
Kyros dan Kyra saling menatap, masih terkejut. "Amam.... Apap.... Kalian semuanya....! " Ucap Kyros.
Kyros dan Kyra di kejutkan oleh beberapa orang yang muncul dari dalam restoran. Semburan kertas berwarna warni dari Confetti yang di pegang oleh Niall serta Sanne, dan juga terompet yang di tiup oleh Louis dan Friddie serta Geffie. Cahya dan Aditya membawa dia kue tart berwarna oranye, warna kesukaan Kyros serta kue berwarna biru yang menjadi kesukaan Kyra.
Semua kemudian bernyanyi selamat ulang tahun untuk Kyra dan Kyros. Mereka berjalan mendekat ke kedua saudara itu. Kyra dan Kyros hanya bisa terperangah, masih berusaha mempercayai apa yang di lihatnya. Seluruh anggota keluarga nya ada di depan mereka. Kedua orang tuanya, Oma Opa nya, nenek dan juga sepupunya saat ini ada di hadapan mereka. Ada juga para sahabat serta orang tua Gienka yang juga ikut hadir.
"Happy Birthday anaknya Apap dan Amam yang luar biasa ini dan selalu jadi kebanggaan kami semua...!" Ucap Cahya.
Mata Kyra berkaca-kaca dan senyumnya terhias di wajah cantiknya. "Kalian ada disini dan tidak memberitahu kami???" Gumam Kyra.
Aditya tersenyum. "Kami semua datang untuk merayakan hari luar biasa ini, sudah bertahun-tahun kita merayakan hari ulang tahun kalian via online kali ini kami datang agar kami bisa merayakan kebahagiaan bersama kalian, ayo ucapkan pengharaoan kalian dan tiup lilinnya.. " Ujar Aditya.
Kyros dan Kyra tersenyum kemudian memejamkan mata nya. Mereka merapalkan doa singkat. Kyros ingin selalu bisa melihat kebahagiaan orang yang ada di dekatnya sementara Kyra ingin semua orang yang menyayanginya bahagia. Mereka berdua meniup lilin bersamaan dan riuh tepuk tangan kembali terdengar. Gienka memberikan pisau kepada kedua sahabatnya yang sedang berulang tahun itu, meminta mereka untuk memotong kue dan menyuapkannya kepada kedua orang tua mereka, yaitu Cahya dan Aditya.
Kyra dan Kyros memotong kue masing-masing dan bergantian menyuapi Cahya dan Aditya. Setelah itu mereka menerima hadiah dari semua orang yang datang. Semuanya memiliki hadiah masing-masing untuk si kembar yang sedang berulang tahun yang ke 23 itu.
Aditya dan Cahya meletakkan kue yang mereka bawa ke atas meja. Mereka memeluk Kyros dan Kyra dengan perasaan campur aduk,. Berbulan-bukan terpisah dengan kedua anaknya membuat Cahya tidak bisa menahan air mata nya. Dia seorang ibu yang begitu menyayangi dan merindukan kedua buah hatinya yang sedang berjuang untuk masa depan mereka. Di rumah ketika sedang merindukan Kyros dan Kyra, dia sering memprotes Aditya karena Aditya dulu selalu menolak untuk memiliki anak lagi, padahal jika mau memiliki anak lagi, tentu di rumah tidak akan terasa sepi ketika Kyros dan Kyra pergi jauh untuk melanjutkan sekolah mereka. Karena anak ketiga mereka pasti akan menjadi pelipur lara mereka. Tetapi Aditya tidak pernah mau untuk memiliki anak lagi. Aditya hanya terus meminta Cahya untuk bersabar selama dua tahun lagi, karena Kyra pasti akan kembali bersama mereka setelah menyelesaikan pendidikan nya. Untuk Kyros.
Baik Cahya ataupun Aditya tidak ingin terlalu berharap banyak untuk bisa berlama-lama dengan putra mereka itu, mengingat saat ini Kyros sudah memilih jalan hidupnya untuk bisa menetap di negara ini, bahkan Kyros juga sudah menjadi warga negara ini. Itu di lakukan untuk mempermudah Kyros mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan sejak masih kecil. Meski keputusan itu berat bagi Aditya dan Cahya, tetapi sebagai orang tua, mereka tidak mau menjadi egois dengan tidak mengijinkan Kyros mengejar apa yang menjadi impiannya. Mereka membebaskan Kyros mengejar cita-cita nya dan akan selalu mendukung keputusan Kyros.
