I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 156



"Malam Bi???"


"Ehh mas Axel??? Malam Mas, silakan masuk!!"


"Gienka ada??" Tanya Axel.


"Ada... Non Gienka ada di kamarnya... Silakan masuk, saya panggilkan...!"


Axel pun masuk ke rumah Gienka dan di persilahkan duduk di sofa. Sementara Art Gienka naik ke atas untuk memanggil Gienka. Axel senang bisa kembali lagi kesini setelah selama lebih satu tahun tidak pulang karena sibuk dengan pekerjaannya. Dan kali ini dia pulang untuk bekerja disini dan tidak lagi kembali ke Thailand. Dia mendapatkan tawaran untuk membela salah satu club sepak bola disini. Hal itu membuat Axel sangat senang sekali karena akhirnya dia bisa bekerja dan tidak jauh dari keluarga nya.


Gienka turun dari kamarnya. "Hai Xel.... Astaga... Kau pulang kenapa tidak memberitahu ku???" Gienka setengah berlari menghampiri Axel.


"Jika memberitahu tentu bukan kejutan...!"


Gienka duduk dan memukul lengan Axel. "Kau tahu darimana aku ada disini???" Tanya Gienka.


"Dari Geffie... Aku tadi bertanya melalui chat, kau ada disini bukan di di rumah Mama mu..! Kok sepi???"


"Papa Iel masih di kantor, kalau Mamay sedang pergi dengan Geffie..! Kau kapan pulang???" Tanya Gienka.


"Kemarin lusa, tapi sorry aku baru bisa kesini..!"


"Aku senang kau datang, fix kau tidak akan kembali lagi??"


Axel mengangguk. "Ya, aku tidak kembali lagi, dan semua barangku juga sudah aku kirim kesini.. Eh btw lusa kau tidak ada acara kan???"


"Tidak ada sepertinya, memangnya kenapa?? Kau mau mentraktir ku ya??"


"Bisa di bilang seperti itu.. Aku ingin mengundangmu ke pesta yang akan aku adakan..!" Ujar Axel.


"Pesta??? Pesta apa??? Ulang tahunmu kan masih lama???"


Axel terkekeh. "Bukan pesta ulang tahun, tapi pesta untuk merayakan membintangi aku disini, sudah lama juga tidak bertemu dengan teman-teman disini, sudah jangan banyak bertanya pokoknya datang saja.. Ajak temanmu, kau punya banyak teman perempuan kan??? Siapa tahu ada yang kecantol denganku??? Hahaha"


"Diiihhh yakin kau sudah bisa move on???" Tanya Gienka.


"Sudah dong... Move on sudah lama sekali.. Aku tidak mau tahu pokoknya lusa kau harus datang, ada banyak temanku yang tampan tidak kalah dengan astronot mu itu...!" Ejek Axel.


"Tidak ada yang bisa mengalahkan ketampanan dari astronot ku.. Oke aku usahakan datang nanti.."


Axel kemudian memberitahu tempat pesta yang akan di gunakan pesta nanti. Kemudian mereka melanjutkan mengobrol bersama, karena sudah lama juga tidak bertemu. Gienka sangat senang ketika Axel memberi tahu jika akan pulang dan tidak lagi kembali ke Thailand karena Axel mendapatkan tawaran bermain disini. Axel sekarang sudah memiliki banyak prestasi dan banyak di lirik oleh banyak tim sepak bola. Axel sudah bisa membuktikan bahwa dia mampu menghasilkan uang dari pekerjaannya yang dulu sempat di hina oleh keluarga mantan kekasihnya yaitu Celia. Dan Gienka mengakui jika pendapatan Axel sekarang juga sudah sangat besar.


★★★★★


Beberapa hari kemudian.......


Gienka datang ke kantor Kyra untuk pertama kalinya, setelah sahabatnya itu diangkat menjadi pimpinan disana. Kemarin saat bertemu dengan Kyra, dia meminta agar sekali-kali Gienka mau datang ke kantor barunya. Dan hari ini karena Gienka ada waktu luang maka dia memutuskan untuk datang. Sebenarnya selain untuk mengunjungi Kyra, Gienka juga ingin menyamlaikan sesuatu kepada sahabatnya itu.


