
"Dia berteriak kesakitan? Lalu kenapa kau harus terus memaksa nya???" Ucap Kyros pada Kevin.
"Siapa kau?? Dan apa urusanmu disini? Kau bukan murid disini.. Pergilah...!" Teriak Kevin.
"Aku memang tidak bersekolah disini, tetapi aku tidak bisa melihat jika ada seorang laki-laki yang bersikap kasar pada perempuan..!
"Kau tidak berhak melakukan apapun disini...!' Ucap Kevin dengan suara meninggi.
"Ky... Abaikan saja dia, lebih baik kita masuk ke dalam mobil, Louis juga kemana lama sekali...!" Gerutu Kyra.
"Kau membuat keributan lagi....!" Ucap seseorang yang muncul dari belakang Kyra dan Gienka juga Kyros. Mereka langsung menengok ke belakang mendapati seorang murid laki-laki.
"Kyros....??? Kau disini???" Ucap murid laki-laki itu.
"Zayan???"
Murid laki-laki itu bernama Zayan dan dia kenal dengan Kyros, karena dulu saat SMP dia satu kelas dengan Kyros dan berteman baik. "Kau ada disini?? Menjemput Kyra???"
Kyros mengangguk. "Ya, aku menjemput Kyra...!"
"Owh... Senang bertemu denganmu lagi Ky...!" Zayang menyalami Kyros kemudian dia menatap Kevin yang berdiri di depan Kyros. "Apa kau membuat ulah lagi???" Tanya Zayan pada Kevin.
"Bukan urusanmu...!"
Zayan tersenyum mengejek dan mendekati Kevin. "Pergilah, dan jangan membuat keributan, selalu saja suka memaksa kehendak orang lain...! Sekarang pergilah atau aku akan menyeretmu dan melaporkanmu ke Bk..!" Zayan mengancam Kevin, dia tahu betul bahwa Kevin sering sekali membuat ulah dengang mengganggu para anak perempuan di sekolah.
"Awas kau...! Aku akan membuat perhitungan denganmu...!" Kevin mengancam balik tetapi kemudian dia memilih pergi meninggalkan Zayan, Kyra, Kyros dan juga Gienka.
"Lama ya??? Sorry sorry...!" Ucao Louis sambil mengatur napasnya karena dia baru saja berlari toilet, karena takut sudah di tinggal oleh Kyra dan Gienka. "Eh kenapa kau ada disini???" Tanya Louis pada Zayan.
"Kenapa-kenapa??? Gara-gara kau lama sekali, Kevin hampir saja berulah...!" Gerutu Kyra.
"Kevin berulah??? Apa yang dia lakukan???" Tanya Louis.
"Sudah sudah...! Seperti tidak tahu bagaimana sikap Kevin selama ini, abaikan saja dia..!" Zayan menimpali.
"Bagaimana kabarmu Zay??" Tanya Kyros pada Zayan.
"Aku baik Ky...! Apa kau sedang libur sehingga kau berada disini??"
Kyros mengangguk. "Ya, libur akhir tahun, oh iya kami harus segera pulang, mereka kebetulan akan ke rumahku, kalau kau tidak sibuk, kau bisa bergabung dengan kami, sudah lama sekali kita tidak mengobrol..!"
"Ya sudah lama memang, senang bisa bertemu dneganmu lagi, tetapi untuk kali ini seperti nya tidak bisa Ky, aku ada urusan, mungkin kapan-kapan, berikan nomor kontakmu, aku akan menghubungimu, jika ada waktu kita bisa bertemu dan mengobrol...!"
Kyros tersenyum. "Tentu saja...!"
Zayan mengambil ponselnya dan mencatat nomor kontak Kyros. Setelah itu Kyros mengucapkan terima kasih dan berpamitan pada Zayan. Mereka kemudian menuju mobil yang sudah menunggu di depan.
Zayan tersenyum menatap kepergian mereka. Dia sangat senang bisa bertemu lagi dengan Kyros. Dia sangat dekat dengan Kyros dulu, dan sering datang ke rumahnya, begitu pula sebaliknya. Hanya saja dia tidak terlalu akrab dengan Kyra karena memang sejak dulu Kyra tidak pernah ikut bergabung dengannya dan Kyros ketika dia sedang berkunjung di rumah Kyros. Kata Kyros, Kyra memang tidak ingin terlalu masuk ke dalam obrolan para laki-laki, lebih tepatnya canggung ketika bersama teman-teman kakaknya. Sebenarnya Zayan ingin dekat dengan Kyra dan dia sedikit memiliki hati untuk adik temannya itu tetapi tentu Zayan tahu bahwa Kyros sangatlah protektif terhadap Kyra, dan paling tidak senang jika ada yang berani mengganggu Kyra. Selain itu, Zayan juga takut dengan orang tua Kyra dan Kyros, terutama kepada Apap mereka. Aditya bertampang dingin dan terlihat ketus, berbeda dengan istri nya yang ramah dan baik. Selama berteman dengan Kyros, Zayan belum pernah berbicara langsung ataupun bertemu Apap Kyros, karena lelaki itu selalu pulang larut dan sibuk dengan pekerjaannya. Berbeda dengan Amam Kyros yang sering di rumah sehingga Zayan sesekali mengobrol dengannya dulu. Sampai sekarang Zayan hanya memendam perasaannya itu dan tidak pernah berani mendekati Kyra.
Mobil pun berjalan dan Kyros menatap Gienka yang duduk di sebelahnya. "Kau tidak apa-apa Gie???" Tanya nya.
"Tidak... Aku tidak apa-apa...!"
Kyros tersenyum. "Syukurlah.. Btw kalian satu kelas dengan Zayan ya????" Tanya Kyros lagi.
