I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 77



"Mbak.... Mbak Tina...!!!" Teriak Kyra pada asisten rumah tangganya ketika memasuki rumahnya. Dia baru kembali dari sekolah, Gienka juga ikut bersamanya, besok hari libur dan Gie ka akan menginap setelah minggu karin Kyra yang menginap di rumah Gienka.


Art Kyra setengah berlari menghampirinya. "Eh non Kyra non Gienka sudah pulang, ada yang bisa saya bantu non???"


"Eh mbak, kita berdua lapar sekali, buatkan nasi goreng ya??? Antar saja ke kolam, kita akan berenang supaya kepala jadi dingin, pusing dengan pelajaran di sekolah...!" Ucap Kyra.


"Iya non... Akan langsung saya buatkan...!"


"Pakai sosis sama telur saja, jangan lupa buatkan salad seperti biasa...! Minumnya jus saja deh.. Apa saja...!"


"Baik non...!" Art Kyra itu pun kembali ke dapur.


Sedangkan Kyra mengajak Gienka untuk ke kamarnya lebih dulu baru setelah itu ke kolam renang. Mereka berdua baru saja menyelesaikan ujian akhir semester mereka. Beberapa hari ini mereka di buat pusing dengan hal itu hingga tidak sempat untuk jalan-jalan atau sekedar duduk menikmati minuman faforit mereka di cafe.


Setelah berganti pakaian dengan pakaian renang, Gienka dan Kyra keluar kamar dan langsung menuju kolam renang. Sebelum masuk, mereka melakukan warming up lebih dulu, kemudian menceburkan diri. Meskipun hanya berenang, setidaknya kegiatan sederhana ini bisa membuat mereka merasa lebih baik melepaskan kepenatan dengan kegiatan sekolah mereka yang begitu padat.


"Setidaknya kita sudah terbebas dari belenggu ujian akhir...!" Gumam Kyra.


"Kau benar Ra.... Ahhhh tidak sabar menunggu libur, kau jadi pergi ke Swiss???" Tanya Gienka.


"Liburan ke Swiss??? Siapa yang bilang???" Tanya balik Kyra.


"Lah kan kemarin Uncle Adit mau mengantarmu kesana bertemu Kyros...!"


Kyra membuang muka. "Oh itu, aku tidak mau, tehun kemarin sudah kesana masa kesana lagi, lagipula jika Kyros tidak pulang ya sudah biarkan saja...! Kau ada rencana liburan kemana???"


"Belum ada rencana apapun, Papa Iel juga Papa Dan malah akan pergi ke Bangkok selama 2 minggu, ada urusan pekerjaan disana...! Rese, lagi libur malah semuanya sibuk...!" Gerutu Gienka.


"Sama... Kita liburan ke Bajo saja yuk, ke naik Pinishi seru pasti...!" Ujar Kyra.


"Ide bagus sih Ra, eh tapi di sekolah kan ada pensi...!"


"Yaelah Gie, setelah Pensi kan kita bisa berangkat, lagipula kan masih ada sisa seminggu liburan kita...!"


"Iya juga ya, okelah... Kita liburan kesana saja, Pensi hari sabtu, kita berangkat jari minggu saja gimana???"


Kyra menganggukkan kepalanya setuju. Menyenangkan sekali pasti bisa liburan sambil berlayar. Louis juga pasti akan setuju untuk ikut. Gienka juga nanti akan memberitahu Papanya jika dia, Kyra serta Louis akan pergi liburan bersama. Ariel memiliki beberapa kapal Pinishi disana, dan Gienka harus memberitahu Papanya untuk mengecek schedule dari Pinishi miliknya di hari itu, apakah ada yang kosong atau tidak.


"Hai Pa....!" Ucap Gienka menyapa Papa nya.


"Hai sayang...! Ada apa, jam segini menghubungi Papa, apa kau tidak jadi ke rumah Kyra???" Tanya Ariel.


"Sekarang aku ada di rumah Kyra, oh iya Gie dan Kyra berniat liburan ke Bajo nanti, kira-kira kapal Papa ada yang kosong atau tidak ya???" Tanya Gienka.


"Oh mau liburan kesana... Memangnya kalian mau berangkat kapan??? Nanti Papa tanyakan, kalaupun tidak ada yang kosong, Papa akan carikan kapal lain...!"


"Hari minggu Pa, tanggal 18, tapi kalau di tanggal itu tidak ada yang kosong ya mundur sehari atau 2 hari tidak apa-apa, kalau kapal lain, Gie tidak mau, mau nya punya Papa saja...!" Ucap Gienka.


