
Kyros mengemudikan mobilnya menuju kantor Gienka berada. Duduk di sebelahnya adalah Axel, sedangkan Gienka dan Kyra serta Athan duduk di belakang. Kyros sudah mendapatkan ijin akses untuk melihat rekaman CCTV kemarin. Kyros ingin mengetahui lebih detail apakah Kevin benar memasukkan obat itu di minuman Gienka atau mungkin orang lain.
Sampai di kantor Gienka, Kyros memarkirkan mobilnya di depan kantor Gienka. Mereka berempat turun dan bertemu dengan petugas keamanan yang sedang bertugas. Karena sudah di beritahu sebelumnya bahwa Gienka akan datang maka mereka di persilahkan masuk. Gienka meminta Kyra menunggu di lobi kantor Gienka agar Athan merasa nyaman dan tidak rewel. Sementara petugas keamanan yang satu nya mengantar Gienka, Kyros dan Axel ke ruang controlling untuk memeriksa CCTV disana.
Sampai di ruang controlling, Gienka pun berbicara dengan petugas yang berada disana, meminta untuk di tunjukkan rekaman CCTV kemarin yang ada di ruangan divisi nya. Gienka juga melihat ponselnya mengecek pukul berapa kemarin Axel menghubungi nya. Dan memberi clue untuk mempermudah petugas menemukannya.
Perlahan petugas pun mencari dan mempercepat waktu nya agar sampai di waktu yang Gienka sebutkan. Hingga akhirnya mereka menemukannya. Tampak di rekaman itu beberapa menit sebelum Gienka mengangkat panggilan itu, Gienka sedang sibuk dengan pekerjaannya dan sesekali Gienka meminum teh nya. Di belakang Gienka ada meja milik Kevin. Terlihat jelas Kevin beberapa melihat ke arah Gienka. Sampai akhirnya Gienka mengambil ponselnya lalu berdiri dan meninggalkan meja nya.
Kyros, Gienka dan Axel pun berfokus melihat monitor supaya mereka bisa melihat jelas apa yang terjadi setelah kepergian Gienka dari meja kerja nya.
"Lihat-lihat, dia seperti nya sedang memeriksa keadaan..!" Ucap Axel saat melihat Kevin sedang clingak-clinguk ke kiri dan ke kanan seperti memeriksa keadaan di sekitarnya.
Tak lama Kevin berdiri dan meninggalkan meja kerjanya menuju meja Gienka. Lalu tangan Kevin mengarahkan ke cangkir teh Gienka dan seperti memasukkan sesuatu. Kevin bergegas meninggalkan meja Gienka tetapi tidak kembali ke meja nya.
"Shiiitttt.... Dia pasti memasukkan obat itu... " Gerutu Kyros. "Brengseeekkk....!!!!" Gumamnya dengan kesal. "Aku rasa bukti ini sudah cukup, kia bisa membawanya ke kantor polisi sekarang. "
Axel mengangguk. Kemudian meminta rekaman itu kepada petugas untuk di serahkan kepada Polisi sehingga Kevin bisa di hukum atas perbuatannya.
. Setelah mendapat slainannya, Kyros mengajak yang lainnya untuk langsung ke kantor polisi dan memebeikan bukti itu, karena sejauh ini, Kevin masih belum mau jujur dan terus menyangkal.
. ***
"Bagaimana???" Tanya Kyra saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
. "Kevin memang terlihat memasukkan sesuatu ke minuman Gienka.. " Jawab Kyros.
"Jadi dia benar-benar melakukannya??? Ah ya Tuhan.... Kevin sudah tidak waras... " Gerutu Kyra.
"Kita sudah dapat rekamannya, jadi kita akan menyerahkannya ke kantor polisi, bagaimana dengan surat keterangan dokternya Ra????" tanya Kyros.
"Aku sudah mendapatkannya, tadi sudah di kirim, dan di jelaskan mengenai k3adaan Gienka kemarin... "
"Lalu bagaimana dengan Camilla???? Apa kalian masih yakin dia juga terlibat dalam masalah ini???" Tanya Kyra meragu.
"Itu masih harus di selidiku sayang??? Aku rasa bukti ini ccukup untuk menghentikan kebohongan Kevin, dan jika Kevin cerdas tentu dia tidak akan ingin di hukum sendiri jika Camilla juga pemicu nya.... Yang bisa amengungkap itu adalah Kevin sendiri.. " Sahut Axel.
