I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 322



Beberapa bulan kemudian........


Gienka duduk di kursi dan memandangi jendela apartemen, melihat suasana jalanan yang ada di bawah. Dan hari juga sudah mulai senja, sehingga menampakkan langit yang mulai berwarna jingga sejauh mata memandang.


Akhir-akhir ini, Gienka hanya menghabiskan harinya dengan melamun saja. Dan hatinya bergolak seolah tidak bisa melepaskan dan jauh dari Kyros untuk waktu yang begitu lama. 2 minggu lagi suami nya sudah akan berangkat dan meninggalkannya. Rasanya Gienka tidak sanggup meski selama ini dia berusaha untuk menguatkan diri dan juga menyiapkan diri dengan baik, tetapi itu tidak berhasil. Ketakutannya terus bertambah dan bercampur menjadi satu. Ketakutan akan kerinduannya pada Kyros, hingga ketakutan Kyros akan mengalami kegagalan dalam misi nya, entah saat berangkat, ataupun saat mendarat kembali ke bumi. Semua itu menjadi hal yang semakin membuat Gienka tidak pernah bisa tenang dan juga takut akan hal buruk yang bisa terjadi.


Kyros sebenarnya selalu meyakinkan Gienka agar tidak terlalu memikirkan semua ketakutan itu, dan bersikap tenang serta selalu mendoakan keselamatannya, akan tetapi Gienka tidak bisa untuk menghilangkan ketakutannya itu.


Dan selama tinggal disini, Gienka selalu berusaha menikmati harinya dengan baik bersama Kyros. Meskipun Kyros sering pulang larut, dan terkadang pulang dengan keadaan yang letih, Gienka selalu berusaha membuat suaminya merasa lebih baik. Dia menghabiskan harinya di apartemen atau terkadang jalan-jalan, shopping sendirian atau bersama teman Gym dan yoga nya, saat Kyros bekerja. Ya, Kyros membiarkan Gienka melakukan apa yang di sukai, dan agar Gienka bisa menjalin pertemanan. Hanya saja meminta istrinya untuk berhati-hati dalam berbagai hal juga berteman.


Permasalahan dengan Camilla dan Kevin juga sudah berakhir lama. Kyros akhirnya mau memaafkan mereka dan mencabut laporan itu, dengan catatan bahwa mereka berdua tidak akan lagi melakukan hal yang sama yang bisa membahayakan istrinya. Mereka juga menandatangani perjanjian itu. Gienka senang saat itu karena Kyros mau mengabulkan keinginannya agar memaafkan mereka berdua meskipun dia dan Kyros harus berdebat panjang, tetapi hasilnya Kyros memilih mengalah padanya.


Dan Gienka pada akhirnya tahu bahwa ternyata Camilla saat itu juga bekerja di kantor yang sama dengannya dan juga Kevin, hanya berbeda divisi saja. Lalu mereka berdua menjalin pertemanan hingga merencanakan itu bersama-sama untuk menjebaknya. Kejadian itu membuat keduanya yaitu Camilla Dan Kevin di pecat oleh perusahaan. Selanjutnya Gienka tidak tahu bagaimana lagi kabar mereka berdua karena dia dan Kyros sudah pindah ke kota yang baru, yaitu Houston di Negara bagian Texas Amerika, bukan lagi tinggal di Washington DC.


Kyros sangat sibuk sekali dengan pekerjaannya. Setiap hari Kyros berlatih untuk keberangkatannya nanti. Terutama latihan fisik yang terkadang membuat Kyros kelelahan saat pulang ke rumah. Fisik Kyros benar-benar harus kuat. Keadaan di luar angkasa jelas sangat berbeda dengan keadaan disini, di samping itu Kyros akan tinggal begitu lama disana. Sehingga semua memang harus disiapkan jauh-jauh hari.


