
Kyros, Gienka dan Kyra duduk kembali di kursi mereka, dan makanan juga sudah datang. Sementara tidak ingin semakin malu Zayan dan Jelena memutuskan untuk pergi karena orang-orang yang berada di restoran itu juga mengarahkan pandangannya ke mereka.
Gienka tertawa sampai airmatanya keluar, sedangkan Kyros hanya senyum-senyum melihat tawa bahagia dari kekasihnya itu, sementara Kyra memilih hanya diam sejak tadi. Hingga sampailah kedua sejoli itu melangkah melewati meja tempat dimana Kyros, Gienka juga Kyra duduk. Keduanya berjalan dengan cepat sambil menundukkan kepalanya, sedangkan Gienka tidak berhenti tertawa. Hingga tiba-tiba Gienka mengeluarkan celetukan yang semakin menambah perasaan malu Jelena.
"Hay Jelena.....!!! I hope you gettin' better s3x from Zayan, good luck hahahaha!"
Gienka menyeka airmatanya yang keluar dia benar-benar puas sekali. Orang seperti Zayan dan Jelena memang harus diperlakukan seperti itu agar tidak berbuat seenaknya terhadap orang lain. Gienka kemudian menghentikan tawanya ketika dia melihat ekspresi diam dari Kyra, begitu juga dengan Kyros.
"Ra....! Kenapa kau sembunyikan hal sebesar itu padaku juga keluarga kita kalau perempuan burik itu yang sudah melukaimu?? Aku tahu kau memang suka sekali menyimpan sendiri perasaanmu tapi tentu tidak untuk hal yang sebesar itu, jika kau selalu diam ketika ditindas seperti itu mereka akan terus melakukannya padamu! Itu sudah keterlaluan Ra!" Ujar Kyros dengan tatapan tajam ke arah Kyra yang diam didepannya.
"Biarkan saja! Itu sudah berlalu!" Gumam Kyra yang masih tidak mau menatap Kyros.
"Bukan masalah membiarkan saja, perempuan burik seperti Jelena itu tidak boleh dibiarkan melenggang dengan bebas, dia mungkin tidak melakukannya lagi padamu tetapi bisa saja melakukannya pada orang lain, karena jika seseorang sudah memiliki sikap seperti itu sangat sulit untuk membuatnya berubah karena dia merasa bahwa dirinya lebih dari segalanya!"
"Aku sudah tidak apa-apa Ky!"
Kyros membuang muka dan kesal dengan sikap yang ditunjukkan oleh adiknya. Entah terbuat dari apa hati adiknya itu, masalah itu sangat besar tetapi Kyra justru bersikap seperti ini. "Terserah kau saja! Terus saja bersikap seperti ini, dan terus saja kau biarkan orang-orang seperti Jelena menghinamu, maka kewibawaan serta kecerdasanmu itu tidaklah berarti!" Ujar Kyros dengan perasaan kecewa.
Sementara Gienka memegang tangan Kyros untuk menenangkannya agar Kyros tidak menumpahkan kekecawaannya pada Kyra yang nanti justru membuat Kyra semakin sedih.
"Well, aku terima jika kau tidak bercerita tentang apa yang dilakukan Zayan padamu, itu urusan kalian, toh aku senang kau tidak bersamanya lagi, dia sudah menunjukkan bahwa dia tidaklah baik untukmu, sekarang lebih baik cari lagi kebahagiaanmu, jangan terlalu larut dalam kesedihan mengingat Zayan"
Kyra hanya diam, tidak ada yang ingin dia tanggapi dari pernyataan Kyros. Kyra sendiri sebenarnya sudah mulapakan Zayan, luka yang ditinggalkan laki-laki itu begitu menyakiti hatinya. Dan mengenai Jelena, sebenarnya dia masih sakit hati atas apa yang dilakukan perempuan itu, tetapi jika mengingat lagi bagaimana ucapan Jelena tentang alasan Zayan mengakhiri hubungan dengannya, Kyra merasa lega karena Zayan memang bukan laki-laki yang baik. Kyra sendiri terkejut ketika tadi mendengar apa yang dikatakan oleh Kakaknya tentang fakta dari Zayan, ingin rasanya dia juga tertawa tetapi dia menahannya karena takut menyinggung perasaan dari Zayan.
