I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 379



Kyros dan Gienka keluar dari kamar baby Lexia setelah memastikan bayi itu tidur dengan pulas di box bayinya. Mereka kemudian ke kamar dan duduk di tempat tidur. "Bagaimana dengan kondisi Athan???" Tanya Kyros. "Apa kau sudah berbicara dengan Kyra???"


"Iya. Aku sudah berbicara dengannya dan Athan juga harus beberapa kali menemui psikolog anak, dia benar-benar terguncang dan kondisi Athan sudah mulai membaik meskipun dia masih takut ketika ada banyak orang. Aku tidak mengerti kenapa bisa ada wanita yang seperti itu sikapnya terhadap anak kecil???"


"Itu memang parah sih, kasihan Athan.."


"Iya, aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana wanita itu berteriak sampai Athan harus trauma seperti itu dan menangis saat di keramaian, bahaya sekali sih untuk psikisnya. Padahal dia anak yang sangat ceria dan manis."


Gienka dan Kyros sudah mendengar cerita dari Kyra tentang apa yang terjadi dengan Athan beberapa hari yang lalu. Dimana ada seorang wanita yang membentak Athan di supermarket membuat Athan menangis dengan sangat keras dan Kyra menganggap itu sudah berhenti ketika akhirnya dia dan Axel bisa menenangkan Athan, tetapi ternyata itu berdampak pada Athan akan berada di sekolah. Athan menangis histeris ketika dia melihat beberapa orang tua murid atau teman-temannya di sekolah. Athan seperti mengingat kejadian sebelumnya.


Selain di sekolah, Athan juga merasa ketakutan saat Kyra coba mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat seperti pergi ke pusat perbelanjaan ataupun ketika Athan turun dari mobil dan melihat beberapa orang dewasa. Dia langsung menangis histeris lagi, hal itu akhirnya membuat Kyra sangat khawatir sekali lalu dia memutuskan membawa Athan ke psikoIog anak untuk memeriksakan kondisi dan keadaan Athan serta kenapa Athan bisa ketakutan seperti itu.


Setelah mendengar hal itu, Aditya dan Cahya pun memutuskan untuk segera kembali ke Indonesia. Mereka merasa khawatir dengan keadaan Athan cucunya saat ini, walaupun keadaan Aditya sendiri sebenarnya masih belum membaik karena Aditya masih harus beristirahat untuk membuat lukanya cepat mengering tetapi Aditya memutuskan untuk bisa segera kembali ke Indonesia dengan segera.


Kyra sendiri sudah melarang Aditya untuk pulang jika kondisi Apapnya itu belum terlalu membaik akan tetapi keinginan Aditya tentu tidak bisa dihalau oleh siapapun. Akhirnya Aditya dan Cahya tetap memilih untuk pulang.


"Besok apa kau tidak ingin jalan-jalan.???" Tanya Kyros.


"Memangnya ingin mengajakku dan Lexia jalan-jalan ke mana???" Gienka bertanya balik.


"Ke mana saja terserah kau.."


"Ya sudah, sambil kita memikirkan ingin jalan-jalan ke mana. Aku ikut saja." Gienka memeluk Kyros.


*****


Sementara itu Cahya dan Aditya Akhirnya sampai juga di rumah dan mereka sudah ditunggu oleh keluarga mereka. Semua orang yang ada di rumah sangat mengkhawatirkan Aditya ketika mereka mendengar jika Aditya ditusuk oleh Camilla yang tak lain adalah sahabat Kyra, dulu mereka khawatir dan sempat berniat untuk menyusul Aditya ke Amerika tetapi baik Adri, Cahya dan juga Kyros menjelaskan bahwa kondisi Aditya baik-baik saja dan meminta mereka tidak panik serta tidak perlu ke Amerika. Itulah kenapa mereka akhirnya tidak pergi ke sana dan terus menanyakan informasi tentang perkembangan kondisi Aditya, syukurnya saat ini Aditya sudah kembali pulang dalam keadaan yang baik-baik saja meskipun belum sepenuhnya pulih.


Nyonya Harry Mama Aditya langsung menghampiri putranya dan menanyakan keadaannya. "Bagaimana keadaanmu???" Tanya Nyonya Harry.


Aditya melempar senyumnya dan memegang wajah Mamanya. "Adit baik-baik saja Ma. Lihatlah tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Jawab Aditya.


