I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 328



Beberapa hari kemudian......


Sampailah Gienka di Indonesia, bersama dengan keluarga Kyros. Mereka kembali setelah menonton keberangkatan roket yang akan membawa Kyros keluar orbit bumi. Mereka menonton itu di salah satu tempat yang jauh dari lokasi, tetapi bisa melihat dengan baik peluncuran roket itu. Selama proses itu semua orang terdiam dan berdo'a untuk keberhasilannya. Bahkan sejak berangkat dari rumah hingga ke tempat itu, Gienka tidak banyak bicara dan terus merapalkan doa bagai mantra. Hal itu juta sebenarnya bisa di saksikan secara streaming, akan tetapi mereka memilih melihat secara langsung dari jauh.


Kyra dan Geffie terus menguatkan Gienka dengan memeluknya. Mereka juga tidak berhenti berdoa. Sedangkan Axel memantau melalui streaming, karena disana merekam suasana di dalam kantor. Dimana orang-orang di dalamnya juga memantau dengan baik kemudian bersorak ketika roket itu di nyatakan berhasil naik dan keluar dari orbit bumi dengan selamat, lancar tanpa kurang suatu apapun.


Doa Gienka dan keluarganya di dengar oleh Tuhan. Roket Kyros berhasil terbang dengan baik dan selamat. Dan sebelum pulang ke Indonesia, Gienka membaca artikel dari situs resmi tempat Kyros bekerja bahwa roket itu memang berhasil dengan baik sampai keluar orbit dan para astronot nya juga sudah sampai di stasiun Luar angkasa dengan selamat. Sebuah kabar yang membahagiakan. Gienka tidak berhenti mengucapkan syukur.


Sekarang dia sudah sampai di Indonesia. Tetapi sejak berangkat Gienka merasa tidak enak badan, dan selalu merasa mual. Dan sekarang sepertinya semakin menjadi-jadi, sepertinya dia merasa jetlag.


"Gienka sayang???? Wajahmu pucat sekali, apa kau baik-baik saja???" Tanya Cahya sambil menyentuh dahi Gienka. Mereka baru saja masuk ke dalam rumah.


"Sedikit pusing Mam, Gie juga merasa mual sekali sejak kita berangkat, sepertinya Gie jetlag.. "


"Kalau sebelum berangkat kah sudah tidak enak badan itu bukan jetlag sayang, kau mungkin akan sakit, dan kenapa tidak bilang, kita bisa ke dokter dulu kemarin.. "


Gienka tersenyum. "Tidak apa Mam, mungkin dengan istirahat aku akan merasa lebih baik.. "


"Kau minum obat ya???? Amam ambilkan..!"


"Tidak Mam, kalau minum obat aku harus makan, aku sedang tidak nafsu makan.. Aku istirahat saja..!"


"Biarkan Gienka istirahat dulu sayang.. " Sahut Aditya. "Dia akhir-akhir ini kurang istirahat, jadi wajar dia merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya..."


Cahya mengusap rambut menantunya dengan lembut. "Baiklah, kau istirahat, Amam akan menyuruh mbak Tina membuat jus lemon untukmu, itu bisa mengurangi jetlag mu, ayo, Amam akan mengantarmu ke kamar..!"


Cahya, Aditya dan Gienka masuk lift. Aditya membantu Gienka membawa koper ke kamar Kyros yang ada di lantai empat. Tadi Athan tidur sehingga Kyra lekas membawa putra nya itu ke kamarnya, dan Axel membawa koper mereka juga.


Sampai di lantai empat, mereka keluar dari rumah menuju ke rooftop dimana kamar Kyros juga berada disana. Cahya membuka pintu kamar itu. "Kamarnya sudah di bersihkan dan sprei nya juga sudah di ganti, kau bisa istirahat dengan nyaman. Bongkar kooernya nanti saja, kau istirahat dulu ya???" Ucap Cahya.


Gienka tersenyum. "Iya Mam, Terima kasih.. "


"Kalau ada apa-apa hubungi Amam, atau kau panggil mbak Tina, Amam dan Apapun juga akan ke kamar, jus lemon mu nanti akan di antar kesini... " Cahya mendekatkan kecupan di dahi Gienka. Dia kemudian keluar dari kamar Kyros bersama Aditya. Membiarkan Gienka beristirahat dengan nyaman. Mereka juga lelah dan akan beristirahat juga. Cahya berharap keberadaan Gienka disini bisa membuat menantu nya itu merasa lebih baik dan tidak kesepian.