Dan Gienka selalu memberikan perhatian lebih kepada suami nya, dan berusaha mengerti. Serta sedikit lebih mengalah. Gienka tidak ingin merusak mood Kyros saat suaminya baru pulang. Kelelahan Kyros bisa saja membuat lelaki itu lebih tempramen, tetapi sejauh ini Kyros tidak pernah marah-marah tanpa sebab yang jelas. Karena Gienka juga berusaha untuk tidak mengundang konflik dengan suami nya itu. Mereka hanya menjalani hari-hari mereka dengan normal sebagai suami istri. Kyros tetap menjadi Kyros nya yang sama seperti dulu. Penuh perhatian, kasih sayang, cinta dan juga kelembutan, meski sangat sibuk. Kyros juga selalu berusaha membuat Gienka bahagia, dan menyempatkan waktu dengan baik setiap harinya di tengah kesibukannya, sehingga mereka terbilang jarang beradu argumen dan lebih suka bicara dari hati ke hati, mengatakan hal-hal yang romantis, saling memuji dan juga selalu mengungkapkan rasa cinta satu sama lain, kemudian berakhir dengan percintaan yang panas di malam hari.


Keputusan untuk kembali menunda momongan adalah jalan terbaik untuk pernikahan mereka. Gienka tahu bagaimana kekhawatiran Kyros jika mereka memutuskan memiliki untuk saat ini, karena Kyros pasti tidak akan bisa menemani Gienka jika Gienka hamil. Dan mereka memilih untuk melakukan penundaan itu dengan cara alami, tanpa bantuan alat kontrasepsi. Gienka tidak ingin hal itu menjadi pengganggu lagi jika nanti Kyros sudah pulang, dimana kejadian sebelumnya sudah cukup membuat Gienka kapok, karena menurutnya itulah yang menyebabkan dirinya selama dua tahun terakhir tidak kunjung hamil. Ya, meskipun beberapa kali Kyros lepas kendali dan meIedak di dalam milik Gienka, dan Kyros mengatakan jika dia terlalu menikmatinya sehingga lepas kendali. Beruntungnya itu tidak berpengaruh apapun pada Gienka sejauh ini, meskipun Gienka juga beberapa kali ada ketakutan jika dia hamil. Tetapi ternyata tidak juga.


Suara interkom membuyarkan lamunan Gienka. Dia beranjak dari tempatnya duduk dan hendak menuju pintu, akan tetapi ternyata Kyros sudah masuk lebih dulu karena memang Kyros juga punya akses untuk masuk. "Hai sayang.... Aku pulang..!!" Sapa Kyros.


Gienka mendekati nya dan mengecup bibir suami nya itu dengan lembut. "Aku sudah menunggumu sejak tadi.. "


Kyros tersenyum. "Iya sorry, tadi aku membeli ini untukmu jadi sedikit terlambat.. " Kyros menenteng sebuah paper bag. "Aku membeli fish and chips kesukaanmu.. " Gumam nya.


Gienka membalas senyuman suami nya itu. "Ah kau tahu sekali jika aku sedang menginginkannya..." Gienka mengambil paper bag itu dan membawa nya ke dapur. "Kau ke kamar dulu, aku ambilkan minum dan juga akan menyiapkan pakaianmu, kau mandi dengan air hangat agar tubuhmu menjadi segar.. "


"Nanti saja...!!! Hari ini aku tidak mengeluarkan banyak keringat, kita makan ini bagaimana??? Aku lapar sekali, bisa saja aku makan disana, tetapi setelah aku pikir-pikir lebih baik aku makan denganmu.. "


"Oke baiklah jika itu yang kau inginkan..!" Gumam Gienka.


Kyros melepaskan jas nya, dan meletakkan nya di sofa. Dia menyusul Gienka ke dapur. Istrinya berdiri di depan meja makan dan mengeluarkan makanan yang di beli nya tadi. Kyros menarik kursi dan duduk, begitu juga dengan Gienka. Kyros membeli dia minuman yang jadi favoritnya dan juga Gienka serta fish and chips yang jadi kesukaan mereka juga. Gienka memberikan pada Kyros dan mereka berdua menikmati nya dengan perasaan bahagia.


"Apa yang sedang kau lakukan tadi???" Tanya Kyros.