"Selamat ulang tahun untuk kedua bayi kecil nya Amam, meskipun usia kalian 23 tahun, kalian tetaplah bayi 2 tahun Amam yang menggemaskan serta ceria... Apapun itu semoga semua pengharapan kalian di kabulkan oleh Allah, dan jadilah manusia yang bermanfaat untuk orang lain, serta di jauhkan dari segala hal buruk.. Amam sangat mencintai kalian berdua....! " Ungkap Cahya dengan diselingi air mata penuh kebahagiaan dari seorang ibu yang sangat mencintai anak-anaknya.
"Selamat bertambah umur untuk kalian berdua, semoga kalian selalu jadi kebanggaan keluarga, jadi manusia yang baik dan tetap rendah hati, Apap tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan kalian agar selalu jadi orang yang selalu menghargai dan menghormati orang lain, menjaga nama baik keluarga dan semoga kalian selalu bahagia, kami semua sangat menyayangi kalian...! "
"Terima kasih Mam, Pap sudah datang kesinj.. Kami sangat menyayangi kalian dan sangat merindukan kalian...! " Ucap Kyros.
Aditya dan Cahya melepaskan pelukan mereka, tersenyum menatap lembut kedua anaknya, kemudian mendaratkan kecupan di dahi mereka bergantian. Kebahagiaan orang tua adalah ketika bisa melihat anak-anaknya tumbuh dengan terus menanamkan nilai kebaikan untuk keduanya. Aditya dan Cahya tidak pernah lelah mengingatkan Kyra serta Kyros agar tidak menjadi orang yang takabur serta sombong. Selalu mengajarkan agar mereka bisa menjadi orang yang peduli terhadap sekitar dan rendah hati menjadi utama meskipun mereka di limpahi kebahagiaan materi dan non materi seperti kasih sayang. Kyros dan Kyra tidak boleh menjadi anak yang manja dan harus tetap mandiri.
Setelah Cahya dan Aditya memberi ucapan selamat ulang tahun pada Kya dan Kyros, kali ini giliran Tuan Harry Sahasya dan istrinya nyonya Harry Sahasya yang tak lain adalah Oma dan Opa Kyra dan Kyros. Air mata nyonya Harry tidak bisa di bendung, dia terisak memeluk kedua cucu nya. Dia tidak berhenti bersyukur bisa terus melihat kedua cucu nya tumbuh dewasa. Dulu dia sempat berpikir tidak akan memiliki umur yang panjang setelah bertahun-tahun menderita sakit dan harus terus berobat. Tetapi Tuhan maha baik, hingga sampai detik ini dia di beri kesehatan serta umur panjang sehingga bisa melihat cucu cucunya tumbuh. Si kembar yang dulu selalu bermain di pangkuannya sekarang sudah menjadi dewasa, dan selalu membanggakan keluarga nya. Kyra tumbuh menjadi gadis cantik, ceria, cerdas dan peduli sesama. Sementara Kyros tumbuh menjadi anak laki-laki yang tampan, berprestasi, punya tekad kuat pada hal yang di inginkan nya dan juga selalu menjadi kebanggaan semua orang di keluarganya, serta tetap menjadi pribadi yang menyenangkan dan tidak sombong. Nyonya dan Tuan Harry berharap kedua cucunya tetap jadi pribadi yang sama seperti kemarin dan hari ini, serta selalu bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi dan lagi.
Setelah Oma dan Opa nya, giliran Nenek Kyra dan Kyros yaitu ibu dari Cahya yang menghampiri kedua cucunya. Memberikan ucapan selamat dan juga mendoakan keduanya. Selain itu juga melepaskan kerinduannya kepada sang cucu.