Ketika memasuki ruangan itu, Gienka langsung memuji ruangan Kyra yang terlihat simple tetapi sangat bagus dan cantik. Sangat sesuai dengan diri Kyra yang menyukai hal simple tetapi tetap bagus. Sementara Kyra langsung membalikkan pujian Gienka, dimana nanti jika sudah waktunya, Gienka juga akan mendapatkan hal ini, mengingat sahabatnya itu adalah pewaris utama dari perusahaan properti terbaik dinegeri ini, yang tentunya akan memiliki hal yang lebih luar biasa darinya.


"Hahaha dan itu akan membuatku semakin sibuk saja...!!" Tawa Gienka terdengar renyah.


Kyra kemudian menyuruh Gienka agar duduk dulu sambil menunggu minuman yang sedang disiapkan. Kyra kemudian bercerita jika kemarin dia membaca berita di website resmi dari tempat Kyros bekerja bahwasannya Kyros dan teman-temannya telah berhasil kembali ke Bumi dengan selamat. Dan berita itu sangat membuat keluarganya sangat bahagia, sayangnya Kyros masih belum menghubungi mereka karena dia pasti saat ini sedang dalam proses pemulihan serta penyesuaian setelah berbulan-bulan berada di luar bumi. Dan mereka harus bersabar sedikit lagi menunggu Kyros menghubungi mereka.


Mendengar itu, wajah Gienka berubah menjadi sumringah. Kyros sudah kembali, itu adalah kabar yang sangat menggembirakan untuknya. Gienka sangat tidak sabar lagi untuk bisa berbicara dengan Kyros. Tetapi Gienka segera menghilangkan kebahagiaannya itu agar Kyra tidak curiga dan hanya mengatakan bahwa dia sangat bersyukur Kyros kembali dalam keadaan selamat.


"Oh iya Ra, besok malam aku dapat undangan ke pesta temanku, kau ikut ya? Tidak mungkin aku datang sendirian" Ujar Gienka.


"Ah tidak... Kau datang saja dengan Geffie, biasanya kau suka mengajaknya!!"


"Geff sedang ada pensi di sekolahnya, aku tidak bisa mengajaknya, ah lagipula kau juga tidak ada kesibukan apapun kan di malam minggu, ayolah Ra...!!" Pinta Gienka sambil merengek.


"Tidak Gie, aku malas sekali....! Kau cepat cari pacar supaya tidak pusing mencari teman saat akan menghadiri pesta!"


"Itu dia kenapa aku mengajakmu, kita bisa cari pacar disana, temanku itu seorang pemain sepakbola, dia baru saja kembali kesini setelah bertahun-tahun diluar negeri untuk membela tim sepak bola lamanya, dia kembali karena dia menerima tawaran untuk tim baru disini, jadi bayangkan betapa akan banyak laki-laki tampan disana, ayo pokoknya kau harus ikut denganku besok, aku akan menjemputmu dirumah, jangan menolak, oke aku harus kembali lagi ke kantor, bye Kyra...!!" Gienka memeluk dan cipika cipiki dengan Kyra lalu melenggang pergi tidak membiarkan Kyra berbicara ataupun menolak keinginannya. Karena Gienka sangat tahu jika dia melakukan itu, Kyra tidak akan pernah bisa menolak keinginannya.


"Dia selalu saja begitu...!!! Sangat tahu kelemahanku agar aku tidak menolak keinginannya, dasar Gienka..." Gumam Kyra kesal.


★★★★★


Keesokan harinya, Cahya membawa jus untuk Kyra yang sedang berenang lalu memanggil putrinya itu agar mengehentikan aktifitasnya dan minum lebih dulu. Kyra pun naik dan menghampiri Cahya lalu duduk dan mengusap wajahnya dengan handuk sebelum akhinya meminum jus buatan Ibunya.


Kyra pun memulai obrolannya dengan Cahya dengan membahas tentang pesta nanti malam dimana Gienka mengajaknya untuk menghadiri pesta itu. "Seperti biasa Mam, Gienka selalu pergi setelah meminta sesuatu padaku membuatku tidak bisa menolaknya, dia seolah tahu kelemahanku bahwa aku tidak akan bisa menolaknya jika setelah meminta dia langsung pergi, Gienka menyebalkan sekali....!" Gumam Kyra dengan kesal.


Cahya justru tertawa mendengar cerita dari putrinya itu, dia teringat jika apa yang dilakukan oleh Gienka pada Kyra mengingatkannya dulu pada sikap Elea kepadanya. Sama persis seperti Gienka dan Kyra saat ini.


Kyra mengernyit melihat Amamnya justru menertawakannya. "Mam, kenapa tertawa? Apa ada yang salah dengan kekesalanku pada Gienka???" Tanya Kyra.


