
"Ky juga tahu???" Tanya Kyra.
"Iya... Dia tahu, aku berbicara dengan Mamay tadi dan dia ada di sampingku.. Jadi dia pergi dengan berbagai pertanyaan di kepala nya...."
"Aku akan menghubungi nya nanti.... Oh iya, tadi Apap memberi tahu ku, uncle Vitto, Aunty Rana dan juga Sanne, minggu depan akan ke Washington, dan Apap menyarankan agar mereka menginap di rumah kalian saja... "
"Ahh serius mereka mau menginap disini??? Ya ya ya.... Aku dan Ky akan senang sekali... Kapan mereka akan datang???"
"Haduh lupa... Coba nanti kau hubungi Sanne, kapan mereka akan datang... "
"Oke oke.... pasti menyenangkan sekali, aku ada teman di rumah...."
"Sudah aku duga, kau pasti akan sangat menyukai nya... Aku sudah bilang pada Apap tadi hahahaha..... "
"Tapi ada urusan apa mereka ke Washington??? Liburan kah..??" Tanya Gienka.
"Uncle Vitto ada pekerjaan disana dan sekaligus juga liburan sih...." Jawab Kyra.
"Owh.... Kalau ada pekerjaan pasti cukup lama.."
"Sekitar dua mingguan.... Ya kau siapkan saja kamar untuk mereka nanti, dan beritahu Ky...!"
"Ya, aku tentu akan memberitahu nya...." Gumam Gienka.
"Bagaimana hari-harimu disana ketika Ky pergi bekerja???" Tanya Kyra.
Gienka menghela napasnya. "Aku bosan setengah mati sebenarnya, tidak ada teman bicara dan terkadang aku menyibukkan diri dengan meminta pekerjaan dari Papa... Setelah itu akan bosan lagi, apalagi di rumah sebesar ini.. Aku sudah memberitahu Ky dan dia mengatakan aku bisa pergi kemanapun, berbelanja dan juga mencari kegiatan yang lainnya.... Menurutmu, apa tidak sebaiknya aku mencari pekerjaan saja ya disini??? Habisnya, Papa Iel sudah tidak memberiku pekerjaan yang bisa aku kerjakan, jika bukan aku yang memaksa..."
Kyra tertawa. "Karena Uncle Iel berpikir kau harus banyak istirahat setelah kau sakit kemarin, dan kejadian itu juga datang saat kau sedang bekerja, jadi ya sepertinya uncle Iel sedikit trauma Gie..."
"Papa Iel selalu saja menyebalkan....! Tapi bagaimana menurutmu jika aku mencari saja pekerjaan disini???"
"Kalau mengatakan pada Papa Iel pasti jadi ribet, mungkin aku bicara dengan Ky saja... Selain karena bosan di rumah, aku juga kan belum memiliki anak jadi kupikir tidak ada salahnya aku menikmati hatiku sebagai wanita karir selain seorang istri... Benar kan???"
"Benar sekali.... Kau bisa diskusi kan dengan Ky, aku yakin dia juga akan setuju....!!"
"Ya... Kupikir juga seperti itu, oh iya sudah jam segini, kau pasti mengantuk sekali, lebih baik kau istirahat dan kita sambung besok lagi.... Good night Kyra... "
"Night Gie... " Kyra pu. menutup panggilan Gienka dan menarik selimutnya untuk kemudian tidur. Tidak ada pesan masuk dari Axel, dan Kyra meyakini lelaki itu sudah istirahat karena Kyra tahu Axel juga sangat lelah sekali sepertinya setelah latihan dan langsung pulang ke Jakarta. Kyra tidak ingin mengganggu Axel, jadi dia memutuskan untuk tidur saja karena besok harus kembali beraktifitas di kantor.
Sementara itu, Axel duduk di ruang keluarga bersama dengan kedua orang tua nya membahas apa yang terjadi hari ini. Axel menceritakan kepada mereka apa yang sudah di lakukan Celia pada Kyra, hingga hampir menyulut amarah dari Aditya. Dan Axel juga sudah memutuskan bahwa dia tidak bisa lagi mentolerir sikap Celia dan tidak akan lagi mau menemui nya apapun alasannya. Terlebih lagi melihat apa yang di lakukan Mama Celia tadi, bagi Axel sudah cukup berurusan dengan mereka.