"Tidak Ky..." Jawab Gienka.
"Pantas saja kalian terlihat tidak begitu akrab..."
"Zayan, dia cukup aktif di organisasi sekolah selama ini jadi kebanyakan anak-anak cukup takut dengannya, otulah kenapa Kevin tadi langsung memilih pergi, dia tidak mau berurusan dengan Zayan.." Ucap Gienka lagi.
"Oh begitu ya, tapi memang yang kita tahu, dia sejak dulu kan memang aktif di organisasi sekolah..!" Kyros menimpali.
Zayan adalah teman satu kelas Kyros saat SMP dulu tetapi berbeda kelas dengan Kyra meskipun satu sekolah. Dan sekarang juga sama, mereka tidak satu kelas sehingga Kyra hanya tahu bahwa Zayan teman Kyros, tidak terlalu mengenalnya, begitu juga dengan Gienka.
Saat SMP Kyros juga bersekolah disini, dimana selain SMA, sekolah ini juga ada sekolah untuk anak usia dini, taman kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan juga Sekolah Menengah Atas, dimana baik Kyros, Kyra, Gienka, Loyis serta adik-adik mereka seperti Geffie, Phobie dan serta Friddie juga bersekolah disini sejak awal. Hanya Kyros saja yang memilih pindah sekolah setelah lulus SMP.
Sementara Kyra hanya diam dan sibuk melihat suasana jalanan. "Kau kenapa ikut menjemput kami Ky????" Kyra akhirnya mulai berbicara.
"Aku sedang ingin saja menjemputmu, memangnya tidak boleh ya??? Kebetulan kalian bertiga bersama-sama, jadi kita bisa cari coffee shop dan mengobrol sebentar...!"
"Kita ke cafe nya aunty Rana saja gimana?? Sanne ada disana sekarang..." Sahut Louis.
"Darimana kau tahu Sanne ada disana???" Tanya Gienka.
Louis yang duduk di depan menoleh ke belakang sambil tersenyum malu. "Tadi dia memberitahu ku lewat chat...!"
"Ciiihhh....!" Seru Kyra dan Kyros serta Gienka bersama-sama.
"Pantas saja kau mengajak kesana, jadi karena kau sudah di beritahu Sanne... Aiiihh ni anak...! Paling depan jika ada kesempatan...! Parah lu...!"Ejek Gienka dan kemudian di tertawakan oleh Kyros dan Kyra.
"Lou... Lou... Kau ini hahahaa...!" Kyros tertawa. "Pak.. Kita ke Cafe nya aunty Rana ya??" Pinta Kyros pada supirnya.
"Baik Tuan...!" Jawab Supir, dia sudah sering mengantar Kyra dan teman-temannya kesana jadi sudah sangat hafal jalanan ke arah sana.
"Kau mau menginap lagi ya Gie di rumah??" Tanya Kyros.
"Kami ada latihan untun pensi nanti Ky, latihan di sekolah tidak enak karena harus bergantian dengan teman-teman lainnya, tahu sendiri peralatan musik hanya untuk 2 band tapi yang ingin berpartisipasi cukup banyak, jadi harus bergantian..!"
"Oh... Baguslah memang lebih baik latihan di rumah saja..."
Kyros tersenyum memandangi wajah cantik Gienka. Senyum gadis itu selalu menghiasi wajah cantiknya. Dan wajar saja Gienka di sukai oleh banyak teman sekolahnya, begitu juga dengan Kyra, sayangnya kedua nya lebih memilih untuk menikmati kesendirian sampai saat ini dan tidak pernah tersengar emmiliki pacar, itu bagus karena keduanya lebih menyukai belajar dan juga berlatih.
Mereka berempat turun dari mobil karena sudah sampai di Bakery dan Cafe milik Mama nya Sanne. Mereka kemudian masuk dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka mengobrol. Gienka mengajak teman-temannya untuk ke area outdoor karena disana akan lebih nyaman karena udara nya sejuk dan sangat asri. Tetapi sebelum itu mereka memesan minuman lebih dulu dan memilih bebrapa kue baru setelah itu ke area outdoor.
"Sanne mana ya???" Tanya Kyra.
"Lou.. Coba hubungi dia dan beri tahu jika kita sudah disini..." Pinta Kyros.
Louis mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Sanne. Sementara yang lainnya duduk di sebuah sofa melingkar yang nyaman. Karena hari sudah menjelang sore, sinar matahari tidak lagi terlalu terik, dan kalaupun terik atau hujan, ata area outdoor ini bisa di tutup jadi pengunjung tetap akan merasa nyaman berlama-lama disini.
Setelah berbicara dengan Sanne, Louis duduk bergabung bersama para sahabatnya. "Bagaimana!???" Tanya Gienka pada Louis.
"Sanne tadi ada di dapur membantu Mama nya membuat kue, dia akan kesini sebentar lagi...!"
"Oke... Kita tunggu dia...!" Gumam Kyra.
"Oh iya Gie, apa tadi itu Kevin yang sering menggoda mu???" Tanya Kyros.
"Iya Ky...!"
"Pantas saja dia begitu pemaksa, aku penasaran sekali ketika kau dan Kyra sering membahasnya ternyata aku bertemu dengannya.. Hahaha! Tapi btw, aku tidak pernah melihat dia sebelumnya, maksudku saat kita SMP dulu, seperri Zayan dan beberapa teman kalian sebelumnya...!"
"Saat SMP, Kevin tidak sekolah disini, dia hanya masuk saat SMA, jadi kau tidak pernah melihatnya Ky...!" Sahut Kyra.
"Owh... Pantas saja kalau begitu...!"
