I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 162



Kyros hanya diam melihat Gienka pergi dan masuk ke dalam rumah. Dia benar-benar merasa aneh, Gienka begitu berubah, banyak diam dan sesekali hanya menimpali ketika ditanya. Kyros berpikir mungkin saat ini Gienka sedang memiliki sebuah masalah sehingga dia tidak bisa mengendalikan dirinya dan membawa masalah itu ketika bersamanya dan yang lain. Sepertinya masalah yang dihadapi Gienka adalah permasalahan tentang cinta pertama yang tadi di bahasnya. Kyros menghela napasnya lalu menyandarkan tubuhnya di kursi sambil meluruskan kedua kakinya. Kyros melipat kedua tangannya, mendongakkan kepalanya dan memejamkan matanya, membiarkan angin menerpa wajah tampannya.


Sementara itu di dalam lift, Gienka kembali menitihkan airmatanya, berharap Kyros bisa membaca serta mengerti apa yang diucapkannya tadi. Pintu lift terbuka, dengan cepat Gienka menyeka air matanya tetapi ternyata di depan lift itu Cahya sudah berdiri. Secepat kilat Gienka mengusapnya dan tersenyum pada Cahya.


"Gie...! Kau sudah akan pulang???" Tanya Cahya.


"Ah iya Aunty....! Aku sudah ditunggu Geffie dan Mama May untuk shopping bersama!"


"Oh... Hari minggu seperti ini memang sangat cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, salam untuk Geffie, Maysa dan Ariel ya???"


Gienka mengangguk, lalu menyalami dan mencium tangan Cahya kemudian pergi. Cahya menekan tombol 4 untuk naik ke lantai 4 dan menemui putranya.


Kyros membuka matanya ketika pundaknya ada yang menyentuh dan tersenyum ketika melihat Amamnya berdiri disampingnya. Kyros kemudian berdiri dan menarik kursi lalu menyuruh Cahya duduk. "Kau ditinggal sendirian ya???"


Kyroa terkekeh. "Ya...!!! Aku pulang dengan tujuan berkumpul dengan sahabat dan keluargaku tetapi mereka malah meninggalkanku hehe...!"


Cahya tersenyum tetapi kemudian dia menatap wajah putranya dengan serius. Sejak kemarin dan tadi hatinya mulai tergelitik dan diliputi berbagai pertanyaan. "Amam lihat kau begitu dekat Camilla, apa kau memiliki hubungan spesial dengannya???"


"Tentu saja Mam, tentu saja aku memiliki hubungan spesial dengan Camilla...!" Kyros meraih jus yang ada di depannya, kemudian meminumnya dan meletakkannya lagi diatas meja. "Hubungan persahabatan diantara kami, Ky rasa Amam sudah tahu sejak lama tentang hal itu, lagipula kenapa Amam menanyakan tentang itu???"


"Hubungan kalian begitu dekat sehingga jika ada orang lain yang melihat kedekatan itu mereka akan berpikir bahwa kalian adalah sepasang kekasih, termasuk Amam!!"


Kyros kembali tersenyum. Dia pun menjelaskan kepada Amamnya bahwa hubungannya dengan Camilla hanya sebatas persahabatan saja dan sekalipun dia tidak pernah memiliki perasaan lebih daripada itu. Memang banyak orang mengira mereka adalah sepasang kekasih, tetapi Kyros tidak memperdulikannya dan tetap menjaga hubungan baik dengan Camilla. Kyros juga menjelaskan bahwa selama ini dia memilih untuk selalu sendiri karena ingin berfokus pada pekerjaannya dan tidak ingin terganggu dengan hubungan percintaan.


"Amam bertanya padaku tentang hubunganku dengan Camilla, apa Amam tidak menyukainya jika aku terlalu dekat dengannya???" Kali ini Kyros berbalik bertanya pada Amamnya.


Tentu saja Cahya menjawab tidak. Dia sangat menyukai Camilla, karena gadis itu selain sahabat dari kedua anaknya juga adalah seorang gadis yang baik, ramah dan apa adanya. Cahya tidak melihat sama sekali sesuatu yang buruk pada diri Camilla. Kalaupun Kyros memang memiliki hubungan yang lebih dari sahabat dengan Camilla tentu dia tidak akan melarangnya karena itu adalah pilihan dari putranya sendiri. Sebagai orangtua dia hanya akan memberikan doa yang terbaik untuk anak-anaknya.


Tetapi bagi Kyros tentu tidak mungkin bisa menjalin hubungan dengan Camilla, karena memang dia tidak pernah sekalipun memiliki perasaan yang lebih kepada perempuan itu. Semua berlalu hanya sebatas persahabatan saja. Dan Camilla adalah sahabat baiknya, seperti yang dikatakan oleh Amamnya tadi, sejauh yang Kyros tahu selama ini Camilla memanglah perempuan yang baik dan ramah.


