I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 276



"Bukan begitu Ca... " Theo mencoba memberi pengertian.


"Tidak....!!! Tolong jangan tempatkan Axel dalam permasalahan keluargamu... Bukan apa-apa, biasanya hal seperti ini terjadi dan itu akan merusak segala nya... " Ucap Cahya.


Aditya memegang baju istrinya dan meminta istrinya agar tidak marah. "Tenang dulu...!!"


"Tidak sayang...!!!" Ucap Cahya setengah berteriak. "Bagaimana jika nanti Celia kembali memohon agar Axel kembali dengannya lalu mengancam Axel sehingga Axel akhirnya membuat pilihan, dan pernikahannya gagal... Setidaknya kau pikirkan nasib Kyra... "


"Iya aku tahu, tetapi kita dengarkan dulu penjelasan Theo..." Sela Aditya. "Theo... Bagaimana keadaan Celia??? Aku sudah mendengar mengenai masalah yang terjadi pada Celia dan bagaimana Cyntia serta mama nya memperlakukan Celia, bagaimana keadaannya sekarang???" Tanya Aditya pada Theo.


Theo menunduk dengan sedih. "Kondisinya sudah mulai membaik, tetapi dia mengalami hilang ingatan dan otaknya mengalami gangguan sehingga dia tidak bisa mengingat ku ataupun orang-orang yang sebelumnya dia kenal, kesehatan mentalnya terganggu... Meskipun dia sering berteriak memanggilku tetapi dia sama sekali tidak bisa mengenaliku.. " Ujar Theo.


"Kalau kau membutuhkan Axel kenapa tidak langsung menghubungi nya atau menemui nya langsung? Kenapa harus meminta ijinku??? Yang berhak menentukan adalah Axel sendiri... " Ucap Aditya.


"Aku tidak mau nanti kau jadi salah paham kepadaku.. Itulah kenapa aku ingin meminta ijinmu lebih dulu.. Aku tidak bermaksud untuk menjebak Axel atau apa, sumpah Demi Tuhan. aku sama sekali tidak memiliki maksud seperti itu, aku hanya coba untuk mengikuti saran psikiater agar aku bisa membawa orang-orang yang sering di panggil oleh Celia yaitu Axel..." Theo menunduk sedih. "Entah itu akan membantu atau tidak supaya Celia bisa kembali seperti sedia kala, tetapi aku sedang berusaha melakukan yang terbaik untuk putriku.. "


Theo mengangkat wajahnya menatap penuh harap kepada Cahya dan Aditya. Ada airmata di pipi nya. Lelaki itu menangis. Begitu buruknya nasib yang di alami oleh Celia saat ini. Dan Theo benar-benar hancur saat ini.


"Axel sekarang ada di Jakarta, dia baru saja pergi dengan Kyra, mereka akan pergi ke rumah Axel... Kau bisa menemui nya disana.. " Ucap Aditya. "Aku tidak tahu apakah Axel akan mau melakukannya atau tidak, tetapi mintalah kepada dia sendiri, dan biarkan dia memutuskan, apapun yang nanti dia putuskan aku harap kau menghormati nya.. " Ujar Aditya.


The tersenyum tipis. "Terima kasih atas informasinya, aku akan menemui Axel sekarang..." Theo mengalami Aditya.


"Kami akan mengantarmu, kebetulan aku dan Cahya juga akan pergi, ayo ikutlah bersama kami.. "


"Tidak... Aku bisa memesan taksi.. "


"Ayolah.... Aku juga ingin menjenguk Celia. Masuk dan duduklah.. Aku akan mengantarmu ke rumah Axel..." Aditya berjalan dan membuka pintu mobilnya di pintu belakang. Mempersilahkan Theo untuk masuk.


"Kenapa kau mengatakan itu???" Cahya setengah berbisik pada suami nya.


"Sayang....??? Aku tahu apa yang aku lakukan, kau tenang saja, duduk dan kita antar dia ke rumah Axel. " Ucap Aditya dan membuka kan pintu mobil bagian depan untuk istrinya. Kemudian dia berjalan ke sisi lain dan masuk ke dalam mobil, mengemudikan nya untuk mengantar Theo ke rumah Axel.


***


"Sama-sama.. " Jawab Axel. Mereka berdua kemudian masuk ke rumah Axel.