"Hei... Sorry guys sorry sorry...!" Sanne akhirnya datang dan memyalami para sahabatnya. "Harusnya sebelum sampai kalian memberitahu ku...! Oh iya udah pesan minum belum???" Tanya Sanne.
"Sudah Ne... Mungkin sebentar lagi akan di antar, nah tuh dia pesanan kita...!" Gienka menunjuk ke seorang waiters yang membawa nampan berisi makanan dan minuman pesanannya dan sahabat-sababatnya.
Waiters itu meletakkan minuman serta aneka dessert di atas meja setelah itu dia hendak pergi tetapi Sanne menghentikannya. "Tolong bawakan aku Earl Grey Pannacotta dan juga Romantic purple nya satu ya??"
"Baik kak.." Ucap waiters itu kemudian pergi.
"Aunty Rana ada disini Ne??" Tanya Kyros.
"Ada, tapi sedang membuat kue, aku sudah memberitahu nya dan nanti kalau sudah selesai dia akan menemui kalian.. Eh btw abis dari sekolah langsung kesini ya???" Tanya Sanne.
Gienka mengangguk sambil tersenyum. "Iya Ne, sebenarnya mau latihan di rumah Kyra, buat persiapan pensi nanti...! Tapi Ky mengajak mampir kesini, sudah lama dia tidak kesini kan??? Ya sudah kita mampir..!"
"Wah... Mau latihan ya??? Eh tapi disana ada alat musik tuh, pakai saja dan latihan disini, sekaligus menghibur pengunjung, biasanya ada live musicnya kan malam hari, sekarang kalian bisa memakai nya... Aku juga ingin melihat kalian latihan...!" Sanne menunjuk ke arah panggung kecil yang memang di gunakan untuk acara live music di cafe ini dan biasanya ada band yang datang setiap malam untuk menghibur pengunjung disini.
"Boleh juga ide Sanne, bagaimana dengan kalian berdua???" Tanya Louis pada Gienka dan Kyra.
"Tidak masalah... Kau setuju kan Ra???" Tanya Gienka dan Kyra mengangguk tetapi mereka akan menikmati makanan dan minuman mereka lebih dulu sambil melepas penat setelah pulang sekolah.
••••°°°••••
Kyros tiba-tiba saja berdiri di depan sebuah keyboard dan memainkannya kemudian dia mulai menyanyikan sebuah lagu membuat oara sahabatnya yang sedang berdiri dan mengobrol sebelum memulai latihan menjadi teralihkan. Begitu juga denga beberapa pengunjung cafe yang sedang menikmati makanan dan minuman mereka.
."If you're feeling down, I just wanna make you happier, baby
Wish I was around, I just wanna make you happier, baby...
We've been doing all this late night talking..About anything you want until the morning... Now you're in my life, I can't get you off my mind..!" Kyros menyanyi dengan suara yang cukup merdu, dan wajah tampannya membuat orang akan melirik dua kali untuk melihatnya. Kyros menyanyikan lagu dengan lirik yang romantis. Diam-diam Kyros menyanyikan lagu itu untuk Gienka.
"Dia konyol sekali, lihatlah dia bernyanyi dengan menirukan gaya Harry styles...!" Gerutu Kyra.
Gienka, Sanne dan Louis tergelak. "Eh tetapi baik kau dan Kyros memang memiliki suara yang cukup merdu, kalian tidak pernah ikut les vocal tetapi suara kalian bagus, itu nilai plus loh Ra...!" Ujar Gienka sambil tersenyum melihat Kyros. Lelaki yang sudah merebut hati nya itu selalu saja punya cara sendiri untuk semakin membuatnya jatuh lebih dalam lagi pada pesona Kyros. Gienka benar-benar ingin suatu saat Kyros benar-benar akan memenuhi janji nya saat kecil.
Kyros menyelesaikan lagu nya dan kemusian menyuruh agar Kyra, Gienka dan Louis memulai latihan mereka.
Kyros dan Sanne memilih duduk dan melihat ketiga sahabatnya itu bermain musik. Senyum Kyros terus menghiasi wajahnya, pandangannya terfokus pada Gienka yang sedang memegang Keyboard. Kyros merasa bahagia sekali karena akhir-akhir ini dia bisa selalu bersama dengan Gienka yang sangat di cintai nya, kerinduannya terobati. Melihat wajah cantik Gienka, tawa gadis itu, serta obrolannya dnegan Gienka yang selalu menyenangkan, karena mengobrol dengan Gienka sangat nyaman dan menarik. Bahkan pembahasan hal kecil pun bisa menjadi sangat menarik.
Banyak teman sekolah Kyros yang menaruh hati kepadanya, tetapi Kyros hanya selalu menganggap mereka teman. Hati Kyros selama ink hanya terpaut pada Gienka seorang. Gienka nya dulu sampai sekarang adalah Gienka nya yang manis dan menggemaskan. Kyrls selalu berharal bahwa dia bisa mewujudkan semua janji nya pada Gienka dan Gienka juga tidak melupakan janji masa kecil nya itu.
"Aku berharap kau mau bersabar untuk menunggu ku hingga aku siap untuk mengatakan semua yang selama ini aku pemdam di hatiku kepadamu...!" Gumem Kyros dalam hati.
