I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 155



Sepulang dari kantor, Kyra langsung menuju sebuah cafe tempat dimana dia akan menemui Gienka. Sudah hampir sebulan dia tidak bertemu dengan Gienka karena kesibukannya sebelum dan sesudah diberi tanggung jawab untuk memimpin perusahaan, sehingga membuat Kyra sangat sibuk. Kyra memesan minuman dan beberapa kue seraya menunggu kedatangan Gienka yang sudah dalam perjalanan.


Kyra duduk termenung memandang ke luar jendela. Dia sangat merindukan Kyros, dan tidak sabar untuk berbicara lagi dengannya. Sudah 3 bulan dia tidak bicara dengan Kakaknya itu mengingat Kyros sedang dalam misi besar dan berada sangat jauh di atas sana. Akan tetapi Kyros akan segera mengakhiri pekerjaannya dan akan kembali ke Bumi hanya saja dia tidak akan langsung bisa menghubunginya karena tentu harus melewati tahap penyesuaian lagi serta hal lainnya, sehingga harus membuatnya dan keluarganya harus bisa bersabar lagi. Kyra berharap Kyros kembali dalam keadaan baik. Dan dia tidak berhenti mendoakan keselamatan kakaknya itu sejak mengetahui jika Kyros menerima tugas besar untuk dikirim di keluar dari bumi. Kecemasan, ketakutan serta kesedihan tentu dirasakan oleh seluruh keluarganya terutama Cahya saat menjelang kepergian Kyros, mengingat segala sesuatu yang buruk bisa saja terjadi. Bersyukurnya semua berjalan dengan baik, tetapi bukan berarti mereka bisa berhenti berdoa karena Kyros juga harus kembali dalam keadaan selamat dan baik-baik saja.


"Woe.... Ngelamun ajah....!!" Gienka datang dan membuyarkan lamunan Kyra membuat sahabatnya itu terhenyuk.


Gienka menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Kyra. "Apa yang sedang kau pikirkan Ra??? Apa kau memikirkan si brengsek itu lagi??? Lupakan saja si sialan itu, jika kau terus memikirkannya kau hanya akan mendapatkan sakit hati saja!!" Ujar Gienka. Yang dimaksud oleh Gienka adalah mantan kekasih Kyra yang meninggalkan Kyra begitu saja hanya dengan sebuah pesan singkat tanpa penjelasan apapun.


Kyra tersenyum. "Maksudmu Zayan??? Yang benar saja Gie, mana mungkin aku memikirkannya, ada banyak hal lain yang harus aku pikirkan daripada harus memikirkannya...!" Gumam Kyra.


Kyra sudah berusaha melupakan Zayan yang sudah menyakitinya. Beberapa waktu yang lalu hatinya masih terasa sangat sakit karena selepas berpisah dengannya, Zayan justru langsung menggandeng perempuan lain, seorang model terkenal. Zayan ternyata sudah lama berselingkuh darinya, dan tiba-tiba saja lelaki itu mengiriminya pesan singkat mengatakan bahwa dia ingin berpisah dengannya. Tidak ada penjelasan apapun, tetapi kemudian dia mendapatkan informasi bahwa Zayan memang sudah berpacaran dengan seorang model.


Zayan adalah teman baik Kyros ketika SMP. Meskipun Kyros melanjutkan pendidikannya di luar negeri tetapi pertemanan mereka terjalin cukup baik. Zayan juga bersekolah di SMA yang sama dengan Kyra dulu kemudian dipertemukan lagi ketika reuni beberapa tahun yang lalu. Acara itu bertepatan dengan waktu liburan Kyra membuat Kyra memutuskan untuk menikmati liburannya disini. Pertemuan itu membuat mereka dekat dan akhirnya pacaran.


Kyros sangat bahagia bahwa temannya itu menjalin hubungan dengan adiknya dan meminta Zayan agar menjaga Kyra. Sayangnya Zayan malah mengkhianati Kyra dengan begitu kejamnya, mematahkan hatinya dan mengabaikan kepercayaan yang diberikan oleh Kyros. Dan tentu saja Kyros belum mengetahui tentang hal ini, jika mengetahui, Kyra yakin bahwa Kyros akan merasa kecewa dengan Zayan.


