
Kyra memeluk Gienka dan sekali lagi mengucapkan selamat ulang tahun pada sahabatnya itu. Gienka juga mengucapkan terima kasih karena Kyra dan yang lainnya sudah memberinya kejutan malam tadi dan pesta yang juga tidak kalah meriahnya. Kyra dan kekuarganya berpamitan untuk pulang karena malam sudah semakin larut. Hal yang sama juga di lakukan Louis dan keluarganya.
"Bye Gie.....!!! Sampai jumpa lusa di sekolah... Love you...!" Kyra cipika cipiki denga Gienka kemudian melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobil.
Gienka memlambaikan tangannya. Dan mobil Kyra serta yang lainnya perlahan meninggalkan kediaman Ariel keluar dari gerbang rumah itu. Gienka dan keluarganya yang lain pun berbalik badan untuk masuk ke dalam rumah dan beriatirahat tetapi langkah mereka terhenti ketika ada sorot lampu dari sebuah mobil, perlahan masuk ke halaman rumah mereka.
Gienka dan yang lainnya pun langsung berbalik badan lagi. Sebuah taksi masuk ke halam rumah mereka. Pintunya terbuka dan seorang laki-laki keluar dari sana, membayar taksinya lalu berlari menghampiri Gienka dan keluarganya.
"Axel....!!! Kau???" Ucap Maysa.
Axel mengatur napasnya kemudian tersenyum. "Aku terlambat ya??? Pestanya pasti sudah selesai??? Astaga...!" Gumamnya dengan napas terengah.
"Tamu terakhir baru saja pulang....!" Ujar Gienka.
"Sorry sorry.... Aku baru membuka pesanmu tadi sesaat setelah latihan, aku langsung pulang dan mencari hadiah untukmu tetapi malah terjebak macet...! Ini untukmu Gie...!" Axel menyodorkan sebuah kotak berpita merah.
Axel kbali melempar senyumnya. "Happy birthday Gie... Sorry sorry aku terlambat....!"
Gienka tertawa. "Thanks.... Kau memang teman terbaikku....!" Gienka memeluk Axel.
"Xel, ayo masuk, kau pasti lapar sekali kan, masih ada banyak makanan di dalam... Ayo ....!" Ujar Maysa.
"Iya, ayo masuk, pestanya memang sudah berakhir tetapi kau bisa berpesta sendirian di dalam bersmaa banyak makanan...!" Timpal Gienka.
Axel tersenyum dan dia memang lapar sekali setelah latihan bahkan untuk minum saja dia tidak sempat karena panik dan harus mencari hadiah untuk Gienka. Sebenarnya Axel sudah ingat jika Gienka hari ini ulang tahun dan sudah berniat mencari hadiah setelah pulang latihan. Hanya saja Axel tidak menyangka jika akan ada pesta yang akan di adakan. Dia memang tinggal dan sekolah di luar kota, hanya pulanv saat weekend saja seperti saat ini.
"Axel, Om dan tante kan sedang tidak berada di rumah, kau menginap saja disini...!" Ujar Gienka seraya menuang minuman ke gelas dan memberikannya pada Axel yang sedang duduk dan menikmati makan malamnya.
"Mereka besok akan kembali, aku akan pulang saja.... Bagaimana pestanya tadi???"
"Tentu saja sangat meriah, kau menyebalkan bisa-bisanya kau terlambat...!"
Axel tertawa. "Iya sorry sorry....! Aku juga menyesal sudah terlambat datang, coba saja aku tepat waktu mungkin aku akan mendapatkan gadis cantik teman sekelasmu...!"
"Aiiissshhhh.... Temanku tidak akan ada yang mau denganmu...! Habiskan makananmu, Papa sudah menyuruh supir mengantarmu pulang...!"
"Yaelah Gie, aku bisa pulang sendiri, jalan kaki pun tidak masalah, dekat juga..!"
"Anak perawan jangan jalan sendiri di malam hari hahaha" Gienka tertawa mengejek Axel.
Axel adalah teman baiknya dan tetangga rumahnya. Rumah Axel memang tidak jauh dari sini, dan dulu sata kecil Axel sering bermain dengannya karena Ayah Axel juga teman dari Papa Gienka. Axel saat ini sedang sekolah di luar kota dan sangat menyukai sepak bola. Saat ini Axel di sibukkan dengan latihan sepak bola, mengingat Axel sangat ingin menjadi pemain sepak bola nantinya. Hubungan Gienka dengan Axel memang hanya sebatas teman, tidak pernah lebih dari itu, mereka sudah seperti kakak adik. Baik Gienka ataupun Axel tidak pernah memiliki perasaan lebih selain hanya teman. Kebanyakan orang mengira bahwa mereka memiliki hubungan sayangnya itu hanya sebuah asumsi mengingat Axel memang cukup dekat dengan Gienka.
setelah menghabiskan makananannya, Axel pun berpamitan untuk pulangbkarena sidah larut dan juga dia merasa lelah setelah perjalanan cukup jauh. Axel pun di antar oleh supir keluarga Ariel pulang, meskipun sebenarnya rumahnya tidak terlalu jauh.
Setelah mengantar Axel sampai di depan rumah, Elea dan Danist serta Friddie dan Oma Opa Gienka juga berpamitan untuk pulang. Ariel sudah menyuruh mereka untuk menginap saja tetapi Danist menolak karena besok dia harus mengantar orang tua Elea pulang ke Bandung. Mereka juga akhirnya pulang.
