I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 313



Keesokan Harinya.....


Gienka di bantu Kyra sibuk di dapur menyiapkan sarapan. Athan sudah di mandikan dan sekarang sedang bermain dengan Axel. Sedangkan Kyros tengah mandi, bersiap untuk pergi ke kantor. Kyra menyuruh Gienka agar naik dan bersiap juga ke kantor. Sarapan sudah siap dan tinggal menyajikan saja di meja makan. Gienka belum mandi dan dia akan mandi dulu lalu bersiap.


Gienka masuk ke kamarnya, dan ternyata Kyros baru saja selesai mandi. Gienka tersenyum menghampiri suami nya. "Kua sudha selesai ya???" Tanya nya.


Kyros menoleh ke belakang sambil mengusap rambutnya dengan handuk. Dia melempar senyum. "Sudah sayang, kau cepat mandi, sudah jam segini.."


"Iya, aku baru selesai menyiapkan sarapan, pakaianmu sudah aku siapkan.. "


Kyros mengusap kepala Gienka dan mengecup keningnya. "Terima kasih, kau yang terbaik, aku mencintaimu.. " Ucap Kyros.


"Aku juga.. " Gienka mengecup bibir suami nya lalu pergi ke kamar mandi.


Kyros masuk ke ruang ganti untuk bersiap. Dan sebenarnya dia sering sekali meminta Gienka agar setiap pagi tidak perlu bergelut di dapur dan menyerahkan tugas memasak pagi pada asisten rumah tangga saja, tetapi Gienka menolak dan tetap pada pendiriannya bahwa untuk makan dia yang akan menyiapkannya. Untuk sarapan dan makan malam, karena saat hari biasa, mereka akan bekerja dan tentu tidak akan makan siang di rumah. Dan ketika weekend, terkadang jika Kyros melihat Gienka yang sedang suntuk, maka dia memutuskan mengajaknya pergi makan di luar saja. Gienka melakukan tugasnya sebagai seorang istri dengan sangat baik, dan tetap mengutamakan keluarga baru pekerjaannya. Dan itulah kenapa Kyros selalu tidak berhenti bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan istri yang luar biasa seperti Gienka untuknya.


****


Kyros sudah sudah berganti pakaian, dan dia berdiri di depan kaca sedang merapikan kemeja nya dan memasang dasi di lehernya. Gienka juga sudah selesai mandi. Dengan masih berbalut handuk di kepala nya dan handuk kimono di tubuhnya, Gienka menghampiri suami nya, dengan sigap memasangkan dasi untuk Kyros. Senyum cantiknya selalu menghiasi wajahnya saat berhadapan dengan Kyros.


Kyros memandangi wajah Gienka, seolah tidak pernah puas. "Aku akan usahakan menjemputmu pulang dari kantor nanti, jangan naik bus atau taksi, aku yang akan menjemputmu sendiri.. Entah kenapa perasaanku tidak enak, aku tidak bisa membiarkanmu pulang sendiri... Kalau aku tidak bisa kembali lebih cepat dari kantor, biar Kyra atau Axel yang menjemputmu, pokoknya jangan naik bus atau taksi sendirian ya???" Pinta Kyros pada Gienka.


"Tidak ah, masa menyuruh mereka menjemput???"


"Sayang???? Tidak apa, aku akan bicara pada Axel nanti atau Kyra, mobilmu aku yang akan bawa dan aku akan tinggalkan mobilmu di rumah.. Nanti shareloc saja, itu kalau aku tidak bisa menjemputmu, kalau aku bisa aku ayng akan langsung menjemputmu, jangan membantah dan biarkan di antara kami yang menjemputmu.. "


"Tidak apa-apa aku pulang sendiri.. "


"Aku bilang jangan membantah, keras kepala sekali... Bersiaplah, aku akan menunggu di bawah...!!"


"Oke baiklah..!! Aku mencintaimu.. " Gienka kembali mengecup bibir Kyros.


"Aku juga.. " Kyros membalas mengecup Gienka lalu mengambil jas nya dan keluar dari ruang ganti membiarkan Gienka bersiap.


