I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 284



"Kita membohongi nya... " Gumam Kyros setelah Kaia meninggalkan rumahnya.


"Ya... Tetapi kita tidak punya pilihan lain kita sudah berjanji pada Naufal... Tetapi kenapa Leona mengirim sahabatnya bukan dia sendiri yang datang...??? Atau mungkin saja Kaia itu adalah mata-mata suruhan dari orang tua Leona ya??? Ah kalau begitu bagus jika kita membohongi nya mengenai keberadaan Naufal.. " Ujar Gienka.


"Kita tidak tahu mengenai hal itu apa benar dia sahabat Leona atau suruhan dari orang tua Leona, yang jelas kita sudah menepati janji kita pada Naufal untuk tidak memberitahu keberadaannya.." Kyros melihat jam tangannya. "Sudah jam segini, kita sarapan dan aku harus segera ke kantor. " Lanjutnya.


Gienka tersenyum. "Ya, pancake nya sudah siap, begitu juga sirup maple nya... Aku akan membuatkanmu kopi.. Kita ke ruang makan.. "


Mereka akhirnya ke ruang makan dan sudah di siapkan di atas meja makan. Gienka bergegas membuatkan kopi untuk suami nya. Gienka merasa lega karena ternyata perempuan itu bukan kenalan Kyros, tadi sebenarnya dia sudah bersiap untuk beradu argumen dengan suami nya itu jika saja perempuan itu adalah kenalan Kyros. Mengingat perempuan itu begitu cantik dan penampilannya modis. Gienka tiba-tiba merasa insecure.


Sementara itu, di tempat lain. Camilla datang lagi ke Washington untuk mengemasi seluruh barang mililnya yang masih ada disana. Dia akan mengosongkan apartemen itu, karena sebelumnya memang kepindahannya mendadak, sehingga dia belum sempat mengosongkan dan mengambil semua barang miliknya. Dan dia mendapat cuti dari kantornya untuk mengurus hal ini. Jadi dia akan segera menyelesaikannya. Baginya tidak ada gunanya nya juga menyimpan barangnya disini, karena Kyros juga sudah tidak tinggal disini lagi. Entah kemana lelaki itu pindah, Camilla tidak tahu sama sekali kabar Kyros. Seluruh akses komunikasi nya juga sudah di blockir oleh Kyros, sehingga dia juga tidak bisa menghubungi lelaki itu. Pernah dia coba menghubungi dengan kontak baru, tetapi ternyata tidak aktif. Menandakan bahwa Kyros sepertinya mengganti kontaknya. Camilla berharap masih bisa untuk berhubungan dengan Kyros.


***


"Kopi untuk suami ku yang paling tampan... " Gienka memberikan cangkir berisi kopi untuk Kyros.


"Terima kasih istriku yang cantik.... "


Gienka menarik kursi dan duduk. "Sama-sama suamiku sayang... "


Mereka berdua menikmati pancake buatan Gienka. Kyros menuang sirup maple yang memang sangatlah cocok jika di padukan dengan pancake. "Tadi aku sudah akan mendamprat mu...." Ujar Gienka.


Kyros memandang istrinya. "Kenapa???? Apa aku melakukan kesalahan???"


"Bukan... Tapi karena perempuan tadi, aku pikir dia datang meminta pertanggungjawaban darimu.. "


Kyros terkekeh. "Kau ini ada-ada saja....!!! Maka nya apa-apa itu jangan dulu suudzon.... Selama ini aku hanya mencintai mu, tidak ada yang lain di hatiku... Cinta pertamaku dan sekarang jadi istriku.. "


"Ya siapa tahu kau membohongiku...!!" Ucap Gienka.


"Mana pernah aku berbohong??? Kecuali yang tadi, mengenai Naufal.. "


"Entah kenapa aku merasa Kaia menyembunyikan sesuatu saat aku tanya mengenai Leona, aku berharap semua baik-baik saja.. Leona bisa melupakan Naufal dan menjalani hidupnya dengan baik.. "


"Mereka saling mencintai, tetapi mau bagaimana lagi terhalang restu.. " Ujar Kyros.


"Ya itu karena orang tua Leona tidak tahu saja, bahwa Naufal sebenarnya adalah salah satu anak dari orang kaya raya di Indonesia, uncle Vino masuk sepuluh besar orang paling kaya dan berpengaruh di Indonesia, andai saja mereka tahu, aku sangat yakin pasti orang tua Leona akan menyetujui hubungan mereka... "


Kyros terkekeh. "Pasti akan sulit sekali punya mertua seperti itu.. Hehehe.. "


"Untungnya mertua ku sangat baik dan menyayangiku, walaupun kaya raya tetapi mereka tidak pernah menilai seseorang dari status sosialnya..."


"Kau ini.. Dasar...!!"


Kyros langsung meletakkan pisau dan garpu nya. Memandang istrinya. "Kenapa kau menanyakan itu??? Kau merindukan nya???" Tanya Balik Kyros.