Sementara itu Sanne juga terus tersenyum melihat para sahabatnya mau menghibur para customer yang datang ke cafe Mama nya, sekaligus mereka juga latihan untuk persiapan kegiatan Mereka. Sanne benar-benar senang jika orang tua nya mengajaknya untuk pulang kesini karena masa bersama sahabatnya itu sangat menyenangkan. Suasana kekeluargaan disini juga lebih terasa membahagiakan. Dia sangat berharap suatu saat kedua orang tua nya mengajaknya kembali menetap disini. Sebagus apapun memiliki rumah di luar negeri, tinggal di rumah yang ada di negeri sendiri jauh lebih menyenangkan. Tetapi tentu tidak untuk dalam waktu dekat ini, karena Sanne tahu bahwa sahabat-sahabatnya ini juga akan berpisah karena mereka akan melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Sanne akan meminta kepada kedua orang tua nya agar setelah dia lulus kuliah dia ingin kembali tinggal disini, dan Rana serta Vitto pun menyetujui nya, mereka akan mengabulkan keinginan Sanne nanti nya. Karena untuk sekarang, Sanne harus menyelesaikan jenjang pendidikannya satu-persatu.
"Ne...!" Kyros menepuk pundak Sanne yang sedang melihat Kyra, Gienka dan Louis yang sedang latihan.
Sanne menoleh. "Ya kak...!"
"Apa kau sering berkomunikasi dengan Lou???" Tanya Kyros.
Sanne tersenyum. "Ya, akhir-akhir ini sejak aku datang kesini, sebelumnya jarang sekali..."
"Lalu menurutmu bagaimana???" Tanya Kyros lagi sambil tersenyum-senyum. Dia ingin menggali lebih jauh lagi mengenai Louis yang sedang berusaha mendekati Sanne saat ini.
"Apa nya kak yang bagaimana???"
"Ya Louis, apa yang biasa di obrolkannya denganmu??"
Sanne tersipu tetapi dia lekas menyembunyikannya agar Kyros tidak menaruh curiga, karena sebenarnya dia tahu bahwa seperti nya Louis sedang berusaha mendekati nya saat ini. Dan Sanne juga merasa nyaman saat Louis setiap hari memberikan perhatian-perhatian kecil kepada nya. "Biasa saja... Mungkin seperti saat Kakak berkirim pesan pada kak Gienka... Hehehe...!"
Kyros yang sedang menyeruput Mojito langsung tersedak ketika mendengar ucapan Sanne. Kyros terbatuk-batuk. "Apa???" Seru nya.
Sanne hanya tertawa. "Pelan-pelan kak... Kenapa sampai tersedak seperti itu...!"
"Tidak Ne... Aku hanya terkejut mendengar ucapanmu tadi...!"
"Kakak menyukai kak Gie ya??? Sampai tadi tersedak seperti itu saat aku membahas tentang chat dengan kak Gienka...!"
"Ah tidak...! Aku tadi hanya terkejut kenapa kau berbicara seperti itu padahal kau tidak tahu mengenai chatku dengan Gienka...!"
Sanne terkekeh. "Iya lah... Meskipun aku sendiri merasa bahwa kakak seperti menyimpan sesuatu yang begitu dalam di hati kakak kepada seseorang... Tatapan yang dalam, senyuman yang dalam, juga perhatian yang begitu dalam, semoga berhaasil suatu hari nanti hahaha...!"
Kyros terkekeh lagi dan mengusap kepala Sanne. Mereka kembali berfokus melihat penampilan dari Kyra, Gienka dan Louis. Kyros kembali melempar senyumnya. Selalu dan selalu menjadi kebiasaannya selama ini ketika mengingat Gienka.
×*×*×
Beberapa hari kemudian....
Kyros di antar oleh supir untuk menjemput Sanne. Mereka berdua akan menghadiri acara pensi yang ada di sekolah Kyra, Gienka dan Louis. Ketiga nya sudah pergi sejak pagi untuk melakukan lersiapan, jadi Kyros dan Sanne akan datang siang hari nya. Ternyata selain acara pensi, ada acara lainnya seperti pameran karya seni para siswa nya juga ada festival kulinernya. Sebenarnya lebih tepatnya ini adalah festival tahunan sekolah itu dan di buka untuk umum.
Sebenarnya selain tampil untuk menghibur, Kyra dan Gienka juga mendapat bagian untuk membuka gerai makanan. Gienka meminta bantuan Papa Iel nya dan juga Mamay nya agar bisa menyediakan beberapa makanan serta minuman dari restorannya untuk bisa di jual di booth kelompoknya dan Kyra. Karena Papa dan Mama Gienka bersedia membantu untuk segala nya termasuk untuk pembungkus serta tempat minumnya, Gienka tidak merasa khawatir sama sekali, dia hanya tinggal terima beres, karena semuaa nya akan di antar di sekolah. Jadi Gienka kemarin-kemarin hanya terfokus pada latihannya saja. Sementara Louis terpisah dengan Kyra dan Gienka, karena Louis menjadi kordinator untuk kelasnya sendiri. Hanya saja untuk pensi, Louis memilih bergabung bersama Kyra dan Gienka.
Setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam karena sempat terjebak macet sebentar, akhirnya Kyros dan Sanne sampai. Mereka keluar dari mobil dan langsung menuju pintu masuk. Suasana sudah mulai ramai oleh pengunjung. Acara tidak di laksana kan di dalam area sekolah melainkan di depan, dimana di depan sekolah itu ada lapangan yang biasa di gunakan para siswa nya untuk berlatih sepak bola.
Kyros dan Sanne berjalan untuk masuk, dan ketika sampai di dalam, Kyros mendapati sebuah booth untuk menukarkan uang dengan koin yang nanti bisa di gunakan untuk membeli makanan atau berbagai barang yang ada di festival ini.
"Ne.... Kita tukarkan uang untuk transaksi di dalam...!" Ajak Kyros.
Sanne mengangguk dan mereka berdua kemudian menuju booth penukaran uang dengan koin itu.