***


"Pagi guysss.....!!!" Kyros turun dan menghampiri Kyra dan Axel yang sedang duduk di ruang tengah, sedang bermain bersama Athan.


"Pagi Ky....!!!" Sapa Kyra dan Axel bersamaan.


Kyros duduk di sofa bergabung bersama mereka. "Gienka masih bersiap..!!!" Kyros mengangkat Athan yang duduk di lantai dan sedang bermain. Kyros menciumi keponakannya dengan gemas. "Kalian berencana pergi kemana hari ini????" Tanya Kyros. "Aku akan meninggalkan mobilku untuk kalian dan aku akan membawa mobil Gienka ke kantor, oh iya ada car seat untuk Athan di garasi, nanti kalian bisa memakai nya, Gienka membeli nya kemarin.. "


"Kalian ini seharusnya tidak perlu seperti ini, menyiapkan segala nya untuk kami.. " Axel menimpali.


"Tidak masalah, aku dan Gienka terlalu bersemangat.. Jadi kalian ingin kemana hari ini???"


"Kami tidak tahu, tapi nanti memutuskan sambil jalan saja.. "


Kyros tersenyum. "Pergi liburan seharusnya di luar Washington DC saja hahaha, karena disini isi nya hanya museum museum saja... Besok aku sudah janji dengan Athan akan mengajaknya ke NASM, kita pergi ber sama-sama, biar Athan juga bisa belajar astronomi sejak kecil, walaupun dia belum mengerti juga hehehe, dia meminta boneka astronot dan roket, kita beli langsung disana nanti.. " Ujar Kyros.


"Dia sudah menginginkannya sebelum kesini.. " Celetuk Kyra.


"Itu bagus sekali, aku akan membelikannya banyak pernak-pernik nanti, oh iya, Gienka kan tidak bawa mobil, dan aku juga tidak bisa memastikan jam berapa akan pulang, apa bisa nanti aku meminta bantuan kalian untuk menjemputnya di kantor, tapi kalau aku bisa pulang lebih cepat aku yang akan menjemputnya sendiri.. Bagaimana???"


"Ky, sebenarnya kau atau pun Gienka tidak perlu meninggalkan mobil untuk kami, kalian lebih perlu karena bekerja..." Sahut Axel.


"Kau seperti tidak tahu Gienka saja, mana bisa aku menolak permintaannya, aku sejak awal sudah berniat menyewa mobil untuk kalian, tapi dia bilang pakai saja mobilnya dan tidak perlu menyewa, dia bisa pergi ke kantor denganku dan pulang bisa dengan taksi, dan keinginannya tidak bisa di bantah... Jadi aku harap kalian maklumi saja.. Sebenarnya perasaanku sejak kemarin tidak enak, tidak tega membiarkan dia pulang sendiri, jadi jika bisa nanti jemput dia kalau aku belum bisa meninggalkan kantor, bisa kan???" Tanya Kyros.


"Ya, kami akan menjemputnya, tenang saja..." Ucap Axel.


"Oke, thanks...!!"


Tak lama Gienka turun dan sudah rapi. Mereka akhirnya pergi ke ruang makan dan sarapan bersama. Setelah itu Kyros dan Gienka pergi bersama ke kantor.


★★★★


Sore harinya.........


Gienka sibuk memeriksa laporan yang di buatnya untuk kemudian dia serahkan kepada atasannya minggu depan. Jika dia selesaikan sekarang tentu nanti dia akan sedikit longgar nantinya dan pekerjaannya tidak terlalu menumpuk banyak. Dan dia juga ingin segera pulang karena ingin segera bertemu dengan Athan. Tetapi Gienka harus menghubungi Kyros lebih dulu menanyakan apakah suami nya bisa menjemputnya atau tidak karena jika tidak bisa menjemputnya, Axel yang akan menjemputnya. Gienka mengambil ponselnya dan mengirimi Kyros pesan menanyakan hal itu.