Gienka menggelengkan kepala nya. "Tidak... Mana mungkin aku merindukan orang yang hampir mencelakai ku... Aku hanya penasaran bagaimana kabarnya??? Apa dia tidak pernah menghubungi mu lagi???"


"Untuk apa menghubungi ku???! Apa dia mau aku damprat lagi??? Lagipula aku sudah memutus komunikasi dengannya, dan dia juga sudah tidak tinggal disini.. "


"Apa...????!!! Tidak tinggal disini??? Maksudnya???"


"Dia pindah, kantornya mengirimnya ke LA.. "


"Ke LA??? Kau tahu darimana???" Tanya Gienka.


"Dia mengirimiku email, dan meminta maaf padaku atas apa yang pernah dia lakukan padamu dulu, dan dian mengatakan jika dia di pindah oleh kantornya ke LA.." Jawab Kyros


"Lalu kau membalas nya??" Tanya Gienka lagi.


"Ya, aku membalasnya dan mengatakan jika dia harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi.. "


"Setelah itu???"


"Tidak ada....!!!" Jawab Kyros. "Kita harus memaafkan orang lain yang berbuat salah, aku hanya melakukan itu, selebihnya aku tidak lagi akan berurusan dengannya, apa yang dia lakukan sudah membuktikan bahwa dia tidak baik untuk berteman lagi denganku.. Kau tidak mau mengambil resiko lagi... " Ujar Kyros.


"Kenapa kau tidak mengatakan padaku jika dia mengirim email padamu???" Tanya Gienka.


"Untuk apa sayang???? Tidak penting juga, aku justru senang dia pergi jauh dari kita, karena dia pasti tidak akan lagi mengganggumu... Aku harus berangkat sekarang, kau jaga baik-baik di rumah... Kita pergi belanja nanti malam dan pulang sebelum acara Kyra di mulai, jadi kita bisa menontonnya bersama-sama.. " Kyros berdiri begitu juga dengan Gienka. Dia mengantar Kyros sampai di depan rumah. Tidak lupa dia mencium tangan Kyros dan mengecup bibir suami nya. Hal yang selalu dia lekukan sebelum Kyros pergi bekerja.


Kyros mengecup kening istrinya. "Aku mencintai mu.. " Ucap nya lalu pergi.


Gienka kembali masuk ke dalam rumah setelah Kyros pergi. Dia menutup pintu dan naik ke kamarnya. Gienka memutar pandangannya ke seluruh sudut kamarnya, seperti sedang mencari sesuatu. Tetapi kemudian dia keluar dari kamar. Dan beralih masuk ke ruang kerja Kyros.


Gienka duduk di kursi kerja suami nya itu dan menyalakan perangkat komputer Kyros. Dia menunggu beberapa saat, sampai komputer itu benar-benar menyala. Sayangnya ternyata itu di kunci dan di beri password. Gienka mencoba memasukkan tanggal lahir Kyros, tetapi ternyata salah. Tidak menyerah, Gienka memasukkan nama suami nya, dan ternyata gagal juga. Dan ketiga kali nya Gienka mencoba memasukkan tanggal lahir pernikahannya. Ternyata itu berhasil. Gienka tersenyum lebar. Tahu bahwa Kyros adalah orang yang menjadikan kesukaan nya sebagai kunci untuk beberapa hal, seperti password atau kata sandi baik di ponsel, media sosial hingga laptop dan komputer kerja nya


Gienka pun langsung membuka website untuk mencari email suaminya. Setelah menemukannya, Gienka mengklik web itu dan langsung terhubung dengan email Kyros. Dengan teliti Gienka mencoba membaca seluruh pengirim email yang masuk dan ternyata kebanyakan adalah email mengenai pekerjaan suami nya. Gienka hanya membaca dari mana email itu berasal dan tidak membuka nya, tahu bahwa pekerjaan Kyros sangatlah penting dan bersifat rahasia.


"Email ini hanya khusus pekerjaan saja....!!" Gumam Gienka. "Tidak mungkin Camilla mengirim email kesini, aku saja tidak tahu jika Ky punya email khusus pekerjaannya... "


Dengan perasaan kecewa, Gienka pun keluar dari email suami nya. Dia tidak bisa menemukan dan membaca email dari Camilla. Gienka benar-benar penasaran dengan isi email itu dan juga balasan dari Kyros pada Camilla. Perasaan cemburu kembali menggelayuti hati Gienka. Kenangan mengenai Camilla membuat hatinya terasa sangat sesak. Perempuan itu begitu mencintai Kyros hingga berani melakukan hal yang hampir menghilangkan nyawa seseorang. Camilla pindah juga membuat Gienka tidak percaya. Apa iya perempuan itu pindah dari kota ini, rasanya sangat tidak mungkin.


"Lebih baik aku ke apartemen lagi, aku harus mengeceknya sendiri... Ya, aku harus pergi kesana sekarang.. " Ucap Gienka. Dia mematikan komputer kerja suami nya dan keluar dari ruangan kerja itu. Gienka kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap untuk pergi ke apartemen lama Kyros tempat dimana Camilla juga tinggal.