"Gie, masuk dan beristirahatlah...!" Ucap Ariel.
"Iya Pa...! Thanks untuk pestanya yang luar biasa ini...!" Gienka memeluk Ariel.
Ariel mengecup kepala Gienka. "Sama-sama sayang, terima kasih juga karena kau juga sudah mau memaafkan Papa... Papa tidak tahu akan seperti apa Papa jika kau menilak memaafkan Papa...!"
Gienka berlari menuju kammar nya dan ternyata seluruh kado sudah di bawa kesana oleh pelayan yang ada di rumahnya. Begitu banyak kado yang di terimanya dan Gienka akan membukanya besok saja karena sekarang dia sangat lelah dan mengantuk. Tetapi Matanya tiba-tiba saja tertuju pada kotak berwarna biru dengan pita berwarna kuning di atasnya. Gienka tahu siapa yang tadi membawa kadi itu, Kyra membawnaya dan mengatakan jika itu dari Kyros. Senyum Gienka mengembang dan dia mengambil kado itu kemudian langsung membukanya penuh dengan semangat.
Di dalamnya ternyata masih ada kotak lagi yang terbungkus, Gienka membuka lagi dan dia tertawa melihat isi dari hadiah Kyros itu. Disana ada 2 bingkai foto berisi karikatur yang sangat menggemaskan. Bukan karikatur Gienka, melainkan karikatur dari Kyros sendiri. "Hahaha ini hadiah untukku tetapi kenapa malah dia memberiku karikatur dirinya sendiri... Dasar Ky...!" Gerutu Gienka.
Di bagian bawah tumpukkan frame itu ternyata ada sebuah kartu ucapan. Hanya singkat saja isi pesan yang ada di kertas itu.
..."***Untuk Gienka, semoga dengan ini kau selalu mengingatku.. Happy birthday Gie...!...
...★Kyros***"...
...Gienka tersenyum, meskipun sederhana dan enggelikan tetapi hadiah Kyros ini sangat istimewa dan dia akan menyimpannya dengan baik. Mungkin nanti dia akan berbalik memberikan Kyros hadiah yang lebih lucu dari ini. Gienka membawa kedua frame foto itu, meletakkanya salah satunya. di atas meja yang ada di sebelah tempat tidurnya, sedangkan satunya lagi dia peluk dan kemudian tidur....
***
Keesokan harinya....
Menjelan siang rumah dalam keadaan sepi sekali. Gienka baru saj keluar dari kamarnya setelah selesai membongkar seluruh hadiah yang di terimanya semalam. Banyak sekali yang di dapatkannya dari orang-orang terdekatnya dan juga teman-temannya. Semua sangat berkesan di hati Gienka.
Gienka menoleh ke segala arah tetapi rumah terlihat lengang. Adiknya sedang pergi untuk les vocal, sedangkan entah kemana kedua orang tuanya. Gienka pun berjalan pelan dan senyumnya mengembang ketika dia melihat pintu kamar Ariel dan Maysa terbuka. Gienka mengintip ternyata kedua orang tuanya itu sedang mengobrol di sofa. Gienka mengetuk pintunya dan Ariel mempersilahkannya untuk masuk.
"Masuklah Gie... Bagaimana kau suka dengan semua hadiahmu???" Tanya Ariel.
Gienka duduk di sofa di antara Ariel dan Maysa, kemudian memeluk Ariel. "semuanya memberi Gie hadiah yang luar biasa, mereka semua menyayangi Gie...!"
"Tentu saja, karena kau adalah kesayangan semua orang...!" Timpal Maysa.
Gienka tersenyum dan memandangi Maysa dan Ariel bergantian. Merasa bahagia sekali memiliki orang tua yang sangat menyayanginya, bahkan Maysa juga selalu memberikan perhatian yang luar biasa terhadapnya sejak kecil dan tidak oernah membeda-bedakan kasih sayang yang diberikan kepadanya juga pada Geffie. Ibu sambung yang luar biasa.
"Papa Iel... Mamay...!" Panggil Gienka.
Maysa dan Ariel pun menjawab panggilan Gienka bersamaan. "Ya sayang...!"
"Gie kemarin sudah mendengar mengenai cerita tentang masalalu Papa Iel... Sekaran, Gie ingin mjuga mendengar kisah cinta kalian dulu seperti apa...! Ayo ceritakan...!"
"Kisah cinta kami???" Tanya Maysa.
Gienka mengangguk. "Ya... Aku ingin tahu bagaimana kalian bertemu, lalu jatuh cinta dan juga sampai menikah.. Aku penasaran sekali, Mamay dulu kan jadi sekretarisnya uncle Adit, pasti bertemu Papa di kantor Uncle Adit, tetapi bagaimana sampai akhirnya kalian jatuh cinta??? Please ceritakan...!" Gienka merengek sambil menangkupkannkedua telapak tangannya memohon agar Mama dan Papanya mau menceritakan kisah cinta mereka. Mengingat Gienka sendiri sudah tahu kisah cinta dari Elea dan Danist. Dan penasaran dengan kisah Ariel dan Maysa.
"Gienka sayang.... Kenapa kau ingin mendengar kisah cinta kami...!??" Tanya Ariel.
"Ayolah Pa, Gie penasaran, Gie sudah pernah mendengar kisahnya Mama Elea sama Papa Dan... Please...!"
Ariel dan Maysa salin berpandangan tetapi melihat rasa penasaran dari Gienka, mereka akhirnya menyetujui untuk menceritakannya.