I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 98



"Itulah kenapa aku memberitahumu dan meminta ijinmu...!" Gumam Kyra lagi.


Kyros terdiam dan masih memandangi wajah sang adik, seperti sedang mencari sesuatu disana. "Katakan pada Zayan, suruh dia menelepon ku jika dia memang serius padamu...!"


"Jika kau mau, Zayan sebenarnya ingin menemui langsung dan berbicara padamu, dia datang kesini kemarin."


"Jadi dia ada disini??? Dimana dia???" Tanya Kyros.


"Dia ada di Escalla hotel, dia menginap disana.. Sebenarnya dia sudah meminta padaku untuk bertemu denganmu hari ini, hanya saja aku menahannya karena aku harus memberitahumu lebih dulu, jika sudah baru aku mengijinkannya untuk bertemu denganmu..."


"Baiklah... Suruh dia menemuiku, aku ingin bertanya banyak hal tentangnya.."


Kyra memeluk Kyros dan menyandarkan kepalanya di dada sangat kakak. "Aku harap kau mau mengerti, aku janji aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan Zayan adalah laki-laki yang baik, kau sendiri sudah mengenalnya lama jadi kau pasti mengerti itu..."


"Semua tergantung dia dan jawabannya dari beberapa pertanyaanku nanti...!"


"Aku mengerti Ky, kau selalu menginginkan yang terbaik untukku..!"


"Aku hanya ingin selalu berpesan padamu bahwa jaga dirimu baik-baik, jangan sampai kau melewati batas jika kau ingin jadi perempuan yang terhormat... Kurasa Amam juga sering mengingatkanmu tentang hal itu, jadi ingat itu baik-baik..! "


Kyra tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Kedua orang tua nya juga selalu mengingatkan hal itu padanya dan dia selalu mengingatnya dengan baik. Mereka selalu mengingatkan agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan tetap berada pada norma kesopanan. Tidak mengikuti kebebasan yang berlaku di negara ini.


Kyros, Kyra dan Gienka kemudian kembali menonton televisi sambil mengobrol dan juga memakan ayam goreng yang masih tersisa di atas piring. Kyros mencoba menenangkan dirinya meskipun dia masih di lingkupi kekhawatiran. Dia memang mengenal baik Zayan, dan sedikit banyak tahu bagaimana pribadi nya, akan tetapi kali ini urusannya adalah tentang adiknya juga. Kyros harus memastikan Kyra selalu bahagia dan tidak lagi merasakan sakit hati dalam sebuah hubungan asmara atau mungkin hubungan itu justru membawa hal yang lebih buruk dari sekedar sakit hati yaitu mengenai toxic relationship dan sebagainya. Kyros tidak ingin mengambil resiko, jadi dia harus mengetes seberapa jauh Zayan ingin memiliki hubungan dengan Kyra. Kyros tidak ingin jika Kyra hanya di jadikan mainan saja, dia harus segera berbicara dengan Zayan.


°°°


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Kyros bangkit dari sofa. "Aku harus segera kembali ke apartemen, ini sudah malam, kalian juga harus istirahat, besok aku akan kesini lagi...!" Ujar Kyros.


Kyra dan Gienka mengangguk. "Besok kau sudah janji akan mengajakku jalan-jalan ke apartemenmu dan di sekitar sini, jadi jangan terlambat menjemputku ya Ky???" Gienka menimpali sambil senyum-senyum.


Kyros terkekeh. "Siap tuan putri.... Aku akan mengajakku jalan-jalan kemanapun yang kau mau, aku sudah menyediakan waktuku seharian hanya untuk tamu istimewa ku.. "


"Oke, aku pegang janjimu...!"


Kyra dan Gienka mengantar Kyros sampai pintu. Lelaki itu kemudian pergi menuruni tangga untuk pulang ke apartemennya sendiri, dan besok dia akan datang lagi saat pagi untuk menepati janjinya pada Gienka.


" Ra... Apa iya kau tidak tahu kemana Camilla pergi??" Tanya Gienka penasaran.


