
"Papa tidak tahu jika Mamamu sudah melahirkan, selang beberapa hari baru Papa mengetahuinya... Danist yang sudah mengadzanimu saat itu, beberapa hari kemudian Papa juga di kejutkan oleh pernikahan mereka, Mamamu benar-benar tidak memberi Papa kesempatan untuk memperbaiki semuanya...!" Gumam Ariel sedih.
"Kesalahan Papa memang tidak bisa di maafkan....!" Ujar Gienka dengan suara bergetar.
Ariel tersenyum miring. "Kesalahan itu masih belum ada apa-apanya Gie.. Itu hanya salah satunya saja..."
Gienka menoleh dan menatap Ariel tajam, tatapannya penuh dengan pertanyaan. "Apa maksud Papa???" Tanya Gienka.
"Papa dibutakan oleh keegoisan untuk membawamu dan Mamamu pulang kembali lagi dengan Papa, ada saat dimana ide gila yang memalukan muncul dan sangat tidak berperi kemanusiaan...!"
Ariel kemudian menceritakan lagi pada Gienka tentang apa yang dulu pernah dilakukannya pada Elea dan Danist. Dimana sebelum Gienka lahir atau sebelum pernikahan Elea dan Danist terjadi, dia sering datang untuk menjenguk Elea yang sedang hamil. Dan disaat-saat itulah dia selalu mencari kesempatan untuk menghina Danist karena Ariel tahu bahwa Danist memiliki hubungan dengan Elea. Mereka berdua satu kantor dan selalu bersama, Ariel juga mendengar jika Danist yang selalu menjaga Elea, mengantar Elea kemanapun Elea ingin pergi bahkan untuk memeriksakan kandungan, Danist jugalah yang selalu sigap membantu. Mungkin karena itu kedekatan mereka menjadi intens.
Sebagai seseorang yang ingin membawa Elea kembali lagi, Ariel harus berusaha melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Elea lagi. Ketika itu, Ariel mendapatkan ide gila yang sampai saat ini masih sangat dia sesali dan dia benar-benar malu jika mengingatnya. Suatu hari Ariel mengetahui jika Elea dan Danist sedang berada di Jakarta dimana Danist mendapatkan tugas untuk datang di kantor pusat bertemu dengan Aditya. Danist dan Elea memilih tinggal di apartemen milik Elea yang dulu ditinggali oleh Elea sebelum perempuan itu menikah dengan Ariel. Mengingat Ariel sendiri masih menyimpan kartu akses cadangan apartemen Elea, karena saat sebelum menikah Elea sudah memberi itu kepadanya agar memudahkannya ketika datang kesana.
Karena perpisahannya dengan Elea terjadi begitu cepat dan Ariel juga langsung menghilang selama proses perceraian itu, maka Elea tidak sempat meminta kartu akses cadangan itu pada Ariel. Memanfaatkan hal itu, Ariel pun mulai menyusun rencana untuk menjebak Elea agar Elea dan Danist berpisah dan bercerai.
Ariel mengirim pesan pada Elea untuk bertemu di restoran yang ada di kawasan apartemen itu dengan alasan dia ingin bertemu dengan Gienka. Tanpa rasa curiga, Elea pun mengiyakan dan akan membawa Gienka kesana, karena tidak mungkin juga membiarkan Ariel datang ke unitnya sedangkan Danist masih berada di kantor dan belum pulang. Ariel sudah menyiapkan sebuah obat yang akan dia masukkan ke minuman Elea nanti, obat itu adalah obat perangsang untuk perempuan, dimana jika ada perempuan yang mengkonsumsinya akan mengalami reaksi yang luar biasa setelah 30 menit meminumnya. Reaksinya berupa tubuh yang tiba-tiba menjadi panas, menggigil juga jantung berdetak lebih cepat. Yang bisa menyembuhkan hal itu hanyalah berhubungan intim. Jika tidak, selama lebih dari 6 jam, perempuan itu akan terus merasa panas, dan kesakitan luar biasa karena hasratnya tidak tersalurkan. Ariel akan memanfaatkan itu untuk kepentingannya dia akan menghitung kapan obat itu mulai bereaksi, lalu akan masuk ke apartemen Elea menggunakan kartu akses yang dimilikinya.
