
"Hei... Kau sedang mencetak apa???" Tanya Gienka menghampiri Kyros yang sedang duduk di meja kerja nya. Lelaki itu tampak sedang mencetak sesuatu dengan alat printer. Gienka memeluk Kyros dari belakang dan mendaratkan ciuman di pipi suami nya itu.
Kyros tersenyum. "Menurutmu apa yang aku cetak???" Tanya Kyros balik.
Printer berjalan dan perlahan kertasnya mencetak sesuatu. Sampai akhirnya kertas itu keluar dari printer sepenuhnya. Dan Gienka tersenyum melihat apa yang tercetak disana. Gienka mengambil kertas itu dan menatap nya. Itu adalah foto dirinya saat sedang bermain di luar apartemen ketika sedang musim salju, sekitar 2 atau 3 bulan yang lalu. Dan di ambil oleh Kyros. Senyumnya begitu cantik dan penuh dengan kebahagiaan. Satunya lagi adalah foto selfie dirinya di dalam mobil yang juga terlihat begitu cantik. Foto itu juga menjadi wallpaper di ponsel Kyros. Dan masih ada satu foto Gienka lagi yang selalu terlihat cantik dan menjadi favorit Kyros. Kyros ingin membawa foto-foto itu bersama nya agar saat dia merindukannya, dia bisa memandangi foto-foto itu.
"Foto ku??? Kenapa mencetaknya??? Bukankah di ponselmu sudah ada???" Tanya Gienka.
Kyros menarik Gienka ke dalam pangkuannya dan mencium pipi istrinya dengan gemas. "Aku pergi tidak membawa ponsel, jadi Aku akan membawa foto ini bersamaku, foto istriku yang sangat cantik ini, untuk mengobati kerinduanku selama Aku ada di atas.. Apa Kau keberatan???" Tanya Kyros.
Gienka menggeleng-gelengkan kepala nya. "Tentu saja tidak, jika itu bisa mengobati kerinduanku padaku kau bisa membawa nya bersamamu.." Gienka melingkarkan kedua lengannya di leher Kyros. Memeluk lelaki itu dengan penuh kelembutan. Ini adalah malam terakhirnya bersama Kyros, karena besok Kyros harus sudah berangkat dan karantina terlebih dulu selama beberapa hari di kantornya setelah itu baru berangkat menaiki rokwt yang akan membawa nya pergi ke luar angkasa dan bekerja disana.
"Aku juga akan mencetak foto keluarga kita.." Gumam Kyros.
"Bawalah kami semua bersamamu, meski hanya sebuah gambar yang tidak bernyawa tetapi setidaknya itu nanti mampu mengobati kerinduan mu disana."
Kyros menatap Gienka dengan tatapan yang begitu
dalam. Rasanya begitu sulit harus jauh dari orang yang sangat di cintai nya ini. Begitu sesak dada nya menahan kesedihan ini. Tiba-tiba Kyros tidak lagi bisa membendung air mata nya dan dia menangis di depan Gienka. Kyros mengusap kepala istrinya dengan lembut dan mengecup keningnya. "Jaga diri baik-baik, jangan sampai kau sakit, kau harus makan dengan teratur, jaga sholatmu dan doakan Aku supaya Aku bisa pulang dengan selamat dan berkumpul lagi denganmu, jika kau rindu, keluarlah dari rumah, duduk di ruang terbuka dan mendongaklah ke langit sambil menutup mata, lalu ucapkan kerinduanmu di dalam hati, Aku yakin itu akan tersampaikan kepadaku..!"
Gienka mendongakkan kepala Kyros, mengecup bibir suami nya itu. Gienka juga menyeka air mata Kyros. "Kenapa menangis???? Jangan menangis, nanti aku juga ikut menangis!"
