
Dua hari kemudian...
Gienka dibantu oleh Cahya menyiapkan makan malam dan semua orang turun. Ariel, Kyros, Geffie dan juga Garviil. Sore tadi Danist, Elea, Maysa, Adri dan Randy sudah pulang lebih dulu ke Indonesia dan hanya meninggalkan Ariel saja yang ada di sini.
Geffie tadi sedang bermain bersama baby Lexia ketika Gienka membuat makan malam. Geffie akan tinggal di sini selama beberapa hari untuk mengurus pendaftaran kuliahnya. Geffie akan melanjutkan s2-nya, akan tinggal bersama Gienka dan Kyros. Geffie sudah memutuskan dan mendaftar kuliah di salah satu universitas yang ada di Washington DC dan juga telah mengikuti beberapa tes kemudian dia dinyatakan diterima sehingga sekarang dia harus mengurus beberapa administrasi sebelum kemudian mulai beraktivitas untuk kuliah.
Gienka menyiapkan makanan di atas meja sementara Cahya akan menjemput Aditya yang masih ada di kamar. Kondisi Aditya semakin membaik, hanya saja Aditya memang tidak boleh terlalu banyak bergerak dan juga tidak boleh menahan beban yang terlalu berat karena Aditya belum sepenuhnya sembuh.
Geffie meletakkan baby Lexia di stroller, kemudian dia bersama yang lainnya duduk di kursi makan. Tidak lama Cahya mendorong kursi roda Aditya dan mereka juga ikut bergabung.
"Kali ini kita makan malam nya adalah makanan Indonesia, karena tadi Kyros yang memintanya. Katanya dia ingin makan makanan Indonesia yang dibuat oleh Amam, ya sudah kita memasak masakan yang di request oleh Ky." Ucap Gienka.
Kyros menggosok-gosokkan telapak tangannya karena dia tidak sabar untuk bisa segera memakannya. Bau masakan buatan Amam nya serta istrinya itu sangat menggugah selera.
Kyros sengaja request kepada Amamnya bahwa dia ingin makan sayur asam tetapi dengan ikan karena masakan Amamnya itu sangat enak dan segar. Kyros sejak dulu sangat menyukainya, ditambah lagi ada sambal serta beberapa makanan lain sebagai pendukung seperti tempe hingga bakwan jagung dan juga kerupuk serta lainnya.
"Garviil... Apa kau suka makanan Indonesia???" Tanya Gienka.
Garviil tersenyum. "Tentu saja kak,sudah lama sekali aku tidak makan makanan Indonesia. Biasanya Papa yang sering membuatkan makanan Indonesia untukku, tahu sendiri kalau Mama bukan berasal dari Indonesia dan aku juga terkadang membelinya di restoran Indonesia tapi sepertinya rasanya lebih enak yang ini."
Gienka terenyum. "Iya... Kau harus mencobanya ini adalah sayur asam ikan kesukaan kami semua. Amam sering membuatnya karena ini resep warisan dari ibunya Amam atau neneknya Kyros. Jangan khawatir meskipun ikannya dimasukkan ke dalam sayur, tetapi tidak bau amis karena banyak bumbu yang dimasukkan ke dalamnya termasuk kunyit yang membuat bau amis dari ikannya itu hilang, pokoknya enak sekali. Aku jamin kau akan ketagihan." Ucap Gienka lagi. "Oke tidak perlu banyak bicara kita makan sekarang...!!!"
Mereka pun membalikkan piring dan Mulai mengambil nasi serta lauk dan sayur yang ada di depan mereka secara bergantian. Baunya sangat harum sekali dan menggugah selera untuk bisa segera di nikmati.
"Oh tidak Om, pekerjaan bisa menunggu saya dan saya juga bisa mengerjakannya melalui email. Jadi tidak terlalu merepotkan, saya juga senang di sini karena ada banyak orang. Kebetulan saya sangat merindukan suasana kekeluargaan seperti ini sudah sekitar 1 tahun Mama dan Papa tidak datang ke Amerika karena memang mereka sibuk sekali, jadi saya sangat merindukan momen itu, kumpul bersama dengan kedua orang tua saya."