Perlahan Kyra mencoba melupakan semuanya, meskipun jika diingat itu akan sangat menyakitkan. Beruntungnya disaat hatinya sedang hancur, Kyra justru mendapatkan kesibukkan yang luar biasa di kantor sehingga dia bisa mengalihkan perhatiannya tentang Zayan. Dan hatinya merasa sedikit terobati dengan hal itu.


Tawa Gienka kembali membuat Kyra menyingkirkan lamunannya. "Hahahaha aku kira kau memikirkannya! Lalu apa yang sedang mengganggu pikiranmu sekarang? Sehingga kau melamun? Katakan padaku"


"Aku memikirkan Ky, dia akan segera kembali...."


"Apa...??? Ky akan kembali??? Astaga iya aku lupa, ini kan sudah 3 bulan.....!" Seru Gienka dengan perasaan yang sangat bahagia.


Kyros akan kembali, itu adalah berita yang luar biasa membahagiakan bagi Gienka. Ya, walaupun Kyros tidak pulang kesini tetapi Kyros kembali itu sudah cukup membahagiakan, dimana nanti dia ada kesempatan untuk menghubungi lelaki itu dan berbicara dengannya meskipun hanya sebentar.


Gienka sudah lama menyimpan perasaannya pada Kyros, tetapi dia tidak berani mengatakannya. Tetap menyimpannya dalam diam, mengagumi Kyros dalam hati juga merindukannya setiap hari. Kerinduannya itu membuatnya sering mengobrol sendiri di depan foto Kyros. Entah kenapa hatinya tidak pernah bisa berpaling dari laki-laki lain selain Kyros, bahkan sejauh ini dia selalu menolak ketika ada laki-laki yang mendekatinya.


Dulu waktu kecil, Kyros selalu menciumnya tanpa permisi dan sering mengajaknya menikah. Kebersamaan mereka sejak kecil hingga saat ini membuat Gienka menyukainya, memiliki perasaan yang dalam untuknya. Gienka sering menunjukkan perhatiannya pada Kyros hanya saja Kyros terlalu dingin dan datar sehingga tidak bisa membaca perasaannya sampai sekarang. Tetapi Gienka tidak bisa berhenti begitu saja menghilangkan perasaannya pada lelaki itu, justru semakin lama perasaannya semakin dalam, dan cintanya semakin besar. Dan berharap suatu saat Kyros bisa mengerti semuanya dan menerimanya menjadi bagian dari hidup lelaki itu. Ketika dulu kuliah di Amerika, Gienka selalu rutin setiap dua minggu sekali atau sebulan sekali datang menemui Kyra dan Kyros meskipun jauh tetapi mereka sering sekali saling mengunjungi untuk sekedar bertemu dan mengobrol ringan.


"Kau selalu terlihat senang saat aku membahas Ky, kenapa Gie??? Apa kau juga merindukannya???" Tanya Kyra.


"Tentu saja aku merindukannya, bukankah sudah lama kita tidak bertemu dengannya, ummphhh apa kira-kira dia akan pulang kesini???"


"Aku tidak tahu, tetapi tentu aku berharap hal itu terjadi, hanya saja itu pasti akan sangat sulit, aku juga meragu akan hal itu" Gumam Kyra sedih.


★★★★★


Malam tiba, Gienka duduk manis di meja kerjanya menatap laptopnya dengan serius tetapi pikirannya tidak tertuju pada pekerjaan yang ada di depannya melainkan memikirkan bahwa Kyros akan segera kembali, membuatnya semakin tidak sabar. Kyros adalah cinta pertama Gienka, tentu hal itu sangat berarti untuknya.


"Apa yang sedang mengganggu pikiran putriku?? Tampaknya kau sedang merasa senang sekali sehingga kau menatap kosong kedepan sambil senyum-senyum sendiri, hal bahagia apakah yang membuatmu seperti itu???" Tanya Ariel.


"Tidak Pa... Tidak ada yang ku pikirkan...!!!" Gienka mencoba mengelak agar Ariel tidak terlalu banyak bertanya kepadanya.


