I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 155



Setelah selesai minum-minum, Zayan dan Jelena memilih pulang lebih dulu daripada teman-temannya yang lain. Zayan hanya minum 2 gelas beer saja, dia tidak mau mabuk Karena jika dia mabuk, besok keadaannya akan buruk dan dia bisa tidak berkonsentrasi pada meetingnya. Juga karena Jelena terlihat sudah mabuk, perempuan itu sudah menghabiskan beberapa gelas tequilla hingga vodca. Zayan harus mengantar Jelena ke apartemen perempuan itu. Dan mobil Zayan sekarang sudah memasuki adea basement apartemen Jelena.


"Je, kita sudah sampai... Setelah ini kau harus istirahat...!?" Ucap Zayan sambil melepaskan seat belt Jelena.


Jelena memegang tangan Zayan dan menatap lelaki itu sambil tersenyum. "Kau tampan....!" Gumam Jelena. "Aku menyukaimu...!"


Sontak Zayan terkejut mendengar ucapan dari Jelena. "Apa???" Seru Zayan.


"Aku menyukai mu... Apa itu kurang jelas???"


Zayan terkekeh. "Je, kau mabuk ya?? Ayo kita keluar, aku akan mengantarmu sampai unit mu..!" Ucap Zayan dan dia juga hendak keluar dari mobil tetapi di tahan oleh Jelena.


"Kau mau kemana Zay?? Disini saja denganku...!" Jelena melingkarkan kedua lengannya di leher Zayan, dan tersenyum menatap lelaki itu. "Kau tampan sekali, aku menyukai mu, aku menginginkanmu, dan aku bisa selalu bersamamu, dan memberikan semua yang kau inginkan, termasuk yang tidak bisa di berikan oleh pacarmu...!"


"Je... Kau mabuk, ayo aku antar masuk...!" Zayan mencoba melepaskan lengan Jelena, tetapi perempuan itu menahan dan tidak mau melepaskan Zayan.


Jelena memegang tahan Zayan, dan tiba-tiba saja mendaratkan ciuman di bibir lelaki itu. Bibir Jelena berusaha masuk ke mulut Zayan. Lelaki itu terdiam, mungkin Zayan terkejut, tetapi Jelena terus berusaha membuka bibir Zayan dan mendekatkan tubuuhnya ke tubuuh Zayan. Sampai akhirnya mulut Zayan terbuka untuk menolak Jelena, akan tetapi sekuat apapun Zayan menahan diri, pada akhirnya dia menyerah dan membalas ciuman Jelena. Hal itu membuat Jelena merasa senang. Dan mereka berdua saling membalas ciuman satu sama lain. Di dalam mobil, Zayan dan Jelena terus berciuman dengan paanas.


Diam-diam Jelena ingin memiliki Zayan, mengingat lelaki itu sangat tampan, manis dan juga di usia nya yang masih muda, Zayan memiliki pekerjaan yang bagus, dan banyak uang. Perempuan mana yang tidak akan tertarik dengan Zayan. Walaupun Jelena tahu jika Zayan sudah memiliki kekasih yang sangat cantik, tetapi kekasih Zayan itu berpikiran kuno karena tidak pernah mau di sentuh oleh Zayan kecuali hanya sekedar memberikan ciuman, tidak pernah lebih dari itu. Bagi Jelena itu hal yang sangat tidak relevan apalagi di jaman yang sudah seperti ini, masih saja ada perempuan yang sok suci seperti itu.


Bagi Jelena ini adalah kesempatan yang bagus untuknya bisa mendapatkan Zayan, dengan memberikan sesuatu yang paling di sukai oleh semua laki-laki. Jelena tentu bisa memberikan hal itu, agar Zayan merasa senang dengan dirinya, lalu perlahan dia akan menghancurkan hubungan Zayan dengan kekasihnya yang kuno itu. Jelena akan menguasai Zayan. Dan ini adalah awal yang bagus.


Sambil terus berciuman, jemari Jelena bergerak turun dan mengusap lembut sesuatu di balik jeans Zayan. Hal itu membuat Zayan tersikap terkejut, tetapi dengan keahliannya, Jelena meminta Zayan untuk menikmati saja apa yang sedang di lakukannya. Zayan terus mencium Jelena, dan tangan Jelena juga semakin aktraktif. Bukan hanya mengusap tetapi Jelena mulai membuka ceIana Zayan. Dan berusaha mengeluarkan apa yang ada di dalam sana.