Kyros mencoba tersenyum. "Bagaimana bisa aku tidak menangis??? Aku akan meninggalkan seseorang yang sangat Aku cintai begitu lama, Aku yang selama ini tidak bisa jauh darinya terpaksa harus jauh dan tidak bisa berkomunikasi sama sekali... Aku takut terjadi sesuatu padamu dan Aku tidak bisa menemani mu."
"Semua orang ada bersamaku, mereka akan menjaga ku, kau bekerjalah dengan baik agar sukses dan kau bisa kembali dengan keadaan yang baik, jangan terlalu memikirkanku disini, Aku akan bersama keluarga kita dan mereka akan menemani ku, aku tidak akan kesepian?? Aku akan menjaga diriku dengan baik, menjaga kesetiaanku padamu, juga menjaga kesehatan ku. Aku akan terus berdoa untukmu agar kau selalu dalam perlindungan dimana pun kau berada sampai kau kembali, juga akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kita berdua."
Kyros memeluk Gienka dengan begitu erat. Meluapkan segala kegundahannya, dan memohon kepada Tuhan agar menjaga cinta mereka dengan baik. "Aku sangat mencintaimu, dan aku akan selalu merindukanmu. Jangan siksa dirimu dengan kerinduan, kita pasti akan bertemu dan berbahagia lagi." Gumam Kyros. Mereka berpelukaan lama sekali.
****
Di tengah malam, Kyros terbangun dari tidurnya. Dia memandangi wajah Gienka yang sedang tertidur pulas di sebelahnya. Sebelum tidur mereka bercinta lebih dulu, penyatuan di malam terakhir sebelum keberangkatannya. Kyros memanfaatkan itu dengan baik dan dia akan merindukannya nanti.
Kyros tersenyum, wajah inilah yang akan di rindukannya nanti. Manja nya Gienka juga tawa perempuan itu yang setiap hari selalu dia dengar tetapi nanti tidak bisa dia dengar dan lihat lagi. Kyros hanya ingin Gienka tidak terlalu sedih dan bisa menjalani hari tanpa nya dengan baik. Serta Gienka bisa menjaga diri dengan baik dari hal yang buruk. Juga Gienka tetap setia menjaga cinta untuknya. "Ya Tuhan, jagalah Gienka selama aku pergi..!" Gumam Kyros sambil memejamkan matanya.
Tiba-tiba tangan Kyros memegang perut Gienka dan mengusapnya. Kyros tidak tahu kenapa, tetapi dia ingin saja melakukannya.
Gienka membuka matanya. Dia tersadar ada sentuhan di bagian perutnya. Gienka menatap wajah Kyros yang tersenyum padanya. "Kau bangun??? Kenapa??? Kau butuhkan sesuatu??? Kau ingin minum???" Tanya Gienka.
Kyros menggeleng. "Tidak.... Aku hanya terbangun saja dan sedang melihatmu tidur, wajah mu saat tidur terlihat sangat cantik, Aku pasti akan sangat merindukannya.."
"Kalau kau mengagumi wajahku harusnya mengusap pipi ku, bukan perutku??? Kau ada-ada saja.. "
"Memangnya kenapa??? Tidak boleh Aku mengusap perutmu???? Bukankah semua bagian tubuhmu adalah milikku??? Jadi aku bisa melakukan apapun di bagaian mana saja yang aku mau, termasuk perutmu.. "
Gienka tersenyum. "Ya, terserah kau saja...!!"
Kyros menyingkap selimut yang menutupi tubuh nya dan juga Gienka. Mereka tidur tidak mengenakan apapun setelah bercinta tadi. Sehingga tubuh mereka saat ini teIanjang bulat. Kyros terngkurap dan entah kenapa dia begitu merasa gemas akhir-akhir dengan perut Gienka. Kyros menciumi perut istrinya itu tanpa ampun membuat Gienka menggeliat karena geli.