"Tidak sayang.... Hanya saja dari ceritamu itu, Amam jadi teringat dengan Elea, kau tahu bahwa dulu Elea juga suka melakukan hal yang sama pada Amam, setelah memaksa dia langsung meninggalkan Amam sehingga Amam tidak bisa menolak keinginannya!"


"Ya, itulah yang terjadi, pernah suatu hari Elea mengajak Amam ke pesta, saat itu Amam kesal sekali tetapi ternyata di pesta itulah pertama kalinya Amam bertemu dengan Apapmu!"


"Cieeeee.....!!!" Kyra menggoda Cahya. Dia sangat tahu bagaimana kisah cinta kedua orangtuanya, dan baru tahu ternyata sikap pemaksa Elea itu adalah awal dari pertemuan orangtuanya karena yang Kyra tahu bahwa Amam dan Apapnya bertemu di pesta serta bagaimana Aditya menyelamatkan Cahya dari penghinaan perempuan lain.


Kyra selalu berharap memiliki kisah cinta yang indah seperti orangtuanya, sayangnya saat dia mulai memberi kepercayaan pada Zayan, lelaki itu justru meninggalkannya dan berselingkuh darinya. Mengingat itu selalu membuat dada Kyra terasa sesak. Zayan sangat jahat sekali kepadanya padahal dia sangat mencintai lelaki itu.


★★★


GIenka benar-benar menepati janjinya menjemput Kyra. Gienka menekan klakson mobilnya dan dengan cepat security rumah Kyra membuka gerbang ketika melihat mobil Gienka yang sudah sering datang kesini. Gienka keluar dari mobilnya dan terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna orange dan tatanan rambut yang simple tetapi tetap terlihat elegan.


Cahya mengetuk pintu kamar Kyra dan memberitahu jika Gie ka sudah datang untuk menjemputnya. Pintu kamar dibuka, Cahya tersenyum melihat Kyra tampil cantik dengan gaun yang dipakainya. Pipi Kyra memerah mendengar pujian dari Amamnya, kemudian mengajaknya untuk turun.


"Kalian jagan pulang terlalu larut walaupun besok hari minggu" Ucap Cahya memperingatkan kedua sahabat itu.


"Tenang saja Aunty Ca, kita akan kembali sebelum jam sebelas"


"Apa kalian akan pergi berdua saja? Apa Zayan tidak ikut???" Tanya Aditya.


Mendengar pertanyaan itu, Kyra dan Gienka saling berpandangan, bingung akan menjawab apa, mengingat Kyra sendiri belum mengatakan kepada kedua orangtuanya jika dia sudah putus dari Zayan. Tidak ingin membohongi kedua orangtuanya, Kyra pun hanya menjawab dengan gelengan kepala saja. Seolah tahu apa yang ada di pikiran Kyra, Gienka langsung berpamitan keoada Cahya dan Aditya agar bisa segera berangkat bersama Kyra.


Didalam mobil wajah Kyra terlihat sedih, dia kembali teringat dengan Zayan. Kyra juga bingung bagaimana akan menjelaskan semuanya pada orangtuanya jika dia sudah berpisah dari Zayan, mengingat mereka juga sangat menyukai lelaki itu. Dan Zayan juga sering ke rumah untuk menjemputnya, tetapi tentu saja setelah berpisah, Zayan tidak pernah lagi datang ke rumah.


"Ra, please jangan menangis, nanti make up mu akan hilang...!!" Gienka mencoba mengalihkan kesedihan Kyra, karena dia sangat tahu sekali saat ini Kyra sedang dilingkupi kegusaran.


"Apa sih Gie....!! Aku hanya bingung saja bagaimana harus menjelaskan kepada mereka! Terutama Apap, dia pasti akan marah besar, aku sendiri terkadang bingung kenapa Zayan memilih jalan yang seperti itu untuk meninggalkanku, harusnya dia bisa mengatakan secara langsung jika memang sudah tidak nyaman denganku, tetapi dia justru melakukannya dengan begitu jahat"


"Itulah yang tidak aku sukai dari laki-laki, mereka suka berbuat seenaknya tanpa berpikir lebih dulu, dan kau juga jangan terus menghindar, katakan saja apa yang sebenarnya terjadi pada orangtuamu, kau pasti bisa meyakinkan mereka berdua"


"Ya Gie, bagaimanapun aku memang harus mengatakan semuanya kepada Amam dan Apap...!"