Zayan memegang jemari Jelena, melepaskan ciumannya. "Apa yang ingin kau lakukan???" Tanya Zayan.


Jelena tersenyum menatap dalam laki-laki itu. "Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu, sesuatu yang belum pernah kau rasakan dan belum pernah di berikan oleh kekasihmu yang patah itu, aku akan melakukannya dan memberikan sesuatu yang begitu nikmat kepadamu, dan aku yakin kau akan ketagihan..!" Ucap Jelena dengan santai nya.


"Apa maksudmu??" Tanya Zayan.


Jelena memegang dan tersenyum masam, mungkin karena Zayan belum pernah di sentuh oleh perempuan, itu sebabnya milik lelaki ini size nya tidak seperti laki-laki lainnya. Jelena harus memberi kesan baik untuk Zayan, sehingga bisa mendapatkan lelaki itu.


Jelena memainkan jemari nya naik dan turun dengan lembut di milik Zayan, yang saat ini mulai mengeerras. Zayan memejamkan matanya menikmati sentuhhan Jelena. Ini pertama kali nya seorang perempuan memainkan miliknya, biasa nya Zayan hanya bermain sendiri. Rasanya tentu sangat berbeda. Selama ini Kyra selalu menolak melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar ciuman, dan sebenarnya Zayan juga merasa takut dengan janji nya pada Kyra dan keluarga nya agar tidak melewati batas, akan tetapi Zayan tidak bisa memungkiri bahwa sebagai laki-laki normal dia ingin yang lebih dari sekedar ciuman saja.


"Astaga Je...! Hmmmpppttt....!" Zayan menahan suara nya.


Jelena tersenyum, menyadari Zayan sudah mulai menikmati permainannya. Kali ini Jelena harus melakukan yang lebih dari ini. Jelena pun lebih berani, dan kali ini mencium kepala milik Zayan.


Jelena membuka muIutnya dan mulai menguIum miIik Zayan, menggerakkan kepala nya naek turun. Zayan semakin menggila menikmati setiap detik apa yang di lakukan Jelena padanya. "Oh Gosh.... Keep going Je... Astaga....!" Zayan meracau tidak karuan, rasanya begitu luar biasa dan kini sama sekali tidak pernah ada di bayangannya.


"Do you like it???" Tanya Jelena.


"Ya... Keep going please...!???" Pintar Zayan.


Jelena semakin bersemangat, dan semakin mempercepat gerakannya. Tetapi Jelena tidak boleh membiarkan Zayan meIedak karena ini, tetapi harus meledak saat menyatu dengannya, ddan setelah itu Zayan pasti akan ketagihan dan meminta lagi.


Jelena mengangkat kepala nya, kembali menatap Zayan dalam senyum cantiknya. "Kita tidak bisa melanjutkan disini.." Ucap Jelena.


Wajah Zayan berubah. "Kenapa berhenti??" Tanya Zayan.


Jelena kembali tersenyum. "Kita masuk ke dalam dan melanjutkan nya di kamar, aku akan menunjukkan sesuatu yang menyenangkan padamu, dan aku sangat yakin kau akan menyukai nya sayang... Kita keluar dari sini dan masuk ke kamarku... Bagaimana?" Tanya Jelena.


"Kau yakin kau akan memberikan sesuatu yang lebih dari ini padaku??" Zayan bertanya lagi enggan mempercayai apa yang tadi di katakan oleh Jelena.


Perempuan itu mengangguk. "Tentu saja, memangnya apa yang akan di lakukan seorang laki-laki dan perempuan jika mereka berada di dalam kamar selain bersenang-senang, apalagi kita adalah orang dewasa dan bukan anak kecil.. Ayo kita ke dalam, aku ingin segera di massuki olehmu.. Kau juga pasti penasaran kan??"


Zayan kemudian keluar dari dalam mobil, membuka pintu sebelah kiri dan mempersilahkan Jelena keluar. Mereka langsung berjalan masuk ke apartemen menuju unit milik Jelena.