Gienka meletakkan ponselnya di meja lagi dan mengambil cangkir berisi teh miliknya. Dia menyesapnya. Teh chamomile yang di buatnya sekitar setengah jam yang lalu di pantry. Gienka butuh sesuatu yang membuatnya rileks saat bekerja, jadi teh chamomile sangat cocok untuk menemani nya. Kurang dari satu jam lagi jam pulang akan tiba. Gienka tidak sabar untuk segera pulang, bermain bersama Athan.


Sementara itu, di meja ujung, Kevin justru sibuk mencuri pandang pada Gienka. Dia sejak tadi senyum-senyum sendiri dan seolah mencari kesempatan untuk bisa mendekati Gienka, dan mencari moment yang tepat. Tadi pagi, Camilla sudah memberi nya sesuatu dan dia harus bisa memasukkan itu di minuman Gienka. Camilla juga menjelaskan mengenai itu kepada nya agar dia bisa memastikan kapan tepatnya itu harus di berikan pada Gienka. Dan moment yang tepat adalah di jam-jam segini, sebelum pulang.


Tetapi dia teralihkan lagi ke ponselnya yang berdering, ada nama Axel disana. Gienka mengambil dan mengangkatnya. "Hai Xel???" Sapa Gienka dengan suara pelan. Gienka berdiri dan meninggalkan meja kerja nya agar tidak mengganggu teman-temannya yang lain. Gienka akan ke kamar mandi.


"Hai Gie.... Ky baru saja memberitahuku untuk menjemputmu, kau sudah pulang??? Aku akan segera kesana.. "


Gienka berjalan menjauh dari ruang kerja nya. "Jam pulang masih satu jam lagi Xel, tidak perlu buru-buru, kau sedang dimana???" Tanya Gienka.


"Kami ada di US Botanic Garden.. "


Gienka tersenyum. "Ahhhh dekat, cuma 15 sampai 20 menit saja, jangan buru-buru, kalian lanjutkan saja jalan-jalannya, nanti aku kabari jika aku akan keluar kantor.. Enjoy saja disana, ajak Athan berkeliling... "


"Baiklah nanti kabari, kalau begitu kami tidak akan keluar dulu.. "


"Ya, kalian berkelilings jaa dulu, masih lama juga kan.."


"Oke, sampai jumpa nanti, kau jangan ke mana-mana nanti, tunggu kami.. "


"Iya bawel, sudah, aku harus kembali bekerja, bye.. "


Kevin mengambil obat itu dari kantongnya. Gienka pergi, yang artinya ini kesempatan bagus untuknya memasukkan obat itu di minuman Gienka. Kevin berdiri dari kursi nya dan berjalan menuju meja kerja Gienka, dia melihat sekeliling dan teman-temannya tampak sibuk dengan pekerjaan mereka. Kevin melangkah biasa agar tidak di curigai dan ketika sampai di meja Gienka dia memasukkan pil kecil itu di dalam. cangkir teh Gienka. Kemudian Kevin terus berjalan keluar dari ruang kerja menuju toilet.


Tidak sengaja Kevin justru bertabrakan dengan Gienka uang akan kembali ke meja kerja nya. "Auuwwww... " Seru Gienka. "Tidak bisakah kau berhati-hati saat berjalan???" Gienka mengomel pada Kevin.


Lelaki itu tersenyum. "Maaf Gienka sayang, aku tidak melihat, kau juga kenapa tiba-tiba muncul...???"


Gienka menatap Kevin dengan penuh kebencian. "Kevin, jaga ucapan dan sikapmu, kalau kau terus seperti ini, aku akan melaporkan mu pada mrs. Veronica, kau bisa dalam masalah besar nanti, kau masih staf baru jadi jangan coba-coba untuk bersikap tidak sopan.. " Ancam Gienka.


"Aku sudah minta maaf padamu, lagipula aku menabrak mulai kan tidak sengaja.. " Kevin mencoba membela diri.


