
Aditya dan Cahya kembali masuk ke rumaah setelah mengantar Theo sampai depan. Aditya meminta supir nya agar mengantar Theo pulang. Theo tadi berpamitan untuk pulang dan Aditya berjanji akan mengantarnya nanti ke panti asuhan. Agar Theo bisa menyerahkan sendiri bantuan yang di berikan nya atas nama Celia. Aditya dan Cahya benar-benar tidak menyangka jika Theo akan memberikan uang sebanyak itu. Tidak menyangka juga bahwa Theo begitu menyayangi Celia dan memikirkan masa depan Celia dengan baik, menyisihkan uang tabungan untuk pendidikan Celia. Dia bekerja keras selama ini dan menyisihkan nya untuk Celia. Sangat luar biasa.
Theo yang malang, karena dia belum sempat memberikan perhatian dan kebahagiaan untuk Celia, tetapi takdir berkata lain, Celia harus pergi dengan cara tragis. Dan semua itu terjadi karena keegoisan Cyntia, bahkan sampai saat ini Cyntia tidak pernah merasa bersalah sama sekali.
Aditya dan Cahya duduk lagi bergabung dengan anak dan menantu nya di ruang tamu. "Entah kenapa aku benar-benar melihat seseorang yang begitu rapuh... Dia kehilangan pegangan hidupnya..." Gumam Kyros.
"Iya.... Dia sekarang sendirian, dia bertahan dan berjuang untuk masa depan Celia tetapi mau bagaimana lagi, takdir Tuhan berkata seperti itu...." Sahut Aditya.
"Om Theo mengambil keputusan yang besar dan luar biasa, menyumbangkan semua tabungan untuk Celia, dan tidak mengambil untuk dirinya sendiri..." Ujar Kyra.
"Dia pasti memikirkan itu dengan baik, memikirkan manfaat yang bisa di dapatkan jika menyumbangkan nya ke panti asuhan ataupun rumah singgah... Kita tahu doa anak yatim piatu itu adalah salah satu doa yang paling manjur, Theo ingin ada banyak orang yang bisa mendoakan Celia.. " Cahya menimpali.
"Dan bagaimana dengan kelanjutan persidangan Cyntia Pap???" Tanya Gienka.
"Sudah memasuki tahap akhir, sebenarnya jika sebelumnya kondisi Celia tidak mengalami gangguan, itu pasti akan memburuk bukannya yang akan di Terima Cyntia dan Mama nya, mengingat Celia adalah korban dan saksi utama, tetapi bagaimana lagi, Celia tidak bisa di mintai keterangan, selain otaknya terganggu, Celia juga punya trauma berat dengan apa yang di alami nya... Ya semoga saja mereka di hukum setimpal, dan bukti CCTV itu juga cukup membantu.. Semoga saja.. " Jawab Aditya.
"Walaupun Celia sudah tiada, semoga dia tetap mendapatkan keadilan... " Gumam Kyra. Dan semua orang menyahut dengan mengatakan amin. Bagaimanapun Cyntia dan Mama nya tetap harus di hukum, apalagi atas perbuatan mereka yang akhirnya membuat Celia kehilangan kesadarannya dan mengakhiri hidupnya.
"Kyra, Axel, lebih baik kalian naik dan beristirahat, kalian pasti lelah, Amam dan Gienka akan menyiapkan makan siang, dan akan memanggil kalian nanti.. " Ucap Cahya.
"Iya, dan kalian juga bisa kekasih barang kalian untuk besok, supaya tinggal langsung berangkat.." Sahut Aditya.
Kyra dan Axel mengangguk. Mereka beranjak dari sofa dan pergi meninggalkan ruang tamu. Naik ke kamar Kyra. Sementara itu Gienka menuju dapur dan akan mengambil minuman yang sudah dia siapkan untuk kedua pengantin baru itu. Minuman itu sebagai welcome drink untuk Kyra dan Axel.
Kyra dan Axel memilih naik melalui tangga. Dan sampai mereka di kamar Kyra. Kyra memutar handle pintu dan membuka nya. Berapa terkejutnya dia, mendapati kamarnya di hias dengan begitu cantik. Bahkan di lantai ada red carpet yang di buat dari kelopak mawar. "Oh my God.....!!!" Seru nya. "Cantik sekali...!!!" Seru Kyra.