★★★
Setelah memberikan bukti, dan Gienka dalam pemeriksaan. Kyros dan Axel kembali menemui Kevin. Dan mereka menunggu di panggilkan Kevin oleh petugas. Tak lama petugas membawa Kevin bertemu dengan Kyros dan Axel.
"Kenapa kalian datang lagi....???" Tanya Kevin.
Kyros tersenyum masam mengejek Kevin. "Kau sendiri yang kenapa??? Di saat seperti ini kenapa kau masih tidak mengakui kejahatan mu???" Tanya Kyros.
"Aku tidak melakukan apapun, dan istrimu lah yang memulai dulu, dan dia... " Kevin menunjuk ke arah Axel. "Dia salah sangka padaku, memberikan tuduhan yang tidak jelas, tanpa mau mendengarkan penjelasanku.. "
Kyros kembali terkekeh. "Benarkah??? Kau tidak tahu ya bahwa saat ini istrimu memberi keterangan pada polisi sekaligus membawa bukti yang akan memberatkanmu... Kau terbukti dengan jelas sekali telah memasukkan sesuatu di minuman istriku, semua terekam dengan jelas sekali, dan jika kau tidak segera mengakui nya, maka aku jamin kau akan berada disini lama sekali, juga akan mendapatkan masalah di tempat kerja mu, mengingat aku sudah menceritakan semua perbuatanmu kemarin kepada atasan mu, bahkan mereka secara terbuka memberiku akses untuk mengecek CCTV yang sekarang jadi bukti utama... " Ujar Kyros. "Sekarang lebih baik kau akui atau kau akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi.. " Ancam Kyros.
Kevin tertegun dengan apa yang baru saja di dengarnya. Dia tidak menyangka jika Kyros akan bisa berpikir sejauh itu bahkan mengenai CCTV. Apalagi dia belum sempat melakukan apapun pada Gienka tetapi dia malah masuk ke dalam masalah besar dan pelik ini.
"Kenapa???? Kau terkejut???" tanya Kyros mengejek. "Kau salah memilih lawan, jangan kau pikir hanya masalah sepele, tetapi jika ini berkaitan dengan istriku atau keluarga ku, aku tidak akan pernah main-main dan akan menunjukkan kepadamu bahwa aku bisa melakukan apapun yang aku mau untuk keluarga ku.. Dan kau akan di hukum atas perbuatanmu, akan semakin berat jika kau terus mengelak, jadi aku ingatkan lebih baik jujur dan katakan segala nya tentang apa yang sudah kau lakukan untuk menjebak Gienka.. "
Kyros berdiri dari kursi dan mengajak Axel keluar, meninggalkan Kevin yang sudah milai ketakutan dengan ucapan Kyros. Kevin masih tidak menyangka jika aksi nya kemarin terkenal CCTV lalu Kyros bisa mendapatkan akses untuk melihat itu.
"Aku tidak mau di hukum berat....!!!" Gumam Kevin sembari mengacak-acak rambutnya, dia terlihat mulai frustasi.
Kevin berdiri dan di antar kembali masuk ke sel nya. Kevin duduk di lantai dan menundukkan kepala nya penuh penyesalan. Keisengannya ernyata membawa petaka dan dia juga pasti terancan di pecat dari kantornya mengingat atasannya juga sudah tahu mengenai masalah yang erjadi kemarin. Kevin tentu tidak ingin mendapatkan hukumann yang berat dan dia juga menyesali kenapa harus menuruti usil Camilla. Obat itu dari Camilla juga dan idenya juga dari perempuan itu. Camilla juga harus mendapatkan hukuman.
"Qku tidak mau di hukum sendirian.....!!! Camilla, dia juga harus di hukum, dia yang memberi ide gilaa ini dan juga memberiku obat itu agar di masukkan ke dalam minuman Gienka... Bagaimana bisa aku menderita disini sedangkan Camilla bisa melenggang bebas saat ini.. Camilla.....!!!! Aku akan memberitahu polisi tentanegala nya, ali senang jika kau menemaniki disini.. " Geram Kevin penuh emosi. Dia akan memberitahu polisi termasuk tentang Camilla juga.