I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 187



"Hai Camilla....! Apa kabarmu???" Tanya Gienka yang langsung membalas pelukan Camilla.


Saat memeluk Camilla, Gienka langsung menjulurkan lidahnya dengan wajah jijik. Gienka sangat bersyukur dia datang di waktu yang tepat sehingga Camilla tidak menyentuh Kyros. Gienka tidak mengerti sama sekali kenapa Camilla masih saja bersikap seperti itu padahal kemarin dia sudah memberitahu bahwa dia dan Kyros sudah menikah. Tetapi tetap saja sikap Camilla membuatnya kesal dan kesal lagi. Gienka juga sudah berjanji pada Kyros untuk bersikap baik pada Camilla tetapi perempuan ini sangat menyebalkan dan membuat Gienka kembali enggan menepati janjinya pada Kyros.


Gienka melepas pelukannya ketika Camilla tidak menjawab pertanyaannya. Gienka masih melempar senyumnya. "Sorry ya? Kemarin aku mengusirmu, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya sedang lelah saja karena baru datang, iya kan sayang???" Gienka menoleh ke belakang memandang Kyros.


"Ya...!" Kyros mengangguk. "Sorry ya Mil, kemarin kami langsung istirahat begitu sampai, karena aku dan Gienka mengalami jetlag, oh iya kau tahu darimana kalau aku sudah kembali? Apa Kyra yang memberitahumu???"


Camilla menggeleng. "Tidak sengaja kemarin aku melihatmu keluar dari supermarket! Kau baru kembali tetapi kenapa ke supermarket???"


"Oh itu, kemarin kami berdua jetlag dan kulkas sedang kosong, aku selalu menghilangkan jetlag ku dengan lemon, jadi kemarin aku membelinya! Boleh kami masuk???"


Camilla tidak menjawab permintaan Kyros tetapi dia hanya memundurkan langkahnya dan memiringkan tubuhnya untuk memberi Kyros dan Gienka jalan agar bisa masuk ke apartemennya. Kyros tersenyum dan mengucapkan terima kasih karena sudah diijinkan masuk. Gienka dan Kyros duduk di sofa kemudian Kyros menyenggol pinggang Gienka agar memberikan oleh-oleh yang mereka bawa kepada Camilla.


Gienka tersenyum dan meletakkan paperbag yang di pegangnya di atas meja Camilla. Mengatakan bahwa itu adalah oleh-oleh untuknya. Camilla mengucapkan terima kasih dengan suara datar dan tanpa ekspresi.


Kyros melirik ke arah Gienka kemudian tersenyum dan kembali melihat ke Camilla yang duduk di depannya.


"Sorry Mil, jika kedatangan kami mengganggu waktu liburmu, but....?? Ehhhmmm Sebenarnya tujuanku dan Gienka kesini adalah untuk meminta maaf kepadamu jika kami berdua memiliki kesalahan baik yang sengaja ataupun tidak, dan mengenai apa yang kau katakan tempo hari saat di depan cafe itu aku juga memohon maaf yang sebesar-besarnya, aku berterima kasih jika kau memiliki perasaan padaku, tetapi seperti yang kau tahu bahwa aku dan Gienka sudah berhubungan!" Ucap Kyros.


Sementara itu Camilla terlihat memalingkan wajahnya dan mengernyit. Sebuah informasi yang tidak penting seperti ini kenapa harus dibahas oleh Kyros karena itu hanya akan semakin menyakiti hatinya saja. Tetapi Camilla tetap memilih diam.


Kyros tahu bahwa Camilla sepertinya masih marah kepada nya, itu terlihat jelas dari ekspresi Camilla saat ini. Tetapi meskipun begitu, Kyros tetap harus menjelaskan semuanya pada Camilla. Entah nanti Camilla akan menerima semua itu atau tetap marah kepadanya, Kyros tidak peduli yang penting dia sudah mengatakan serta meminta maaf.


"Aku sering mengatakan padamu jika aku selama ini hanya menyukai seorang gadis yang sering ku panggil dia dengan sebutan cherry adalah Gienka"


"Jadi kau memilih untuk bersama dengan perempuan yang kau cintai bukan perempuan yang mencintaimu???" Tanya Camilla kemudian.


Kyros kembali tersenyum. "Tidak...! Aku memilih Gienka karena dia juga mencintaiku selama ini jadi kami sama-sama saling mencintai, aku benar-benar minta maaf padamu, dan juga aku minta maaf jika tingkah Gienka sedikit berlebihan kepadamu kemarin, tapi percayalah dia tidak seburuk itu! Maafkan kami...!" Ujar Kyros lagi.


