
Dua hari kemudian....
Gienka dan keluarga Kyros sampai di Washington DC. Mereka pulang ke rumah Gienka dan Kyros disana, sekaligus membawa semua barang dan pakaian kedua nya untuk di simpan disana. Mereka akan tinggal selama beberapa hari sampai Kyros berangkat. Kyros akan berangkat besok, jika tidak ada halangan atau cuaca buruk, karena keberangkatan itu bisa saja di batalkan dengan alasan cuaca atau hal lainnya. Dan itu sudah biasa terjadi.
Gienka masuk ke kamarnya. Kamar yang sudah lama dia tinggalkan. Ketika memasuki nya, kenangannya pun melayang dimana dia dan Kyros menghabiskan banyak waktu disini. Obrolan mereka sebelum tidur, obrolan saat pagi sebelum berangkat bekerja, menemani Kyros bekerja hingga menemani lelaki itu melihat-lihat langit malam melalui teleskop. Gienka jadi merindukan semua itu.
Sebelum beristirahat, Gienka akan membersihkan kamarnya sekaligus mengganti sprei dan bed covernya. Dia selalu melakukan itu setelah kembali ke tempat yang sudah lama dia tinggalkan.
"Gienka sayang....!!!" Panggil Cahya saat dia melihat Gienka sedang membuka lemari. "Boleh Amam masuk???" Tanya Cahya.
Gienka tersenyum. "Tentu saja Mam, silakan masuk..!!"
"Kau ingin mengganti sprei dan bed cover mu??? Amam bantu ya???? Kamarnya juga berdebu, Chika sedang mengambil vacum Cleaner, Axel juga akan membawa koper milik Ky dan milikmu.."
"Tidak usah Mam, Gie bisa sendiri kok mengganti sprei nya, Gie juga bisa membersihkan kamar Gie sendiri, Amam istirahat saja.. "
"Tidak apa, kamarmu luas, kau yang terlihat tidak begitu sehat, jadi Amam akan membantumu, kau harus istirahat, jangan sampai sakit.."
Gienka tersenyum. "Amam jangan berlebihan memikirkan aku, aku baik-baik saja Mam... "
"Ambil bed cover dan sprei nya, Amam akan melepaskan yang ada di tempat tidurmu... "
Gienka mengangguk dan dia mengambil sprei serta bed cover di dalam lemari. Sedangkan Cahya membuka satu persatu sarung bantal, juga melepaskan bed cover dan sprei yang ada di tempat tidur. Tak lama Axel masuk dan membawa koper milik Gienka juga Kyros bersama dengan Adri. Chika juga membawa dua vacum Cleaner otomatis dan menyalakannya membiarkan dia benda itu membersihkan kamar ini.
"Geffie akan datang jam berapa???" Tanya Cahya pada Gienka.
"Sore nanti Mam, dia seperti nya sudah dalam perjalanan.. "
"Baguslah, rumah akan semakin ramai nanti...!!!" Cahya mulai membantu menantu nya itu mengganti sprei. "Setelah ini kau langsung istirahat saja, atau mandi dulu, kau pucat sekali butuh banyak istirahat, jangan sampai nanti Ky menghubungimu dan wajahmu seperti ini, istirahat yang nyaman ya??? Ingat kau tidak boleh sakit.. "
Iya Mam.. "
"Dan pakaianmu di koper, bisa kita urus nanti atau besok, jadi setelah ini full untuk istirahat saja.. "
Gienka mengangguk sambil memasukkan bantal ke sarungnya satu persatu. Sampai akhirnya mereka selesai juga, dan vacum Cleaner otomatis sedang bekerja untuk membersihkan kamar Gienka.
Semua sudah rapi, Cahya pun menyuruh Gienka beristirahat, lalu meninggalkan menantu nya itu. Gienka duduk di tepi tempat tidurnya. Termenung untuk beberapa saat sembari memutar pandangannya ke sekeliling kamarnya. Tiba-tiba Gienka tersenyum sendiri, dan dia membuka laci meje sebelah tempat tidur. Disana dia mengambil sesuatu yang ternyata itu adalah foto Kyros. Senyum Gienka tersungging di bibirnya, memandangi foto foto itu, Kyros begitu tampan. Bagi Gienka tidak ada yang bisa menandingi ketampanan suami nya itu. Kyros juga sangat manis sekali.
