
Cahya beranjak dari tempat tidur, tidak ada siapapun di kamar ini dan dia merasa sangat gelisah, bagaimanapun dia harus bertemu dengan Kyra dan Kyros, maka pikirannya akan menjadi lebih tenang. Cahya membuka pintu kamar tamu dan melihat suasana sepi, tidak ada orang di lantai satu, mungkin ibunya dan Chitra serta Mamanya sedang berada di atas. Sekilas Cahya melihat asisten rumah tangganya sepertinya sedang berada di halaman belakang membersihkan daun yang ada di kolam renang, terlihat dari pantulan pintu kaca yang menghubungkan ruang makan ke halaman belakang. Cahya pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
"Aku harap mereka semua segera mendapatkan petunjuk dimana keberadaan Kyros saat ini, aku sangat khawatir" Ucap Chika pada Elea, Chitra dan Mama Chitra yang saat ini berada di kamar Kyros dan Kyra.
"Siapa yang kau khawatirkan dek??" Cahya tiba-tiba muncul dari pintu yang sontak membuat mereka semua terkejut.
"Ca....!!! Kau sudah bangun??" Elea bergegas menghampiri Cahya yang ada di tengah pintu.
"Kenapa kau ada disini El, kau juga Dhek kenapa semua orang ada disini?? Mana Kyra dan Kyros??" Cahya menyingkirkan Elea yang menghalangi jalannya lalu menuju ke box bayinya.
Cahya hanya menemukan Kyra terbaring disana, sedangkan box bayi yang satunya kosong. "Kenapa hanya Kyra disini? Dimana Kyros? Dimana dia??"
"Eh Kyros ada bersama dengan ibumu Ca, memangnya kemana dia pergi??? Kau tenanglah" Chitra mengusap pundak Cahya.
Tak diduga, Ibu Cahya muncul di pintu sambil berucap menanyakan keberadaan Cahya yang tidak ada di kamar tamu. Tadi dia ke kamar mandi sebentar tetapi saat kembali dia tidak menemukan Cahya di kamar. Tetapi kemudian dia terkejut saat melihat Cahya ada di depannya bersama yang lainnya. Cahya pun langsung menghampiri Ibunya dan menanyakan dimana Kyros karena tadi mereka mengatakan bahwa Kyros ada bersama dengannya.
"Eh Ky sedang bersama Tina Ca di halaman belakang" Jawab Ibunya dengan cepat tapi terbata.
Cahya tersenyum dingin. "Ibu bohong, aku baru saja melihat mbak Tina sedang membersihkan kolam renang dan tidak ada Kyros bersamanya, dimana putraku??? Chika, jelas aku mendengar kau berkata bahwa kau sangat khawatir, siapa yang kau khawatirkan??? Katakan padaku??"
Semua hanya diam tidak tahu harus menjawab apa, karena pada akhirnya Cahya pasti akan tetap berusaha untuk bertemu dengan Kyra dan Kyros.
"Kenapa kalian semua diam....!!! Dimana Kyros... Dimana dia??? Apa ini ada hubungannya dengan penyekapanku tadi siang??? Hah.....!!! Katakan... Kenapa kalian hanya diam...!" Cahya berteriak dan airmatanya mulai menetes.
Aditya dan yang lainnya sudah mendapatkan jawaban bahwa memang mobil itu selalu ada di tempat yang sama. Datang saat pagi lalu pergi saat malam dimana aktifitas semua orang sudah selesai dan datang sebelum aktiditas dimulai. Bagi Aditya ini sudah cukup, saatnya sekarang pergi ke kantor polisi dan memberikan semua bukti ini kepada mereka.
Mendengar keributan, Aditya dan yang lainnya buru-buru keluar dari ruangan kerja. Aditya di kejutkan dengan Cahya yang baru saja turun dari tangga dan berlari hendak keluar rumah. Aditya mengejarnya dan langsung menahannya agar tidak keluar rumah. Aditya memeluk Cahya.
"Sayang, kau mau kemana???"
"Mana Kyros??? Dimana putraku?"
"Dia baik-baik saja, dia pasti sekarang sedang bersama dengan Ibu.. Ayo masuk dan istirahatlah di kamar"
Dengan keras Cahya mendorong Aditya. "Kau bohong.... Kalian semua bohong.... Kyros tidak ada disini dan tidak bersama siapapun, Adit katakan padaku dimana putra kita......!!! Aku mohon....!!!" Cahya berlutut dan memeluk kaki Aditya sambil terisak dan tangisannya sangat pilu.
Aditya menyeka airmatanya dan duduk berjongkok menatap istrinya yang sedang menangis. Aditya juga menyeka airmata Cahya dan mencoba tersenyum kepadanya.
"Lihat mataku dan dengarkan aku, semuanya akan baik-baik saja, aku akan segera menemukannya, dimana pun saat ini Ky berada, aku yakin dia akan baik-baik saja, aku berjanji padamu, kita akan menemukannya secepat mungkin, aku akan menghukum penculik itu sebelum dia mendapatkan hukuman dari polisi, kau tenang ya??"
"Penculik??? Jadi Kyros di culik, kau jahat sekali kenapa tidak memberitahuku, ayo... Kita harus mencarinya sekarang...." Cahya berdiri dan mencoba berlari keluar rumah, dengan cepat Aditya menarik dan menahannya lagi.
"Kau tenang, kita akan menemukannya segera, kau istirahat saja di rumah, lihatlah, ada aku Ariel Randy dan juga Danist, biar kami yang mencarinya, polisi juga sedang berusaha, ayo masuk dan tenanglah!!" Aditya merangkul Cahya dan berusaha membawa istrinya itu masuk ke dalam lagi.
Cahya berusaha memberontak dan menatap Aditya dengan penuh kemarahan sekaligus kedukaan. "Lepaskan aku, kenapa kau menahanku, aku harus mencari putraku, dia pasti menangis karena lapar, dia belum makan, dia belum minum susu, dia pasti memanggilku, dia kelaparan Adit, putraku pasti kelaparan saat ini, jika dia menangis hanya aku yang bisa menghentikan tangisnya, bahkan kau juga kesulitan saat dia menangis, lalu bagaimana bisa kau menyuruhku untuk tenang....!!! Putraku pasti mencariku .... Kyros pasti lapar... Anakku...." Tangisan Cahya sangat memilukan, bahkan semua orang juga tidak bisa menahan airmata mereka, mereka bisa merasakan kesedihan Cahya saat ini.
*