"Ini bukan masalah menabrak, tapi caramu bicara padaku, juga sikapmu yang terus saja berusaha menggangguku, aku tahu kau sengaja melakukannya, kau sudah dewasa seharusnya kau bisa bersikap baik kepada orang.. Menyebalkan sekali.. " Gienka pun masuk ke ruang kerja dengan kesal meninggalkan Kevin. Dia benar-benar kesal sekali dengan sikap Kevin. sebelumnya bekerja menjadi hal yang menyenangkan tetapi kehadiran Kevin beberapa hari ini justru membuat mood Gienka menjadi rusak.


Kevin hanya terkekeh melihat kemarahan Gienka padanya. Dan sekarang dia hanya menunggu Gienka kembali meminum teh itu lalu obat itu akan bereaksi.


Gienka kali duduk di kursinya dan melanjutkan lagi pekerjaannya. Dia coba menenangkan dirinya dan mengabaikan sikap Kevin tadi kepada nya. Ingin sekali Gienka melaporkan perbuatan Kevin pada Kyros, tetapi Gienka tentu tidak mau melakukan itu karena Kyros bisa marah lalu meminta nya berhenti bekerja, selain itu Gienka tidak mau Kyros bermasalah dengan Kevin yang bisa saja berimbas buruk untuk Kyros sendiri nantinya. Gienka tidak mau merusak imej Kyros. Yang bisa di lakukannya saat ini haruslah bersabar menghadapi Kevin.


Gienka mengambil cangkir teh nya dan meminumnya lagi sampai habis. Kemudian kembali berfokus dengan pekerjaannya.


***


Gienka mematikan perangkat komputernya, sudah jam pulang. Dia bersiap merapikan seluruh barangnya dan memasukkan nya ke dalam tas. Sejak beberapa menik yang lalu, Gienka mulai merasakan aneh di tubuhnya. dia merasa kepanasan padahal suhu ruangan kerja itu seperti biasanya, tetapi dia merasakan panas dan juga mulai berkeringat. Gienka merasa sepertinya dia akan sakit. Di tambah lagi jantungnya berdetak lebih cepat di bandingkan biasanya. Gienka sejak tadi mencoba menahannya agar tidak mengganggu pekerjaannya.


Gienka berdiri memakai mantel nya dan pergi meninggalkan ruang kerja nya bersama teman-temannya. Gienka mulai mengelap keringat yang ada di dahi nya. Dia menjelaskan kepada temannya bahwa tubuhnya merasa tidak nyaman sekali, temannya pun mengatakan mungkin Gienka sedang sakit, menyarankan agar nanti sampai di rumah, dia bisa langsung beristirahat dan minum obat sebelum parah. Gienka mengangguk, mungkin dia memang akan sakit, sebelum terlambat, nanti sspai di rumah dia akan langsung minum obat. Tetapi anehnya dia merasa kepanasan di dalam tubuhnya tetapi di agiah luar suhu tubuhnya terasa normal. Biasanya tidak seperti ini. Kalaupun sakit dia akan merasa demam dan suhu badannya panas. Gienka mencoba mengabaikannya dan menghubungi Axel agar segera menjemputnya dan dia akan menunggu di luar kantor. Axel pun sudah keluar dari taman dan akan bergegas menjemputnya, meminta Gienka menunggu di luar.


Gienka sampai di depan kantornya, dia berdiri untuk menunggu Axel dan Kyra menjemputnya. Mereka sudah di jalan, dan dia harus sabar sedikit menunggu mereka karena tempat mereka berada juga tidak terlalu jauh dari kantornya. Gienka mengibas-ibaskan tangannya karena dia merasa gerah sekali padahal seharusnya cuaca di luar sedang dingin meskipun tidak terlalu dingin.


"Hai Gie....!!!" Sapa seseorang dari belakang membuat Gienka sedikit terlonjak tetapi langsung memasang wajah cemberut karena mendapati Kevin yang menyapa nya. "Kau kenapa disini???? Kau tidak bawa mobil???" Tanya Kevin. Gienka hanya diam dan masih mengibaskan tangannya. Kevin sebenarnya sejak tadi mengikuti Gienka di belakang berpikir Gienka akan ke tempat parkir tetapi ternyata Gienka keluar lewat lobi.


"Bukan urusanmu.. " Jawab Gienka ketus.


