I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 131



"Datang bersama orang tua ku????" Tanya Axel.


Celia menganggukkan kepalanya. "Iya sayang, siapa tahu dengan kau datang bersama orang tua mu menemui Mama dan juga Oma, mereka berdua akan meluluh dan memberi restu kepada kita... Mungkin selama ini mereka berpikir bahwa kau pasti bercanda dan main-main saja denganku, mereka tidak percaya jika kau ingin serius karena kau berbicara sendiri kepada mereka tanpa mengajak kedua orang tua mu...!" Ujar Celia lagi.


"Apa kau yakin itu akan membuat Mama mu bersedia merestui hubungan kita???" Tanya Axel meragu.


"Apa salahnya mencoba sayang, aku yakin itu adalah cara terbaik untuk meyakinkan Mama, suruh orang tua mu meminta ijin pada Mama ku agar kita berdua bisa menjalin hubungan yang lebih serius lagi...!"


Axel terdiam. Entah kenapa dia merasa tidak yakin dengan usulan Celia. Jika Mama Celia masih tidak setuju dengan hubungannya dengan Celia, yang ada Axel akan sangat merasa malu kepada orang tua nya. Dan bisa saja orang tua nya juga merasa kecewa dan sedih. Axel benar-benar merasa meragu, tetapi dia akan mencoba memikirkannya dengan baik usulan Celia itu.


"Aku tidak bisa memutiskannya sekarang sayang... Itu adalah ide yang perlu di timbang baik dan buruknya, thats good idea, but actually I need to talks with my parents, semua tidak bisa di lakukan secara sembrono dan asal-asalan, ini menyangkut hal yang tidak main-main... Bahkan setelah nantinya aku mengambil keputusan dan mengatakan iya, kau pun harus membicarakannya dengan Mama mu juga karena itu hal penting, supaya dia tidak terkejut dengan kedatanganku dan keluargaku, itu semisal aku setuju dengan ide mu...!"


"Ya menurutku, kau harus setuju dengan ide ku, itu adalah cara yang bagus untuk bisa meyakinkan Mama, tapi aku akan memberimu waktu untuk berpikir, dan aku harap jangan lama-lama, because we only have a little time in here...! Kita harus kembali ke Thailand dalam beberapa hari lagi...!" Ucap Celia mengingatkan Axel bahwa waktu liburan mereka hanya tinggal beberapa hari lagi, dan Axel tidak boleh berpikir terlalu lama.


"Yupz... I know...! Aku akan mulai memikirkannya...! Secepatnya aku akan memberitahu mu keputusanku...!" Axel menimpali.


Entah kenapa ada perasaan meragu di hati Axel. Dari awal dia berniat untuk mengambil hati Mama Celia lebih dulu, karena jika sudah mendapatkan itu, Axel baru berniat memberitahu orang tua nya baru kemudian membicarakan hal yang lebih serius lagi, apalagi Axel juga tidak ingin buru-buru menikahi Celia, tahu jika Celia masih harus menyelesaikan kuliahnya. Jadi menurut Axel bukan waktu yang tepat jika harus buru-buru mengajak mereka menemui Mama Celia, walaupun kedua orang tua nya juga tahu bahwa Celia adalah kekasihnya. Mereka juga mengenal Celia dengan baik, hanya saja Axel belum mengatakan kepada orang tua nya mengenai niatnya yang ingin serius dengan Celia. Axel baru akan melakukannya jika dia sudah di Terima baik oleh keluarga Celia. Axel benar-benar bingung dengan permintaan Celia yang tadi baru saja di ungkapkan oleh perempuan itu padanya.


★★★


Di tempat lain....


Kyra membawa makanan yang baru saja di masaknya untuk keluarganya. Sudah lama Kyra tidak memasak di rumah dan memasak untuk keluarga nya. Untuk makan malam, Kyra membuat steak yang menjadi kesukaan dari Orang tua nya. Kyra membawa 2 piring berisi steak, ke meja makan dimana disana ternyata Aditya dan Cahya sudah duduk manis menunggu makan malam mereka yang di buat oleh Kyra.


