
Gieenka sudah selesai mandi. Dia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju walk in closet miliknya dengan Kyros, lelaki itu tersenyum ketika melihat istrinya sudah selesai mandi dan tadi sedang berbicara di telepon. Sedangkan baby Lexia masih tertidur. Kyros pun mengikuti Gienka ke Walk In Closet. Gienka berdiri membuka lemari dan LL pakaian untuk dikenakannya. Kyros memilih duduk di sofa berbentuk lingkaran yang ada di tengah ruangan itu. Setelah mengambil pakaian jika menoleh ke belakang dan melempar senyumnya kepada suaminya. “Bagaimana??? Lexia masih tidur pulas ya???” tanya Geinka.
“Ya, dia sepertinya nyaman sekali tidur di kamar barunya, Amam juga baru saja keluar, tadi dia menengok dan ingin melihat kamar bayi kita. Amam memuji seleraku padahal itu juga bukan sepenuhnya pilihanku karena itu juga pilihan darimu. Meskipun aku yang mengurus segalanya di sini, Amam suka sekali dengan kamarnya.”
“Ya itu menggemaskan sekali!” Gienka melepaskan handuk kimononya dan dengan santainya di depan Kyros. Gienka kemudian memakai pakaiannya.
“Sayang!!!” Panggil Gienka pada Kyros.
“Ya kenapa???”
“Aku kangen sekali dengan makanan yang ada di restoran favorit kita. Bagaimana kalau nanti malam kita makan malam bersama di sana dengan Amam dan Apap juga???”
Kyros tersenyum. “Ya kalau kau ingin ke sana, nanti kita akan pergi ke sana dan makan malam di sana bersama Amam dan Apap..”
Gienka sudah selesai memakai pakaiannya, kemudian ia berjalan mendekati Kyros dan duduk di pangkuuan suaminya itu dengan manja sambil melingkarkan kedua lengannya di leher Kyros. Gienka mengecup bibir Kyros. “Kau yang terbaik, aku mencintaimu.” Ucapnya.
“Aku juga mencintaimu, terima kasih kau adalah istri terbaikku dan aku senang sekali kau sudah kembali lagi bersamaku di sini dan kita bisa tidur bersama lagi di kamar kita yang tercinta. Ini sudah begitu lama kan??”
Gienka menganggukkan kepalanya dan dia kembali mengecup bibir suaminya. “Aku juga senang bisa kita bisa kembali lagi ke rumah kita tercinta ini. Apa kau tahu sebelum aku ke sini aku semalaman tidak bisa tidur karena aku sudah membayangkan akan pulang lagi ke rumah ini dan kali ini aku pulang bersama dengan bayi kita yang sangat menggemaskan. Dan sekarang keluarga kita sudah benar-benar lengkap.”
“Jadi program hamilnya batal kita lakukan???” tanya Kyros sambil terkekeh.
“Ya, untuk sekarang kita tidak akan melakukannya tapi tidak tahu nanti.”
“Kok tidak tahu??? Memangnya kau ingin program hamil,kita tidak perlu melakukannya sayang??? Aku yakin kau pasti bisa hamil lagi nantinya tapi itu terserah kau saja kalau kau ingin kita hanya memiliki Lexia saja, ya whatever tapi kalau kau ingin memiliki bayi lagi, terserah kau saja aku tinggal mengeksekusinya saja hehehe. Aku juga tidak pernah menuntut untuk kau harus memiliki anak sebanyak itu atau kau harus memiliki berapa anak. Yang penting kau merasa nyaman dan bahagia serta aku tidak akan pernah mempermasalahkan. Btw kenapa kau sudah membahas mengenai rencana Program hamil lagi?? Memangnya kau ingin hamil lagi??? kan bayi kita masih kecil, masa kalau sudah ingin hamil lagi???”
Gienka mencubit hidung mancung Kyros. “Bukan sekarang, tapi aku memikirkan kalau aku ingin punya anak kembar. Aku bahkan sebelum hamil sudah berniat ingin melakukan program hamil bayi kembar. Bagaimana kalau kita nanti program hamil bayi kembar??” Tanya Gienka.
