I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 406



Beberapa bulan kemudian


"Sayang....???" Gienka menggoyangkan bahu Kyros yang sedang terlelap. "Sayang, bangun....!!!"


Kyros mengerjakan matanya dan perlahan ddia membuka matanya. "Kenapa??? Kau haus????" Tanya Kyros yang memang selalu sigap setiap malam nya untuk memenuhi keinginan Gienka. Mereka saat ini tentu sudah kembali ke Washington dc. Dan usia kandungan Gienka sudah memasuki minggu ke 30. Dan bayi kembar mereka ternyata berjenis kelamin laki-laki dua-dua nya. Kyros dan Gienka sangat bahagia sekali, karena tentu kehadiran dua bayi mereka nanti akan semakin melengkapi keluarga kecil mereka. Sudah ada Lexia, dan akan di tambah dua adik baru laki-laki.


Gienka menggelengkan kepala nya. "Aku lapar."


Kyros akhirnya bangun. meraih gelas yang ada di atas meja di sebelah tempat tidur dan meminumnya. "Kau lapar??? Ingin makan???" Tanya Kyros lagi.


"Iya. Tapi aku ingin rujak."


Kyros mengernyit. "Rujak?.?? Dimana ada rujak disini??? Ini juga sudah malam."


"Kau yang buat."


"Aku???" Tanya Kyros.


Gienka tersenyum dan menganggukkan kepala nya. "Ada banyak buah di kulkas, bikin sendiri."


"Baiklah... Ayo turun!!!" Kyros turun dari tempat tidur, Gienka dengan senyum sumringahnya pun juga turun. "Kamarnya jangan di kunci, takut Lexia bangun, kita jadi tidak mendengarnya. Aku lihat dia dulu." Kyros pun beranjak dan pergi untuk mengecek Lexia di kamarnya.


Kyros membuka pintu kamar putrinya yang terletak bersebelahan dan terhubung dengan kamarnya. Kyros terkejut ketika mendapati putrinya bangun dan sedang bermain sendiri di dalam box bayi nya. "Lexia sayang???? Kau bangun????" Kyros menghampiri putrinya di ikuti oleh Gienka.


Kyros membuka box bayi besar itu yang di letakkan di lantai, dan bisa di buka tutup dengan mudah. Bocah kecil berusia dua tahun itu tersenyum ketika melihat Kyros dan Gienka. "Da...Da...!!" Panggilnya pada Kyros.


Kyros membuka box bayi nya dan masuk lalu duduk di dalam bersama Lexia. "Kau kenapa bangun???? Kenapa tidak memanggil Dada atau Mommy???"


Lexia dengan polosnya menunjukkan botol suusu nya yang sudah kosong kepada Kyros. Kyros pun tersenyum. "Jadi suusu nya sudah habis ya??? Ya sudah akan Dada buatkan."


Gienka tersenyum dan berdiri di sebelah box bayi Lexia. "Karena dia bangun, kita ajak ke dapur saja sekalian. Aku akan membuatkan susu untuknya." Ucap Gienka.


Kyros kemudian berdiri dan menggendong Lexia, mengajak putrinya itu keluar kamar dan pergi ke dapur bersama dengan Gienka.


Biasanya Lexia akan bangun dan menangis atau terkadang keluar kamar untuk membangunkan Gienka atau Kyros ketika susu di botolnya habis. Tetapi malam ini, Lexia justru memilih bermain dengan boneka nya dan tidak menangis meski botol nya kosong.


Mereka turun menggunakan lift dan langsung menuju dapur. Kyros meletakkan Lexia di atas meja makan. Gienka sudah membuatkan susu, sehingga Lexia sibuk dengan botol susu nya dan bermain dengan Gienka. Kyros membuka kulkas dan memang menemukan beberapa buah-buahan. Tetapi Kyros meragu karena buah yang ada di kulkas adalah Apel dan juga pir, rasanya tidak cocok jika di gunakan untuk rujak. Sudah malam juga, supermarket juga pasti sudah tutup. "Sayang, hanya ada apel, pir, anggur, stroberi, peach, anggur dan juga semangka, masa ini mau di bikin rujak???? Bikin salad buah saja ya???" Tanya Kyros pada sang istri yang ada di meja makan.


