I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 288



Gienka dan Kyros duduk di balkon. Mereka baru selesai menghubungi Kyra dan acara akan di mulai sekitar satu jam lagi. Gienka duduk dan memandangi suaminya yang sedang sibuk dengan laptop nya. Kyros akan mengerjakan beberapa pekerjaannya sebelumnya nanti menghubungi Louis yang akan membantu nya untuk melihat acara pertunangan Kyra.


Gienka memandangi suami nya sambil senyum-senyum. Dia sangat senang sekali melihat Kyros yang sedang sibuk bekerja dan serius ketika di depan komputer. Aura suaminya semakin terlihat luar biasa dan bertambah tampan.


Tadi setelah bercinta, dia dan Kyros tertidur sekitar dua jam. Dan baru bangun lalu menghubungi Kyra. Mereka tidak lagi mendapati Camilla ada di depan dan tahu Camilla pasti memilih pergi setelah tidak di buka kan pintu. Kyros sama sekali tidak ingin bertemu dengan Camilla dan masih belum sepenuhnya bisa memaafkan apa yang sebelumnya di lakukan Camilla.


Kyros menoleh ke arah istrinya dan membuyarkan lamunan Gienka. "Apa kau tadi ke ruang kerja ku???" Tanya Kyros tiba-tiba.


Gienka terlonjak. "Apa...???" Tanya nya untuk memastikan ucapa dari suaminya barusan.


"Apa tadi kau ke ruang kerja ku dan mengecek email ku???" Tanya Kyros lagi.


Gienka terdiam. Kenapa Kyros bisa tahu jika tadi pagi dia membuka email suami nya itu.


"Diam berarti iya.. " Ucap Kyros lagi. "Kenapa melakukan itu???" Tanya nya.


"Tidak... Aku tidak kesana..!" Jawab Gienka dengan suara terbata.


"Bohong....!!!"


"Tidak.. Aku tidak bohong.. "


Kyros tersenyum. "Lalu ini siapa???? Apa istriku punya saudara kembar???" Tanya Kyros sambil menunjukkan layar laptop nya dimana disana terpampang foto Gienka. Kyros ternyata memasang pendeteksi wajah di komputernya, dimana jika ada seseorang yang berusaha masuk ke area privasi nya yaitu komputer kerja nya di rumah dan salah memasukkan password, otomatis orang itu akan terpotret oleh kamera yang ada di monitor komputernya, tanpa di sadari oleh orang itu. Dan saat ini Kyros di kejutkan oleh wajah istrinya yang tersimpan, menandakan bahwa istrinya telah berusaha masuk ke emailnya.


"Kenapa ada fotoku???" Tanya Gienka.


"Karena kau berusaha masuk ke komputer ku dan kau salah memasukkan password, jadi kau akan terpotret secara otomatis.... Kenapa??? Ada apa??? Dan untuk apa membuka komputer ku tanpa meminta ijinkan dan kau juga membuka email ku??? Apa yang sedang kau cari???" Tanya Kyros pada istrinya.


Gienka mencoba tersenyum. "Itu, aku hanya ingin searching saja, tapi tidak sengaja membuka email mu.. "


"Searching apa??? Kau punya ponsel dan kau juga punya laptop sendiri, jaringan internet di rumah kita sangat bagus sekali.. Apa yang ingin kau cari di komputer ku??"


Gienka diam dan menggelengkan kepala nya. Dia sudah ketahuan dan tidak akan bisa mengelak lagi. Bila-bila Kyros akan memarahi nya lagi seperti tadi. "Maafkan aku.. " Gumamnya pelan.


"Kenapa melakukan ini???? Apa kau mencurigai ku akan sesuatu??? Atau karena ada hal lain??? Kenpa tidak bertanya dulu padaku??? Kau pasti tahu jika aku tidak suka privasi ku mengenai pekerjaan di usik oleh siapapun, karena banyak hal yang harus aku jaga hanya untuk perusahaan... Orang luar tidak boleh mengetahui nya... "


" Ya, aku tahu, tolong maafkan aku, tetapi aku berani bersumpah aku tidak membuka pesan masuknya sama sekali.." Ucap Gienka.