Gienka melempar senyumnya pada Kyra dan menepuk pundak sahabatnya itu untuk memberikan dukungannya. Gienka sangat tahu bahwa Kyra sangat mencintai Zayan dan perpisahan mereka membjat Kyra bersedih tetapi Kyra mencoba menguatkan hatinya dan berusaha tidak larut dalam kesedihannya.


★★★★★★


Gienka dan Kyra sudah sampai di tempat pesta, mereka mulai masuk dan pesta sudah dimulai. Gienka menghampiri beberapa kenalannya dan memperkenalkan Kyra kepada mereka. Sayangnya Gienka tidak menemukan sang pemilik pesta yang saat ini entah berada dimana.


Suasana pesta cukup meriah dan banyak sekali tamu yang datang. Sambil mengobrol dan menikmati minuman, Kyra tiba-tiba ingin ke kamar mandi. Dia pun berbisik kepada Gienka untuk pergi ke kamar mandi sebentar. Gienka mengangguk dan menyuruh Kyra agar kembali kesini lagi dan dia akan menunggu.


Kyra berjalan melewati beberapa orang dan mencari toilet. Senyumnya sedikit melebar ketika akhirnya dia menemukannya dan bergegas kesana. Tetapi saat akan memasuki toilet itu tiba-tida dia berhadapan dengan seorang perempuan yang pernah dilihatnya. Mereka saling bertatapan dan perempuan itu terkekeh ketika melihat Kyra. Senyum mengejeknya itu membuat Kyra mengernyit tetapi dia memilih untuk tidak mengatakan apapun. Kyra memundurkan langkahnya dan bergerak ke samping memberikan jalan kepada perempuan itu, tetapi bukannya pergi perempuan itu justru kembali menertawakan Kyra.


"Woopsss.... Akhirnya aku bisa bertemu juga denganmu secara langsung, hahaha kau memang cantik tapi tidak pandai dalam menyenangkan kekasihmu, pantas saja Zayan sering mengeluhkanmu padaku bahwa kau selalu menolak keinginannya untuk menyenangkannya, dan akhirnya aku bertemu dengan perempuan sok suci itu disini, pantas saja Zayan meninggalkanmu dan lebih memilihku" Ucap Jelena.


Jelena adalah kekasih baru Zayan yang tak lain selingkuhan Zayan ketika masih berpacaran dengan Kyra. Dia datang kesini karena ajakan dari temannya, jadi tidak mengajak Zayan. Jika saja dia tahu bahwa akan bertemu dengan Kyra, sudah pasti dia akan mengajak Zayan dan memamerkannya pada Kyra. Sangat menyenangkan baginya jika bisa membuat jengkel orang lain.


Tidak ingin menanggapi perkataan Jelena, Kyra pun melenggang pergi dengan sedikit mendorong tubuh perempuan itu agar dia bisa masuk ke toilet. Jengkel dengan sikap Kyra yang mengabaikannya, Jelena pun berniat mengerjai Kyra. Dia pun memilih menunggu Kyra di depan toilet sampai nanti permpuan itu keluar dari sana.


"Berani sekali kau mengabaikanku, awas saja, aku akan memberimu pelajaran...!" Ucap Jelena dengan raut wajah kesal karena diabaikan oleh Kyra.


Di dalam toilet, Kyra meneteskan airmata dan kenapa juga dia harus bertemu dengan Jelena disini yang justru membuat moodnya berubah seketika padahal niatnya kesini untuk bersenang-senang. Kyra menyeka airmatanya, mengusapnya dengan cepat, dia teringat bahwa dia tidak boleh terlalu memikirkan Zayan.


Dan akhirnya sekarang Kyra tahu alasan lelaki itu meninggalkannya adalah karena dia selalu menolak permintaan Zayan untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Karena Kyra berpegang teguh pada prinsip serta ajaran Amamnya bahwa perempuan harus bisa menjaga dirinya dengan baik sampai menikah, karena hadiah terbaik untuk seorang suami dari istrinya adalah kehormatan yang dijaga dengan baik hanya untuk dirinya. Dan karena itulah Kyra sebisa mungkin menjaga dirinya dari itu semua. Meskipun Kyra sendiri tidak bisa memungkiri bahwa terkadang dia sempat berpikir untuk melakukannya tetapi selalu dia tepis ketika mengingat pesan dari Amamnya. Kyra sendiri membiarkan Zayan saat lelaki itu mencium bibirnya, tetapi hanya sekedar itu, tidak pernah lebih. Dan jika mereka terlalu larut dalam suasana itu, Kyra segera menghentikan Zayan agar tidak bersikap berlebihan yang akan membuat keduanya lupa.