Kyros dan Sanne menukarkan beberapa lembar uang seratus ribuan menjadi beberapa koin untuk mereka gunakan membeli berbagai barang serta makanan yang ada di dalam. Mereka kemudian mulai jalan-jalan dan berkeliling melihat-lihat berbagai barang yang di pamerkan dan juga di jual sambil menemukan booth milik Kyra dan Gienka, juga milik Louis.
Beberapa kali, Sanne meminta Kyeos agar menunggu dan dia membeli pernak-pernik seperti gelang dan kalung accesories, juga frame foto yang terbuat dari kertas koran juga tas dan topi. Sedangkan Kyros memilih membeli Tshirt hingga sepatu dari brand lokal yang di jual. Bahkan beberapa kali Kyros dan Sanne menukar lagi uang mereka ke koin.
Cukup lama mereka berkeliling, dan kedua tangan Sanne sudah menenteng beberapa paperbag. Semuanya benar-benar menarik dan harga nya juga terjangkau.
"Kak... Booth nya kak Kyra dan kak Gie dimana ya???" Tanya Sanne.
"Iya, sejak tadi kita belum menemukannya... Kita juga baru setengah jalan Ne.."
Mereka berdua terus berjalan sambil melihat booth di kanan kiri untuk menemukan milik Louis, juga Kyra dan Gienka. Karena lelah, Sanne meminta pada Kyros agar mereka duduk sebentar di bangku yang tersedia di antara booth yang berjejer. Saat hendak duduk tiba-tiba seseorang menghadang mereka.
Kyros awalnya cukup terkejut dan dia mendapati Kevin yang sedang berdiri menghadangnya. Kevin menatap tajam Kyros dengan wajah angkuhnya seperti beberapa hari yang lalu saat Kyros datang ke sekolah ini untuk menjemput Gienka dan Kyra. Tetapi kali ini Kevin tidak sendirian, melainkan bersama dengan dua teman nya yang wajahnya tidak kalah menyebalkan.
Kyros hanya diam sedangkan Sanne sedikit takut kemudian memilih mundur dan di belakang Kyros.
"Kita bertemu lagi...!" Gumam Kevin. "Kau ternyata masih berani kesini... Jika kemarin tidak ada si Zayan yang brengs*k itu, pasti aku sudah menghajarmu...!" Ucap Kevin lagi.
"Kenapa??? Apa kau takut terhadao Zayan???" Tanya Kyros.
"Aku????" Takut pada Zayan??? Tidak sama sekali, aku hanya tidak ingin bermasalah dengan si brengs*k itu, dia banyak mulut dan selalu mencari gara-gara serta selalu melaporkan masalah apapun pada guru.. SekarNg pergilah dari tempat inj, atau aku akan menghajarmu, gara-gara kau, aku gagal mengajak Gienka bersamaku...!"
Kyros terkekeh. "Aku hanya ingin menyelamatkan seorang gadis dari seseorang yang kasar terhadapnya, minggirlah dan jangan menutup jalan, aku datang kesini untuk menikmati hiburan dan tidak ingin bermasalah denganmu atau siapapun...! "
Bukannya pergi, Kevin terlihat menentang Kyris dan tiba-tiba sajaKevin mendorong Kyros dengan kasar hingga Kyros hampir terjatuh, begitu juga dengan Sanne.
Sontak semua orang yang ada disitu mengarahkan pandangannya pada Kevin dan Kyros serta Sanne. Kevin terkekeh melihat Kyros yang hampir terjatuh. "Oh wow... Baru ku dorong sedikit kau sudah terjatuh??? Dasar laki-laki lemah... Kau sepertinya hanya pandai berbicara saja...!" Ejek Kevin.
Sanne lekas membantu Kyros berdiri. "Kak, kita pulang saja, lihatlah orang-orang memandangi kita, aku tidak mau kita jadi pusat perhatian...!"
"Tidak Ne, kita harus tetap menemui Kyra dan Gienka..!"
"Tapi kak???" Gumam Sanne meragu sekaligus takut.
Kyros berdiri dan mendekat ke Kevin kemudian menatapnya tajam. "Jangan mencari keributan disini, aku datang untuk mencari hiburan dan menemui adikku, jadi kau minggir dan jangan menghalangi jalan ku..!"
"Adik??? Siapa adikmu???" Tanya Kevin.
Kyros tersenyum. "Jika aku mengatakannya apa kau akan memberiku jalan??? Yang jelas orang tua ku sangat di hormati disini, dia adalah bagian dari pemilik yayasan sekolah ini... Jangan coba-coba cari masalah denganku..!" Ancam Kyros.
Kevin terkekeh. "Berhentilah berbicara omong kosong, kau pikir aku takut dengan ancamanmu??? Aku tidak pernah melihatmu dan kau tiba-tiba mengancanku...!"
Kyros hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum mengejek.
"Awas saja kalau kau ikut campur dengan urusanku dan Gienka...!" Ancam Kevin lagi.
"Ky.... Sanne...!" Panggil seseorang yang ada di belakang Kevin dan teman-temannya.
Kevin menoleh ke belakang dan mendapati seseorang yang membuat Kevin terperangah dan terkejut bukan kepalang. Yang datang ternyata adalah Ariel dan Maysa yang adalah orang tua dari Gienka. Juga Danist yang adalah kakak Ariel sekaligus Papa tiri Gienka.
"Kalian kenapa disini??? Booth Gienka dan Kyra ada disana... Pasti kalian tadi lewat dari pintu masuk barat ya??? Maka nya ada disini...!"