Gienka menggelengkan kepala nya. "Tidak ada, aku hanya sedang duduk dan melihat ke arah jendela saja, menunggumu.. " Jawab Gienka.


"Apa yang kau pikirkan???"


Gienka kembali menggeleng. "Tidak ada...!"


"Benarkah??? Jika tidak ada, aku berharap kau juga tidak lagi memikirkan ketakutan-ketakutanmu seperti sebelumnya..."


Gienka tersenyum. "Tidak...!!" Jawab Gienka berbohong. "Apap dan yang lainnya sudah berangkat sekitar 3 jam yang lalu, aku sangat merindukan mereka dan tidak sabar bertemu mereka.. " Ujar Gienka sambil menikmati makanan nya. Ya, keluarga Kyros, yaitu orang tua nya hingga Oma Opa nya, serta Kyra dan Axel akan datang kesini. Mereka sengaja datang untuk melepaskan kerinduan mereka pada Kyros dan Gienka, juga ingin menghabiskan waktu dengan Kyros sebelum Kyros berangkat, sekaligus nanti menjemput Gienka dan membawa Gienka pulang bersama mereka. Keberangkatan Kyros tinggal beberapa hari lagi.


"Syukurlah, semoga lancar dan tidak mengalami kendala apapun, dan kita bisa bertemu dengan mereka melepas rindu.. "


"Ya, aku juga merindukan mereka...! Oh iya bagaimana harimu???" tanya Gienka.


"Aku hanya bermain-main hari ini.. " Jawab Kyros.


Gienka mengernyit. "Bermain-main??? Maksudnya??"














"Wah pasti seru sekali...!!!" Ujar Gienka sambil tersenyum. "Aku pikir kau akan di gantung-gantung lagi, atau terbang seperti sebelumnya.. "


"Hahaha aku akan sibuk beberapa hari ke depan, karena aku harus melakukan semuanya bergantian, hanya hari ini saja aku sedikit bisa santai. Kau sendiri bagaimana???? Aku berharap kau dalam keadaan yang baik nantinya selama aku pergi, jangan sering menangis dan selalu doakan aku supaya aku bisa kembali dan berkumpul lagi denganmu, aku sangat berharap kau tidak larut dalam kesedihan atau bahkan menangis... Jangan lakukan itu oke???"


"Mungkin di awal iya, tapi aku akan coba untuk membiasakan diri tanpa mu, dan aku pasti akan sangat merindukanmu.. " Gumam Gienka dengan sedih.


"Jika kau nanti kau sedih, pergi dan carilah Athan supaya doa bisa menghapus kesedihanmu, atau kau temui Amam dan Kyra, mengobrol lah dengan mereka.. Jangan sampai saat aku pulang, aku mendengar bahwa kau selalu menangis, aku akan sangat marah padamu..."


"Aku tidak bisa berjanji, tapi akan aku coba...!"


"Kau pasti tahu, bahwa aku selalu ingin melihatmu bahagia, jadi jangan sampai kau tidak bahagia, ada banyak orang di rumah, carilah hiburan bersama dengan mereka.. "


Gienka menganggukkan kepala nya. "Aku akan kembali bekerja dengan Papa, sehingga kesibukan akan membuatku tidak bersedih."


"Kau tidur di kamar yang ada di lantai dua saja, jangan tidur di atas sendirian."


Gienka menggelengkan kepala nya. "Tidak...!!! Aku akan tidur di kamar kita yang ada di atas, itu tempatmu, jadi aku akan bisa tidur nyaman disana."


"Tapi nanti kau sendirian??? Kalau ada apa-apa bagaimana???" Tanya Kyros yang tampak khawatir.


"Aku bisa menjaga diriku, lagipula aku bukan anak kecil, rumah mu sangat nyaman dan aman, tidak akan ad adalah buruk yang akan terjadi.."


"Oke baiklah.... Aku percaya kah bisa menjaga dirimu, dan aku juga berharap kau selalu setia menjaga cinta kita.. "


Gienka mengangguk. "Aku bisa menunggumu selama bertahun-tahun, bukan perkara sulit jika aku harus menunggumu selama 6 bulan saja..."