Kyros mendongak memandangi Gienka. "Sayang, perutmu terlihat sedikit buncit, nanti kau harus sering berolah raga ya???? Supaya saat aku pulang kau tidak terlihat berisi dan buncit... Biasanya perempuan kalau sedang sedih makan nya justru lebih banyak, jangan sampai perutmu buncit, hehehehe.."
Gienka terkekeh. "Apa jika aku buncit, kau akan meninggalkanku dan tidak lagi mencintaiku???" Tanya Gienka.
"Tentu saja tidak, aku selalu mencintaimu, aku akan menerima semua kekurangan dan kelebihanmu, hanya agak lucu saja jika kau terlalu berisi..." Kyros kembali menciumi perut Gienka, lama dia melakukannya dan kemudian turun ke area V Gienka, bergantian menciumi di bagian itu. Dan tentu saja pada akhirnya berakhir dengan percintaan yang panas. Kyros menjadikan moment ini sebagai moment yang indah sehingga akan dia dan Gienka rindukan nanti nya.
★★★
Keesokan harinya.......
Kyros berdiri di depan meja rias, menyisir rambutnya. Gienka tersenyum menatap punggung suami nya. Dia mencoba menguatkan diri, tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang selain mendoakan kelancaran perjalanan suami nya dari berangkat, selama bekerja hingga nanti kembali lagi ke bumi.
Melihat pantulan Gienka dari cermin, Kyros membalikkan badannya dan menghampiri Gienka. Memeluk istrinya itu. "Jangan melepaskanku dengan air mata, berjanjilah padaku..!" Pinta Kyros.
"Jika itu yang kau inginkan, aku akan mencoba melakukannya..!"
Kyros mendaratkan kecupan di kening Gienka. "Masih ada beberapa hari untuk kita bisa berkomunikasi sebelum aku berangkat, jadi jangan khawatir, kita masih bisa mengobrol via telepon..."
Gienka menganggukkan kepala nya. "Iya.... Kau juga jaga kesehatanmu dengan baik, jangan sampai sakit, siapa nanti yang akan merawatmu disana jika kau sakit???"
"Iya!!! Ingat ya, jangan suka melamun sendiri, apapun yang sedang kau rasakan cari Amam atau Kyra, atau Oma, atau datangi Mama Elea atau Mamay, berbagi cerita dengan mereka, jangan menyimpan semua nya sendiri... Kebiasaan burukmu untuk menyimpan perasaan dan kegundahan hatimu itu harus di ubah, kau punya banyak orang yang peduli padamu jadi kau harus berbagi kisah dengan mereka, jangan di pendam sendiri.."
"Aku akan mencoba nya.." Gienka tersenyum. "Ayo, nanti kau terlambat..!! Semua sudah menunggu di depan.. "
Kyros menganggukkan kepala nya. Dia hanya berharap Gienka bisa menemani harinya dengan baik saat dia pergi. Kyros mencium bibir Gienka, lehernya dan lagi-lagi dia membungkuk untuk mencium perut Gienka. Entah kenapa Kyros selalu ingin melakukannya. Mereka berdua keluar dari kamar, dan keluarga Kyros sudah menunggu di ruang tengah.
Kyros melempae senyumnya kepada semua orang dan Kyros memeluk Cahya. Pelukan seorang putra yang begitu menyayangi dan menghormati ibu nya. "Amam, jaga diri baik-baik ya??? Jangan banyak bersedih, karena aku berharap Amam bisa jadi teman dan pelipur lara untuk Gienka, aku mohon Amam menjaga dan menemani nya, jangan biarkan dia bersedih, Amam pasti tahu kan Gienka selama ini tidak pernah jauh dariku???"
"Ya, Amam tahu... Kau jangan khawatir, kami semua akan memastikan kebahagiaan Gienka, kau bisa bekerja dengan tenang, dan pulang lah dengan keadaan tidak kurang suatu apapun.. "
"Ky, akan selalu merindukan Amam....!!!" Ucap Kyros. Dia menahan air mata nya agar tidak tumpah. Meskipun hatinya juga sangat sedih harus begitu jauh dengan keluarga nya. Selama ini dia memang sudah hidup jauh dari mereka tetapi masih bisa berkomunikasi dan tatap muka melalui panggilan video. Tetapi tentu kali ini dia akan semakin jauh lagi dan tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga nya.