Kyros menoleh ke arah Sanne sambil tersenyum kemudian kembali memandangi Ariel dan Maysa yang ada di belakang Kevin. "Ah iya Uncle... Sebenarnya kami sudah akan kesana tetapi sepertinya ada sedikit mini games disini dimana kita berdua harus bisa menjawab beberapa pertanyaandari mereka setelah itu baru di ijinkan untuk melanjutkan lagi perjalanannya..." Ujar Kyros.
"Mini games?????" Gumam Maysa bingung.
Kyros kembali tersenyum. "Ya bisa di bilang seperti itu...! Oh iya Uncle dan Aunty kenapa kesini? Kata nya boith Gienka ada disana? Apa uncle dan aunty juga mau memborong batang lainnya???" Tanya Kyros.
Ariel tersenyum. "Anggap saja seperti itu Ky tetapi Uncle juga sebenarnya ingin menjemput Elea dan kedua orangtua mu, dia sudah sampai dan kata nya lewat pintu barat...! Ah itu mereka...!" Ariel menunjuk ke arah barat dimana dia melihat Aditya, Cahya dan juga Elea.
Kyros dan Sanne berbalik badan, dan benar memang, kedua orang tua nya datang bersama Mama Gienka yaitu Elea. Ketiga nya berjalan mendekat ke arah Kyros, Sanne dan Ariel serta Maysa juga Danist.
"Hai Pap...! Mam, aunty El...!" Sapa Kyros.
"Hai Nak... Apa kau baru juga sampai disini??? Atau kau sudah ke booth milik adikmu dan Gienka???" Tanya Aditya.
Kyros menggeleng. "Aku dan Sanne sudah datang sejak tadi, hanya saja kami sibuk membeli berbagai barang dan belum sempat ke booth Kyra dan Gienka juga begitu juga dengan booth kelompok Louis...!" Jawab Kyros.
"Kalau begitu tunggu apa lagi?? Kita kesana... Mereka pasti sudah menunggu...!" Ujar Aditya.
"Aku sudah ingin kesana sebenarnya tetapi Kevin ini mengajak bermain lebih dulu baru setelah itu aku di ijinkan masuk...!"
Aditya langsung menatap ke arah Kevin yang ada di depannya. Kevin hanya bisa terdiam, lelaki di depannya itu adalah Aditya, orang tua Kyra dan salah satu orang yang di hormati di sekolah ini karena Aditya adalah bagian dari pemilik Yayasan seluruh sekolah ini begitu juga dengan Ariel, Papa dari Gienka. Kevin menyadari bahwa tadi kyros mengatakan jika dia ingin menemui Adiknya, yang bisa jadi adik yang di maksud adalah Kyra.
Kevin menelan ludahnya, keringatnya mulai muncul di dahi nya. Dia harus segera pergi dari tempat ini karena jika tidak, masalah besar akan datang kepada nya. Kevin memberi kode kepada dua teman nya agar bisa lekas pergi dari tempat ini. Ketiga nya pun bersiap untuk pergi tetapi tiba-tiba pundak Kevin di tahan oleh seseorang dari belakang. Kevin menoleh dan mendapati Ariel yang memegang pundaknya. Kevin membalikkan badan nya dan melempar senyumnya pada Ariel sambil menganggukkan kepala nya satu kali seolah memberi hormat kepada lelaki itu.
"Apa nama mu Kevin???" Tanya Ariel pada Kevin dengan suara tegas dan cukup mengintimidasi.
Kevin kembali menelan ludahnya. "I...Ya Om....!" Jawabnya terbata.
"Kevin Alexander???" Tanya Ariel lagi.
"I..Ya.. Om...!" Jawab Kevin dengan masih terbata.
"Berarti kau pasti yang selama ini mengganggu putriku Gienka setiap hari???"
Kevin menelan ludahnya dan terdiam. Gienka seperti nya bebar-benar melaporkannya pada Papa nya. Kevin benar-benar takut sekali saat ini. Bisa gawat jika laki-laki yang berwajah keras dan galak seperti Papa nya Gienka ini melaporkannya kepada pihak sekolah, dia akan dalam masalah besar.
Ariel tersenyum sinis menatap tajam Kevin. "Aku tidak pernah mempermasalahkan jika ada seseorang yang ingin mendekati putriku, tetapi tentu orang itu haruslah berkepribadian baik dan tidak bersikap kasar dan main tangan kepada seorang perempuan....! Aku membesarkannya dengan limpahan kasih sayang, dan sekalipun tidak pernah menyakiti nya tetapi aku dengar kemarin bahwa kau sudah menyeret Gienka dengan kasar dan dia kesakitan akibat ulahmu, kenapa kau melakukan itu padanya???" Tanya Ariel lagi pada Kevin. Semua orang saling berpandangan.
"Di usia seperti ini seharusnya kau harus belajar dalam bersikap, jika kau terus bersikap sesuka hatimu, dan menuruti keegoisanmu, kau akan sulit dalam memfokuskan dirimu pada langkah selanjutnya, perjalananmu masih panjang, belajarlah dalam bersikap agar orang lain bisa menghargaimu, jangan bersikap seperti itu terlebih lagi pada seorang perempuan... Aku ingatkan kembali padamu, jangan lagi dekati Gienka, apa yang sudah kau lakukan kemarin tidak bisa aku tolerir, jangan membuatku semakin marah, atau bisa saja aku melakukan sesuatu yang bisa membuatmu menyesal selama nya...!" Ancam Ariel.