Sore nanti Elea, Danish, Ariel dan Maysa akan kesini untuk bertemu dengan Gienka. Sehingga siang ini Gienka bisa beristirahat dulu. Sebelumnya Kyros sudah memberi pilihan kepada Gienka ingin pulang kemana, ke rumah ini atau ke rumah orang tua Gienka, tetapi Gienka memilih ingin pulang ke rumah ini saja karena dia seorang istri dan sebelumnya juga tinggal disini. Gienka juga ingin menghormati keluarga suami nya. Kyros juga tidak mempermasalahkan jika nanti Gienka menginap di rumah Papa nya Ariel atau Mama nya yaitu Elea.


Gienka melepaskan blazer nya juga sepatu yang di pakai nya. Dia duduk di sofa, dan memutar pandangannya. Tidak ada yang berubah dari kamar ini, semuanya masih berada di tempat yang sama. Gienka tersenyum mengingat Kyros. Gienka senang dia bisa berkumpul dengan keluarga nya dan tidak merasa kesepian lagi selama Kyros pergi. Gienka hendak naik ke tempat tidur, tetapi seseorang mengetuk pintu kamarnya. Dia pun beranjak dan membuka pintu. Asisten rumah tangga nya datang membawa segelas jus lemon dan buah-buahan, untuk membantu Gienka menghilangkan ketidak nyamanan nya akibat jetlag selama perjalanan kembali. Gienka mengucapkan Terima kasih dan membawa itu ke kamar, menutup pintu lalu duduk menghabiskan jus nya dan makan satu buah apel. Setelahnya Gienka berbaring untuk tidur supaya merasa lebih baik.


★★★★


Keesokan harinya..... Gienka turun untuk sarapan bersama keluarga suaminya. Kemarin sore hingga malam, orang tua nya datang untuk menemui nya, mereka mengamhabiskan waktu dan melepas rindu hingga malam. Bercengkrama disertakan mengobrol banyak hal. Gienka juga membahas pekerjaan dengan Papa nya, karena dia ingin kembali bekerja di kantor lagi untuk mengisi harinya agar bisa menyibukkan diri dan tidak melulu merindukan Kyros. Serta agar dia tidak merasa kesepian di rumah.


Dan sebenarnya semalam Gienka menahan ketidaknyamanan yang di rasakannya, mencoba terlihat baik-baik saja meski dia merasa terus mual dan kepala nya terasa pening. Gienka tidak ingin membuat keluarga nya khawatir. Sepertinya dia merasakan jetlag yang cukup parah di banding biasanya.


"Pagi sayang...??? Bagaimana tidurmu semalam???" tanya Cahya yang sedang meletakkan minuman di meja.


Gienka tersenyum. Dia menarik kursi dan duduk. "Pagi Mam, pagi semua nya... Alhamdulillah tidurku sangat nyenyak sekali, sudah lama tidak tidur di kamar atas, hanya kurang Kyros saja.. " Jawab Gienka.


"Kau harus terbiasa tanpa suami mh, karena disana Kyros juga harus terbiasa tanpamu..." Sela Aditya.


"Iya Pap, aku sedang mencoba terbiasa.. "


Di tengah obrolan itu, ART datang membawa semangkuk nasi putih yang masih mengebul sehingga menimbulkan aroma khas nasi yang masih panas. Dan tiba-tiba saja, mencium aroma itu, perut Gienka bergolak hebat dan dia bergegas meninggalkan meja makan, berlari ke dapur. Gienka membungkuk di wastafel dan muntah-muntah, semua orang pun terlihat bingung. Cahya lekas menyusul menantu nya itu. Begitu juga dengan Kyra.


. "Gienka sayang??? Kau tidak apa-apa????" Tanya Cahya yang panik.


"Kita pergi ke dokter ya???? Amam tidak mau kau sakit.. "


Gienka menggelengkan kepala nya. "Tidak perlu Mam, aku tidak apa-apa, mungkin aku hanya perlu meminum obat saja untuk menghilangkan pusingku.. "


"Baiklah tapi sarapan dulu ya??? Jangan dengan nasi, kau makan pisang saja setelah itu minum obat.. " Ucap Cahya. Gienka menganggukkan kepala nya.


"Lihatlah wajahmu pucat sekali Gie, lebih baik ke dokter saja.??"


Tidak Ra, aku baik-baik saja kok..." Ucap Gienka. "Kita kembali ke meja makan..!!" Ajaknya. Gienka dan Kyra pun berjalan untukembali ke meja makan, sedangkan Cahya akan mengambilkan obat untuk Gienka.


