I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 327



"Ayo kalian masuklah...!!!" Perintah Gienka. Geffie dan temannya itu kemudian masuk ke dalam rumah. Tak lama Cahya dan Aditya juga muncul menyambut kedatangan Geffie.


"Uncle Aunty??? Apa kabar???" Geffie mencium tangan Cahya dan Aditya.


"Baik sayang, kau sendiri bagaimana???? Senang sekali saat kakakmu memberitahu jika kau akan datang berkunjung.. " Ucap Cahya.


"Mumpung sedang libur aunty, lagipula ada banyak orang juga cuma beberapa hari saja... Oh iya, kenalkan ini Garviil temanku.. Garviil ini aunty Cahya dan uncle Aditya, mertua kak Gienka.. "


Garviil menyalami Cahya dan Aditya. Memperkenalkan diri pada mereka.


"Dia bisa berbahasa Indonesia???" Tanya Aditya pada Geffie.


"ah iya Uncle, Garviil bisa berbahasa Indonesia, Papa nya dari Indonesia sedangkan Mama nya berasal dari Amerika... Dia kecil tinggal di Indonesia, dan baru pindah ke Amerika 5 tahun terakhir ini karena meneruskan kuliahnya disini.." Jawab Geffie.


"Oh pantas saja.. Ayo kalian duduklah, biar di buatkan minum.. "


Cahya tersenyum. "Iya duduklah..! Aunty buatkan minum dulu.. Aunty juga akan memanggil yang lainnya.." Cahya kemudian meninggalkan ruang tamu dan menuju dapur.


Gienka juga ikut duduk. "Kenapa tidak bilang kalau bawa teman, kakak cuma siapkan satu kamar... Kau tidur di kamar kakak saja, biar Garviil di kamar tamu.. "


"Iya kak, maaf, Garviil juga dadakan ingin ikut kesini..!"


Gienka mengangguk. "Iya..!!"


"Eh Geffie..!! Datang juga, sorry ya, baru selesai memandikan Athan.. " Kyra menyalami dan memeluk Geffie. Tak lama Axel juga menghampiri sambil menggendong Athan.


"Tidak apa kak, baru sampai juga, ini kak temanku Garviil.."


Garviil berdiri, menyalami Kyra juga Axel dengan sopan. "Saya Garviil...!!"


"Axel dan ini istriku Kyra... Senang bisa bertemu denganmu.. "


"Saya juga senang.. Eh aku ke belakang dulu, Athan mengajak bermain di taman.. Permisi.. " Axel dan Kyra pun berpamitan dan meninggalkan ruang tamu. Geffi serta Garviil kembali duduk.


"Garviil, kau teman kuliah Geffie ya???" Tanya Gienka.


Lelaki itu menggelengkan kepala nya. "Tidak kak, saya sekarang sedang menempuh S2 di kampus yang sama dengan Geffie, kami hanya berteman tapi bukan teman kuliah.. Beda fakultas juga. "


"Owh... Berarti kalian bertemu di kampus atau bagaimana???"


"Garviil punya cafe, aku sering kesana untuk sekedar duduk sambil mengerjakan tugas kuliah, jadi kami bertemu disana.. " Sahut Geffie.


"Owh..!!"


Mereka mengobrol sebentar kemudian Gienka mengantar Garviil ke kamar tamu, dan setelah itu mengajak Geffie ke kamarnya. Supaya adiknya itu bisa tidur bersama nya.


"Kenapa aku merasa bahwa Garviil bukanlah hanya sekedar teman biasa.. " Gumam Gienka.


Geffie mengangkat kepala dan memandangi Kakaknya. "Maksud kakak???"


"Dia pacarmu??? Kenapa kau tidak memberitahu kakak kalau kau sudah punya pacar, biasanya memberitahu kalau ada apa-apa.. "


Geffie melempar senyum. "Kakak... Dia hanya temanku, tidak ada yang lebih dari itu. Dia baik sekali.. "


"Oh ya???? Kakak rasa dia juga manis dan cocok denganmu.. "


Geffie menutup kopernya. Dia naik ke tempat tidur dan menatap jengkel ke kakaknya. "Kakak, jangan mengejekku, kalau aku bilang dia hanya teman ya teman.." Geffie tidak berbohong karena memang dia belum resmi berpacaran dengan Garviil.