Ariel sebenarnya tidak ingin terlalu ikut campur dengan masalah anak muda seperti Gienka, karena putrinya tentu punya privasi sendiri. Ariel juga tidak pernah mempermasalahkan jika Gienka memiliki pacar karena putrinya itu punya hak untuk melewati masa remaja nya dengan cara nya sendiri tetapi tetap mengingatkan agar Gienka tetap berhati-hati dalam berteman serta tahu batasan yang harus Gienka jaga dengan baik. Tetapi beberapa hari yang lalu, Gienka menceritakan jika ada temannya yang sudah berbuat kasar kepada nya dengan menarik pergelangaan tangannya sdna menyeretnya, dan itu di lakukan oleh temannya bernama Kevin. Mendengar itu, Ariel mencoba menentukan sikap dan tidak langsung marah, mungkin dia harus bertemu dengan anak itu dan mengingatkannya agar bisa bersikap. Kebetulan sekali hari ini dia bisa bertemu dengan Kevin, sehingga dia bisa mengingatkan Kevin agar berhati-hati dalam bersikap.
"Dan aku hanya ingin menekankan bahwa aku tidak akan pernah mempermasalahkan mereka yang ingin dekat dengan Gienka, asal mereka bisa menjaga sikap dan menghargai nya sebagai seorang perempuan, siapapun boleh mendekati nya, tetapi aku akan marah besar jika aku dapati ada seseorang yang bersikap buruk terhadap putriku..!" Ariel menepuk pundak Kevin dan menyuruh agar anak itu pergi serta tidak lagi mengganggu Gienka nanti nya. Karena jika Kevin berusaha melakukan itu lagi, Ariel tentu tidak akan segan-segan untuk melaporkan Kevin ke kepala sekolah dan memanggil orang tua Kevin.
Kevin kemudian pergi dengan rasa takut dan menyesal. Meskipun berbicara dengan halu, tetapi makna dari setiap ucapan Ariel tidak terbantahkan dan menakutkan. Kevin masih tidak menyangka jika Gienka melaporkannya kepada Ariel.
###
Mereka akhirnya sampai di booth kelompok Kyra dan Gienka. Mereka di sambut oleh kedua nya dengan perasaan yang bahagia. Gienka dan Kyra langsung turun tangan untuk melayani kedatangan keluarga mereka. Friddie dan Geffie ternyata sudah berada disana sebelumnya menunggu orang tua mereka datang.
Gienka mencatat pesanan makanan dari keluarga nya dan juga keluarga Kyra, sedangkan Kyra bersama temannya yang lain menyiapkan makanan dan minuman yang di pesan.
Tak lama setelah itu, ternyata Randy dan Chitra orang tua Louis datang bersama Phobie. Mereka bergabung dengan yang lain nya.
Sambil menunggu pesanan mereka terligat saling berbincang, membahas berbagai hal menarik, dan sesekali terlihat melempar senyum dan tawa. Besok lusa, Kyra, Gienka, Kyros, Sanne dan Louis akan pergi untuk liburan. Mereka berlima akan liburan ke salah satu destinasi wisata yang terkenal dan akan di fasilitasi oleh Ariel langsung, bertujuan supaya mereka bisa menikmati masa liburan mereka dengan baik setelah di sibukkan dengan aktifitas sekolah mereka.
Ini adalah salah satu cara Cahya dan Aditya, Ariel, Maysa, Danist, Elea, Chitra dan juga Randy untuk mendukung anak-anaknya. Sesibuk apapun mereka dalam hal pekerjaan tetapi untuk urusan anak, mereka menjadikan itu sebagai hal yang utama. Karena sangat penting jika memberikan contoh yang baik kepada anak-anak mereka, sehingga kedepannya anak-anak itujuga bisa menjadi orang tua yang baik serta bertanggung jawab ketika mereka nanti menjadi orang tua.
Di tengah obrolan itu, tiba-tiba mereka di sapa oleh seseorang. Senyum Kyros melebar ketika mendapati Zayan yang datang. "Hai Zay...!" Kyros langsung berdiri dan menyalami Zayan.
"Mam... Kalian pasti ingat dengan Zayan?? Dia temanku saat SMP dulu dan sering datang ke rumah...!" Ucap Kyros.
"Ah iya, tentu saja Amam ingat Ky, kau dulu sering mengajaknya ke rumah... Zayan, apa kabarmu???" Tanya Cahya.
Zayn tersenyum menyalami Cahya. "Baik Tante, senang bisa bertemu lagi dengan tante...!"
"Dia sering ke rumah??? Tetapi aku tidak pernah bertemu dengannya seperti nya????"
"Tentu saja Apap tidak pernah melihat atau bertemu dengan Zayan, setiap dia datang, Apap tidak ada di rumah.."
"Pantas saja...!" Gumam Aditya.
Zayn menyalami Adotya dengan sopan kemudian memperkenalkan diri kepada Aditya dan yang lainnya.
"Zay... Kapan kau akan datang ke rumah lagi??? Aku sudah menunggu mu tapi kau belum juga mengabariku???" Tanya Kyros.
"Maaf Ky belum sempat menghubungimu, kebetulan sekali kau datang, jadi aku ingin memberitahu bahwa aku akan ke rumahmu besok, jika kau tidak sibuk...!"
Kyros tersenyum. "Tidak... Besok aku tidak sibuk, kau bisa datang, dan rumahku tidak pindah, masih di tempat yang sama..!"
"Kau memakai seragam, kau sekolah disini juga???" Tanya Aditya dan Zayan mengangguk.
"Iya Pap, Zayan sekolah disinj, hanya saja dia berbeda kelas dengan Kyra dan Gienka..!"
"Pantas saja...!" Gumam Aditya.