Gienka kemudian memanggil pelayan lagi dan meminta Kyra agar memesan makanan dan mereka bisa makan bersama. Gienka juga memberi kode pada Kyros agar untuk sementara membatalkan niat mereka mengatakan pada Kyra tentang hubungan mereka saat ini karena tentu saja ini bukanlah waktu yang tepat. Kyra saat ini sedang tidak baik, jadi tidak sopan jika tambah merusak suasana hatinya.
Sementara itu, Kyros berpikir hal lain. Dia tidak bisa mendiamkan perbuatan yang dilakukan oleh Jelena. Perempuan itu sekali-kali harus diberi pelajaran agar tidak memgulangi kesalahannya. Kyros nanti berniat akan menceritakan semuanya kepada kedua orangtuanya agar mereka juga bisa mengambil tindakan pada Jelena. Mengenai Zayan, Kyros tidak akan melakukan apapun, baginya mempermalukan Zayan itu sudah cukup membuat lelaki itu diam dan tidak banyak bertingkah lagi. Kyros merasa bahagia karena Kyra bisa terhindar dari laki-laki payah dan brengsek seperti Zayan.
Makanan pesanna Kyra sudah datang dan mereka bertiga pun menikmatinya. Gienka mencoba mencairkan suasana senyap karena Kyra tidak banyak bicara dengan bercerita tentang berbagai hal. Tidak lupa Gienka meminta maaf kepda Kyra atas sikapnya semalam yang sudah membuat sahabatnya itu repot. Kyra pun perlahan teralihkan dengan suasana yang dibangun Gienka.
Hingga akhirnya, acara makan mereka selesai. Kyros menyuruh Kyra untuk pulang lebih dulu dan menenangkan hatinya sementara dia akan mengantar Gienka pulang sebelum nanti Gienka juga akan kembali ke rumah mereka lagi. Kyra mengangguk lalu pulang lebih dulu.
★★★★★★
Kyros mengemudikan mobil Gienka untuk mengantar perempuan itu, sebelum kemudian nanti Gienka akan datang lagi ke rumahnya. Kyros mengatakan pada Gienka bahwa dia nanti akan membahas permasalahan Kyra dengan Jelela pada kedua orangtuanya juga akan mengambil tindakan atas sikap semena-mena perempuan itu. Dan untuk itu Kyros meminta jika bisa untuk membantunya mengumpulkan bukti tentang kejadian itu, atau mungkin ada saksi disana yang bisa menguatkan laporannhmya nanti.
Tentu saja Gienka langsung ingat dengan Axel, temannya yang saat itu membantu Kyra. Gienka pun menyampaikan perihal Axel dan akan mencoba menghubunginya nanti agar Axel mau membantu mereka. Gienka sendiri sejak awal sudah mengatakan pada Kyra agar berkata jujur tentang yang sebenarnya terjadi pada keluarganya tetapi Kyra menolak dengan keras dengan alasan tidak mau memperpanjang masalah.
"Ky...!" Gienka memanggil Kyros pelan.
Kyros mengernyit tetapi diam dan tidak merespon panggilan Gienka. Kyros sengaja karena Gienka memanggil namanya saja karena harusnya Gienka memanggilnya dengan panggilan sayang. Gienke kembali memanggil Kyros mengira lelaki itu tadi tidak mendengar panggilannya yang pertama jadi dia mengulanginya lagi. Sama, Kyros sama sekali tidak bergeming dan tetap diam.
Kyros menoleh. "Apaaaa.....!!!!!" Jawabnya dengan suara keras hingga membuat Gienka terkejut.
Kyros menyalakan mode autopilot mobil Gienka membiarkan mobil itu berjalan sendiri, kemudian memiringkan tubuhnya dan membungkuk mendekati serta menatap Gienka dengan tatapan tajam yang menakutkan. Gienka memundurkan tubuhnya takut dengan Kyros.
"Jadi tadi kau memanggil namaku?? Aku ini kekasihmu atau temanmu? Kenapa kau memanggil namaku saja tanpa ada tambahan panggilan manis didepannya??? Mungkin sayang, sweety, honey atau yang lainnya! Menyebalkan sekali...!" Ujar Kyros dengan wajah berpura-pura marah sambil melipat kedua tangannya.
