa nya, yaitu pak Andi yang juga punya jaringan cukup luas di berbagai bisnis lainnya. Gienka tidak masalah dengan hal itu, baginya akan sama saja, dan dia juga bisa bersama Kyra lagi nantinya.


Ingin juga rasanya Gienka berkuliah dengan Kyros agar lebih dekat tetapi Kyros juga sudah punya pilihannya. Gienka yakin jika memang mereka di takdirkan bersama tentu akan berakhir dengan indah. Gienka berharap suatu saat dia bisa bersama dengan Kyros, mewujudkan impian mereka saat kecil meskipun perjalanan itu masihlah cukup panjang.


"Ra.... Kyros tidak akan pulang lagi ya??? Kemarin aunty Chika menghubungiku dan mengucapkan selamat ulang tahun padaku, dia bilang, bulan depan akan pulang...! Ky pasti tidak akan ikut...! Iya kan???" Tanya Gienka.


Kyra mengangguk. "Iya Gie, Ky sudah memberitahuku, dia memang tidak akan pulang, Amam juga terlihat sedih dan menangis sih kemarin ketika aku memberitahunya, tetapi apa mau di kata, kita tahu sendiri bagaimana Ky...!"


Gienka mengangguk. "Kasihan Aunty Cahya...! Ky kenaoa sih tidak mau mengerti, setidaknya sekali saja dia pulang walau hanya beberapa hari..." Gerutu Gienka.


"Aku juga sudah sering mengatakan itu, tetapi Ky kan cukup keras kepala... Kadang kesel juga sih...!"


"Happy birthday.... Gienka.....!" Teriak seseorang dari belakang membuat Gienka dan Kyra terlonjak.


Kyra dan Gienka menoleh ke belakang dan mendapati Kevin berdiri membawa sebuah kotak kado di tangannya dan menyodorkan itu pada Gienka. Sementara itu Gienka memasang wajah kesal menatap Kevin. Temannya itu sangatlah menyebalkan, dan banyak sekali yang tidak menyukainya karena Kevin adalah anak yang angkuh, menyebalkan dan selalu membuat ulah. Gienka dan Kyra juga tidak menyukainya. Terlebih lagi Gienka, dia sangat membenci Kevin karena Kevin selalu saja mengganggunya dengan segala kekonyolannya yang membuat Gienka marah dan kesal sekali.


Kevin duduk di samping Gienka. "Hai Gie, ambil ini, hadiah dariku untukmu... Kau jahat sekali, mengadakan pesta ulang tahun dan tidak mengundangku...!"


"Memangnya kau siapa sehingga aku harus mengundangmu??? Kau bukan teman sekelasku...!" Jawab Gienka ketus.


"Tapi aku kan teman dekatmu, kau pasti tahu bahwa aku sangat menyukaimu, kau juga sama jadi seharusnya kau mengundangku, aku akan datang dan membawa kado spesial untukmu...!" Ujar Kevin.


"Bodoh amat....!" Timpal Gienka.


Gienka berdiri dan mengajak Kyra untuk kembali ke kelas mereka, meninggalkan Kevin dan teman-teman gengnya yang selalu saja mengikuti Kevin di belakang. Kevin sangat menyebalkan sekali. Seperti tidak memiliki sesuatu untuk di lakukan selain mengganggu orang lain, sangat menyebalkan sekali.


"Eh Gie.. Mau kemana sayang???" Kevin memegang pergelangan tangan Gienka dan menahannya.


Kevin kemudian berdiri dan tersenyum menatap Gienka. "Ambil dulu hadiah dariku seblum pergi...! Ambillah...!" Ucap Kevin lagi.


"Bodoh amat...!" Ucap Gienka sambil membuang kotak kado milik Kevin dengan kesal.