Kyros meminta Zayan agar bergabung bersamanya dan yang lainnya untuk makan bersama tetapi Zayan meminta maaf karena dia masih ada kesibukan untuk mengurus kelompoknya di festival ini, dia juga jadi kordinator untuk kelasnya. Zayan besok akan datang ke rumah Kyros dan akan menghubungi Kyros untuk memastikan besok datang jam berapa. Kyros dan kedua orang tua nya menyambut baik niat Zayan berkunjung, sudah lama Zayan tidak datang kesana. Zayan kemudian berpamitan pada Kyros dan lainnya.
"Makanan dan minumannya siap....!" Ucap Kyra sambil membawa nampan berisi berbagai minuman, sedangkan Kyra dan salah seorang teman mereka juga membawa nampan berisi aneka makanan.
"Para gadis cantik menyiapkan makanan dan minuman ini, jelas rasanya pasti sangat lezat...!" Puji Aditya.
"Nilai plusnya adalah ini makanan dari restoran terkenal milik Uncle Iel... Tidak bisa di ragukan lagi...!" Sahut Kyros.
"Benar sekali, kita memang harus berterima kasih kepada uncle Iel...!" Sela Kyra.
Ariel tersenyum. "Apapun akan Uncle lakukan untuk anak-anak manis dan cerdas seperti kalian. Semoga ini juga bisa membantu memberi nilai plus untuk Kyra dan Gienka...!"
"Papa memang yang terbaik...!" Sahut Gienka memuji sang Papa.
"Selamat menikmati makanan dan minumannya, dan terima kasih atas kedatangannya, setelah ini kalian bisa jalan-jalan dan membeli berbagai barang yang di sediakan, karena beberapa jam lagi, aku, Gie dan Lou akan tampil, kalian juga harus menonton penampilan kami...!" Ujar Kyra, kemudian dia dan Gienka kembali ke dapur meninggalkan keluarga mereka yang sedang menikmati makanan.
"Ne... Kenapa tidak mengajak Mama dan Papa mu juga kesini???" Tanya Randy.
"Sudah uncle tetapi Papa sebelumnya sudah ada janji dengan orang sedangkan Mama sekarang ke tempat Bakery nya yang baru, memberi kelas kepada calon karyawan baru nya. Jadi mereka tidak bisa ikut bergabung..! tetapi mereka mengirim salam untuk Uncle dan Aunty semua..!"
"Salam untuk mereka ya Ne... Uncle juga ingin bertemu mereka nanti...!" Ujar Randy.
++
"Kapan Ne, kau dan kedua orang tua mu kembali ke Paris??" Tanya Chitra.
"Pertengahan bulan depan aunty..!"
"Wah masih beberapa minggu ya?? Kalau begitu kaoan-kapan kau juga harus datang ke rumah kami, selama disini kau belum pernah ke rumah kami, Lou sering membecirakanmu kepada kami...!" Ujar Chitra.
"Wah... Benar juga.. Kak Sanne harus datang ke rumah kami..!" Phobie menimpali.
Sanne mengangguk sambil tersenyum dan berjanji bahwa dia akan datang ke rumah Louis nanti.
Mereka semua melanjutkan makan karena setelah ini mereka akan kembali jalan-jalan dan memberi pernak-pernik yang di jual oleh para siswa sekaligus mendatangi booth milik Louis dan teman-temannya.
Beberapa jam kemudian...
Setelah berbelanja, Kyros dan lainnya menuju ke area panggung dimana mereka akan menyaksikan penampilan dari Kyra, Gienka dan Louis. Ketiga nya akan membawakan beberapa lagu, dimana penampilan ini juga memiliki hadiah bagi yang memenangkannya. Ini seperti sebuah perlombaan antar band.
Beberapa sudah tampil dan menunggu giliran Kyra, Gienka dan Louis yang mendapatkan nomor urut sembilan. Kyros tidak sabar menunggu adiknya bersama para sahabatnya tampil. Dia senang sekali bisa pulang disaat seperti ini, tepat ketika sedang liburan sekolah dan kegiatan sekolah Kyra, Gienka dan Louis yang selalu menarik setiap tahun nya. Moment yang sangat jarang sekali bisa dia lihat, sehingga kesempatan ink tidak akan Kyros lewatkan begitu saja.
Akhirnya band nomor 8 sudah selesai tampil, dan nomor 9 di panggil. Kyra, Gienka dan Louis naik ke panggung. Kyros serta penonton memberi tepuk tangan menyambut mereka. Kyros tersenyum melihat adiknya serta kedua sahabatnya, dia tidak menyangka jika keahlian kecil yang di miliki oleh mereka bertiga bisa di manfaatkan untuk menghibur orang lain. Kyra sejak dulu suka menyanyi dan suaranya cukup bagus, dan dia juga bisa memainkan beberapa alat musik.
Untuk lagu pertama seperti nya mereka bertiga akan sama-sama bernyanyi dan bermain musik, karena lagu nya memang lagu yang di nyanyikan oleh laki-laki dan perempuan. Gienka dan Kyra akan berbagi suara begitu juga dengan Louis. Gienka sudah siap dengan gitarnya, Louis dengan drum nya sedangkan Kyra dengan Keyboard nya. Lagu yang akan mereka bawakan adalah lagu faforit mereka dari salah satu girlband Inggris yang sangat terkenal.
"When you hold me in the street and you kiss me on the dance floor, I wish that we could be like that..! Why can't we be like that? cause I'm yours..!" Kyra membuka lagu itu dengan suara nya yang merdu dan penuh penghayatan, tanpa intro musik.
"We keep behind closed doors, every time I see you, I die a little more. Stolen moments that we steal as the curtain falls, It'll never be enough..." Gienka menyambung dan suara nya tidak kalah merdu nya di barengi dengan Louis yang mulai memainkan drumnya dan di lanjutkan dengan gitar serta Keyboard yang di mainkan bersama-sama.