Gienka terkekeh dan mendaratkan sebuah kecupan di bibir Kyros. "Jadi kau ingin aku memanggilmu apa???"
"Whatever...!"
"Oke baiklah Kyrosku sayang, My Honey Bunny Sweety and My little Bear....!" Gienka tertawa. "Jadi bagaimana??? Kau puas aku memanggilmu dengan begitu manis hingga mungkin panggilan itu akan membuatmu diabetes karena terlalu manis!"
Kyros tertawa mendengar ucapan Gienka. "Sayang saja sudah cukup membuatku diabetes, jadi kenapa kau tadi memanggilku?" Tanya Kyros.
"Apa kau yakin hanya 5 centi??" Tanya Gienka.
"Apa...!????" Seru Kyros heran dengan Gienka yang masih membahas hal itu.
"Hahaha, bukankah itu pendek sekali, membayangkannya bisa masuk atau tidak saja itu sangatlah lucu! Kau tadi pasti bercanda dan hanya ingin mempermalukan Zayan saja, iya kan???"
"Lalu menurutmu aku berbohong begitu? Mana mungkin, itu memang benar tetapi jika sekarang sudah bertambah menjadi 8 centimeter ya aku tidak tahu tapi tetap saja mungil! Btw kenapa kau jadi penasaran sekali dengan burungnya? Apa kau ingin sekali melihatnya? Aku bisa membawa Zayan dan menunjukkan miliknya padamu? Kau mau?" Tanya Kyros pada Gienka.
"Tidak.... Tidak...!" Jawab Gienka dengan cepat.
Kyros terkekeh. "Kalau tidak mau kenapa penasaran sekali? Jangan penasaran dengan milik Zayan, jika kau mau aku bisa menunjukka milikku padamu sekarang, dan aku jamin kau pasti menyukainya, milikku tentu berkali-kali lipat lebih daripada milik Zayan, kau mau tidak??"
Detik itu juga Gienka langsung mencubit pipi Kyros membuat lelaki itu berteriak kesakitan. "Berani kau melakukannya? Aku akan melaporkanmu pada Amammu dan dia akan langsung menghajarmu!"
Kyros tertawa terbahak-bahak, tentu saja dia tidak berani melakukannya, dan tadi dia hanya bercanda saja. "Ya, aku harus bersabar untuk tidak menunjukkannya padamu sampai kita nanti menikah, dan kau juga sama, kau harus bersabar dan jangan terlalu pikirkan milikku dia pasti akan menjadi milikmu suatu saat nanti hahaha!"
Gienka tersenyum. Ya dia memang harus bersabar, perjalanan mereka berdua baru saja dimulai dan Kyros juga akan segera kembali ke Amerika, tentu akan butuh waktu lama lagi untuknya harus menunggu. Mereka dalam waktu dekat juga pasti akan berpisah. Kyros berada jauh dengannya dan selama bertahun-tahun ini dia sudah terlalu lama menunggu tetapi akhirnya penantiannya itu sudah terwujud. Kyros sudah memilikinya hatinya, begitu juga dengannya.
Tetapi tiba-tiba ketakutan Gienka tentang Camilla muncul. Kyros dan Camilla begitu dekat dan mereka tinggal di apartemen yang sama tentu mereka akan bertemu setiap harinya. Gienka tidak bisa membayangkan jika dia berada jauh dari Kyros, dan Camilla disana bisa bebas bertemu dengan Kyros, itu pasti akan membuatnya tidak tenang disini. Kyros memang mengatakan bahwa dia tidak menyukai Camilla, tetapi itu bisa jadi berbeda dengan Camilla. Gienka yakin siapapun perempuan yang dekat dengan Kyros pasti akan menyukai lelaki itu. Gienka benar-benar takut kehilangan Kyros, atau lelaki itu nanti bisa saja berpaling dari dirinya.
Kyros kembali berfokus mengendarai mobil dan sudah mematikan mode autopilotnya. Gienka menoleh mendapati siluet lelaki itu dan mengagumi ketampanannya. Gienka kemudian meremas jemari Kyros membuat lelaki itu menoleh dan tersenyum.
"Ky....!!! Aku ingin kau menikahiku dalam waktu dekat ini sebelum kau kembali ke Amerika dan kita akan tinggal bersama!"
Saat itu juga Kyros mengerem mendadak, dia sangat terkejut dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Gienka.