
"Diamlah.... Biarkan kami pergi... Aku harus menemui putriku di rumah Theo... " Ucap Cyntia.
"Eeehhh tidak semudah itu ferguso....!!! Kalian sudah membuat keributan dan sekarang ingin pergi begitu saja... Tidak akan aku ijinkan... Aku tadi bilang apa??? Kalian harus menunggu sampai Aditya datang... Masih sekitar satu jam lagi dia datang.. Jadi kalian harus tetap disini... Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kalian...." Ucap Ariel. Dia kemudian menyuruh security agar membawa Cyntia dan Mama nya ke kantor, dan mengamankan mereka sampai nanti Aditya datang. Ariel juga menyuruh Randy mengambil tas Cyntia dan Mama nya serta ponsel mereka.
"Kalian harus menunggu Aditya dan juga Axel... Setelah itu kalian baru bisa pergi.... " Ucap Ariel lagi sambil terus tertawa mengejek Cyntia dan Mama nya.
Mereka berdua sudah keringat dingin. ketika mendengar jika Aditya akan datang ke tempat ini. Mereka sangat ketakutan tetapi tidak bisa berbuat apapun. Mereka takut sekali harus menghadapi Aditya lagi.
"Ambil tas dan ponsel mereka!!!" Perintah Ariel pada kedua security kompleks yang saat ini sedang menahan Cyntia dan Mama nya.
Security itupun meminta tas dan ponsel Cyntia dan Mama nya. Sayangnya Cyntia menolaknya. "Kenapa kalian ingin mengambil ponsel dan tas kami??? Kalian sudah menahan kami, bukankah itu sudah cukup...!!!" Teriak Cyntia.
Ariel tersenyum. "Kalau kalian tidak memberikan tas dan ponsel kalian, aku akan memeriksa CCTV disini dan aku akan melaporkan kalian pada polisi atas perbuatan kalian tadi... Lihatlah, rumah ini memiliki CCTV di dalamnya, lihat disana...!" Ariel menunjukkan beberapa CCTV yang terpasang di sudut rumah Axel.
"Jangan kau pikir kau bisa berbuat sesuka mu di rumah orang, apalagi kau berulah di area milikku, akan ku pastikan kau akan langsung menghadapi ku... Sekarang berikan tas mu pada mereka, sekaligus ponselmu... Setelah itu ikutlah mereka.... Jika kau berani melawan, kau akan berhadapan denganku, dan jangan harap kau bisa berbuat macam-macam, atau Aditya akan memberimu pelajaran untuk kesekian kali nya.... " Ariel kembali mengancam.
"Kalian memang tidak waras.... Aku harus mencari putriku, kenapa kalian malah menghalangi ku...??? Bagaimana jika nanti dia kabur lagi???" Tanya Cyntia.
"Itu bukan urusan kami.... Dan kenapa kami harus bersikap seperti ini adalah agar kau bisa berpikir ulang untuk membuat ulah... Ini pure adalah kesalahan mu sendiri... Tentu kami tidak akan tinggal diam.... Jadi sekarang ikutlah dengan mereka, sampai nanti kami mengijinkan mu pergi, atau kekacauan yang kau buat ini, kami laporkan ke polisi dan kau akan di hukum karena sudah mengganggu ketertiban umum, karena kau seperti orang gila, yang membuat orang disini merasa terganggu..." Sela Randy.
Cyntia mengernyit. Dia benar-benar merasa kesal sekali kenapa harus berurusan lagi dengan mereka. Dan pasti mereka datang kesini adalah di suruh oleh Aditya. Entah bagaimana bisa Aditya mengetahui hal ini, tetapi Cyntia yakin bahwa mungkin adiknya Axel sudah melaporkan kedatangannya pada Axel lalu Axel memberitahu Aditya dan jadilah teman-teman Aditya yang menyebalkan ini datang kesini.
"Kalian benar-benar tidak punya perasaan, menghalangi seorang ibu yang ingin mencari anaknya.. !" Gerutu Cyntia.
"Dan kau tidak punya otak, membuat gaduh di rumah orang, tanpa permisi dan bersikap sesuka hatimu....!" Sahut Ariel.