“Ya, itu sepertinya sangat lucu dan menyenangkan jika memiliki bayi kembar, lagi pula meskipun kau dan Kyra adalah kembar tapi kan kita tidak bisa memastikan apakah nanti aku hamil lagi itu bayi kembar atau tidak. Tapi kalau program hamil bayi kembar kan sudah pasti?? iya kan??”
Kyros tersenyum. “Sama saja, meskipun kita melakukan program bayi kembar tapi kan hasilnya belum tentu bisa kembar juga sayang?? Bisa saja embrionya hanya tumbuh satu bukan dua. Ya apa kita bisa melawan takdir kalau kita ternyata tidak diberi bayi kembar. Aku juga senang kalau kita punya anak kembar, tapi kan kita juga tidak bisa memastikan bisa atau tidak. Buktinya aku dan Kyra, meskipun kembar, tapi baik Amam dan apa juga tidak punya bayi kembar tapi karena sudah Tuhan takdirkan untuk Punya anak kembar ya maka jadilah aku dan Kyra hehehe.”
“Iya juga sih ya tapi tidak ada salahnya kan nanti kita coba."
“Iya deh iya nanti kita akan coba tapi kan tidak sekarang juga, kan masih lama, kita harus merawat Lexia dulu supaya dia tumbuh jadi anak yang semakin menggemaskan cerdas dan juga penuh cinta. Ya mungkin nanti kalau dia usia 4 atau 5 tahun baru kita buatkan dia adik. Bagaimana??”
“Ya bolehlah, itu ide bagus!” gumam Gienka dan di tengah obrolan mereka tiba-tiba mereka mendengar suara tangisan bayi. Mereka berdua pun bergegas keluar dari ruang walk in closet menuju kamar baby Lexia.
Benar saja ternyata bayi itu sudah bangun dan dia menangis dengan sangat kencang. Kyros lekas menggendong bayinya dan menimangnya dengan penuh kelembutan cint,a kemudian duduk di sofa dan meluruskan kakinya. Kyros memberikan baby Lexia kepada istrinya agar bisa disusui. Bayi itu pasti saat ini sedang merasa kelaparan. Dengan cekatan Gienka pun menyusui baby Lexia. Kyros rasanya berdiri memandangi istrinya yang begitu cantik begitu dan juga baby Lexia tidak kalah cantiknya seperti Gienka.
****
Gienka, Kyros, Cahya dan Aditya turun ke lantai 1. Makanan sudah disiapkan dan mereka harus makan karena sejak tadi sampai, perut mereka belum terisi oleh apapun. Mereka menuju ke ruang makan dan memang makanan sudah siap di mej. Mereka kemudian menyantap makan siang mereka yang terlambat. Karena Kyros tadi sudah makan ketika di airport, maka dia akan menggendong baby Lexia membiarkan Gienka dan kedua orang tuanya untuk makan lebih dulu walaupun sebenarnya Kyros bisa meletakkan baby Lexia di box bayi tapi Kyros memilih untuk menggendong Putri kecilnya itu dan nanti dia akan bergantian makan.
Sambil mengobrol, Kyros memberitahu kedua orang tuanya bahwa nanti malam ia akan mengajak mereka ke restoran yang jadi favorit Gienka di sini. Karena Gienka ingin makan makanan yang sudah sangat dia rindukan yang dia ingin makan.
Cahya dan Aditya pun setuju mereka tahu Gienka sudah lama sekali meninggalkan tempat ini sehingga kita pasti merindukan beberapa makanan yang menjadi favoritnya di kota ini. Nanti malam mereka akan ikut anak dan menantunya untuk makan malam bersama di restoran itu.
Sementara itu di tempat lain Camilla sibuk melayani customer, dia saat ini bekerja di sebuah restoran sejak kejadian hampir 2 tahun silam. Begitu juga dengan Kevi, mereka dipecat dari perusahaan yang dulu karena permasalahan itu. Informasi mengenai apa yang dilakukan Kevin terhadap Gienka membuat seluruh kantor heboh dan akhirnya diputuskan bahwa ia dan Kevin dipecat dari perusahaan Itu.
Dan setelah keluar dari penjara baik Camilla maupun Kevin harus mencari pekerjaan yang baru dan sedikit mengalami kesulitan juga beberapa kali Camilla juga harus berganti pekerjaan dan 2 bulan terakhir dia bekerja sebagai pelayan di restoran mewah ini.