"Lalu kenapa kau membuka komputer ku?? Apa yang kau cari??" tanya Kyros lagi.


"Aku hanya ingin mencari email dari Camilla yang di kirimkan padamu, aku penasaran saja, tetapi itu email kerjamu, bukan email pribadi mu.. Aku tidak menemukannya, jadi aku tutup lagi.. Sumpah.. " Jawab Gienka.


"Aku minta maaf... " Ucap Gienka sambil memeluk Kyros. "Ini tidak akan terjadi lagi.. "


Kyros mengusap punggung Gienka. "Jika ada apa-apa tanyakan saja padaku, jangan kau pendam sendiri, aku juga tidak pernah membohongimu sayang.. Kau harus percaya denganku.. " Ucap Kyros dan memeluk erat Gienka. Tidak di sangka pemandangan Kyros dan Gienka pelukan itu di lihat oleh Camilla yang


****


Acara pertunangan di mulai. Keluarga Axel sudah datang. Axel tampan dengan kemeja berwarna toska, senada dengan gaun yang di kenakan oleh Kyra. Acara awal di mulai dengan sambutan dari perwakilan kedua keluarga, sekaligus memberitahukan tujuan keluarga Axel datang kesini. Dan keluarga Kyra menerima kedatangan mereka dengan senang hati.


Axel juga di beri kesempatan untuk mengutarakan tujuannya kepada Aditya secara langsung sebagai orang tua dari Kyra. Axel meminta ijin untuk bisa meminang Kyra dan menjadikannya sebagai istrinya.


Axel merasa tegang sekali, dia menarik balasnya dalam-dalam dan menghela nya panjang, kemudian tersenyum kepada Aditya dan Cahya yang berdiri di depannya. Axel mengucapkan salam dan mengalami calon mertua nya dengan sopan. "Apap dan Amam nya Kyra yang sangat saya hormati, seperti yang sudah di sampaikan oleh Om saya tadi, bahwa kedatangan saya kesini untuk meminang Kyra dan menjadikannya istri saya, saya sangat mencintai putri anda, dan sangat yakin bahwa dia akan menjadi istri yang baik dan terbaik yang di kirimkan Tuhan kepada saya, jadi saya meminta ijin untuk bisa melamarnya dan lamaran saya ini bisa di Terima dengan baik.. Saya juga membawa keluarga besar saya kesini sebagai tanda keseriusan saya.. " Ucap Axel dengan suara bergetar.


"Kyra adalah putri satu-satu nya di keluarga kami, dia kesayangan semua orang, selama ini kami memberinya limpahan kebahagiaan dan sekalipun kami tidak pernah membiarkannya menangis... Jika kau ingin mempersunting nya, berjanjilah bahwa kau akan selalu membahagiakannya, tidak menyakiti nya secara lahir maupun bathin, dan kau harus selalu mencintainya, memperlakukan dia dengan baik dan penuh rasa hormat sebagai istrimu, jika kau setuju maka kami akan memberikan restu kami, dan menyerahkannya menjadi milikmu... Akan tetapi jawaban sepenuhnya ada pada Kyra, dia setuju atau tidak dengan lamaranku ini, kau bisa menanyakan sendiri padanya.. " Ucap Aditya.


Tak lama, Kyra pun keluar dengan di antar oleh sahabatnya yaitu Phoebe, Sanne, Vineet dan Geffie. Kyra sangat cantik dan anggun sekali. Hingga Axel di buat terkejut untuk sesaat karena mengagumi kecantikan Kyra. Cahya memegang punggung Kyra dan tersenyum melihat putrinya begitu cantik.