Tetapi tentu saja Ariel tidak bisa dibohongi begitu saja. Dia tahu sesuatu yang membahagiakan pasti sedang dirasakan oleh putrinya saat ini.


"Apa kau mulai jatuh cinta???" Tanya Ariel lagi.


Gienka tersenyum dan pipinya memerah karena malu atas pertanyaan dari Papanya.


"Hmmm.... Papa senang jika kau akhirnya jatuh cinta, mengingat selama ini papa tidak pernah melihatmu dekat dengan seorang laki-laki....! Lelaki beruntung mana yang sudah merebut hati putriku ini???"


Mendengar itu, wajah Gienka berubah menjadi sedih. Ariel dengan cepat bisa membaca perubahan itu dan langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Gienka tahu bahwa Papanya itu sangatlah bisa mengerti akan dirinya, dan selalu bisa menjadi pendengar yang baik.


"Aku sudah lama menyukai seseorang, tetapi sampai sekarang dia tidak pernah tahu jika aku menyukainya, aku hanya takut jika ada orang lain yang sudah merebut hatinya!" Gumam Gienka dengan sedih.


"Kau menyukai seorang laki-laki??? Siapa lelaki beruntung itu yang bisa membuat putriku yang cantik ini bisa jatuh cinta padanya??? Katakan pada Papa siapa dia? Dan Papa akan membuatmya menyadari bahwa ada perempuan cerdas dan cantik sepertimu bisa mencintainya! Siapa dia??? Ayo katakan???" Tanya Ariel .


Gienka hanya tersenyum kemudian berdiri dari kursi kerjanya dan menedekat lalu memeluk Ariel. "Aku sudah menyukainya sejak lama, tetapi dia sulit sekali untuk peka, saat ini dia sedang berada jauh, menurut Papa Iel apa yang harus aku lakukan???"


"Katakan saja...! Apa susahnya???" Ucap Ariel.


"Lalu bagaimana jika dia menolakku???" Tanya Gienka lagi.


"Siapa yang bisa menolak putriku yang cantik ini???"


"Papa...!!" Gienka semakin mempererat pelukannya pada Ariel.


"Jika dia menolakmu tidak apa, karena kau bisa mencari yang lain, kau cantik, cerdas dan luar biasa, kau pasti akan mudah mendapatkan yang lebih baik dari dia, tapi memangnya dia siapa??? Dia temanmu atau dia ceo dari perusahaan yang mungkin Papa mengenalnya??"


Gienka menggelengkan kepalanya dan tidak mau memberitahu siapa laki-laki yang dia sukai karena itu masih belum.pasti, dan jika keinginannya itu terpenuhi baru dia akan memberitahu Ariel. Karena sudah malam, Ariel meminta Gienka beristirahat agar tidak terlambat bangun lagi seperti tadi pagi, dan pekerjaan bisa dilanjutkan esok hari di kantor.


Ariel keluar dari kamar Gienka, sementara Gienka menutup laptopnya dan berganti pakaian sebelum dia tidur. Setelah berganti pakaian, Gienka mengambil bingkai foto dimana disana ada fotonya bersama Kyra dan Kyros lalu membuka pintu dan keluar ke balkon kamarnya. Duduk diam di sebuah kursi kayu, memeluk foto itu dan memandang ke langit.


"Ky....! Entah kapan kita akan bertemu lagi, entah kapan juga kau akan kembali kesini, mungkin benar kata Papa Iel bahwa aku harus mengatakan perasaanku padamu, dan jika kau kembali tentu aku akan mengatakan semuanya padamu Ky...! Dulu saat kecil kau selalu mengajakku untuk menikah, tetapi kenapa selama ini kau tidak peka akan hal itu, saat ini aku benar-benar menunggumu untuk melakukan apa yang dulu kau janjikan kepadaku! Aku berharap kau kembali dalam keadaan sehat dan kau segera pulang kesini, aku sangat merindukanmu Ky..." Gumam Gienka kemudian memejamkan matanya dan mendekap erat bingkai foto itu.