"Kalau begitu kenapa kau mengajaknya kesini???"


"Aku tidak mengajaknya, dia sendiri yang ingin mengantarku kesini, aku bilang tidak perlu tapi dia memaksa, ya mana bisa aku menolaknya.. "


Gienka tersenyum mengejek. "Oke oke... Aku percaya, biasanya kalau cowok seperti itu, ada mau nya, dia sedang mencoba pendekatan.. "


"Dih pendekatan apa... Kakak ini.. "


Gienka tertawa dan mencubit hidung Geffie. "Aku akan beritahu Papa Iel dan juga Mamay, memberitahu kalau kau sudah punya gebetan baru.. "


"Dih kakak, jangan dong, nanti Papa pasti marah, Papa melarangku pacaran lagi, aku harus fokus dengan kuliahku sampai lulus, lagipula Garviil bukan pacarku.. "


"Masa...??? Hahahaha iya juga tidak apa dek..!"


"Tau ah... Kakak menyebalkan sekali..!" Geffie turun dari tempat tidur dengan wajah jengkel meninggalkan Gienka yang masih tertawa menggoda nya.


"Hei mandi nya yang cepat, kita sholat maghrib bersama yang lain nanti..!!" Seru Gienka.


"Iya..!!" Sahut Geffie.


Gienka tersenyum. Dia senang melihat Garviil, lelaki itu memang terlihat baik sekali, wajahnya tampan dan senyumnya manis, sangat cocok jika dengan Geffie. Dan ya, petang ini, Aditya meminta semua orang yang ada di rumah ini untuk melakukan sholat maghrib berjamaa.


****


Semua orang berkumpul di ruang tengah termasuk Garviil juga ikut bergabung dengan keluarga mertua kaka Geffie. Mereka akan sholat berjamaah. Aditya akan memimpinnya. Selain itu mereka juga akan berdoa bersama untuk kelancaran keberangkatan Kyros. Tentu mereka berharap bahwa semua akan berjalan lancar hingga Kyros kembali. Gienka senang kedatangan keluarga suami nya kesini membawa suasana yang jauh lebih baik, Dia juga bisa melupakan kesedihannya, dan menghabiskan waktu bersama mereka. Di tambah lagi adiknya juga ikut datang menemui nya. Mereka akan tinggal disini selama tiga hari dan baru akan kembali ke Indonesia.


Aditya memimpin sholat. Semua terlihat sangat khusyu sekali. Setelah selesai, Adity juga memimpin doa agar Tuhan memberikan perlindungan dan penjagaan untuk keselamatan Kyros, menghindarkan Kyros dari sesuatu yang berbahaya.


Selesai itu, mereka berkumpul untuk makan malam bersama. Karena baru sampai siang tadi dari Houston dan tidak punya persediaan bahan makanan. Gienka memutuskan untuk memesan makanan dari luar. Dan mereka akan makan malam bersama di rumah ini.


Sementara itu, Garviil melempar senyumnya. Entah kenapa dia merasa sangat bahagia sekali dengan apa yang ada di depannya saat ini. Keluarga ini begitu hangat, dan saling menyayangi. Benar apa yang di katakan Geffie bahwa dia memiliki keluarga yang menyenangkan. Baru beberapa jam berada disini, Garviil mendapat sambutan yang luar biasa, dan keluarga mertua kakak Geffie begitu humble. Garviil tadi duduk dan mengobrol bersama Aditya dan Adri, berbagi cerita dan pengalaman. Meski baru sebentar, tetapi Garviil menyimpulkan bahwa kedua nya adalah orang hebat di dunia bisnis. Garviil bisa belajar banyak kepada mereka. Sayangnya Garviil belum tahu bagaimana keluarga Geffie sebenarnya, karena ternyata mereka tidak berada disini. Andai ada disini mungkin Garviil bisa berkenalan. Tetapi yang tidak di ketahui Garviil, bahwa Geffie memiliki orang tua yang keras dan sangat posesif.