Kyra tersenyum. "Tahu sebenarnya, ini malam minggu, Camilla biasa pergi ke club malam bersama teman-temannya.. Dia bisa kembali dini hari nanti atau besok pagi..!" Jawab Kyra.


"Ke club malam???"


"Iya..! " Jawab Kyra sambil mengangguk.


"Kenapa kau berbohong saat Kyros bertanya tadi??? " Tanya Gienka lagi.


"Aku tidak bisa memberitahu itu jika ada Kyros disini, aku tidak mau dia jadi marah dan melarangku untuk tinggal bersama Camilla...! Pernah sekali dia mengajakku, aku pikir dia mau bertemu geman-temannya di restoran atau cafe, tetapi ternyata dia mengajakku ke club, sampai disana aku langsung meminta agar pulang, dia sempat memaksaku untuk masuk sebentar saja tetapi aku tidak mau dan aku pulang sendiri..!! Camilla selalu rutin pergi ketika malam, apalagi saat malam minggu seperti ini, dia sering mendatangi pesta teman-temannya..!"


"Astaga... Kalau tahu dia suka seperti itu, kenapa kau malah tinggal bersamanya???"


Kyra tersenyum tipis. "Sudah terlanjur Gie, aku tidak enak jika mengusirnya apalagi dia juga baik, ya masalah itu adalah hak pribadi nya, aku juga tidak mau menghakimi, dia sudah lama tinggal disini bahkan sejak kecil jadi pergaulannya tentu berbeda dengan kita, dia sudah terbiasa dengan kehidupan orang disini, selama dia tidak menggangguku atau berulah tentu aku tidak masalah, aku hanya perlu pandai-pandai menjaga diri saja...!"


Gienka menghela napasnya panjang. "Iya juga sih... Tetapi kita harus bisa menjaga diri ya Ra, jangan sampai kita menghianati kepercayaan orang tua kita, Sebaik-baiknya perempuan adalah mereka yang bisa menjaga diri dengan baik sampai nanti menikah...!!" Ucap Gienka. Kyra mengangguk dan mereka kemudian masuk ke kamar untuk beristirahat.


Sampai di bawah, Kyros masuk ke dalam mobilnya dan di memutar mobilnya lalu meninggalkan apartemen Kyra. Kyros mengarahkan mobilnya ke jalur berbeda dimana bukan jalur ke arah apartemennya melainkan ke arah sebaliknya. Kyros menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sampai akhirnya Kyros membelokkan mobilnya ke sebuah hotel yang tidak jauh dari apartemen Kyra. Jika di tempuh dengan mobil hanya beberapa menit saja. Kyros memarkie mobilnya kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Butuh beberapa saat hingga akhirnya panggilannya di jawab.


"Hallo Ky.....!!! Apa kabarmu???"


"Aku di depan Escalla hotels, turunlah segera karena aku menunggumu di depan...!" Kyros langsung menutup panggilannya. Dia baru saja menghubungi Zayan. Kyros tidak bisa menunggu lama untuk berbicara dengan Zayan karena yang ada dia malah tidak bisa tidur memikirkan mengenai Kyra dan Zayan. Hal itu harus di selesaikan malam ini juga.


Kyros menjadi protektif adalah karena dia ingin memastikan kebahagiaan Kyra dan juga melihat seberapa jauh Zayan ingin bersama Kyra.


Sementara itu Zayan di buat terkejut ketika mendengar ucapan Kyros yang memintanya untuk turun dan Kyros sudah menunggunya. Kyros tahu tempatnya menginap, tetapi kemudian Zayan eringat mungkin Kyra sudah memberitahu Kyros, itu sebabnya Kyros sekarang langsung ingin menemuinya.


Zayan yang tadinya baru bersiap akan tidur langsung turun dari tempat tidurnya. Dia meraih jaketnya yang tergeletak di sofa dan memakainya, kemudian dia keluar dari kamarnya untuk segera menemui Kyros. Dia mencoba menarik napasnya dalam-dalam agar tidak gugup dan dia harus mempersiapkan diri agar bisa menjelaskan mengenai hubungannya dengan Kyra kepada Kyros.