"Kyra sayang... Axel datang bersama keluarganya untuk melamar mu, Axel ingin menjadikanmu istri nya, Apap dan Amam setuju dan menerima nya, akan tetapi keputusan tetap ada pada dirimu, kau menerima lamaran ini atau tidak???" Tanya Aditya pada Kyra.


Kyra tersenyum malu dan memandang ke arah Axel. Aditya mengarahkan mikrofon ke depan Kyra agar Kyra bisa memberi jawaban pada Axel. "Aku sangat mencintai nya Pap, Mam, dan dia berjanji untuk membahagiakanku, aku mempercayai janji nya jadi aku menerima lamarannya.. " Ucap Kyra yang langsung di ikuti oleh suara orang-orang yang mengucapkan syukur serta riuh tepuk tangan dari mereka untuk Axel dan Kyra. Sedangkan Axel memejamkan matanya untuk beberapa detik, mengucapkan syukur pada Tuhan karena Kyra menerima nya. Axel kemudian memeluk Mama nya dan juga Papa nya secara bergantian sebagai ungkapan kebahagiaannya karena Kyra menerima lamarannya.


Lexy memberikan kotak cincin pada kakaknya. Dan Axel menyematkan cincin itu di jari manis Kyra untuk mengikatnya sebagai calon istrinya. Kyra juga melakukan hal yang sama. Menyematkan cincin di jari manis Axel, menandai bahwa lelaki itu akan menjadi miliknya sebentar lagi. Terdengar lagi riuh tepuk tangan setelah kedua nya menyematkan cincin.


Aditya tersenyum dan memeluk Cahya yang tampak berkaca-kaca. Kyra sudah akan memulai hidup barunya dengan lelaki pilihannya sendiri. Sudah merajut impiannya. Aditya dan Cahya masih tidak percaya bahwa kedua anaknya sudah tumbuh dewasa dan menikah. Rasanya seperti baru kemarin melahirkan dan membesarkan mereka. Dan waktu berjalan begitu cepat. Sebagai orang tua yang selalu mereka harapkan adalah kebahagiaan anak-anak mereka. Melihat mereka tumbuh dengan baik dan mengejar cita-cita nya kemudian menemukan belahan hati masing-masing dan berbahagia dengan keluarga baru nya. Cahya menyeka airmata nya penuh haru dan juga penuh kebahagiaan.


Tidak hanya Cahya, Kyros yang menonton lewat panggilan video pun menangis terharu melihat adik kesayangannya akhirnya sudah menautkan hatinya pada Axel. Laki-laki pilihan adiknya. Laki-laki yang Kyros juga yakini akan membuat adiknya bahagia. Itu juga karena istrinya mengenal baik Axel dan jika saja saat itu Gienka tidak mengajak Kyra ke pesta Axel, mungkin Kyra juga tidak akan bertemu dengan Axel seperti saat ini.


Kyros sebenarnya ingin sekali pulang dan menghadiri acara pertunangan ini tetapi dia hanya mendapatkan cuti sekitar 10 hari saja, dan jika dia memilih pulang sekarang, dia tidak akan punya waktu banyak di pernikahan Kyra jadi dia lebih memilih untuk datang sebelum pernikahan saja. Setelah video call dengan Geffie tadi, Kyros berganti menghubungi Louis karena Louis sudah menyiapkan laptop untuk membantu Kyros melihat seluruh prosesi acara lamaran ini.


"Kau menangis???" Tanya Gienka pada suaminya.


"Aku hanya tidak menyangka Kyra akan segera menikah.. Lihat saja Amam dan Apap juga sepertinya menangis bahagia disana.."


"Semua orang tua pasti bahagia melihat anak-anak nya sedang mengejar kebahagiaan dan impian mereka... " Gienka memeluk suami nya. Dia juga merasa bahagia karena kedua sahabatnya akan memulai hidup baru, dan tidak menyangka jika takdir mempersatukan kedua nya. Gienka sangat yakin Axel akan membahagiakan Kyra.


****


Keesokan harinya.....