I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 316



Sampailah Kyros dan Axel di apartemen. Mereka bergegas menuju lift dan naik ke lantai dimana unit milik Kyros berada. Kyros sejak tadi memasang wajah yang penuh dengan kekhawatiran. Dan dia juga ingin mendengar penjelasan Gienka mengenai apa yang sebenarnya terjadi.


Pintu lift terbuka, Axel dan Kyros keluar dan hendak menuju ke unit milik Kyros. Tetapi langkah Axel tiba-tiba terhenti dan tangannya memegang pundak Kyros. Kyros menoleh ke belakang ke arah Axel. "Kenapa????" Tanya nya pada Axel.


Axel terdiam sesaat menatap ke arah koridor, dia teringat akan sesuatu hal ketika berada di tempat ini. "Aku ingat sesuatu... " Gumam Axel.


"Apa..???" Tanya Kyros.


"Perempuan yang bersama Kevin, dia adalah perempuan yang sama yang dulu hampir mencelakai Gienka, dia tinggal disini dan dia adalah temanmu dan teman Kyra, aku lupa siapa nama nya.. Aku pernah bertemu dengannya saat aku dan Amam hendak membawa barangmu pindahan waktu itu, dia datang untuk bertemu dan minta maaf padamu tapi Amam mencueki nya, siapa ya nama nya??? Lupa aku.. " Ujar Axel.


"Camilla...???" Gumam Kyros


"Ah ya, Camilla, dia bersama Kevin semalam...!"


Kyros langsung mengernyit. "Bersama Kevin???? Shiiittt... Kita akan cari tahu itu nanti, sekarang kita harus bertemu Gienka dulu.. "


Axel mengangguk. "Ya, kau benar.. Ayo..!!" Mereka berdua kembali berjalan.


Kyros membuka pintu apartemennya dan dia melihat Kyra sedang duduk di sofa bersama Athan. Melihat kedatangan kakak serta suami nya, Kyra berdiri dan menghampiri mereka.


"Dimana Gienka???" tanya Kyros.


"Dia ada di kamar, dia sepertinya mandi, sejak tadi dia ingin mandi..." Jawab Kyra, Kyros hendak ke kamarnya tapi di tahan oleh Kyra. "Bisakah aku bicara denganmu sebentar saja sebelum kau menemui Gienka di dalam??? Ini tentang penjelasan dokter tadi... " Gumam Kyra.


Kyros menatap wajah adiknya dalam diam, tetapi kemudian dia mengangguk. Kyra meminta agar Axel menjaga Athan di dalam, sementara dia akan bicara dengan Kyros di balkon. Kedua saudara itu akhirnya ke belakang dan keluar, lalu berdiri di balkon.


"Kenapa Ra??? Apa kata dokter???" Tanya Kyros.


Kyra menunduk beberapa detik lalu kembalienatao wajah khawatir kakaknya. "Gienka baik-baik saja, tetapi sesuatu terjadi sekarang.. "


"Itu artinya dia tidak baik-baik saja.. Kau ini bagaimana??" Protes Kyros.


Kyros terlonjak. "Apa.....?????" Seru nya. "Kenapa dia mengkonsumsi itu????"


Kyra menggeleng. "Aku tidak tahu dan belum sempat bertanya pada Gienka, tetapi di mobil dia bercerita jika Kevin ternyata bekerja di kantor yang sama dengannya, dan Kevin selalu bersikap menyebalkan padanya, selalu mengganggu nya, membuatnya tidak bisa berkonsentrasi saat bekerja.. Aku tidak tahu apa ini ada hubungannya dengan Kevin atau tidak tapi aku merasa bahwa bisa saja ini terjadi karena ulah Kevin, mengingat Gienka tidak akan mungkin mengkonsumsi obat seperti itu apa lagi posisi nya ada di kantor.. "


"Bahkan kami pun tidak pernah berpikir sampai disana, brengseeekkkk aku akan menghajarnya kalau inj memang ada hubungannya dengan si toIoI itu.. Shhiiittt... Lalu apa dokter sudah memberi Gienka obat atau resep???" Tanya Kyros.