Ariel tertawa. "Ya sudah, Papa akan tanyakan apa ada schedule kosong atau tidak di hari itu...! Ya sudah, kau baik-baik disana, Papa mau bersiap pulang sekarang...! Nanti Papa hubungi kalau sudah menanyakannya pada staff Papa yang ada disana!".


"Oke Pa, Lafyu...! Aku sayang Papa Iel...!" Gienka kemudian menutup panggilannya.


Gienka meletakkan lagi ponselnya dan akan kembali lagi masuk ke kolam, tetapi toba-tiba saja pandangannya tertuju ke atas, ke arah jendela. Seperti ada seseorang yang mengintip di balik jendela. Menyadari Gienka melihat ke arahnya, Kyros lekas menutup gorden dengan cepat. Bisa-bisa gagal rencana kejutannya kalau sampai Gienka menyadarinya lebih dulu. Dan bagus juga Gienka ada disini itu artinya dia juga bisa mengejutkan perempuan itu.


Gienka menatap ke arah jendela. Dia benar-benar merasa bahwa sepertinya ada orang disana. Tetapi kemudiaan dia menggeleng, mungkin itu hanya perasaannya saja, dan kalaupun itu memang orang ya mungkin ART Kyra atau orang yang ada di rumah ini. Gienka pun kembali masuk ke kolam renang dan mengatakan pada Kyra jika Papamya akan mencoba menanyakan perihal kapal itu, apakah ada jadwal kosong di hari itu atau tidak, dan nanti Papamya akan memberitahu nya.


"Non... Nasi gorengnya sudah jadi...!" Art Kyra membawa nampan berisi dua piring nasi goreng dan juga 2 gelas jus semangka.


"Oh iya mbak, makasih...!" Ucap Kyra dan dia mengajak Gienka untuk makan lebih dulu karena perutnya sangat lapar sekali.


"Tuan Aditya dan Bu Cahya baru saja pulang..! Begitu juga dengan Tuan dan Nyonya besar..!"


Kyra naik dan berjalan menuju gazebo. "Oh mereka sudah pulang ya...!"


"Iya, katanya mau bersih-bersih badan dulu, nanti akan menemui non Kyra dan Non Gienka...!"


"Oke... Makasih ya Mbak buat nasi gorengnya...!" Ucap Kyra kemudian mulai menikmatinya, begitu juga dengan Gienka.


Sementara itu, Kyros masih memilih bersembunyi di dalam kamarnya. Malam nanti dia baru akan keluar dan mengejutkan keluarganya. Kyros benar-benar senang sekali akhirnya dia bisa melihat dan bertemu keluarganya. Bahkan dia juga sudah membawa sekoper oleh-oleh untuk mereka. Kyros membawa banyak keju dan cokelat, tahu bahwa Amamnya juga Kyra sangat menyukai 2 makanan itu, bahkan Kyra selalu memintanya untuk mengirim cokelat dan keju dari sana jika stok disini habis. Selain untuk keluarganya, dia juga menyiapkan hadiah untuk Gienka, juga teman-temannya disini. Kyros berharao Gienka sangat menyukai hadiahnya dan setiap melihat hadiah itu, Gienka akan selalu teringat dengannya.


Kyros membawa kopernya ke walk in clossetnya dan mengeluarkan semua pakaiannya dari koper, memindahkannya ke lemari. Masih sama, tidak ada yang berubah dari ruangan ini, semua pakaian dan sepatunya tertata rapi, tidak ada yang berkurang sama sekali. Orang tuanya tahu bahwa dia tidak terlalu menyukai perubahan pada barang-barang miliknya.


Cahya keluar dari kamarnya untuk menemui Kyra yang ada di bawah sekaligus menunggu Aditya selesai mandi. Cahya berjalan pelan menyusuri beberapa kamar yang ada. Langkahnya tiba-tiba terhenti di depan pintu kamar Kyros. Perlahan Cahya membuka pintu kamar putranya. Sesekali dia memang sering masuk dan duduk atau sekedar berbaring disana untuk beberapa saat jika merasa rindu kepada putra yang sangat dia cintai itu. Cahya sengaja tidak merubah apapun yang ada disana, baik itu sekedar pajangan di meja, ataupun buku-buku serta barang-barang lainnya, dan meminta ART nya untuk membersihkan kamarnya saja dan setiap sebulan sekali mengganti sprei nya. Itu di lakukan karena Cahya tidak mau merubah barang-barang yang sudah di atur sendiri oleh Kyros sebelumnya. Bahkan sekedar frame foto pun masih terpajang di tempat yang sama.