"Kenapa kipas-kipas???? Memangnya panas???? Matahari saja tidak terlihat dari sini.. " Tanya Kevin berpura-pura, dia tahu bahwa obat itu sepertinya sudah bereaksi.


Gienka terus berdiri menunggu Kyra dan Axel, sementara Kevin juga berdiri di sebelahnya. Gienka merasa semakin tidak nyaman, dan dia makin merasakan kepanasan di dalam tubuhnya bahkan jantungnya berdetak semakin cepat. Dia semakin berkeringat. "Ah ya Tuhan, aku kenapa????" Gumamnya yang mulai panik. Tiba-tiba dia merasa lemas.


Gienka melihat sekeliling, dia harus duduk, tidak kuat untuk berdiri.


"Kenapa Gie???" Tanya Kevin. "Kau oegal ya berdiri???? Eh kau mau naik taksi atau bus??? Kalau bus, kita bisa pergi ke halte, ayo pergi bersamaku???" Ajak Kevin sambil menarik pergelanhan tangan Gienka. Dengan cepat Gienka menarik tangannya dari pegangan Kevin.


"Bersikaplah sopan..!!" Seru nya.


"Aku hanya menawarkan diri saja... " Gumam Kevin dan tiba-tiba Gienka hendak jatuh, Kevin pun lekas menangkapnya. "Kau tidak apa-apa.???" Tanya Kevin.


"Kakiku lemas.. " Ucap Gienka sambil berusaha melepaskan pegangan Kevin di tubuhnya tetapi Gienka hampir jatuh lagi dan di tahan oleh Kevin.


"Kau pasti kelelahan, kita lebih baik duduk di halte, disini tidak ada tempat untuk duduk, ayo, aku akan membantumu, dan jangan menolak, kau bisa jatuh nanti.. " Ucap Kevin.


Gienka membenarkan ucapan Kevin, dia lebih baik duduk di halte dan akan menghubungi Kyra atau Axel nanti jika dia akan menunggu di halte. Kaki nya lemas dan tubuhnya sangat tidak nyaman sekali. "Baiklah.. " Gumam Gienka.


Kevin tersenyum penuh kemenangan dan dia perlahan membantu Gienka berjalan menuju halte yang letaknya sekitar 50 meter dari tempatnya dan Gienka berdiri. Sementara itu, di sudut lain, Camilla yang sejak tadi mengawasi kedua nya pun memotret Gienka dan Kevin yang sedang berjalan beroelukan karena Kevin menopang Gienka yang lemas. Camilla mengambil foto di momen yang di anggap nya tepat, Camilla berencana mengirim foto itu ke email Kyros nanti. Lalu Kyros dan Gienka akan bertengkar karena foto-foto itu.


Kevin terus membantu Gienka berjalan, dan melihat kondisi sekitar. Kevin tersenyum ketika mendapatkan tempat yang cocok untuk permainannya selanjutnya. Tiba-tiba Kevin menarik Gienka dan menyeret Gienka ke suatu sudut yang tidak bisa di lihat oleh orang.


"Kevin...!!! Apa yang kau lakukan!!!" Seru Gienka tetap dengan cepat Kevin membekap mulut Gienka dan menyeretnya menjauh dari jalanan. Gienka pun memberontak dan berusaha berteriak. Kevin membawa Gienka masuk ke sebuah jalan kecil di antar dua bangunan cafe, lalu mendorong Gienka ke tembok, dan Kevin mendesak kan tubuhnya di tubuh Gienka untuk mencium Gienka. Gienka ingin memberontak tetapi tubuhnya sangat lemas sekali dan dia terus di tahan oleh Kevin bahkan lelaki itu memeluknya. Gienka tidak berdaya dan dia mulai ketakutan. "Aku sangat tahu cara menghilangkan panas yang aku raasakan saat ini, satu-satunya cara adalah kita harus bercinta.... Aku jamin kau pasti akan sembuh setelahnya..." Ucap Kevin dan terus menekan tubuh Gienka ke tembok. "Ada hotel di dekat sini dan kita bersenang-senang disana.. "