Semua bergantian memberi ucapan kepada Kyra dan Kyros termasuk Gienka. Dia memeluk erat Kyra. Sahabat yang sangat dia sayangi dan juga dia tidak bisa terpisahkan dengan Kyra. Bersahabat sejak masih bayi membuat Gienka merasa seperti saudara yang saling melengkapi. Sering berbagi banyak hal dan tidak bisa jauh satu sama lain walaupun pada akhirnya tetap harus berpisah karena berbeda kampus. "Happy birthday Ra...! All the laughs and tears we share make me feel awesome... I am so thankful for our true friendship...Hope your day is always amazing as you are... Happy birthday Kyra sayang...!" Ucap Gienka sambil terus memeluk Kyra.
"Thanks Gie... Kau adalah sahabat terbaikmu sepanjang masa....!! "
Gienka beralih ke Kyros, dia juga memeluk sahabat sekaligus laki-laki yang selama ini dia cintai. "Happy birthday Ky... You are my special friend, I love you from the bottom of my heart. I will always keep you close... Happy birthday my dear Ky... We love you so much...” Ujar Gienka.
Kyros tersenyum. " Thanks Gie... Kau selalu luar biasa, Terima kasih untuk surprise nya... Kau membat ulang tahunku dan Kyra kali ini menjadi luar biasa... Thank you so much...! Aku sangat menyanmyangimu...! "
"Sama-sama.... Hadiahnya ada di apartemen, jadi besok saja ya hehehe...! "
Kyros terkekeh dan mengatakan bahwa tidak perlu hadiah, karena adanya Gienka dan yang lainnya disini sekarang adalah hadiah yang luar biasa.
Semua orang bergantian memberi ucapan selamat ulang tahun pada Kyra dan Kyros. Yang terakhir adalah Zayan, dia sudah membawa dia hadiah, satu untuk Kyra dan satu lagi untuk Kyros. Zayan lebih dulu menyerahkan hadiah untuk Kyros. Sebuah kotak di bungkus kertas kado berwarna biru. Zayan tadi berusaha keras menyembunyikan hadiah untuk Kyros di dalam mobil temannya itu, agar Kyros tidak menyadarinya.
Zayan memeluk Kyros. "Happy birthday Ky, aku berdoa untukmu semoga segala keinginanmu terwujud, dan kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini... Aku ada hadiah kecil untukmu semoga kau menyukai nya...!"
"Thanks Zay.... Aku senang kau bisa turut dalam perayaan ini, aku tahu jika kalian pasti sudah bekerja sama untuk hal ini....!" Ucap Kyros.
"Hadiah kecil untukmu Ky...! " Zayan menyodorkan hadiah darinya untuk Kyros.
"Apa ini Zay??? " Tanya Kyros.
"Aku yakin kau menyukainya, buka saja nanti di apartemen..! "
"Thanks ya Zay...! "
Zayan mengangguk dan juga tersenyum. Dia senang sekali bisa turut serta di perayaan ini. Zayan kemudian menyalami Kyra dan juga memberi ucapan selamat kepada kekasihnya itu. Tidak lupa Zayan memberikan sebuah kotak kecil berisi hadiah untuk Kyra. "Happy birthday Ra... Semoga segala keinginanmu terwujud dan kau bisa selalu bahagia...! "
"Thanks Zay....! " Jawab Kyra sambil menerima hadiah Zayan.
"Ehem....! " Gienka berdehem, membuat semua orang melirik ke arahnya. Gienka hanya tersenyum tetapi tidak peduli dengan tatapan semua orang kepada nya. "Kenapa dengan kalian berdua, masa hanya memanggil nama saja, harusnya panggil sayang dong, Happy birthday sayang terus Kyra menjawab Terima kasih sayang... Gitu harusnya, bukan Happy birthday Ra, atau Terima kasih Zay, jadinya kan aneh...! " Ejek Kyra.
"Sayang????? " Seru semua orang. Tampak wajah dari mereka bingung, bercampur heran.
"Memanggil sayang???? " Tanya Aditya.
Kyra langsung mencubit pinggang Gienka. Seharusnya Gienka jangan buru-buru membahas itu di depan keluarganya. Kyra jadi merasa tidak enak, dan takut terhadap ekspresi Apapnya.