I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 259



"Tenang dulu... Duduk dan jangan panik... Coba kau ceritakan dengan jelas apa yang terjadi???? Kalau kita langsung kesana yang ada suasana jadi kacau.. Duduk dulu.. " Pinta Vitto, dia kemudian membawa Rana ke sofa lalu mengajaknya duduk. Sanne memberikan segelas air dan Vitto meminta istrinya untuk meminumnya.


Gienka, Kyros dan Vineet juga duduk. Mereka masih bingung tetapi mencoba untuk tenang dan memberi Rana ruang untuk menenangkan diri sebelum menceritakan semua nya.


"Kau sudah merasa lebih baik???" Tanya Vitto. Rana menganggukkan kepala nya. "Sekarang dengarkan aku baik-baik, kenapa kau bersikap seperti tadi???? Kenapa kau menangis dan tidak mengatakan pada Sanne apa yang terjadi??? Lihatlah semua orang menjadi panik, bahkan Ky juga harus pulang..."


"Aku menangis karena aku benar-benar tidak menyangka bisa bertemu Naufal sekian lama... Aku ingat sekali bagaimana dulu kau di salahkan, kita di benci atas apa yang bukan menjadi kesalahan kita, bertahun-tahun kita menjauh, membawa Sanne pergi untuk menghindari konflik yang semakin memanas, setiap hari aku melihatmu bersedih, selalu menyalahkan diri sendiri dan hubunganmu dengan Vino semakin memburuk selama bertahun-tahun.... Aku tahu kau menderita menanggung semua beban itu, dan aku menangis karena akhirnya apa yang selama ini kita cari ada di depan ku, dan dia dalam keadaan yang baik-baik saja...." Rana kembali memeluk Vitto.


"Aku yakin itu Naufal kita, aku sangat yakin, kita harus segera menemui nya dan menjelaskan segalanya..." Lanjut Rana lagi.


Vitto melepaskan pelukan istrinya. "Rana sayang....??? Kita tidak bisa melakukan itu, kebanyakan orang di dunia ini punya tanda lahir di bagian tubuhnya dan bisa jadi itu


sama dengan yang di miliki Naufal.... Kita tidak bisa begitu saja mengklaim seseorang adalah bagian dari keluarga kita begitu saja... Banyak yang harus kita lakukan untuk mencari pembuktiannya..." Ucap Vittoenciba menjelaskan.


"Aku yakin itu Naufal, dia hanya tumbuh menjadi seorang yang lebih dewasa, tetapi dari sorot matanya hingga bentukan wajahnya itu memang seperti Naufal, tetapi jika kita ingin membuktikan nya ya kenapa kita tidak melakukannya... Kita bisa melakukannya kan??? Itulah kenapa aku ingin kita menemui nya, dan mencoba mencari sesuatu tentang dia... "


"Bagaimana kalau dia memiliki keluarga??? Memiliki orang tua???? Kita tentu akan malu..."


"Aku bilang kita harus menemui nya dan mencari informasi tentang nya... Kenapa kau meragukanku??? Keyakinan dan feeling ku tidak pernah salah kan??? Kita hubungi saja Vino dan Arindah, kita minta mereka datang, aku yakin mereka juga akan satu pemikiran denganku.. "


"Sayang... Bukan aku meragukanmu, aku hanya takut kita akan kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita, dan kita semua disini jangan memberitahu Vino dan Arindah, karena kalau ini salah, yang ada kita akan memberikan harapan palsu kepada mereka..."


"Itulah kenapa kita harus menemui nya, kita temui Ethan di tempat tinggalnya.. " Rana terus merengek dan sangat yakin dengan feeling nya bahwa Ethan adalah Naufal.


Vitto menghela napasnya. Dia tidak pernah bisa menolak keinginan Rana. "Oke kita ke tempat tinggalnya... Aku juga ingin bertemu dengannya... " Ucap Vitto. "Ku kita kesana nanti... "


"Kenapa nanti, sekarang saja..!" Sahut Rana.


"Ini jam berapa??? Dia saja baru mengantar pizza kesini, artinya dia masih bekerja sayang, kalau datang ke rumahnya pasti tidak akan bertemu dengannya... Ky sudah tahu tempat tinggalnya, jadi kau tidak perlu khawatir.. "


"Benar Ma, nanti saja... Tetapi sebenarnya apa yang dulu terjadi sehingga Naufal bisa hilang??? Selama ini kalian selalu menutup rapat kisah itu dari kami dengan alasan tidak ingin mengorek luka lama??? Tetapi jika boleh jujur, kami juga penasaran dengan apa yang dulu terjadi??? Jika berkenan, please ceritakan... Vineet juga pasti ingin mendengarnya.. Kasihan dia, selama ini merindukan kakaknya tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi... " Sanne mencoba memberi orang tua nya pengertian agar maunya menceritakan mengenai awal mulai Naufal hilang.