"Aku ingin rujak, masa di ubah jadi salad???"


"Ya masa rujak pakai buah-buah ini???? Kan tidak pas??"


"Sudah tidak apa, yang ada saja. Campur saja semuanya, yang penting bumbu nya."


Kyros hanya menggelengkan kepala nya. Tetapi ya sudah istrinya menginginkannya tidak mungkin dia menolaknya.


"Mommy, grape." Ucap Lexia.


Gienka tersenyum dan meminta Kyros agar mengambilkan anggur untuk putri mereka. Lexia memang sangat menyukai anggur. Kyros mengambilkannya dan memberikan kepada putrinya itu. Setelahnya Kyros kembali ke dapur dan.mempersiapkan bahan untuk rujaknya.


Kyros pun menggoreng kacang almond, sebagai pengganti kacang tanah yang memang mereka tidak memiliki nya. Kyros memanfaatkan bahan seadanya yang mereka punya saat ini. Tidak ada asam jawa, Kyros memilih menggunakan perasan lemon sebagai acidity nya. Untungnya ada palm sugar yang bisa Kyros gunakan sebagai pengganti gula merah. Dengan cekatan Kyros pun mulai membuatnya. Ini sudah jadi biasa bagi Kyros, Gienka sering memintanya untuk membuatkan sesuatu di tengah malam.


Orang tua dan mertua nya bilang bahwa kehamilan Gienka saat ini sangat berbeda dengan saat hamil Lexia dulu. Gienka menjadi sering manja dan ngidam yang aneh-aneh. Ya, dulu Gienka pun melewati masa ngidam tetapi tidak seaneh kehamilan yang sekarang. Gienka sangat manja dan suka merengek ketika tidak di turuti keinginannya. Kyros mencoba memahami karena mungkin saat ini dia ada bersama Gienka dan menjadi suami siaga. Berbeda dengan sebelumnya, dimana dia tidak bisa memanjakan Gienka, dan Gienka pun dulu pasti merasa sungkan dan enggan ketika menginginkan sesuatu kepada orang tua dan mertua nya. Jadi Gienka menahan dirinya. Akan tetapi karena saat ini dia ada di sebelah istrinya dan menemaninya sehingga Gienka tidak lagi menahan diri dan meminta apapun kepada nya. Kyros pun tidak mempersalahkan sama sekali. Dan dengan senang hati Kyros memenuhi segala keinginan istrinya, meski terkadang dia kesulitan tetapi sebisa mungkin Kyros jadi suami yang baik dan memenuhi segala keinginan Gienka.


Kyros duduk di kursi di sebelah Gienka dan menurunkan Lexia, meletakkan bocah itu di kursi makan khusus. Kyros mulai memotong buah-buahan seperti apel, dan pir, sedangkan Gienka mengambil buah anggur dan membelahnya menjadi dua.


"Ya, coba ada buah mangga muda, pasti lebih enak dan segar." Gumam Gienka.


"Kalau ada pasti aku akan menyertakan nya sayang, inj juga sudah malam, supermarket sudah tutup, besok aku akan ke supermarket, kita belanja, besok aku libur kan??? Belilah semua buah yang ada disana kalau perlu, dan penuhi kulkas kita. Sekarang makan apa yang ada ya???? Sungguh kalau ini bukan tengah malam, aku pasti akan pergiembelikanmu buah mangga."


"Iya, tidak apa-apa." Gumamnya.


"Loh.... Kalian semua belum tidur????" Geffie tiba-tiba muncul dari tangga dan tampak terkejut ketika mendapati kakaknya, kakak iparnya dan keponakannya ada di ruang makan.


"Kau sendiri kenapa belum tidur dan mau kemana??? Malam-malam???" Tanya Kyros.