Kini Kyra sudah mengerti kenapa Zayan lebih memilih Jelena daripada dirinya. Tidak apa, setidaknya Tuhan sudah menunjukkan kepadanya bahwa Zayan bukankah laki-laki yang baik untuk dirinya. Dan Kyra bersyukur bisa lepas dari laki-laki seperti Zayan yang hanya menginginkan tubuhnya bukan cinta dan ketulusannya.


Kyra menatap wajahnya di cermin, dan menyeka bekas airmatanya yang masih ada di pipinya. Setelah memastikan wajahnya sudah tidak ada bekas airmata, Kyra pun beranjak meninggalkan toilet. Saat langkahnya baru saja sampai di depan pintu toilet, tiba-tiba Kyra menyandung sesuatu yang menbuatnya langsung jatuh tersungkur ke depan.


Brukkk....


"Auuuuwwww" Teriak Kyra kesakitan.


Tetapi belum sempat berpikir, Kyra mendengar suara tawa dari belakangnya dan ketika menoleh dia menemukan jelena berdiri bersandar di tembok dengan sebelah tangan dilipat, sebelah tangannya lagi menutup mulutnya yang sedang tertawa. Kyra pun menyadari bahwa yang disandung oleh kakinya adalah kaki Jelena yang sengaja di lintangkan di tengah pintu sehingga tanpa melihat dan menyadari, akhirnya dia tersungkur. Jelas sekali tawa puas Jelena ketika melihat Kyra jatuh dan kesakitan.


"Rasakan itu.... Dasar perempuan sok suci...! Kau pada pikir kau siapa berani mengabaikan ucapanku tadi, asal kau tahu kecantikan dan sikap sok polosmu itu sama sekali tidak mencerminkan siapa dirimu sebenarnya, kau tetaplah sama dengan yang lain, pura-pura suci dan menolak laki-laki tapi sebenarnya kau itu juga perempuan gampangan!" Ujar Jelena.


Setelah membuat Kyra jatuh, Jelena pun hendak pergi meninggalkannya tetapi sebelum itu, Jelena justru dengan sengaja menginjak tangan Kyra membuat Kyra berteriak kesakitan karena sepatu hak tinggi yang dipakai Jelena. Hak sepatu itu langsung membekas di punggung tangan Kyra, membuat Kyra mengibas-ngubaskan tangannya karrna rasa sakit yang luar biasa yang dirasakannya. Dan tidak sampai disitu, Jelena pun mendorong tubuh Kyra ke belakang, lalu melenggang pergi sambil tertawa.


"Auuuuwww.... Aaarggghhh sakit sekali.....!!!" Kyra pun mulai terisak karena sakit yang dirasakannya juga karena dia tidak habis pikir, Jelena bisa melakukan ini kepadanya. "Shhhhh sakit sekali.....!!!" Kyra memejamkan matanya sambil mengibaskan tangannya dan mencoba meniupnya.


Tiba-tiba seseorang menghampiri Kyra, duduk berjongkok dan memegang tangan Kyra yang tadi di injak oleh Jelena. "Kau tidak apa-apa???" Tanya orang itu.


Kyra membuka matanya dan menemukan seorang laki-laki di depannya. Wajah Laki-laki itu terlihat khawatir dan meniup-niup punggung tangan Kyra. Sedetik kemudian Kyra tersadar dan menjawab pertanyaan laki-laki itu.


"Sakit sekali...!" Kyra masih meringis.


"Berdirilah..! Aku akan membantumu mengobati ini, ayo...!!" Ucap laki-laki itu. Dia pun membantu Kyra berdiri, tetapi kemudian Kyra berteriak lagi karena kakinya sepertinya juga terkelir, mengingat dia memakai heels yang cukup tinggi dan saat terjatuh tadi juga membuatnya refleks menyeimbangkan tubuhnya sayangnya dia tetap tersungkur. Dan dengan cepat laki-laki itu menopang Kyra, dan mereka berdua saling bertatapan dalam diam.


Refleks Kyra mengagumi wajah laki-laki itu, dengan bergumam dalam hatinya bahwa laki-laki didepannya ini begiti manis dan aroma parfumnya sangat menenangkan. Hal yang sama juga dilakukan oleh laki-laki itu, dimana dia mengagumi kecantikan Kyra.