"Mana.. Papa...!!! Ada Kyra.. " Axel setengah berteriak memanggil orang tua nya. Karena rumah dalam keadaan sepi. Axel tahu orang tua nya pasti ada di belakang rumah. "Kita ke belakang, mereka pasti ada disana... " Ajak Axel, dan Kyra mengangguk. Mereka pun berjalan menuju bagian belakang rumah.


Benar saja, orang tua Axel ada disana, dan mereka sepertinya sedang sibuk dengan tanaman yang mereka rawat. "Eh Kyra sayang...???" Ucap Mama Axel. Dia mengibaskan tangannya agar tanah yang menempel bisa lepas. Lalu mencuci tangannya dan menghampiri Kyra.


Dengan sopan Kyra mengalami calon Mama mertua nya, lalu memeluknya. "Mama sehat kan???" Tanya Kyra. Kali ini dia mulai melatih diri untuk terbiasa memanggil Mama dan Papa kepada orang tua Axel. Hal yang sama juga di lakukan Axel kepada orang tua Kyra dengan memanggil mereka Apap dan Amam, seperti hal nya Kyra memangg mereka dengan panggilan itu.


"Sehat sayang alhamdulillah, seperti yang kau lihat.... Kau sendiri bagaimana???" Tanya balik Mama Axel.


"Alhamdulillah kalau begitu, Kyra juga sehat.. Kyra tadi membuat kue untuk Mama dan Papa, nanti di makan ya???"


Mama Axel tersenyum dan mengangguk. "Setiap datang kesini, selalu saja ada yang kau bawa, Mama jadi selalu merepotkanmu.. Terima kasih ya???"


"Sama-sama Mama... Tidak merepotkan sama sekali, hanya kue... "


"Kau sudah makan siang???" Tanya Mama Axel.


"Sudah tadi di rumah, Axel juga makan disana. Apap dan Amam juga ada di rumah sih.." Jawab Kyra.


"Kalau belum makan, Mama akan pesan makanan untukmu, soalnya Mama tidak memasak tadi juga Papa membeli makanan di luar.. Kita duduk disana... " Mama Axel mengajak Kyra duduk di kursi yang ada di halaman belakang rumahnya. Suasana nya sangat sejuk karena ada berbagai tanaman yang sengaja di rawat untuk hiasan. Mama Axel dan Kyra memilih mengobrol.


Kura selalu merasa sennag jika datang kesini. Karena suasana rumah yang hangat dan menenangkan. Keluarga Axel begitu baik dan sangat menyayangi nya. Tidak jauh berbeda dengan suasana rumahnya juga. Semua orang saling menyayangi satu sama lain. Sayangnya Lexy sedang tidak berada di rumah sekarang. Axel bilang Lexy ada di luar kota untuk jalan-jalan dengan teman-temannya. Kyra juga sangat menyayangi Lexy. Calon adik iparnya yang sangat menyenangkan dan selalu menghibur.


"Kyra sayang, Mama bereskan dulu tanaman yang tadi, kau masuk dan mengobrol dulu dengan Axel.. " Ucap Mama Axel.


"Oh iya Ma, silakan, Kyra juga mau ke kamar mandi.. "


"Baiklah... Kalau butuh apa-apa panggil Mama, jangan sungkan, ini juga rumahmu.. " Mama Axel berdiri mengusap kepala Kyra dengan penuh kelembutan. Senang sekali rasanya Axel memilih perempuan yang sangat cantik, baik dan memiliki sopan santun yang luar biasa. Kyra benar-benar gadis yang luar biasa, begitu juga dengan keluarga nya. Setiap ada disini, Kyra sama sekali tidak pernah merasa canggung ataupun merasa risih. Padahal rumah ini sangat kecil dan jauh berbeda sekali dengan rumah Kyra. Meski begitu, Kyra selalu bersikap humble, menghargai dan nyaman ketika berada disini. Kyra juga sangat mencintai Axel, itu sangat jelas terlihat selama ini. Mama Axel benar-benar merasa bahagia sekali Kyra akan menjadi menantu nya. Didikan orang tua Kyra juga tidak kalah luar biasa nya, karena kebanyakan anak perempuan sekarang yang berasal dari keluarga kaya raya akan merasa angkuh, dan sangat suka menghambur-hamburkan uang, serta tidak punya rasa hormat terhadap orang tua. Kan tetapi tidak dengan Kyra. Semua sifat buruk itu, tidak di miliki nya.