Geffie menghampiri ketiga nya. "Itu, Garviil pulang, dan sebentar lagi sampai." Ucap Geffie. Ya, suaminya setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali pasti akan kesini. Terkadang Geffie yang mengunjunginya di Boston. Dan kali ini, Garviil yang mengunjunginya Geffie ke kota ini. Geffie masih menyelesaikan kuliahnya sehingga dia harus tinggal disini dan berpisah dengan suaminha yang memang tinggal dan bekerja di Boston.


"Oh, Garviil pulang???" Gienka tersenyum.


"Iya kak, dia naik kereta tadi, dan katanya sih sudah hampir sampai. Kalian sedang apa malam-malam???"


"Kakakmu ingin rujak, jadi aku membuatkannya meski sebenarnya buah-buah inj tidak begitu cocok untuk di bikin rujak" Sahut Kyros.


Geffie tersenyum. "Kak Gienka, ada-ada saja."


"Loh, tidak biasanya Garviil naik kereta??? Kan lama??? Kenapa tidak naik pesawat saja???" Tanya Kyros.


"Garviil ada di Philadelphia kak hari ini, ada pekerjaan disana, jadi dia memutuskan pulang kesini dengan kereta saja, hanya kurang dari 2 jam."


"Oh dari Philadelphia." Kyros tersenyum. "Lantas saja dia naik kereta."


Suara bel berbunyi. Geffie pun bergegas ke depan dan membuka pintu karena itu sudah pasti adalah suaminya. Kyros memotong buah-buahan dan Gienka mulai menikmati rujak buatan suami nya. Gienka tahu Kyros menggunakan bahan seadanya tetapi tidak masalah ini cukup enak.


Tidak lama, Geffie kembali bersama dengan Garviil. Mereka kembali menghampiri Gienka, Kyros dan Lexia di ruang makan. Garviil tersenyum melihat kakak iparnya dan lenyap mereka dengan sopan. "Wah sudah malam tapi sepertinya kalian sedang kumpul-kumpul."


"Ini Viil, Ky membuatkan rujak untukku." Sahut Gienka


"Rujak.???? Ah ya, kebetulan sekali, kemarin sore sebelum aku berangkat ke Philadelphia, aku memetik mangga di kebun belakang rumah, kebetulan sedang berbuah dan aku ingat kak Gienka. Semoga belum terlalu masak, jadi cocok untuk rujak. Sebentar."


Gienka tersenyum. "Wahhhh pas sekali Viil... Thanks ya???"


"Iya kak..." Garviil pun membongkar kopernya dan dia mengambil kantong plastik berisi 2 buah mangga muda. "Ah belum lembek, masih aman uhhhhh ntuk rujak. Ini kak." Garviol memberikan mangga itu kepada Gienka.


Dan Gienka dengan semangat menerima nya. "Aaahhh thank you Garviil... Kau memang adik ipar yang baik dan pengertian."


Garviil terkekeh. "Rejeki untuk si kembar."


"Thanks ya Viil." Ucap Kyros. "Gef, ajak suamimu masuk, dia pasti lelah, kalian istirahatlah."


"Iya kak." Ucap Geffie kemudian mencium Lexia, begitu juga Garviil, lalu kedua nya naik kemar mereka.


Gienka langsung meminta Kyros mengupas mangga nya dan sudah tidak sabat untuk memakannnya.


Gienka memakan rujak buatan Kyros dengan lahap hingga habis. Kyros dengan sabar menunggui istrinya sembari menidurkan lagi Lexia. Gienka pun sudah selesai makan dan mengajak Kyros ke kamar untuk bisa tidur lagi. Untungnya besok sabtu, sehingga Kyros tidak pergi bekerja. Gienka memeluk Kyros dan mengucapkan terima kasih karena suaminya sangat perhatian sekali dengannya dan tidak pernah mengeluh meski terkadang Gienka meminta hal hal yang aneh. sebisa mungkin Kyros menuruti nya. Gienka sangat mencintai suaminya itu, dan cintanya semakin bertambah setiap harinya.