Vitto dan Rana saling berpandangan. Selama ini memang tidak pernah ada yang mau membahas kisah itu, karena semua orang ingin menguburnya dalam-dalam. Kisah yang memilukan dan membuat hubungan Vino dan Vitto sangat memburuk dimana Vino terus menyalahkan Vitto atas hilangnya Naufal. Padahal Vitto tidak bersalah dalam hal itu. Dan Vino tidak mau mendengarkan siapapun dan terus saja menyalahkan Vitto selama bertahun-tahun. Dan baru beberapa tahun terakhir, Vino sudah mulai bisa amenerima segala nya dan berbaikan dengan Vitto. Meskipun masih terlihat jelas wajah Vino yang masih memendam kemarahan pada Vitto.


Lalu cerita itupun mengalir, dari awal sampai akhir, bagaimana Naufal bisa hilang dan tidak pernah di temukan hingga saat ini. Tidak ada jejak sama sekali dimana keberadaan Naufal. Bahkan sebagaian orang menganggap Naufal sudah meninggal, tetapi Vino dan Arindah tentu tidak bisa menerima hal itu dan selalu berkeyakinan Naufal masih hidup. Entah bagaimanapun keadaannya. Sebagian orang juga ada yang beranggapan Naufal masih hidup tetapi bisa jadi menjadi korban human trafficking kelas international. Segala ulaya sudah coba di lakukan oleh Vitto dan Vino untuk mencari keberadaan Naufal, tetapi tidak ada satupun yang menghasilkan kabar baik atau menemukan tanda-tanda keberadaan Naufal. Bahkan pernah ada berita dimana ada sebuah kapal yang mengalami kecelakaan dan kapal itu membawa perempuan dan anak-anak yang akan di jual di luar negeri. Dan semua oenumoangnya tidak ada yang selamat, bahkan dari mereka ada yang hilang dan tidak pernah di temukan. Tetapi baik Vino dan Arindah memiliki keyakinan bahwa Naufal bukanlah menjadi korban dari kapal itu. Naufal masih hidup.


"Kita harus pergi bertemu dengan Ethan!!" Ucap Rana lagi.


"Iya, kita akan pergi.. " Sahut Vitto.


"Kita pergi bertiga saja Ky, kau, Uncle dan Aunty.. Uncle penasaran dengan pria bernama Ethan itu, dan kita bisa mengulik nya lebih dalam lagi..!"


Kyros mengangguk. "Baik uncle..."


"Vineet ikut?.?" Sela Vineet.


"Vineet sayang, kau di rumah saja bersama kakakmu, serahkan hal ini pada uncle, Aunty dan Kyros, nanti kami akan menceritakan kepadamu apa yang terjadi... Kita tidak boleh membuat suasana menjadi tidak nyaman, sehingga yang ada Ethan akan menjadi risih nanti nya..." Ucap Vitto.


"Iya Neet, tidak mungkin kita beramai-ramai datang kesana..." Sahut Kyros.


★★★


Sore harinya, Kyros mengantar Vitto dan Rana ke apartemen Ethan dimana dia dulu pernah mengantarnya pulang. Untungnya Ethan sempat menyebutkan lantai tempat tinggalnya sehingga nanti dia bisa langsung mendatangi apartemen milik Ethan dengan mudah. Sampai di depan, Vitto dan Rana bergegas keluar mobil. Di susul oleh Kyros.


Kyros kemudian berjalan di depanmu mereka menaiki lantai 3 dimana apartemen Ethan berada. Tidak lupa Vitto mengingatkan Rana agar tidak bersikap berlebihan saat nanti bertemu dengan Ethan. Dan harus bersikap biasa saja.


Sampai di depan pintu apartemen Ethan, Kyros menekan tombol interkom yang tersedia di depan. Ada sekitar satu menit akhirnya apartemen itu di buka. Bukan Ethan yang muncul tetapi jstru seorang perempuan. Kyros pun terkejut dan dia seperti nya salah. Tetapi Kyros tetap harus bertanya., karena dia yakin Ethan mengatakan bahwa unit nya ada disini.


"Excuse me, is this Ethan's apartment?" Tanya Kyros.


"Oh... Yes, it's his, and I'm his girlfriend... Who are you?" Tanya perempuan itu.


"Ah... his girlfriend... I'm Kyros, Ethan's acquaintance, this is my uncle and aunt, and you?" Tanya Kyros lagi.


"I'm Leona. " Jawab perempuan itu sambil tersenyum.


"I happened to be passing by and wanted to stop by, is Ethan home???" Ucap Kyros menanyakan keberadaan Ethan.


"Sorry, Ethan is still working, he's not home yet, he usually comes back around seven p.m" Jawab Leona. Ethan baru akan pulang sekitar jam tujuh.


Kyros melihat ke arah Vitto, dan Vitto menganggukkan kepala nya. "Oh seven o'clock at night huh? Too bad.... Uh can you give my regards to him later? Just tell him Kyros is here, and here is my business card, if he wants to ask him to contact me, because I don't have his contact..." Kyros memberikan kartu nama nya dan meminta Leona untuk memberikan pada Ethan lalu menyuruh Ethan menghubungi nya.


Leona menerima kartu nama itu dan membaca nya. "Kyros sahasya" Dia merasa pernah mendengar nama itu. "Okay..!" Ucap Leona.


"Well then if you'll excuse us, greetings to Ethan... Thanks...!" Kyros mengucapkan permisi dan meninggalkan apartemen Ethan. Karena tidak mungkin mereka menunggu, ini masih jam 4 dan menuju jam 7 masih beberapa jam lagi.