Kyros melepaskan pelukannya pada Cahya. Dan menyeka air mata Amam nya agar Amam nya tidak menangis karena dia tidak ingin ada airmata untuk hari ini. Kyros kemudian bergantian memeluk Aditya. Sosok Ayah terhebat yang Kyros miliki. Ayah yang selalu memberikan sesuatu yang terbaik untuk anak-anaknya, dan memiliki cinta kasih yang luar biasa, selalu mendukung anak-anaknya dengan baik tanpa berlebihan. Kyros selalu bercita-cita ingin menjadi orang tua seperti Aditya kelak jika dia dan Gienka memiliki anak. Karena segala kesempurnaan sosok Ayah, di miliki oleh Apap nya yaitu Aditya. Perhatian, cinta, kasih sayang, hingga banyak sekali pengajaran hidup yang selalu Aditya ajarkan kepadanya dan juga pada Kyra. Kebahagiaan keluarga adalah hal utama yang selalu di junjung oleh Apap nya itu.
Kyros memeluk Aditya. "Apap, jaga keluarga kita dengan baik ya??? Termasuk Gienka, aku tidak ingin mereka menangis saat merindukanku, karena itu pasti akan membebaniku.. " Ucap Kyros sambil memeluk Apap nya.
"Tanpa kau minta, Apap akan selalu melindungi keluarga kita dengan baik, istrimu juga adalah anak Apap, dia akan mendapatkan cinta yang sama dari kami semua.. Jangan khawatirkan apapun, karena Apap akan memastikan Gienka bahagia.. Tidak ada kata yang bisa Apap ungkapkan selain kata bangga kepadamu, putra kebanggaan Apap... Kau selalu bisa membuat kami bangga dengan semua yang kau lakukan, bekerja lah dengan baik, ingat bahwa kami semua menunggumu pulang dalam keadaan yang baik juga.. Kalau kau sudah kembali, segera hubungi kami??" Aditya mengusap lembut punggung putra nya itu.
"Iya Pap.... Ky akan selalu merindukan Apap.."
Setelah memeluk Aditya, Kyros beralih ke anggota keluarga nya yang lain satu persatu. Oma dan Opa nya, nenek nya, Om dan tante nya juga kedua adik sepupu nya. Kemudian juga dengan Axel, dan yang terakhir memeluk Kyra. Adik kembarnya yang jadi kesayangannya.
"Ra....???? Jangan biarkan Gienka sendirian ya??? Kau adalah sahabat sekaligus saudara nya, dia terlihat kuat tetapi kau pasti tahu bahwa hatinya sangatlah rapuh... Kau adikku yang tersayang, jaga semua orang dengan baik di rumah, jangan marahi Athan jika dia berulah, berikan apa yang dia mau, jangan melarangnya, aku akan marah sekali padamu jika ssoai Athan memberitahuku kalau kau bawel.. "
"Diamlah....!!!! Kau selalu saja memanjakan Athan...! Jangan khawatir, aku akan selalu menemani Gienka, dan aku akan menjaga Oma, Opa juga Nenek.. Kau jangan khawatirkan apapun, kami semua akan menjaga diri dengan baik, kau juga jaga diri dengan baik, semoga perjalananmu lancar dari berangkat, kemudian saat berada disana sampai kau kembali kesini lagi, semoga lancar.. Aku menyayangimu, aku akan merindukan omelanmu.. " Ujar Kyra dan mempertahankan pelukannya pada sangat Kakak. Kyra sangat menyayangi Kyros, dan mereka tumbuh bersma adengan baik dan selalu ceria. Kyros adalah kakak yang baik dan penuh perhatian, bahkan untuk hal yang sangat kecil. Meski dia sudah menikah, tetapi Kyros masih sering menasehati nya untuk banyak hal, dan selalu mengajarkan menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Kyra akan sangat merindukan nasehat dan omelan Kyros.