"Kami datang untuk meminta maaf, dan aku berharap tidak ada lagi yang mengganjal di antara kita berdua, kita masih bisa berteman, mungkin kau juga bisa berteman baik dengan Gienka disini sama seperti halnya kau berteman dengan Kyra"


Camilla melempar senyum sinis dan melirik sebentar ke arah Gienka. "Berteman??? Kenapa harus berteman dengannya? Dia sebentar lagi akan kembali kan? Jadi aku pikir tidak perlu melakukan hal seperti itu...!"


"Gienka akan tinggal disini dan tidak akan kembali, karena kami berdua sudah menikah jadi dia ingin mengurusku dengan baik sebagai istriku! Itu sebabnya jika kau dan aku berteman maka kau juga bisa berteman dengan istriku...!"


Deg.....!


Detik itu juga hati Camilla benar-benar terasa nyeri, ternyata memang apa yang dikatakan oleb Gienka kemarin memang benar bahwa mereka sudah menikah. Camilla tidak menyangka bahwa hubungan mereka bisa secepat itu sampai di tahap seperti ini. Dan pantas saja sikap Gienka semakin angkuh padanya seolah perempuan itu selalu ingin mengejeknya. Camilla kembali melirik ke arah Gienka yang ada di depannya dan dia justru kembali menemukan perempuan itu kembali tersenyum mengejeknya


Camilla berdiri dan meminta agar Kyros dan Gienka sekarang bisa pulang jika mereka sudah selesai berbicara karena dia ingin beristirahat dan menikmati waktu liburnya sendiri. Mengenai berteman dengan Gienka, Camilla mengatakan bahwa dia akan memikirkannya lagi.


Kyros pun mengajak Gienka untuk pulang dan membiarkan Camilla beristirahat. Mereka berdua juga tidak bisa memaksa untuk tetap berada disana jika sang pemilik rumah sudah menyuruh mereka untuk pergi. Kyros berpamitan dan hanya di tanggapi dingin oleh Camilla.


Ketika mereka berdua keluar, Camilla langsung menutup pintunya. Sontak Gienka langsung tersulut emosinya. "Lagipula siapa juga yang mau berteman denganmu... Ogah...!" Gumamnya kesal.


Mendengar itu, Kyros langsung menyenggol pinggang istrinya dan memintanya agar diam dan tidak jengkel. "Kita sudah minta maaf, dan aku juga sudah bersikap baik tapi dia menyebalkan sekali...! Please jangan mengharapkan apapun dariku untuk bisa berteman dengannya, aku tidak bisa...!" Ujar Gienka lagi.


Kyros memeluk punggung Gienka dan mengecup kepala istrinya. "Oke itu terserah kau saja, tetapi jangan pernah bersikap jengkel, atau ketus kepadanya jika bertemu, sapa dan bersikaplah biasa saja...! Aku benar-benar tidak mau jika istriku di bicarakan buruk oleh orang lain...! Kau mengerti...??"


Gienka mengangguk dan mereka terus berjalan. Tetapi Kyros tiba-tiba mengajak Gienka berbelok ke apartemen mereka. Gienka tentu saja memprotes karena tadi Kyros bilang akan berbelanja tetapi sekarang malah mengajaknya untuk pulang.


Kyros tersenyum, mengedipkan sebelah matanya. "Kita tunda saja belanjanya, 1 jam lagi!" Kyros membuka pintu apartemennya dan langsung menarik Gienka membawa istrinya itu masuk, menutup pintu dan langsung mencium Gienka.


Sementara itu Camilla memasang wajah penuh kekesalan, kali ini kesakitan yang dirasakannya lebih dari sebelumnya. Dia masih belum bisa menerima kenyataaan ini dan meyakini bahwa Gienka pasti sudah menjebak Kyros sehingga Kyros mau menikahinya. Camilla masih tidak mau menerima semua ini. Kepalanya di penuhi dengan rasa kesal, marah dan dia berteriak sambil melempar vas bunga yang ada di hadapannya ke tembok hingga pecah dan berantakan di lantai. Bagi nya semua sudah hancur, apa yang di lakukannya selama ini sama sekali tidak berguna. Dia memilih bekerja di kota ini dan tinggal di dekat Kyros hanya agar bisa bertemu setiap hari dengan lelaki itu tetapi sekarang dia justru harus melihat laki-laki yang di cintainya malah memilih wanita lain untuk pendamping hidupnya. Camilla benar-benar membenci Gienka, perempuan itu sudah merusak segalanya dan bahkan Gienka selalu saja mengejeknya. Baginya Gienka sudah sangat kurang ajar sekali.