"Kau memang harus mengambil sikap yang tegas Xel... Mama tidak mau keluarga Kyra kehilangan kepercayaan kita... Mama sudah sangat khawatir sejak Celia datang bersama Mama nya kemarin saat kau ada di Amerika dan mencarimu.. Mereka begitu memaksakan kehendak mereka padahal Mama sudah mengatakan agar tidak perlu lagi mengganggu mu, tetapi nyatanya mereka tidak mau mengerti... Mama hanya takut keluarga Kyra akan berpikir macam-macam tentang sikapmu jika kau tidak tegas mengambil keputusan tentang Celia, mereka begitu baik dengan kita Xel, sangat menyayangimu, dan mereka berharap banyak padamu, Kyra juga sangat perhatian pada Mama dan juga adikmu, kau sudah tepat memilih calon istri jadi Mama harap kau tidak mengecewakan mereka... "
"Axel tahu Ma, itulah kenapa Axel juga berusaha sebaik mungkin untuk memberi Celia pengertian agar berhenti bersikap seperti ini dan melupakan semua nya, karena dia juga memiliki kehidupan yang masih sangat panjang, dan dia bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik lagi daripada aku... Karena tidak ada lagi yang bisa di harapkan dalam hubungan kami berdua... Aku sudah melupakan segala nya dan sangat mencintai Kyra, perasaan takut kehilangan Kyra juga sangat Axel rasakan dengan kembali nya Celia... Sangat takut jika Om Adit menolakku... " Ujar Axel.
"Calon mertuamu adalah orang baik dan sangat bijak dalam menghadapi sesuatu, dia tahu mana yang menurutnya baik dan juga tidak.... Kau sekarang hanya perlu membuktikan diri saja Xel, bahwa kau sangat mencintai Kyra, dan persiapan pertunangan hingga pernikahanmu juga akan di mulai, selain pekerjaanmu, fokus juga pada persiapan mu dan Kyra jangan sampai ada hal lain yang mengganggu segala nya.. " Papa Axel menimpali.
Axel menganggukkan kepala nya. "Iya Pa...!"
Mama Axel beranjak dari sofa dan pergi meninggalkan suami dan anaknya. Dia pergi ke kamar untuk mengambil sesuatu. Dan tak lama setelah itu kembali lagi ke ruang keluarga. "Ini... Ambilah.. Mama khusus memilihnya untuk Kyra... " Ucap Mama Axel memberikan sebuah kotak beludru berwarna biru.
Axel melihat itu. "Apa ini Ma???" Tanya nya bingung lalu membuka kotak kecil itu yang ternyata berisi sebuah cincin dengan berlian di atas nya.
"Cincin untuk melamar Kyra.... Sebelum bertunangan, lebih baik kau melamarnya dulu, ajak dia ke sebuah tempat yang indah atau tempat yang dia sukai dan kau lamar dia, ikat dia sementara sampai pertunangan dan kalian menikah... Ini hadiah kecil untuknya, dan di pertunangan nanti kita akan memberinya perhiasan lagi seperti Kalung... Dan pernikahan tentu kau akan memberikan cincin pernikahannya... "
"Haruskah seperti itu??? Maksudku nanti pertunangan kita memberi cincin lagi, dan pernikahan memberi cincin lagi, lalu aku juga harus melamarnya dengan cincin lagi??? Nanti jari Kyra penuh dengan cincin dong Ma??? Kan jadi lucu.. "
Mama Axel tertawa. "Kau ini, polos sekali.... Ini hadiah untuknya, berikan saja, jika kalian sudah menikah tentu Kyra akan memakai cincin pernikahan, dan cincin ini bisa dia gunakan untuk aksesories, untuk orang yang di cintai, pemberian adalah sebuah kehormatan dan juga kebanggaan.. Cari waktu yang pas untuk mengajak Kyra pergi liburan meskipun hanya dua hari, dan kau bisa memberikan kejutan untuk melamarnya... Ingat, lakukan sebelum pertunangan..! Mama yakin Kyra akan sangat menyukai ini..."