"Aku juga akan merindukan mu.." Gumam Kyros. Kali ini Kyros berganti menggendong Athan yang tadi berdiri di bawahnya.
Kyros mengangkat dan menatap keponakannya itu dengan gemas. "Hai Athan sayang, keponakan uncle yang tampan.. Jangan nakal ya??? Uncle akan membawakan mu roket nanti saat pulang, tapi Athan harus berjanji bahwa Athan tidak akan nakal, juga Athan harus mengajak Onty Gie bermain dengan Athan, setuju???? Kalau setuju, uncle akan bawa banyak roket untukmu nanti.. Setuju???" Tanya Kyros.
"Ya, aku akan ajak Onty main, belikan aku banyak roket ya???" Ucap Athan.
Kyros mencium pipi chubby keponakannya itu. "Uncle janji, tapi Athan juga janji jangan membuat Onty Gie menangis ya???"
"Ya.. "
Kyros tersenyum. "Good boy..!!! Ayo tos dulu.. " Kyros mengangkat telapak tangannya dan Athan pun membalasnya.
Kyros menurunkan Athan di pantai lagi. Kemudian berbalik badan dan tersenyum pada Gienka. Dia membelai rambut istrinya dan mengecup keningnya. "Jaga diri baik-baik, jangan terlalu sedih dan menangisiku, ingat janjimu padaku semalam..!!"
Gienka menganggukkan kepala nya, ingin rasanya air mata nya itu tumpah. Tetapi Gienka menahannya sekuat tenaga, dia tidak mau melepaskan Kyros dengan air mata. "Iya aku akan. mengingatnya dengan baik..!" Gumam Gienka.
Kyros menghela Gienka dalam pelukannya. Dia diam dan memeluk Gienka cukup lama. Semua orang juga memandang ke arahnya dalam diam, seolah mengerti bahwa dia dan Gienka butuh waktu untuk melakukan ini.
Kyros melepaskan pelukannya, dan dia mencium bibir Gienka. Dia tidak peduli jika keluarga nya melihatnya, mereka pasti mengerti bahwa dia ingin mencium istrinya untuk terakhir kalinya sebelum pergi. Kyros meIumat bibir Gienka dan istrinya itu membalasnya. Lidah mereka berjalinan, mencecap nya dengan penuh kelembutan. Cukup lama sampai akhirnya mereka saling melepaskan. Lagi dan lagi Kyros mengusap perut Gienka. Semua orang tersenyum. Kyros pun berpamitan dan keluar dari apartemennya karena dia sudah di tunggu oleh supir untuk di antar sampai kantor. Kyros melambaikan tangannya pada istri dan keluarga nya, lalu pergi meninggalkan mereka. Cahya memeluk Gienka, menguatkan menantu nya agar tidak menangis melepaskan kepergian Kyros.
Sampai Akhirnya Kyros masuk lift dan tidak terlihat lagi. Saat itulah Gienka tidak bisa membendung air mata nya. Cahya memeluknya dan terus menguatkannya. Semua orang juga tampak berkaca-kaca, mereka semua juga menahan tangis mereka sejak tadi tetapi akhirnya tumpah juga.
"Tenanglah sayang.... Sekarang kita hanya bisa mendoakan suami mu agar di beri kelancaran dari berangkat hingga dia kembali ke bumi.. " Ucap Cahya. Gienka terisak di pelukannya, dan Aditya meminta agar Cahya tetap memeluk Gienka. Karena Gienka saat ini hanya butuh di kuatkan. Ini apasi menjadi hal tersulit dalam hidup Gienka, mengingat dia tidak pernah jauh dari Kyros untuk waktu yang lama.