"Mama benar-benar khawatir sekali, tapi semua orang melarang Mama untuk menyusulmu, termasuk dirimu."


"Kan Adit memang tidak apa-apa Ma .Cahya dan Kyros juga menjaga Adit, dan  Adri, Ariel, Randy juga Danist, mereka semua kan juga ada di sana."


"Mama panik sekali. Teganya Camilla melakukan itu, dia memang sudah tidak waras."


"Dia sudah mendapat hukumannya Ma, Adit sendiri juga tidak menyangka dan tidak bisa menjaga diri sampai hal itu terjadi tapi ya sudahlah sekarang semuanya sudah baik-baik saja."


"Iya, biarkan Kakak istirahat dulu." Sahut Adri.


"Di mana Athan???" Tanya Aditya, dia sudah sangat merindukan cucunya dan juga ingin melihat kondisinya.


"Sedang tidur Pap, ada di kamar ditemani oleh aunty Chika." Jawab Kyra. "Apap istirahat saja dulu, pasti Apap dan Amam lelah."


Aditya tersenyum dan mengusap kepala putrinya.


Kyra kemudian mengantar Aditya ke kamar diikuti oleh Cahya. Axel saat ini sedang tidak ada di rumah sehingga Axel tidak bisa menyambut mertuanya tetapi tentu Aditya tahu bahwa Axel Saat ini sedang mengikuti pertandingan.


"Bawa Apap ke kamar Athan dulu, Apap ingin melihatnya, Apap sangat rindu padanya." Pinta Aditya pada Kyra.


"Baiklah kalau begitu." Gumam Kyra kemudian mereka naik ke kamar Athan menggunakan lift bukan menggunakan tangga agar Aditya tidak terlalu lelah.


Lalu sampailah di kamar Kyra. Kemudian Kyra mengajak kedua orang tuanya untuk masuk ke kamar Athan, di mana ternyata di sana Athan memang sedang ditunggui oleh Chika adiknya Cahya dan bocah Itu tampak tertidur sangat lelap sekali.


Chika berdiri dan menyalami Kakaknya juga kakak iparnya serta menanyakan keadaan Aditya dan Aditya menjelaskan bahwa dia dalam keadaan yang baik-baik saja.


Aditya kemudian mendekati tempat tidur Athan. Aditya mengusap kepala cucunya itu lalu menoleh ke arah Kyra. "Kyra sayang, bagaimana perkembangannya, apa kata psikolog???" Tanya Aditya.


"Sejauh ini sih sudah sedikit membaik Pap, tetapi Athan masih takut ketika bertemu dengan orang yang tidak dia kenal, apalagi yang seumuran dengan Amam, ya karena mungkin wanita yang memarahinya itu juga seumuran seperti Amam." Kyra menjelaskan.


"Seharusnya baik kau ataupun Axel tidak perlu memberinya uang apalagi sebanyak itu." Gumam Aditya.


"Ya bagaimana Pap, karena saat itu aku ataupun Axel pikir supaya dia tidak terus berteriak dan dia juga marah-marah serta berbicara kesana kemari mengatai kami dan juga Athan."


"Ya seharusnya kalian biarkan saja, biarkan dia berceloteh sesukanya, toh tidak sepenuhnya kesalahan Athan dan jika dia tidak marah seperti itu mungkin Athan juga tidak akan menangis dan Athan juga anak yang baik, dia sangat  mengerti, ketika dia melakukan kesalahan dia pasti akan langsung minta maaf. Iya kan???"


"Iya aku pikir juga begitu, tapi aku hanya merasa tidak suka saja dengan caranya berbicara yang marah-marah seperti itu. Jadi lebih baik dia di beri uang saja."


"Oh ya, kau bilang bahwa suamimu sempat mendapatkan kartu nama dari wanita itu, coba berikan pada Apap, karena apap ingin melihatnya. Apa kau masih menyimpannya???" Tanya Aditya.


"Masih Pap, aku masih menyimpannya. Sebentar ya aku cari dulu masih ada di dompetku kartu namanya." Jawab Kyra.


"Oke. Ambillah sekarang...!!"


Kyra kemudian ke kamarnya dan mengambilkan Aditya kartu nama wanita yang memarahi Athan itu karena dia masih menyimpannya.