Axel tersenyum dan dia juga takjub dengan apa yang di lihatnya. "Siapa yang melakukan ini???" Tanya Axel.
"Tentu saja kami... " Suara Gienka tiba-tiba muncul da belakang. Gienka membawa nampan berisi minuman. Di belakangnya juga ada Kyros, Cahya, Aditya dan kedua orang tua Aditya. "Welcome home pengantin baru...!!!" Seru Gienka sambil menyodorkan minuman kepada kedua nya.
"This is it BUTTERFLY PEA FLOWER PALOMA untuk pengantin baru kita.. Aku membuat ini spesial untuk kalian, sedikit Tequila, line juice, brut Champagne dan grapejuice.. Ini sangat lezat, ambil dan minumlah... Anggap saja ini welcome drink... Hehehe" Ucap Gienka.
"Jangan Panggil Kakak.. Membuatku merasa tua..." Gienka tertawa begitu juga yang lainnya. "Apa kau menyukai kamarnya???" tanya Gienka.
"Tentu saja... Ingin sangat cantik sekali.."
Gienka tersenyum. "Karena sebelumnya kalian juga sudah menyiapkan kamar pengantin untukku dan Ky, jadi aku juga harus melakukan hal yang sama.. "
Kyra terkekeh. "Terima kasih, kami sangat menyukai nya.. "
"Sudah-sudah... biarkan pengantin baru ini beristirahat dan mengacak-acak kamar pengantinya, kita harus meninggalkan mereka dan jangan mengganggu mereka juga.. Kita harus memberikan waktu kepada mereka untuk membuat penerus keluarga Sahasya... Ayo kita semua pergi..!!!" Ajak Kyros. Lalu dia, Gienka, Cahya dan Aditya juga Oma Opa nya pun meninggalkan Kyra dan Axel.
Mereka berdua masuk dan menutup pintu. Kyra dan Axel memutar pandangan mereka ke sekeliling kamar. Di setiap sudut di letakkan bunga, membuat kamar itu semakin luar biasa. Kyra pergi ke kamar mandi, dan lagi-lagi kamar mandi juga di hiasi oleh bunga-bunga, bahkan bathtub juga tidak ketinggalan. Kelopak bunga mawar merah mengambang di atas air. Serta lilin yang menyala dan berjejer.
Kyra kembali lagi ke kamar dan meletakkan tas nya, dia melempar senyum ke arah Axel. "Mereka tidak tanggung tanggung menyiapkan semua ini.. " Gumam Kyra yang langsung memeluk Axel.
"Kalian semua saling menyayangi jadi semua ini sudah sangat wajar di lakukan.. " Axel menimpali.
"Ini pertama kali nya kau masuk ke kamarku...!"
"Ya, kamar yang sangat cantik, tetapi tentu tidak secantik dirimu..."
"Kau sekarang pandai sekali menggoda dan memujiku??? Sebelumnya tidak sesering seperti ini..??" Kyra melepaskan pelukan Axel, menatap menuduh ke arah laki-laki yang kini jadi suami nya itu.
"Dulu aku tidak mau terlalu sering memujimu, takut kau besar kepala.. Tapi sekarang beda lagi.. "
Kyra mencubit pinggang Axel. "Diiiihhhh..... Alasan, biasanya laki-laki kalau sudah memuji dan menggoda itu pasti ada mau nya... "
"Itu benar... dan yang aku mau adalah aku bisa selalu bersamamu, menghabiskan waktu denganmu, berbahagia dan juga saling mencintai seumur hidup kita.. " Axel memeluk lagi Kyra dan mengecup pucuk kepala istrinya itu. Dia tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya bisa bersanding dengan perempuan yang sangat dia cintai ini. Axel berharap kehidupan rumah tangganya selalu di hiasi kebahagiaan dan Kyra bisa segera hamil agar mereka bisa memiliki bayi yang lucu dan menggemaskan. Mereka memutuskan untuk langsung memiliki bayi, dan tidak akan menunda nya. Agar keluarga mereka semakin lengkap nanti nya.