I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 117



"Sekali lagi saya minta maaf, dan saya akan berhati-hati...!" Ucap Gienka lagi.


"Awas saja kalau kau sampai berulah...! Kau pikir perusahaan ini milik bapakmu???? Dasar anak baru..." Ancam perempuan itu kemudian dia dan temannya bergegas masuk ke dalam lift meninggalkan Gienka.


Gienka berjalan menuju ruangan yang sudah di informasikan sebelumnya untuk menemui kepela divisi yang akan menjadi atasannya nanti. Dia mengutik dirinya sendiri karena tadi begitu ceroboh saat keluar lift hingga menabrak seseorang. Dan dia memaklumi nya jika perempuan itu marah kepadamya, karena memang dia yang bersalah dan tidak fokus saat berjalan. Gienka tidak mau ambil pusing, dan dia akan berhati-hati lagi nanti.


"Kau ini, kenapa tidak menjaga ucapanmu...! Dia tidak sengaja menabrakmu dan dia juga sudah minta maaf, tetapi kenapa kau malah mengatakan hal buruk padanya... Jika terjadi sesuatu, aku tidak mau ikut campur, kau tanggung sendiri saja nanti...! " Felicia memprotes tingkah dan ucapan dari Nayla yang tadi sudah berkata tidak baik kepada anak baru itu.


"Kau kenapa??? Memangnya ada yang salah dengan ucapanku padanya??? Aku kan mengingatkannya dan agar dia tidak berperilaku sok, karena dia kan anak baru disini...! Lihat saja penampilannya, anak baru tetapi dia sok-sok an memakai berbagai barang branded.. "


"Tetapi penampilannya menurutku biasa saja dan tidak ada yang berlebihan...!? Dan untuk apa juga kau mempermasalahkannya itu kan hak dia... " Protes Felicia lagi.


"Kau ini kenapa sih Fel, belain tuh anak baru sepertinya, apa dia saudaramu??? "


Felicia menghela napasnya. "Dia bukan saudaraku, tetapi aku sangat tahu dia siapa, bapaknya memang pemilik perusahaan ini, dan aku yakin dia pasti saat ini sedang menertawakanmu lalu ketika pulang dia akan melaporkan mulai kepada Bapaknya, dan kau pasti akan dalam masalah besar, jadi please jangan bawa-bawa namaku ketika kau bermasalah dengannya..! "


"Apa maksudmu bapaknya pemilik perusahaan ini??? " Tanya Nayla.


"Dia itu Gienka Ariel Harsha, putri Ariel Harsha dan dia adalah pewaris utama dari Eerma's Group dan Harsha Corp International."


Nayla terbelalak. "Kau serius??? Kau pasti bercanda, mana mungkin dia anaknya pak Ariel??? "


"Tidak percaya ya sudah... Aku kemarin sempat membaca data calon staff yang di lolos dan di Terima di divisi kita, dan aku mendapati nama perempuan yang tadi adalah Annora Gienka Ariel Harsha" Ujar Felicia, kemudian dia menjelaskan ke Nayla jika awalnya dia sempat terkejut dan menanyakan kepada pak Reza kepala Divisi mereka dan pak Reza mengatakan jika itu memang putri dari Ariel Harsha si pemilik perusahaan. Gienka baru saja lulus dari Harvard University, dia sengaja ikut test dan wawancara untuk bisa masuk ke perusahaan tanpa perantara dari Ariel Ayahnya. Gienka masuk karena dia berhasil lolos dengan baik melewati berbagai test yang ada. Dan itu pure atas hasil usahanya. Itulah kenapa Gienka masuk ke kantor ini dan bukan langsung ke kantor utama.


Pintu lift terbuka. Nayla dan Felicia keluar. "Astaga.... Kenapa kau tidak bilang dari tadi Felicia...!??? Matilah aku....! " Gumam Felicia yang wajahnya mulai panik dan ketakutan. Dia melakukan kesalahan besar karena sudah menghina anak dari pemilik perusahaan.


"Please jangan libatkan aku jika dia melaporkanmu pada pak Ariel...!"


"Ihh Felicia, bagaimana dong... Bisa gawat jika aku di pecat...! "


"Itulah kenapa sebelum bertindak pikirkan dulu, lebih baik kau minta maaf pada Gienka..." Ucap Felicia lagi dan lekas mengajak Nayla untuk pergi ke ruang meeting.


