I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 79



"Jadi kau bekerja sama dengan Adri agar dia tidak.memberitahu kami kalau kau akan pulang bersamanya???" Tanya Aditya.


Kyros tersenyum. "Iya Pap...Kemarin lusa aku baru memberitahunya, sehari sebelum pulang, sebenarnya aku sendiri sudah memikirkan ini jauh-jauh hari, persiapan sudah aku lakukan diam-diam, Uncle dan Aunty juga sangat terkejut ketika aku ingin bergabung bersama mereka...!"


"Kau ini memang benar-benar keterlaluan Ky....!" Gerutu Cahya.


Kyros hanya terkekeh. Baginya memberi kejutan kepada seluruh keluarganya itu memiliki kepuasan sendiri. Meskipun mereka mengomel karena tidak di beri tahu. Dan Kyros senang sekali akhirnya bisa bertemu keluarganya. Mereka semua dalam keadaan sehat dan di penuhi kebahagiaan. Saat ini Kyros hanya belum melihat neneknya, tetapi besok dia akan datang menemuinya sehingga akan lengkap bertemu dengan keluarganya.


Setelah makan malam dengan suasana bahagia dan oenuh kehangatan. Kyros pun berkumpul dengan seluruh keluarganya di ruang tengah. Ini tentu jadi moment terbaik untuk menghabiskan waktu bersama dengan mereka.


Dan obrolan mereka saat ini adalah membahas mengenai sekolah Kyros dan persiapan Kyros untuk mengikuti tes masuk ke beberapa universitas yang di inginkannya. Kyros ingin fokus terhadap itu dulu, karena setelah liburan ini dia akan mulai mengikutu test tahap awal setelah itu dia akan mulai fokus juga dengan ujian sekolahnya. Ketika nanti dia sudah di terima di universitas, ada kemungkinan Kyros juga harus bersiap menjadi warga negara asing yaitu negara tempat dimana dia harus berkuliah. Itu harus dia lakukan karena itu sesuatu yang wajib ketika dia ingin mendapatkan tempat magang ataupun bekerja di perusahaan astronomi terkenal. Semua itu sudah Kyros pikirkan dengan matang-matang meskipun itu masih sangat lama sekali, dan masih beberapa tahun lagi, tetapi segala sesuatu harus di pikirkan berkali-kali serta di pikirkan baik dan buruknya. Kyros juga harus mendapatkan dukungan dan ijin dari seluruh anggota keluarganya. Demi mewujudkan semua itu dan impiannya yang begitu besar ingin menjadi astronom bahkan jika bisa dia juga ingin menjadi Astronot. Kyros banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan mempelajari berbagai hal tentang sesuatu yang sangat di sukainya sejak kecil itu. Kyros tidak ingin cita-citanya hanya sekedar cita-cita belaka tetapi harus bisa di wujudkan dengan usaha keras serta tidak boleh malas, walaupun ini sangat susah tetapi dia bukan orang yang mudah menyerah.


"Oh iya Ky... Karena kau sudah ada disini, Apap ingin sampaikan padamu jika rumah kita akan di renovasi lagi, sudah lama sekali sejak tiga belas tahun yang lalu di renovasi, dan kali ini akan ada renovasi besar-besaran... Adikmu juga ingin infinity pool di rooftop, dia juga ingin home theater serta lainnya yang sudah di request olehnya...!" Ujar Aditya.


Kyros langsung mengarahkan pandangan ke Kyra. "Yaelah Ra... Kau sebentar lagi juga akan pergi ke London, kenapa harus meminta renovasi segala...!" Protes Kyros.


"Bukan Kyra yang meminta Ky, tetapi memang Apap sudah lama berencana merenovasi rumah ini kebetulan juga Adikmu meminta hal itu jadi ya sekalian dan tidak ada salahnya juga..!" Sela Aditya.


"Ku pikir Kyra yang meminta renovasi...! Hehehe..!"