"Lalu seandainya jika suatu saat putra Amam ini menyukai seseorang atau jatuh cinta pada seorang gadis, tetapi tiba-tiba datanglah seorang perempuan lain yang mengaku bahwa dia sangat mencintaimu, lalu mana yang akan kau kejar, cintamu atau orang yang mencintaimu dengan sangat besar dan tulus bahkan cintanya padamu lebih besar daripada cinta kepada dirinya sendiri? Kau akan memilih yang mana???"


Cahya mencoba memancing Kyros dengan pertanyaannya karena dia ingin tahu seberapa besar cara berpikir putranya itu terhadap persoalan yang sangat kompleks tentang cinta. Cahya bertanya tentang hal itu karena dia bisa melihat dengan jelas kesedihan dari Gienka hari ini, meskipun anak itu berusaha keras menutupi kesedihan dihadapannya tetapi Cahya bisa merasakan kepedihan di dalam mata Gienka. Saat Gienka tadi datang kesini sebenarnya Cahya sudah memperhatikannya dari dalam ruang Gym yang tertutup kaca dimana dari luar kaca itu terlihat gelap dan orang tidak akan tahu jika didalam sana ada orang atau tidak kecuali dia masuk. Tetapi kaca itu bisa melihat dengan jelas bagaimana keadaan diluar.


Cahya langsung memundurkan langkahnya ketika ada tanda-tanda pergerakan dari tubuh Gienka. Benar saja beberapa detik kemudian Gienka juga memundurkan langkahnya lalu berbalik arah dengan memejamkan mata serta raut wajah yang tampak sedih, sedtik kemudian saat Gienka membuka matanya wajah sedih itu berubah terkejut ketika melihatnya. Itu sebabnya Cahya langsung menyapa Gienka dan berpura-pura tidak tahu dengan apa yang dilihat gadis itu, padahal tentu saja Cahya melihat semuanya sama seperti apa yang dilihat oleh Gienka.


Cahya masih dilingkupi tentang berbagai pertanyaan apakah Gienka benar-benar menyukai Kyros atau tidak. Dan akhirnya Cahya benar-benar memutuskan bahwa sepertinya semua itu benar adanya ketika sekali lagi dia memergoki Gienka menangis saat keluar dari lift. Foto-foto Kyros di kamar Gienka, ucapan Gienka tentang calon menantu, hingga kesedihan, kepedihan serta kekecawaan Gienka ketika melihat Kyros bersama dengan Camilla. Dan Cahya bertanya kepada Kyros tentang hubungannya dengan Camilla adalah lebih kepada penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Gienka yang menangis saat keluar dari lift, apakah Kyros telah mengatakan sesuatu yang menyakiti gadis itu atau karena hal lain. Ternyata faktanya adalah Kyros hanya berteman dengan Camilla, tetapi tentang tangisan Gienka tadi Cahya masih belum mendapatkan jawabannya.


Kyros berdehem membuat Cahya membuyarkan lamunannya. "Amam malah melamun, padahal aku sudah ingin menjawab pertanyaan Amam tadi" Gumam Kyros.


Cahya tersenyum. "Maaf maaf, ya jawablah kau akan memilih mengejar orang yang kau cintai atau orang yang mencintaimu???" Tanya Cahya lagi.


"Aku akan memilih keputusan...???? Seperti yang dulu Amam pilih!"


Cahya mengkerutkan dahinya mendengar jawaban dari Kyros dan masih belum mengerti dengan apa yang dijawab putranya itu. "Maksudmu???" Tanya Cahya heran.


Kyros terkekeh tetapi kemudian wajahnya melembut dan menggenggam jemari Amamnya.


"Amam dulu menikah dengan Apap karena keadaan dan terpaksa melakukannya tanpa ada perasaan cinta sama sekali kepada Apap padahal Apap sangat mencintai Amam saat itu, Apap tidak pernah menyerah dengan keadaannya dan berusaha membuktikan bahwa dia sangat mencintai Amam, lalu Amam pada akhirnya luluh dengan semua itu dan menyerah karena melihat perjuangan cinta Apap ke Amam, well itu artinya Amam memilih untuk menerima cinta dari Apap yang mencintai Amam, karena Amam tahu bahwa cinta tulus dari orang yang mencintai kita adalah cinta yang paling besar yang kita dapatkan, maka kita harus bisa menghargainya karena itu yang akan membawa kita pada titik kebahagiaan yang sesungguhnya, and then.....! Aku juga akan melakukan hal yang sama yaitu menerima cinta dari orang yang benar-benar mencintaiku, dan aku yakin perlahan aku juga akan bisa mencintainya seperti yang Amam lakukan dulu, perlahan Amam bisa menerima semua cinta dan kasih sayang yang Apap berikan! Aku juga ingin sekali kisah cintaku juga berakhir bahagia seperti cinta kalian" Ujar Kyros dengan wajah sumringah dan senyum manisnya itu membuatnya semakin terlihat tampan.