"Olive wagyu steam medium rare kesukaan Apap, dan ini Olive Wagyu medium kesukaan Amam..." Kyra meletakkan piring berisi steak di depan Aditya dan Cahya sesuai dengan kematangan yang di sukai oleh orang tua nya.


Aditya tersenyum. "Wahhh... Thanks Kyra sayang...!"


"You are welcome Apap, sorry Kyra hanya membuat mushroom sauce saja..."


"Its okay sayang, apapun masakan buatan putri Apap akan selalu nikmat rasanya...! Dan kalau ada steak, teman yang cocok untuk pendampingnya adalah wine..!" Ujar Aditya.


"Thats right Pap, ya sudah Ra akan ambilkan wine untuk teman makan malam kita...!"


Cahya menggelengkan kepala nya. "Tidak sayang, biar Amam saja yang mengambil wine nya di ruang penyimpanan..! Kau ambil steak untuk Oma dan Opa saja..!"


"Baiklah Mam...!"


"Cahya beranjak dari kursi tempatnya duduk menuju ruangan kecil yang ada di bawah tangga dimana disana dia dan Aditya biasa menyimpan beberapa minuman, seperti wine dan Champagne mahal. Minuman itu tentu untuk konsumsi pribadi, dan tidak setiap hari di konsumsi oleh Aditya, karena biasanya Aditya hanya akan meminumnya ketika ada acara tertentu ataupun ketika ada tamu tertentu saja itupun paling banyak hanya dua gelas, karena Aditya tidak mau mabuk. Sesekali Cahya juga ikut minum, tetapi biasanya hanya satu gelas saja, itupun jika Aditya yang memintanya untuk menemani minum. sejak menikah dengan Cahya, Aditya tidak pernah lagi pergi ke luar untuk minum dengan teman-temannya sampai mabuk. Kehidupannya berubah total sejak kehadiran Cahya, kalaupun dia meminum Wine atau Champagne ya hanya sekedar minum, tidak banyak dan tidak mau mabuk. Kalaupun harus minum, biasanya untuk menghormati clien nya dari luar negeri, dan tidak pernah berlebihan.


"Nah ini Olive Wagyu well done untuk Oma dan Opa..!" Kyra meletakkan piring di depan Oma dan Opa nya. Kyra kemudian kembali ke dapur untuk mengambil jus dan steak untuknya sendiri.


Cahya juga kembali ke ruang makan dengan membawa sebotol wine dan dia menuang ke dalam tiga gelas, satu untuknya, untuk Aditya juga untuk Kyra. Sementara Kyra membawa jus untuk Oma dan Opa nya. Mereka kemudian duduk dan mulai makan malam bersama. Semua terlihat bahagia ketika menikmati masakan Kyra dan memuji Kyra.


"Oh iya Mam, apa Ky sudah menghubungi Amam???" Tanya Kyra.


"Tidak kenapa-kenapa Mam, kemarin sore Ky sempat menghubungi Gienka, Ky bilang kalau dia akan pulang akhir tahun nanti..." Ungkap Kyra dengan senyum cantiknya.


"Ky akan pulang???" Seru Cahya tidak percaya.


"Sepertinya iya Mam, Ky mungkin tidak mau repot mengurus cuti jadi dia ingin memanfaatkan libur Natal untuk pulang, menurutku itu ide yang bagus kan Mam.. Pap..!?"


Aditya tersenyum. "Ya sayang, sangat bagus jika kakakmu memutuskan untuk pulang... nanti tanyakan lagi lebih tepatnya kapan, biar Apap bisa menghubungi politik untuk menjemputnya nanti."


"Iya Pap, nanti jika Ky menelepon, Ra akan menanyakan kepastian dia akan pulang kapan..! Oh iya, lusa Ra ke Bandung ya Pap??? Uncle Yongki kan pulang, Ra ingin kesana, sekaligus bertemu dengan Aunty Olu, Ruby dan juga Kakek, boleh kan???"


Aditya kembali tersenyum. "Tentu saja, kau bisa pergi kesana, mereka juga pasti sangat merindukanmu, tapi kau harus di antar oleh supir ya??? Kau baru datang dan belum terbiasa disini..!"