Kyra langsung memasang wajah cemberut. "Memangnya kenapa jika aku yang meminta di renovasi??? Apa masalahmu?? Lagipula aku yang akan menempati rumah ini, kau akan tinggal di Amerika juga kan...!" Ujar Kyra ketus yang langsung mendapat cubitan di kedua pipinya dari Kyros.


"Kau ini....!!!"


Kyros mengangguk. Tiba-tiba saja sebuah ide muncul di kepala nya mengenai kamar untuknya. Sepertinya bagus juga jika dia meminta kamar di lantai empat, dan itu bukan terletak di dalam, tetapi di area rooftop dimana kamarnya ada di bagian luar, mungkin sebelah kolam renang tentu akan lias dan cukup banyak ruang untuk meletakkan teleskopnya juga melihat langit malam akan semakin menarik tanpa perlu repot-repot ke ruangan satu dengan lainnya, hanya tinggal keluar kamar untuk menikmati langit malam.


"Pap....!" Panggil Kyros.


"Ya... Ada apa Ky???" Tanya Aditya.


Kyros tersenyum. "Aku ingin kamar di lantai paling atas... Apap pasti tahu kenapa aku meminta itu..!" Ucao Kyros.


Aditya tersenyum. "Ya... Tapi ruang atas tujuh puluh persen akan kita jadikan rooftop, sisa nya ruang gym serta ada mini pantry Ky... Mungkin kamar akan ada di lantai tiga dan dua...! Kau bisa memakai lantai tiga saja nanti...!"


Kyros tersenyum dan menggeleng. "Di lantai empat saja, tetapi aku tidak mau kamar di dalam ruangan, maksudku kamarku ada di luar, pintunya langsung terhubung dengan rooftop atau kolam renang nya, bukan ruangan lainnya seperti sekarang, ya agar aku ketika malam ingin melihat langit aku bisa langsung keluar kamar dan memasang teleskopku di luar, tanpa harus di balkon yang sempit atau membawanya keluar kamar lalu baru ke luar tempat yang luas, kalau di area rooftop kan aku sekali saja membawanya keluar dan memasangnya....!"


Kyros kemudian memberikan sedikit gambaran contoh kamar yang di maksudnya dengan mengambil sebuah buku yang ada di kolong meja dan juga sebuah bolpoint, kemudian menggambar sedikit contoh sederhana yang di inginkannya di belakam cover buku itu, sehingga orang tuanya mengerti maksudnya tadi.



Dan itu hanya penggambaran sederhana karena itu juga bisa mengikuti bagaimana nanti konsep yang di inginkan orang tua nya. Kyros hanya mengusulkan keinginannya yang ingin kamarnya di area luar.


Aditya tersenyum dan mengerti sekali yang di inginkan oleh putranya, sebenarnya penggambaran sketsa untuk area rooftop sebenarnya juga sama dengan gambar Kyros. Tentu dia tidak bisa menolak keinginan putranya itu. Aditya langsung menyetujuinya dan besok Kyros juga harus menjelaskan dengan rinci kepada arsitek semua yang di inginkannya. Meskipun Kyros tidak akan tinggal seterusnya di rumah ini, tetapi Kyros akan tetap mendapatkan hak.yang sama seperti Kyra. Karena Aditya yakin, di kemudian hari Kyros nya pasti akan tetap pulang kesini, menghabiskan hari tuanya bersama anak dan istrinya nanti, karena ini adalah tanah kelahirannya. Sejauh apapun Kyros pergi, rumah ini akan tetap menjadi rumah paling ternyaman untuknya karena seluruh keluarganya tinggal disini.


Itu juga salah satu alasan Aditya seringkali memberitahu Kyra agar kelak jika putri perempuan nya itu menikah, alangkah lebih baiknya tetap meninggali rumah ini, sekaya apapun suaminya nanti. Aditya tidak bisa membiarkan kedua anaknya pergi jauh darinya, cukup Kyros saja yang mengejar mimpinya begitu jauh dan Kyra tetap bersamanya.