Cahya senang mendengar jawaban bijaksana dari Kyros, dan berharap mungkin Kyros akan tahu jika ada seorang gadis yang mencintainya. "Tetapi semua itu tidak bisa didapatkan dengan mudah Ky, banyak duri yang harus dilewati. Amam punya pertanyaan lagi untukmu, apakah selama ini kau tidak pernah menyukai seorang gadis?? Karena yang Amam tahu kau tidak pernah sekalipun berpacaran atau kau memang diam-diam menjalin hubungan dengan gadis tetapi tidak pernah memberitahu kami semua??"


"Tidak...! Ky memang tidak pernah menjalin hubungan atau pacaran dengan siapapun, tetapi mengenai menyukai seorang gadis, tentu saja Ky pernah merasakannya" Jawab Kyros malu-malu. Kemudian kepalanya mendongak ke atas.


"Tetapi Ky tidak pernah mengungkapkannya, perempuan biasanya punya sikap manja dan ingin selalu diperhatikan setiap saat, itulah yang aku lihat dari Kyra selama ini, jadi Ky berasumsi bahwa Ky tidak bisa mengabaikan atau melukai hati perempuan yang menjadi kekasih Ky, karena Ky sangat sibuk dan suka lupa waktu ketika sudah bekerja, Ky takut perempuan itu akan marah ketika Ky lebih mengutamakan pekerjaan, Ky tidak ingin seperti itu, jadi lebih baik tidak perlu memiliki sebuah hubungan untuk sementara ini, tetapi tentu suatu saat nanti Ky tetap harus mencari seorang istri kan??? Hahaha tidak mungkin jomblo seumur hidup!" Kyros kemudian tertawa.


Cahya juga ikut tertawa. Inilah yang Cahya rindukan selama ini ketika berada jauh dari Kyros, anaknya itu selalu punya pandangan sendiri tentang hidup. Dan mengobrol dengan Kyros selalu bisa membuat Cahya semakin memuji bagaimana cara berpikir putranya itu. "Lalu bagaimana perasaanmu pada gadis yang pernah kau sukai itu?? Apa kau masih menyukainya atau itu sudah berlalu begitu saja??"


Kyros menundukkan kepalanya dan tersenyum malu. Kyros pun mengutarakan semua isi hatinya pada Cahya. Dia mengakui bahwa sampai detik ini perasaannya pada gadis itu masih ada dan selalu tersimpan rapi jauh didalam lubuk hatinya. Tidak ada hari tanpa memikirkannya, selalu bertanya dalam hati apakah dia saat ini sedang baik-baik saja atau tidak. Bahkan ketika dia bekerja di luar angkasa kemarin, setiap merindukan keluarganya atau gadis itu, Kyros selalu mengarahkan pandangannya pada bumi dan membayangkan apa yang saat ini sedang dilakukan oleh gadis itu. Cintanya tidak pernah luntur sekalipun dan bahkan semakin dalam.


"Jika semua itu sudah kau simpan, kenapa kau tidak pernah berusaha mengatakannya Ky?? Dia juga harus tahu bahwa ada orang yang sangat mencintainya selama ini???"


"Sebenarnya Mam, aku sudah ingin mengatakannya setelah aku kembali dari ke Bumi, aku sudah menyiapkan hatiku dengan baik untuk mengungkap itu semua, tetapi aku mendapatkan sebuah fakta tentangnya bahwa dia ternyata sudah mencintai orang lain, dia mengatakan bahwa orang yang di sukai adalah cinta pertamanya" Kyros menghela napasnya dan menatap Amamnya dengan perasaan sedih.


"Cinta pertama adalah suatu hal yang luar biasa, Amam pasti tahu itu, mendengar kesedihannya tentang cintanya itu membuatku membatalkan seluruh niatku untuk mengatakan perasaanku kepadanya, dia sedang tidak dalam keadaan baik saat ini, atau mungkin lebih baik aku tidak perlu lagi mengungkapkan perasaanku padanya selamanya, dan akan ku kubur dalam-dalam cintaku itu dan perlahan akan melupakannya" Gumam Kyros pelan tetapi kesedihan hatinya tidak bisa dia tutupi, berharap dengan mengatakan ini pada Amamnya hatinya akan menjadi lega.