****


Di tempat lain, Aditya turun dari mobilnya, begitu juga dengan Kyra. Aditya memberikan kunci mobilnya kepada petugas yang berjaga di depan kantornya agar memarkir mobilnya, dan mengajak Kyra untuk masuk ke kantor.


"Akhirnya bisa kesini lagi...! " Ucap Kyra.


Kyra tertawa. "Tentu saja Pap... Ini tempat paling keren yang membuat aku senang untuk mengunjunginya karena disini lah Apap ku selalu terlihat luar biasa... Hehe...! "


"Hahaha kau ini...! " Aditya merangkul punggung putrinya. Ada perasaan bangga di hati Aditya melihat Kyra menjadi putri yang luar biasa untuknya, dan selalu membuatnya bangga.


Sampai di ruangannya, Aditya mengajak Kyra masuk. Aditya melepaskan jas nya dan Kyra memilih duduk di sofa panjang yang ada di ruangan kerja Apapnya.


"Kyra sayang, kau mau minum apa??? Atau kau ingin sesuatu biar sekretaris Apap menyiapkannya untukmu" Tanya Aditya.


"Ah tidak Pap, minum aku akan ambil sendiri nanti... Abis di renov lagi ya Pap ruangan ini...!???"


Aditya mengangguk dan menjelaskan jika beberapa waktu yang lalu ruangannya di renovasi lagi untuk membuat suasana yang baru.


"Setiap aku kesini pasti ada sesuatu yang baru.." Ungkap Kyra yang langsung di ikuti gelak tawa Aditya.


"Permisi pak...! "


"Masuk...! " Sahut Aditya.


Sekretaris nya membawa berkas dan menyerahkan berkas itu kepada Aditya. "Selamat pagi pak Aditya, nona Kyra, ini berkas yang harus pak Aditya pelajari untuk meeting kita sore nanti...!"


"Oke thanks Lice...! Oh iya tolong pesankan kue untuk Kyra, dari Bakery yang biasa...! "


"Baik pak...!" Alice pun keluar dari ruangan atasannya.


Kyra berdiri dan mendekati Aditya yang sedang sibuk membaca berkas yang baru saja di berikan oleh Alice sekretaris Aditya. Kyra terlihat penasaran dan ikut membaca berkas-berkas itu.


Aditya mendongak dan melempar senyumnya tahu bahwa sepertinya Kyra tertarik dengan berkas yang sedang di pegangnya. Aditya pun menawarkan pada Kyra agar duduk dan dia akan meminjamkan berkas itu sehingga Kyra bisa leluasa membacanya sekaligus bisa mempelajarinya. Supaya Kyra bisa mulai belajar mengenal sedikit banyak tentang perusahaan ini sehingga nanti tidak terlalu terkejut dan bisa menemenempatkan diri dengan baik.


Aditya memberikan berkas yang di pegangnya pada Kyra, kemudian dia berdiri dan meminta putri nya itu duduk di kursi kerjanya dan membaca berkas itu. Kyra menolak dan akan membaca nya di sofa tetapi Aditya memaksa, karena Kyra mulai sekarang harus belajar cara menjadi CEO muda yang handal seperti dirinya dulu. Aditya bercerita jika dulu Papanya juga melakukan hal ini kepadanya saat dia baru kembali dari luar negeri dan menyelesaikan kuliahnya. Papa nya mengajaknya ke kantor dan mencoba duduk di kursi kerjanya, kemudian belajar mengenai perusahaan bertujuan agar dia bisa terbiasa.


"Serius Opa menyuruh Apapun melakukan hal yang seperti ini??? " Tanya Kyra.


"Ya, Opa mu memaksa Apap, dan memberi Apap setumpuk berkas mengenai perusahaan ini, meminta Apap membacanya, dan jadilah Apap seperti sekarang, ada berbagai macam cara orang tua mendidik anaknya agar bisa sukses dan begitulah cara Opa mu mendidik Apap dan juga your uncle, Adri... Jika kau ingin terlihat keren seperti Apap dan Uncle Adri, kau harus mulai dari sekarang...! "


Kyra tertawa tetapi kemudian duduk di kursi kerja Aditya dan membaca berkas itu. Ada beberapa hal yang tidak dia mengerti dan langsung menanyakannya pada Aditya. Dengan sabar dan telaten Aditya menjelaskannya secara detail sehingga Kyra bisa mengerti.