Ketika sedang berjalan, pandangan Gienka tiba-tiba kabur, dan berputar, tak lama langkah Gienka sempoyongan dan dia pingsan, beru tunangan Kyra lekas menahan tubuhnya. "Gienka....!!! Gie...!!!" Seru Kyra yang panik. "Amam, Apap, Axel, Oma.. Opa.... tolong... Gienka pingsan...!!!" Teriak Kyra. Sontak mendengar teriakan Kyra yang panik, semua orang berdiri dan menghampiri Kyra termasuk Cahya yang masih di dapur mengambilkan obat.


Aditya berlari dan langsung membantu Kyra menopang Gienka. "Kenapa Ra???" Tanya Aditya.


"Tidak tahu Pap, tiba-tiba saja dia pingsan.. " Kyra terlihat panik.


"Kita bawa dia ke kamar tamu..!!! Axel buka kamar tamu yang di bawah..!" Perintah Aditya yang juga langsung mengangkat tubuh Gienka.


"Iya Pap....!!" Axel berlari menuju kamar tamu, membuka pintu nya. Mertua nya membohongi Gienka membawa nya masuk dan membaringkannya ke tempat tidur.


"Hubungi dokter!!!" Perintah Aditya.


"Ya...!!" Sahut Kyra, dia mengambil ponsel dan menghubungi dokter. Sedangkan Cahya duduk di sebelah Gienka, wajahnya panik, dia berusaha untuk menyadarkan Gienka. Menantu nya sepertinya benar-benar jatuh sakit, dan ini tidak bisa di diamkan.


"Apa kita tidak langsung baw ake rumah sakit saja? mm Aku khawatir sekali.. " Ucap Cahya.


"Dia hanya pingsan sayang, ambil minyak kayu putih dan buat dia sadar, mungkin dia hanya kelelahan dan banyak pikiran, dokter akan memeriksa nya nanti dan memastikannya, jika parah kita baru bawa ke rumah sakit.. " Ucap Aditya.


"Baiklah kalau begitu...!!" Gumam Cahya.


Kyra kembali dan memberitahu jika dia sudah menghubungi dokter keluarga mereka yang tempat tinggalnya tidak jauh dari sini, dan akan datang sekitar 20 menit lagi. Nyonya Harry memberikan minyak kayu putih kepada Cahya, dan Cahya menghiriokan itu ke hidung Gienka agar Gienka segera sadar.


Sampai akhirnya Gienka membuka matanya. Dia sadar dari pingsannya. Cahya memberikan minum dan menanyakan apa yang sedang di rasakan oleh Gienka. Ternyata Gienka masih merasa pusing dan perutnya terasa mual sekali. Cahya coba menyiapkan potongan apel agar perut Gienka terisi tetapi Gienka menolaknya. Dia tidak bernapsu sekali untuk makan.


Tak lama seorang dokter wanita pun datang. Dan dia mulai memeriksa Gienka. Bertanya mengenai apa yang di rasakan oleh Gienka sehingga nanti nya dia bisa memutuskan apa yang terjadi sebenarnya. Gienka pun menjelaskan semua nya dimana dia mulai merasakan seperti ini sebelum kepulangannya ke Indonesia, tetapi mencoba menahannya. Dokter tersenyum, dan mulai bisa menyimpulkan apa yang terjadi dari apa yang di rasakan oleh Gienka.


"Kapan terakhir anda datang buIan???" Tanya Dokter itu pada Gienka.


Gienka terperanjat mendengar pertanyaan dokter. Kenapa dokter justru menanyakan hal itu kepadanya. Tetapi Gienka tidak mau berpikir ke mana-mana, dan coba mengingat kapan terakhir dia datang buIan. Dan Gienka ingat bahwa dia sudah dua bulan terakhir tidak datang bulan. "Terakhir sepertinya bulan Desember dok.. " Jawab Gienka.


Dokter itupun tersenyum, dan menoleh ke belakang, ke arah Cahya, Kyra dan Nyonya Harry. "Apa ada yang punya testpack??? Kalau tidak ada, bisakah membeli nya di apotik???" Tanya dokter.


Semua pun terlonjak termasuk Gienka. "Testpack????" Tanya Cahya. "Untuk apa dok???"


Dokter kembali melempar senyum. "Sepertinya Nona Gienka hamil, yang bisa membuktikan adalah testpack.."


"Hamil.....!!!!?????" Seru Cahya, Kyra, Nyonya Harry dan Gienka secara bersamaan.


"Sepertinya begitu menurut saya... Apa ada testpack di rumah ini???" Tanya dokter lagi.


"Ah aku sepertinya masih memiliki nya, aku akan mengambilnya.." Kyra bergegas keluar dari kamar itu dan berlari ke kamarnya untuk menghilangkan testpack yang di miliki nya.