
Setelah mandi dan berganti pakaian tidur, Kyra melempar tubuhnya di tempat tidur. Dia baru saja sampai di rumah setelah dari rumah Axel. Hari ini sangat melelahkan juga sangat menguras emosi. Karena seharusnya hari ini menjadi hati sayang menyenangkan karena Kyra baru bertemu dengan Axel, akan tetapi Celia mengacaukan segala nya, dan hal yang sama juga di lakukan oleh Mama dan nenek Celia. Masalah hari ini benar-benar merusak suasana hati Kyra.
Wajah semua orang menegang dan tidak ada yang bahagia dengan hari ini. Dan saat di jalan, Axel juga hanya diam, menekuk wajah dengan marah serta tidak ceria dan penuh tawa seperti biasanya. Kyra merasa jengkel karena Celia sudah menyakiti dan menjambak rambutnya, tetapi dia mencoba untuk memaafkannya dan memahami apa yang di rasakan oleh Celia. Setelah merasa lebih baik, Kyra justru di hadapkan dengan kejadian di rumah Axel yang membuat semua orang menjadi murka.
Sering dari ponselnya, membuat Kyra teralihkan dari lamunannya. Dia masih berbaring tetapi berusahaengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja di samping tempat tidurnya. "Hallo Gie......!!!! sedang apa kau???" Tanya Kyra langsung ketika menjawab telepon dari Gienka.
"Hai Ra.... Aku baru saja selesai yoga... Kau sudah di rumah???" Tanya Gienka balik.
"Ya... Baru sampai di rumah dan aku juga baru selesai mandi dan berniat untuk tidur... Sangat melelahkan sekali...!"
"Bagaimana dengan Axel dan juga Lexy??? Mereka baik-baik saja kan??? Tadi Mamah memberitahuku jika Cyntia datang dan mengacau di rumah Axel... Bagaimana keadaan mereka??? Aku tidak berani mengganggu Axel, dia pasti butuh waktu menenangkan diri... "
"Ya... kau benar Gie.. Axel dan Lexy baik, hanya saja... Axel sangat marah sekali dan itu terlihat dari wajahnya... " Gumam Kyra.
"Tetapi sebenarnya apa yang terjadi Ra.??? Mamay bilang kalau Cyntia mencari Celia di rumah Axel dan tidak menemukannya tetapi Celia justru datang ke tempat latihan Axel, bertemu dengannya disana dan bertemu denganmu juga katanya....??? Benar Celia datang kesana???" Tanya Gienka.
"Ya... Kami bertemu dengan Celia, termasuk Apap dan juga Amam.... Celia tetap ingin Axel kembali dengannya lagi, Celia menyalahkanmu juga tadi karena kau di anggap sebagai mak comblang ku dan juga Axel...."
"Aku...??? Dia menyalahkanku... Shiiitt..... Kenapa aku jadi di ikutkan???" Geritu Gienka.
"Ya hRus di abaikan... Hahaha terus terus...???" Tanya Gienka lagi.
"Setelah menyalahkanmu, tentu dia menyalahkan juga Apap... Dan bahkan dia tadi menarik rambutku serta menendang ku..."
"Whaaaat.....???? Di jambak dan di tendang??? Kok bisa..???"
"Tentu saja bisa, namanya juga orang yang sedang marah...Marah karena aku ada di antara dia dan Axel..."
"Ya tapi kan, kau tidak menghancurkan hubungan mereka, kau datang setelah Axel putus dengan Celia, itupun sudah sekitar dua tahun yang lalu kan??? Tidak berguna sama sekali.. " Gerutu Gienka. "Dan bagaimana luka mu??? Kau baik-baik saja kan???" Gienka mulai khawatir.
"Aku tidak terluka... Hanya shock saja, tetapi aku mencoba memahami sikap Celia itu, dia pasti sangat marah karena Axel tidak mau kali dengannya dan memilihku..."
"Ya tapi kan tidak bisa dong bersikap sekasar itu kepada orang lain.. Apa dia tidak takut dengan Apap!?? Hehe"
Kyra tergelak. "Dia justru memaki Apap juga Gie... Berani sekali dia... Hahhaha... "
"Dih malah ketawa... Hahaha jiwa emaknya yang nenek lampir itu ternyata di wariskan kepada anaknya... Oh iya Ra, Ky sepertinya sangat mengkhawatirkanmu juga keadaan disana, dia pergi ke kantor dengan berbagai pertanyaan di otaknya, tetapi dia ingin sekali berbicara denganmu, hanya saja dia tahu kondisi nya belum pas... Besok kau hubungi dia, atau nanti saat dia sudah pulang... Kasihan dia pergi seperti orang bingung dan khawatir sekali.." Ujar Gienka.