
Kyros menoleh dengan pandangan heran, terkejut, dan memcoba mencari ketidakseriusan dari ucapan Gienka. "Cara bercandamu mengejutkanku saja, kita baru saja membahas hal yang sedikit sensitif dan aku sudah mengatakan bahwa aku bercanda kau malah membalasku dengan bercanda seperti itu hahaha"
"Aku tidak bercanda!" Ujar Gienka dengan wajah serius menghadap depan.
"Ayolah sayang....! Kenapa kau jadi membuatku takut seperti itu...! Kalau kau mau ikut denganku ke Amerika ayo saja, mau berapa lama liburan disana, 5hari, seminggu atau dua minggu silakan saja aku akan senang"
"Aku ingin tinggal bersamamu untuk selamanya, mengurusmu disana bukan untuk liburan!"
Kyros mematikan mobilnya dan menatap Gienka yang diam disebelahnya. "Gienka sayang...! Sudahlah hentikan candaanmu ini...!"
"Aku tidak bercanda Ky.....!!!" Gienka setengah berteriak membuat Kyros terperangah. "Lihatlah wajahku, apa aku terlihat sedang bercanda??? Kau bilang kau ingin memenuhi janjimu saat kecil dulu untuk menikahiku, jadi sekarang aku menagih janji itu, nikahi aku dan bawa aku bersamamu!"
"Aku pasti akan melakukannya tapi kita baru saja memulai ini, dan belum ada 24 jam kita bersama, lalu bagaimana bisa kau memutuskan hal sebesar itu dalam hitungan detok?"
"Bisa....!!! Jika kau memang mencintaiku dan benar-benar ingin bersamaku!"
Gienka kemudian memaparkan semua ketakutannya akan kehilangan Kyros juga takut bahwa Camilla akan merebut Kyros darinya nanti. Entah kenapa Gienka bisa merasakan bahwa Camilla juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya kepada Kyros. Mendengar itu Kyros kembali membantah dan menjelaskan bahwa dia dan Camilla hanyalah teman dan semua ketakutan Gienka itu tidak akan pernah terjadi.
"Ya kau menganggapnya teman, tapi kehidupan disana sangat jauh berbeda dengan disini, orang bisa melakukan hubungan seperti suami istri dimana saja tanpa mereka harus menikah atau bahkan dengan teman mereka sendiri walaupun mereka tidak dalam status sebagai pasangan, kau laki-laki normal, aku yakin tidak akan menolak jika ada yang menawarkan itu padamu, itu sebabnya aku menawarkan diriku untuk menjadi istrimu dan kau bisa melakukan apa saja paadaku sesuai yang kau mau!"
Dan terjadilah perdebatan diantara Kyros dan Gienka. Mereka sama-sama memiliki pendapat masing-masing. Dan Kyros menganggap ketakutan Gienka tidaklah berdasar sama sekali. Mendengar itu, Gienka tentu saja langsung marah. Tidak maau kalah, Kyros pun membantah Gienka dengan membahas pekerjaan Gienka disini dan akan bagaimana nanti dia bisa membantu Papanya mengurus perusahaan mereka.
Perdebatan itu semakin panjang saja. Gienka benar-benar tidak mau mendengarkan semua penjelasan Kyros.
Gienka juga menjelaskan bahwa dia dan Kyros sudah sama-sama dewasa lalu untuk apa menunggu waktu yang lama lagi untuk menikah. Juga mereka sudah lama saling menyukai lalu untuk apa berpacaran terlalu lama, mereka bisa berpacaran selepas menikah dan itu pasti akan lebih menyenangkan lagi.
"Gienka...! Semua butuh persiapan yang sangat matang, kita tidak bisa langsung memutuskan seperti itu, butuh banyak pertimbangan juga Gie...! Kita tidak bisa menikah dalam waktu dekat ini, kenapa kau tidak mengerti itu???"
Tatapan mata tajam Gienka yang dipenuhi kemarahan dan kekecewaan pada Kyros membuat Gienka terpaksa harus melakukan sesuatu.
"Oke! Aku mengerti sekarang, kau menyatakan perasaanmu padaku tadi pagi adalah hanya karena kau kasihan melihatku mabuk dan memanfaatkan itu! Semua perkataanmu tentang perasaanmu selama ini padaku itu hanya bualanmu untuk menghibur diriku, jika selama ini kau benar-benar mencintaiku tentu kau tidak akan menolak keinginanku! Kau memang tidak pernah mencintaiku Ky... Aku sangat kecewa padamu....! Gienka melepaskan seatbeltnya dan melihat itu Kyros terlihat panik.
"Gie... Kau mau apa????"
Melihat Gienka keluar dari mobil, Gienka melihat ke arah kanan untuk menghentikan taksi yang melintas. Kyros bergegas menyusulnya, dan langsung menyuruh taksi yang dihentikan Gienka untuk kembali jalan. Kyros memegang pergelangan tangan Gienka dan mengajak perempuan itu untuk masuk kembali ke mobil tetapi Gienka menolak dan mengatakan akan pulang dengan taksi. Tetapi Kyros terus menahannya dan akan mengantarnya untuk pulang. Kyros menarik Gienka untuk membawanya masuk lagi ke dalam mobil tetapi Gienka terus memberontak.