Pintu kamar Gienka terbuka pelan dari luar. "Onty.... Onty....!!!" Langkah mungil Athan memasuki kamar Gienka membuat Gienka teralihkan dari memandang foto Kyros. Dia tersenyum dan meminta Athan mendekat kepada nya.
"Aku mau tidur dengan onty, boleh????" Tanya nya dengan suara gemas.
"Tentu saja boleh, onty juga ingin tidur, bagaimana kalau sekarang Athan tidur dengan Onty.. Mau??"
"Mau... "
Gienka tersenyum, lalu melepaskan sepatu yang di pakai keponakannya itu. Gienka membaringkan Athan begitu juga dengannya yang ikut berbalik, menarik selimut dan membalas kepala Athan dengan lembut.
"Onty, aku mau dengar cerita...!!" pintar Athan....
"Kau ingin Onty membacakan cerita untukmu??? "
"Ya... " Athan mengangguk.
"Oke... Dengarkan baik-baik, judulnya adalah The Koala and the Kangaroo.. "
"Koala, aku suka Koala, Kanguru, aku pernah melihat Kanguru.. " Ucap Athan.
Gienka kembali tersenyum. "Dengarkan ya??? " Pintar Gienka.
"On the first sunny day of summer, Lilu the grey and cute koala, and Della he jumpy and brown kangaroo had a nice sip at the cool, blue river. 'Hey, Lulu. Do you want to go on a race?" asked Dea. "Okay," said Lilu with a certain feeling she would lose. So they ran the race and of course, fast Della won and Lilu was right for once. About an hour later Della shouted at the top of her voice, "Let's see who can touch the top of that tree first". "Okay, but only if you don't cheat," said Lilu. "I promise," said Della. Because Lilu was so determined, she climbed to the top faster than Della could run. Lilu was so happy that she closed her eyes while she jumped down the tree saying "Yippy!".,. " Gienka tersenyum. "The End... " Lanjutnya lagi. Dia senang sekali memberikan cerita kepada Athan sebelum tidur, karena Athan sangat menyukai dongeng sederhana dan Athan juga suka dengan dongeng berbahasa Inggris. Bocah itu sudah sangat cerdas dan mengerti dengan apa yang di katakan oleh orang tua nya.
Tak lama Athan akhirnya tidur, begitu juga dengan Gienka. Mereka tidur sampai sore hari.
★★★
Sore hari nya...
Gienka sudah selesai mandi dan terlihat sangat segar. Dia mengecek ho dan ternyata Geffie akan sampai dalam beberapa menit lagi. Leona pun luar dari kamar dan turun untuk menyambut Geffie. Gienka sangat merindukan Geffie, sudah lama dia tidak bertemu adiknya dan hanya sekedar komunikasi melalui video call saja.
"Kau sudah bangun???" Tanya Cahya pada Gienka yang menueuni tangga.
"Iya Mam, baru saja, Geffie mberitahuku jika dia akan sampai dalam beberapa menit saja.. "
"Bagus kalau begitu, oh iya Amam juga sudah siapkan kamar untuk adikmu itu..
" Thanks Mam... " Gumam Gienka dia kemudian duduk di sofa bersama Aditya menunggu kedatangan adik ya g sangat di rindukannya itu.
Sampai akhirnya, terdengar suara berl di tekan. Gienka beranjak dan bergegas membuka pintu, mendapati Geffie berdiri di depan Pintu. Geffie langsung memeluk kakaknya karena rindu sekali. Tetapi bukannya senang Gienka justru melihat ada seorang laki-laki bersama Geffie. Tahu kakanya bingung, Geffie pun memperkenalkan laki -laki itu.
"Kak, kenalkan ini Garviil, temanku..!! Dia mengantarmu kesini.. "
Gienka menatap laki-laki bernama Garviil itu dari ujung kepala sampai ujung Kaki. Lelaki ini cukup tampan, dan Gie ka tahu bahwa Garviil sepertinya bukan hanya sekedar teman Biasa bagi Geffie.