"Hal itu biasa terjadi, anak jauh dari orang tua pasti akan sering merindukan suasana bisa berkumpul bersama. Kyros juga merasakan seperti itu, dia dulu memilih melanjutkan sekolah SMA nya di Swiss lalu berpindah kuliah ke Amerika, bahkan di tengah kuliahnya dia memutuskan untuk merubah kewarganegaraannya menjadi warga negara Amerika sehingga dia juga selalu jauh dari kami semua. Dan bahkan bisa dibilang dia jarang sekali pulang, setahun hanya sekali itupun ketika niatnya akan pulang selama dua minggu bisa tiba-tiba berubah menjadi hanya 5 hari atau satu minggu karena dia harus kembali untuk pekerjaannya yang sangat menyita waktu itu. Akan tetapi harus dinikmati karena itu sudah tanggung jawab. Karena yang terpenting adalah ketika bersama harus dimanfaatkan dengan sangat baik waktu yang ada itu justru akan membuat kenangan yang lebih berkesan." Ujar Aditya.
"Iya Om, kami pun selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menikmati setiap kebersamaan kami."
Ariel menikmati makanannya sembari melirik dingin ke arah Garviil yang sedang mengobrol dengan Aditya. Ariel masih mencoba melihat seberapa cintanya Garviil terhadap Geffie dan Ariel memang sangat protektif terhadap orang-orang yang mendekati Putri yaitu Geffie. Dulu Ariel sebenarnya juga merasa was-was dengan Gienka tetapi Gienka sama sekali tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun. Dari mulai sekolah sampai berkuliah sehingga Ariel pun tidak terlalu mengkhawatirkannya karena Gienka memang tidak tertarik dengan laki-laki lain dan pandangan Genka saat itu hanyalah pada Kyros akan tetapi berbeda dengan Geffie yang memang beberapa kali dekat dengan laki-laki. Ariel tahu mengenai masalah yang terjadi di antara Geffie dan kekasihnya yang terakhir itu meskipun Geffie tidak menceritakannya. Tetapi Ariel mendengar cerita itu dari Gienka, di mana Geffie sudah dikhianati oleh kekasihnya yang bernama Mike dan yang membuat Ariel terkejut adalah justru Gienka tidak menceritakan sama sekali tentang Garviil yang ternyata adalah kekasih baru dari Geffie. sehingga Ariel cukup terkejut ketika tiba-tiba dia mendengar Geffie datang ke rumah Gienka beberapa bulan yang lalu dengan seorang teman laki-laki dan cerita itu adalah dapatkan dari Aditya karena memang saat itu Aditya ada di Amerika.
Dan kali ini Ariel langsung dihadapkan dan dipertemukan dengan Garviil secara langsung dan bisa melihat bagaimana laki-laki yang dekat dengan putrinya itu. Beberapa hari terakhir ini Ariel mengamati tingkah laku dari Garviil serta Bagaimana Garviil bersikap terhadapnya serta terhadap orang-orang yang ada di rumah ini. Ariel mencoba menimbang dan menilai Apakah Garviil benar-benar laki-laki yang baik dan pantas serta cocok untuk Geffie.
Ariel menelan makannan nya kemudian terdiam untuk sesaat seperti sedang memikirkan sesuatu. Ariel melirik ke arah Garviil yang sedang sibuk mengunyah makanannya.
"Garviil...!!!" Panggil Ariel membuat lelaki itu menoleh dan langsung meletakkan sendok serta garpu yang dipegangnya
."Iya Om???" Jawab Garviil.
"Karena istriku sudah pulang ke Indonesia dan aku tidur sendiri. Jadi apakah kau mau malam ini tidur bersama denganku???"
Sontak ucapan Ariel itu pun membuat semua orang tertegun dan mengarahkan pandangannya ke arah dirinya. Mereka semuanya terlihat bingung dan tidak mengerti dengan ucapan Ariel barusan. Ariel pun menyadari kesalahannya dalam berucap tadi. "Maksudku aku ingin tidur bersama dengan Garviil, tetapi sebelum tidur aku ingin berbicara dan mengobrol dengannya." Ucap Ariel meralat. "Jadi Apakah kau mau Viil??" tanya Ariel. Dan ekspresi Geffie ngsung berubah, tatapannya menajam ke arah Ariel. Apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh Papanya Itu. Geffie melihat bahwa sepertinya beberapa hari ini Papanya tidak begitu suka dengan Garviil. Sejak lelaki itu datang dan memperkenalkan diri.