"Kalian berdua, setidaknya kalian punya hati, bagaimana bisa kalian ingin menahanku untuk mencari cucuku... Aku sudah tua, dan sikap kalian tidak berperi kemanusiaan...!" Sela Mama Cyntia.
Randy memalingkan wajah seraya tersenyum miring. "Astaga nenek tua..... Tidak kah anda sadar dengan perbuatan yang baru saja anda lakukan dengan putri anda??? Di usi anda saat ini harusnya anda perbanyak mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon ampun agar hidup anda aman dan damai, bukannya terus dan selalu bersikap sesuka hati anda... Mulut di jaga dengan baik, begitu juga dengan sikap, lihatlah.. Inilah hasil didikan mu terhadap Cyntia, kalian berdua sama saja, Sama-sama konyol dan tidak bisa berpikir untuk segala hal, selain hanya uang, uang dan uang saja...!"
Mama Cyntia terlihat kesal dan menatap Randy dengan tatapan penuh kebencian. Akan tetapi Randy mengabaikannya dan terus tersenyum mengejek.
"Baik Pak....!" Jawab Kedua security itu bersamaan. Lalu menarik Cyntia dan Mama nya keluar dari rumah Axel, menuju pos mereka. Dan akan menjaga Cyntia dan Mama nya agar tidak kabr sampai nanti Ariel menyuruh mereka(untuk melepaskannya.
Ariel dan Randy juga ikut keluar dari rumah Axel. Dan mereka menghampiri Lexy yang saya ini berada di rumah tetangga, bersama dengan Maysa yang sudah lebih dulu menemui Lexy. Maysa berusaha menenangkan Lexy yang masih ketakutan, di bantu oleh beberapa tetangga. Mereka keluar dari dalam rumah ketika mendengar suara teriakan Cyntia yang begitu keras ketika berdiri di depan pagar rumah Axel. Suara Cyntia yang begitu kencang membuat beberapa orang keluar dari dalam rumah dan penasaran dengan apa yang terjadi.
"Lexy sayang....!!! Are you okay???" Tanya Ariel.
Lexy menganggukkan kepala nya. "Dia masih sedikit shock... Sahut Maysa.
" Tenanglah... dua cecunguk itu sudah di amankan.... Apa orang tua mu sudah kau hubungi...???" Tanya Randy.
. "Sedang dalam perjalanan Om...!" Jawab Lexy.
"Baguslah jika seperti itu, lebih baik sekarang kau ke rumah Om saja, sambil menunggu orang tua mu juga kakakmu yang sedang dalam perjalanan... Kau bisa beristirahat sejenak... Om yang akan mengurus kedua manusia hilang itu sambil menunggu Aditya juga, karena dia adalah orang yang paling di takuti Cyntia, sehingga Adit nanti juga akan mengatasi nya, kau bisa tenang... Ayo...!" Ajak Ariel pada Lexy dan juga Maysa untuk pulang.
"Bagaimana dengan CCTV nya Iel???" Tanya Randy.
.. "Kita bisa mengurusnny nanti, tergantung keputusan Aditya, apakah akan menyeret mereka berdua ke penjara lagi, atau tidak, sekarang Lexy butuh ketenangan, dia masih shock jadi kita bawa pulang saja...!"
"Iya benar kita bawa Lexy pulang saja sementara sambil menunggu yang lainn... " Ucap Maysa.
"Lexy sayang, kita ke rumah om dulu ya???? Menunggu sampai semua datang, dan sisa nya bisa kita urus nanti.
Lexy menatap Ariel, Randy dan Maysa secarabergantian. Seolah dia sedang mempertimbangkan sesuatu. Dan Lexy pun berpikir bahwa tempat yang aman sementara ini dan orang tua nya serta kakaknya butuh waktu untuk pulang. Jika dia kembali ke rumah, bisa saja Cyntia mengacau lagi. " Baiklah Om Tante, aku akan ikut kalian sambil menunggu Mama Papa dan juga kakak...!" Ucap Lexy.
"Oke.. Kita pergi sekarang...!"
Akhirnya mereka berempat pergi dan menuju rumah Ariel.