Ariel menunggu dengan sabar di restoran itu, hingga akhirnya Elea benar-benar datang bersama Gienka yang saat itu masih bayi, baru beberapa bulan. Ariel meminta Elea duduk dan memanggil pelayan menyuruh Elea memesan makanan atau minuman. Awalnya Elea menolak tawaran itu tetapi kemudian memesan minuman saja.
Ariel yang sudah menyiapkan semuanya, pun mencari moment yang pas untuk memasukkan obat itu ke dalam minuman Elea. Ariel menggendong Gienka, membuainya dengan penub cinta dan menciuminya. Hingga tiba-tiba Ariel menjatuh sesuatu, Elea membungkuk dan mengambilnya disaat itulah Ariel langsung memasukkan obat itu di minuman Elea. Hingga akhirnya Elea meminum minuman itu, dan setelah dirasa cukup, Ariel pun menyuruh Elea agar segera membawa Gienka ke apartemen karrna hari sudah mulai senja. Elea dan Gienka pergi meninggalkan restoran. Bukannya pulang juga, Ariel masih duduk di kursi dan menghitung kapan dia harus datang menemui Elea di apartemennya.
Sampai akhirnya Ariel merasa ini sudah waktunya di datang kesana. Ariel bergegas pergi ke unit apartemen Elea. Saat masuk, kondisi didalam sangat sepi dan gelap, Ariel memastikan bahwa obatnya sudah bereaksi sehingga Elea belum sempat menyalakan lampu di apartemennya. Perlahan Ariel masuk ke kamar Elea, hingga akhirnya dia melihat gerakan dan mendengar suara Elea yang kesakitan dan berteriak kepanasan. Senyum penuh kemenangan Ariel muncul diwajahnya, obat itu benar-benar bereaksi dengan baik.
Ariel segera menghampiri Elea dan berusaha memaksa Elea agar mau berhubungan dengannya karena jika tidak, Elea akan merasa kesakitan sepanjang malam. Elea tentu saja menolak dan menyuruh Ariel pergi meninggalkannya. Dengan tawa jahat Ariel menjelaskan pada Elea mengenai obat itu, Elea tahu betul apa efeknya karena saat menikah dengan Ariel dulu, Ariel sering memberinya obat itu untuk kepuasan mereka berdua. Tetapi tentu saja itu sudah berlalu karena mereka sudah berpisah dan Elea sudah menjadi istri Danist, bagaimana bisa dia melakukan itu dengan Ariel.
Ariel terus membujuk Elea dan memaksanya. Elea terus memberontak dan meminta Ariel agar sadar dan segera pergi. Elea menangis dan juga kesakitan serta kepanasan. Karena mungkin tidak betah dengan rasa panas yang dirasakannya, Elea mendorong Ariel dengan kasar dan melompat dari tempat tidur. Karena gelap, Elea tidak sadar menabrak meja tetapi dia tetap berusaha lari dan masuk ke kamar mandi. Elea saat itu langsung menenggelamkan tubuhnya di dalam bathtub untuk meredakan panas yang menderanya. Ariel tidak menyerah saat itu, dan menyusul Elea ke dalam kamar mandi, dimana disana lebih sempit sehingga dia bisa dengan mudah menghalangi Elea untuk kabur.
Di dalam kamar mandi, Elea masih merintih kepanasan meskipun tubuhnya sudah berendam di dalam air. Ariel kembali berusaha meyakinkan Elea agar menerima tawarannya untuk menghilangkan kesakitannya. Elea masih menolaknya dan Ariel juga tidak mau menyerah dan berusaha untuk memaksa Elea. Saat itu Elea sudah terpojok dan dia berusaha keluar dari kamar mandi tetapi Ariel mencekalnya dan mendorongnya sampai ke tembok. Elea berteriak dan berusaha mendorong Ariel agar menjauh tetapi usahanya sia-sia. Elea berteriak meminta tolong meskipun tahu bahwa tidak akan ada yang akan menolongnya. Elea memohon sambil menangis meminta Ariel sadar dan tidak melakukan hal itu padanya, tetapi Ariel mengabaikannya.
Detailnya bisa cek SEXY HUSBAND😊