"Iya...! Nanti Ra pergi dengan supir, Ra menginap disana juga tidak apa-apa kan??? Sekaligus liburan, sedang malas pergi liburan ke mana-mana, sepertinya bertemu Uncle Yongki adalah ide yang bagus dan cukup menjadi liburan untukku..!"


"Iya, kau bisa menginap disana, tetapi jangan merepotkan uncle dan auntie mu..!" Cahya menimpali. Sebenarnya Cahya juga sangat merindukan kakak sepupunya yaitu Yongki, tetapi beberapa hari ke depan dia di sibukkan dengan pekerjaan di kantor. Cahya berharap Yongki memiliki waktu untuk bisa datang menemuinya kesini. "Oh iya sayang, nanti hari sabtu kita menyusul Kyra saja disana, aku juga sangat kangen dengan kak Yongki...! Bagaimana?" Tanya Cahya pada Aditya.


"Good idea, kita akan kesana juga..!" Jawab Aditya. "Kyra sayang, kau berangkat lusa, Apap dan Amam akan menyusul hari sabtu..."


"Iya Pap... Uncle Yongki pasti senang sekali aku dan Apap serta Amam akan kesana...!" Senyum Kyra menghiasi wajah cantiknya dan dia tidak sabar untuk bisa bertemu Om nya yang sudah sangat dia rindukan sekali, juga sepupu nya yaitu Ruby anak dari Yongki dan Olivia.


Setelah makan malam bersama keluarga nya, Kyra memilih mengobrol dengan Cahya dan juga Aditya di ruang keluarga yang ada di lantai dua, bersama dengan Oma dan Opa nya juga. Ini adalah kegiatan rutin keluarga nya setiap hari setelah makan malam jika Aditya tidak ada kesibukan dengan pekerjaannya.


"Ky video call...!" Seru Kyra disaat keluarga nya sedang asyik mengobrol. Kyra mendapati ponselnya berkedip dan mendapati ada panggilan video dari Kyros.


"Hai Ky....!" Kyra langsung menyapa dan tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya di layar ponselnya.


"Hai Ra..!"


"Lihat.. Aku sedang bersama Amam, Apap, Oma dan Opa, kami baru selesai makan malam, kau sendiri sudah sarapan??" Tanya Kyra.


"Belum Ra, nanti saja di kantor..! Pagi Mam, Pap, Oma, Opa..!" Kyros menyapa anggota keluarga nya dengan senyum yang begitu manis. Perasaan bahagia dirasakannya setiap melihat wajah keluarga yang sangat di sayangi nya itu. Dan hari ini dia ingin memberitahu kabar baik kepada mereka semua dan ingin meminta doa kepada mereka. Kemarin dia terlalu lelah dan bahagia sehingga saat kembali dari kantor langsung tidur dan tidak sempat menghubungi keluarganya.


"Hai sayang... Bagaimana kabarmu??? Kau tidak menghubungi Amam dan Apap sama sekali sejak kemarin??" Cahya memprotes.


"Maaf Mam, Ky kemarin terlalu lelah dan langsung tidur saat sampai di apartemen..!"


"Ky.... Kata Gienka kau akan pulang ya??? Senangnya... Tanggal berapa Ky??? Papa akan mengirim pesawat untuk.enjemputmu, iya kan Pap???" Kyra menoleh ke Aditya yang ada di sampingnya. Aditya mengangguk.


Bukannya menjawab pertanyaan Kyra, wajah sedih justru terlihat di wajah Kyros. Benar sekali kemarin dia memang mengatakan pada Gienka bahwa dia akan pulang saat libur akhir tahun, tetapi keadaan berubah saat kemarin dia menghadiri meeting di kantornya. Ada sesuatu yang mendesak dan penting yang membuatnya sepertinya harus mengurungkan niatnya untuk pulang, bahkan dalam waktu yang sangat lama. "Maaf Ra, Pap, Mam... Ky memang kemarin berniat untuk pulang dan mengatakan itu pada Gienka, tetapi sepertinya Ky tidak jadi pulang...!" Ujar Kyros dengan sedih.


"Tidak jadi pulang...!????" Seru Kyra, Cahya dan Aditya bersamaan. Mereka terlihat sangat terkejut. "Kenapa Ky???" Tanya Kyra.