
Gienka dan Kyros ke kamar mereka setelah makan malam bersama keluarga nya. Mereka kembali pulang dan langsung ke kamar. Lexia sudah tidur sejak dalam perjalanan pulang. Kyros kemudian membaringkan putrinya di box bayi nya. Gienka masuk ke ruang walk kn closet untuk mengganti pakaiannya dan dia akan membersihkan make up nya lalu beristirahat.
Kyros duduk bersila di atas kasur Lexia dan menepuk-nepuk pelan paha putrinya itu supaya Lexia tidur dengan nyaman. Box bayi Lexia disini berada di lantai dan tanpa memiliki kaki, sehingga kasurnya juga di letakkan di bawah sehingga Kyros ataupun bisa masuk di dalamnya dan duduk di sebelah putrinya. Hal yang paling Kyros sukai adalah ketika dia bisa melihat kedamaian wajah Lexia saat tidur. Putrinya tumbuh menjadi balita yang menggemaskan, cantik dan juga sangat manis. Sebentar lagi Lexia akan menjadi seorang kakak. Walaupun mungkin ini terlalu cepat karena Lexia baru berumur dua tahun. Tetapi mau bagaimana lagi, Gienka sejak awal menolak untuk menggunakan alat kontrasepsi karena masih ingin memiliki bayi dan takut mengalami kesulitan seperti sebelumnya sehingga Kyros pun menghormati keputusan istrinya. Dan tentu mereka berdua tahu konsekuensi nya yaitu Gienka bisa hamil kapan saja. Tetapi sejak awal Gienka sudah menyiapkan diri untuk berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Dan kehamilan Gienka tentu adalah rezeki yang luar biasa yang tidak boleh di tolak dan harus di syukuri, apalagi rezeki yang datang saat ini adalah sebuah anugerah luar biasa karena ada dua bayi yang tumbuh di dalam perut Gienka.
"Sayang....!!! Aku sudah siapkan pakaian tidurmu, kau ganti pakaian saja dulu, Lexia sudah lelap kan tidurnya????" Tanya Gienka sambil berjalan keluar dan dia duduk di depan meja rias mengambil kapas untuk kemudian dia menuang micellar water dan membersihkan make up nya.
Kyros mencium kening Lexia, kemudian berdiri dan keluar dari box bayi putri nya itu. "Dia tidur sangat nyenyak sekali." Kyros menghampiri Gienka, membungkuk dan menumpu kan dagu nya di pundak istrinya. "Aku akan berganti pakaian nanti. Thank you.."
Gienka menoleh dan tersenyum. "Thank you for what????" Tanya nya.
"Thank you untuk Lexia dan kedua bayi kita disini." Kyros mengelus perut Gienka dari belakang.
"But why????"
"Kenapa berterima kasih???? Bukankah itu yang menjadi kemuliaan seorang istri???? Membahagiakan suaminya, memberi keturunan dan merawatnya. Dan tugasmu adalah menjaga kami. Apa kau tahu bahwa aku juga selalu mensyukuri kehidupanku, karena aku bisa bersama dengan orang yang sangat aku cintai. Kau suami luar biasa, thanks for everything..."
Kyros mempererat pelukannya. "Aku yang seharusnya berterima kasih, karena kau banyak memberi hal luar biasa untukku. Aku sangat mencintaimu...."
"Aku juga mencintaimu.."
Gienka berdiri berbalik badan dan memeluk Kyros. Mereka berpelukan penuh cinta. Keduanya selalu mensyukuri apa yang mereka miliki. Keluarga kecil yang begitu hangat dan penuh cinta di setiap detiknya. Impian menjadi seorang istri yang baik dan menjadi ibu yang baik serta memiliki suami yang penuh cinta, penuh perhatian dan juga penuh kasih sayang serta setia adalah dambaan setiap perempuan. Dan Gienka bersyukur sekali memiliki suami seperti Kyros. Semua yang di inginkan nya di miliki oleh Kyros.
Hal yang sama juga di rasakan oleh Kyros, dimana semua impian nya tentang memiliki istri semuanya ada pada diri Gienka. Gienka menjadi istri yang menjalankan perannya dengan sangat baik, mengurus semua kebutuhan Kyros, dan merawat Lexia sendirian tanpa menggunakan baby sitter adalah sesuatu yang luar biasa bagi Kyros. Gienka juga tidak pernah mengeluh dan menjalani semuanya dengan sepenuh hati. Kesetiaan Gienka juga Kyros acungi jempol, istrinya tidak pernah melakukan sesuatu menyakiti orang lain. Dan Gienka penuh dengan cinta setiap waktu padanya.
***