"Ky...!!! Lepaskan tanganku.....! Kau menyakitiku....!!" Gienka meronta dan terus berusaha melepaskan oegangan Kyros.
"Aku bilang masuk kita bicara lagi di dalam!"
"Apalagi??? Semua sudah jelas...! Kau tidak mencintaiku, dan menolak menikahiku!"
"Oke.... Oke.... Kita akan menikah seperti yang kau inginkan, sekarang ayo masuk...!"
Mendengar itu, Gienka diam-diam tersenyum penuh kemenangan dan perlahan mengikuti Kyros dan masuk ke mobilnya lagi. Di dalam mobil, Gienka masih memasang wajah cemberut dan acuh tak acuh pada Kyros. Dan lelaki itu pun melembut dan menjelaskan bahwa apa yang dipikirkan oleh Gienka tadi tidaklah benar karena dia memang benar-benar mencintai perempuan itu dan pasti akan menikahinya.
Kyros kemudian meminta waktu pada Gienka selama 1 tahun untuknya bisa mempersiapkan diri, mengurus cuti dan lainnya karena semua itu pasti membutuhkan waktu. Dan Kyros siap untuk melamar dan bertunangan lebih dulu sebagai tanda dia benar-benar terikat dengan Gienka sehingga Gienka tidak perlu khawatir kepadanya bahwa dia akan berpaling. "Please sayang, beri aku waktu, satu tahun saja oke???"
"Tidak....! Aku tidak mau, pertunangan itu tidak berarti apapun, aku ingin langsung menikah! Aku tidak mau menunggumu selama setahun lagi...!"
Kyros memjamkan matanya dan mengernyit. "Oke.. Tidak setahun tapi beri aku waktu enam bulan..." Pinta Kyros lagi.
"Tidak....! Aku tidak mau menunggu...!"
"3 bulan kalau begitu... Kita butuh waktu untuk mempersiapkan semuanya kan?? Aku juga akan mengurus cuti dan kita bisa berbulan madu romantis nanti, kau mau ke Hawai, Perancis, atau keliling Eropa, atau kau mau kita ke Finlandia kita bisa melihat aurora disana, semua itu tentu butuh waktu lebih dari seminggu agar kita bisa puas honeymoon jadi aku harus mengurus cutiku jauh-jauh hari kan??? 3 bulan ya??" Pinta Kyros lagi sambil menangkupkan kedua telapak tangannya memohon pengertian dari Gienka.
"Tidak......! Aku bilang tidak...! Aku tidak mau menunggumu selama itu! Aku ingin dalam waktu dekat sebelum kau kembali! Aku tidak perlu pesta ataupun persiapan apapun kita bisa menikah secara sederhana saja karena yang terpenting adalah kekhidmatannya, aku juga tidak butuh honeymoon kemana-mana, kita bisa melakukannya dirumah saja, dihotel atau di apartemenmu, rasanya akan sama saja! Kalau kau tidak mau ya sudah...! Sudah jelas kau tidak serius kepadaku!!"
Kyros memejamkan matanya, mengernyit dan tidak tahu lagi kenapa Gienka bisa-bisanya bersikap seperti ini. Gienka sama sekali tidak memberinya ruang untuk berpikir lebih dulu, tetapi Kyros juga sadar bahwa dia juga tidak bisa berpisah dari Gienka, penantiannya lamanya sudah terkabulkan bisa memiliki perempuan ini tetapi saat ini justru Gienka membuatnya pusing. Apa sebegitu cintanya Gienka kepada dirinya hingga membuat perempuan itu tidak ingin jauh dari dirinya. Kyros masih memejamkan matanya dan menyebut nama Tuhan agar keputusan yang diambilnya ini benar-benar membawa kebaikan untuknya dan Gienka.
Kyros membuka matanya dan menghela napasnya. "Oke aku akan menikahimu dalam waktu dekat ini, tetapi tentu saja baik kau dan aku harus mendiskusikan ini dengan keluarga kita masing, aku menolak keinginamu bukan karena aku tidak mencintaimu tetapi aku juga memikirkan keluargamu, apa mereka akan setuju dengan hal ini karena ini begitu cepat, lalu bagaimana dengan Uncle Ariel? Dia memberimu tanggung jawab besar untuk perusahaan keluarga kalian? Apa mereka akan menyetujui keputusanmu nanti yang ingin ikut pergi denganku ke Amerika?"
"Kita diskusikan dengan keluarga kita, dan mengenai Pap Yel, aku akan menjelaskan semuanya, aku yakin dia akan mengerti nanti. Aku tunggu kepastianmu besok, jadi jelaskan pada Uncle Adit dan Aunty Cahya tentang rencana ini!" Ujar Gienka lalu memeluk Kyros mengatakan bahwa dia sangat mencintai lelaki itu.