"Tidak ada yang di resep kan oleh dokter, Gienka akan baik-baik saja jika efeknya sudah hilang, tetapi biasanya itu butuh waktu berjam-jam, dan Gienka akan menderita karena itu... "


"Kalau sudah tahu begitu, kenapa dokter tidak memberinya sesuatu untuk menghentikan efeknya???" ucap Kyros dengan kesal.


Kyra memegang bahu kakaknya. "Kau lah obatnya, kau yang bisa menghentikan penderitaan Gienka akibat obat itu.. " Gumam Kyra. Jika bukan berbicara dengan kakaknya sendiri, Kyra tidak akan mungkin berani menjelaskan hal sensitif seperti ini.


"Maksudnya???" Kyros mengernyit.


"Kau suami nya, jadi tentu kau harus membantu Gienka.. Kalian harus melakukannya, itu membuat Gienka merasa lebih baik... " Gumam Kyra.


"Maksudmu???? Melakukan hubungan suami istri????" Tanya Kyros dan Kyra mengangguk. "Ah ya Ampun, apa harus seperti itu..." Kyros tampak salah tingkah. Merasa canggung sekali membicarakan hal itu dengan adiknya. Tetapi Kyra seperti nya memahami apa yang dirasakan oleh kakaknya itu.


"Ky, aku tahu apa yang kau pikirkan sekarang.. Jangan khawatir, aku dan Axel serta Athan akan pulang ke rumah kalian, dan kalian berdua bisa disini untuk malam ini, pulanglah besok, toh besok kalian berdua tidak kerja kan???? Gienka sangat tersiksa, dia merasakan kepanasan sejak tadi, dan dia mengeluh jantungnya berdetak lebih cepat dari biasa nya, yang bisa mengobati nya adalah kau sebagai suami nya, aku tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi, jika ini ulah Kevin pasti dia berniat buruk pada Gienka dengan memanfaatkan keadaan Gienka seperti ini, anggap saja ini rejeki mu.. " Kyra tersenyum. "Tuhan menyelamatkan hubungan kalian disaat yang tepat.. Aku dan Axel akan pergi sekarang, kau temui Gienka..!" Ujad Kyra. Dia menepuk bahu kakaknya, tahu bahwa Kyros pasti benar-benar merasa canggung kepada nya. Kyra kemudian mengajak Kyros kembali masuk ke apartemen.


Kyra lalu mengajak suami nya untuk pulang ke rumah Kyros. Axel tampak bingung, tetapi Kyra memilih tidak menjelaskan apapun pada suaminya. Dan dia mengajak Axel pulang dengan alasan Athan harus mandi dan diapers nya sudah penuh dan harus segera di ganti karena tadi dia hanya membawa dua diapers saja, itupun sudah di gunakan dua-duanya. Axel tidak membantah dan berpamitan dengan Kyros. Mereka bertiga kemudian meninggalkan Kyros dan Gienka di apartemen itu.


Kyra dan Axel yang menggendong Athan pun berjalan menuju lift. "Kok pulang sih???" protes Axel. "Gienka kan sedang tidak baik-baik saja.. " Lanjutnya lagi.


"Kita biarkan mereka berdua, dan kondisi Gienka akan aku ceritakan di rumah saja.... Sekarang kita harus pulang, aku lelah sekali dan Athan juga pasti lelah.."


Axel menganggukkan kepala nya. Mereka berhenti di depan lift menunggu lift terbuka. Dan saat pintu lift terbuka, mereka berdua di kejutkan dengan kemunculan Camilla. Kyra sangat terkejut sekali, begitu juga dengan Camilla. Sementara Axel memandang Camilla dalam diam. Dia yakin bahwa semalam perempuan inilah yang bersama Kevin di bar itu. Tetapi dia dan Kyros akan menyelidiki masalah ini lebih dulu sebelum menuduh apakah Camilla ada di balik ini semua.


Kyra tidak mengatakan apapun, dan dia langsung mengajak suami nya masuk ke dalam Lift. Camilla menyapa tetapi Kyra memilih tidak merespon. Kyra masih ingat sekali bagaimana Camilla begitu buruk memperlakukan Gienka hingga membuat Gienka hampir kehilangan nyawa nya beberapa tahun yang lalu. Kyra masih menyimpan sakit hati yang luar biasa, dan bingung kenapa Camilla ada disini lagi.