
3 Tahun Kemudian
Gienka duduk melamun di meja kerja nya. Dia memainkan mouse komputer kerja nya. Ya, Gienka sedang melamun. Dia akhir-akhir ini sedang memikirkan kenapa dia belum hamil juga. Dia sudah melepaskan KB nya sejak dua tahun yang lalu, tetapi tidak kunjung hamil juga. Dia sudah memeriksakan kondisi nya begitu juga dengan Kyros, dan hasilnya mereka berdua sama-sama dalam keadaan Sehat. Tidak di temukan masalah apapun tetapi Gienka tidak mengerti kenapa dia tidak kunjung hamil.
Gienka akhirnya memutuskan untuk memiliki anak ketika dia menggendong Athan, anak Kyra untuk pertama kali nya. Tiba-tiba hati nya merasa tergugah untuk bisa segera memiliki anak dengan Kyros. Athan sangat lucu dan menggemaskan, Gienka pun jadi membayangkan bagaimana nanti jika dia dan Kyros memiliki bayi. Dan Gienka ingin bayi nya memiliki wajah seperti Kyros yang tampan jika laki-laki, dan mirip sepertinya jika perempuan. Tetapi keinginan nya itu akan terwujud kapan, Gienka sama sekali tidak tahu.
Gienka benar-benar merasa ketakutan sekali, takut dia tidak bisa hamil. 2 tahun sangat lama sekali bagi nya. Meskipun Kyros sering menghibur untuk tidak mengkhawatirkan apapun dan mereka harus lebih saran, tetapi tetap saja Gienka selalu memikirkan itu hingga membuatnya merasa tidak nyaman sama sekali. Gienka takut Kyros nantinya akan meninggalkannya karena mungkin dia sebenarnya mandul. Keadaan ini membuatnya semakin tersiksa sekali.
Hasil pemeriksaan memang sangat bagus, Gienka ataupun Kyros tidak memiliki masalah apapun. Dan dokter mengatakan jika hal itu biasa terjadi dimana seorang perempuan yang baru saja melepaskan alat kontraseepsi bisa langsung hamil atau bahkan harus menunggu berbulan-bulan baru bisa hamil. Karena semua itu tergantung dari hormon mereka yang berbeda-beda setiap orang.
Saat itu Gienka berpikir bahwa mungkin memang butuh beberapa bulan, tetapi ketika di tunggu lebih dari satu tahun, dia tidak kunjung hamil juga bahkan sudah dua tahun hingga sekarang. Gienka selalu menyesali kenapa dia dulu harus memutuskan untuk menunda momongan, jika saja itu tidak dia lakukan mungkin sekarang akan beda cerita.
Satu hal yang menjadi ketakutan Gienka adalah Kyros mungkin akan berpaling darinya karena dia tidak jua hamil. Gienka selalu teringat dengan cerita perpisahan orang tua nya dulu. Hanya karena terlambat hamil, Mama nya yaitu Elea harus mengalami hal yang menyakitkan karena Papa nya yaitu Ariel berselingkuh dengan perempuan lain, lalu menceraikannya. Mama nya di tinggalkan dalam keadaan hamil dan mengalami banyak kesulitan serta menghadapi kehamilannya sendiri tanpa suami. Ketakutan itu selalu menghantui Gienka akhir-akhir ini. Dia sangat mencintai Kyros dan juga tahu bahwa Kyros sangat mencintai nya, akan tetapi jika kondisi nya seperti ini terus, bukan tidak mungkin Kyros lama-kelamaan akan berpaling darinya. Gienka tidak bisa jika harus berpisah dengan Kyros.
Diam-diam ketika berada di rumah dan Kyros belum kembali dari kantor, Gienka sering sekali menangis di kamar terkadang di kamar mandi. Dia seperti tidak siap untuk menghadapi semua yang buruk jika terjadi sesuatu nanti nya.
Lamunan Gienka tiba-tiba terbuyarkan saat ponselnya berdering. Gienka mengambil ponsel yang ada di depannya dan mendapati kontak bernama "MY ALIEN 👽" yang menghubungi nya. Siapa lagi jika bukan Kyros. Gienka tersenyum dan mengangkatnya. "Ya...???" Jawab Gienka.
"Hai sayang...!! Sibuk ya???" Tanya Kyros di ujung telepon.
"Ah tidak juga, kenapa??? Kau sendiri tidak sibuk???" Tanya Gienka pada suami nya.
"Aku baru selesai meeting di dekat kantormu, ughh bagaimana kalau kita lunch bareng???? Sebentar lagi jam makan siang kan??? Aku akan menjemputmu.. "
Gienka melihat jam tangannya. "Ah iya, setengah jam lagi waktunya makan siang, baiklah tunggu aku di depan nanti.. "
"Aku juga mencintaimu, sampai jumpa.. " Panggilan itupun di akhir oleh Kyros. Gienka tidak sadar jika dia sudah melamun terlalu lama. Dan waktu sudah menunjukkan bahwa sebentar lagi istirahat makan siang.
"Gienka..!!??" Panggil seseorang.
Gienka berdiri dan tersenyum ternyata itu adalah manager nya. Gienka di beri tahu agar menyiapkan meja untuk seorang staff baru yang besok akan mulai bekerja di bagian divisi nya. Selain itu, Gienka di beritahu juga jika karyawan itu berasal dari Indonesia. Sontak mendengar itu Gienka merasa senang sekali karena dia akan memiliki teman dari Indonesia. Dan setelah makan siang nanti, staff baru itu akan datang untuk mengurus beberapa administrasi sehingga besok bisa langsung bekerja dengan baik. Gienka pun mengangguk dan akan menghubungi pihak terkait untuk menyiapkan dan mengurus meja untuk staff baru itu.
****
Kyros menunggu Gienka keluar dari kantornya. Dia sudah menghubungi istrinya bahwa dia baru saja sampai, dan Gienka akan keluar sebentar lagi. Kyros senang sekali dia bisa mengajak istrinya untuk makan siang bersama dan ini sangat jarang sekali terjadi karena kesibukan mereka juga jarak kantor Gienka dan Kyros yang cukup jauh.
Kyros tersenyum dan membuka pintu mobilnya ketika melihat istrinya sudah keluar dari kantor. Perempuan itu selalu terlihat cantik dalam kondisi apapun. Dan Kyros senang karena Gienka sangat menikmati pekerjaannya dengan baik. Selain itu istrinya juga tetap mengurusnya dengan baik, tetap tahu dan menjadi istri yang cakap akan tugasnya. Bagi Gienka, mengurus Kyros adalah hal yang paling utama baru setelah itu pekerjaannya. Gienka tidak mau kesibukannya mengganggu keeajibannua dan mengabaikan Kyros. Sesibuk apapun dia tetap akan mengutamakan Kyros dalam segala hal.
Sebagai seorang suami, Kyros juga selalu berusaha mencurahkan segala perhatiannya pada Gienka. Selalu memberikan kasih sayang dan terus mendukung setiap langkah Gienka. Kyros tidak bisa tanpa Gienka, dia begitu mencintai istrinya itu. Sangat mencintai nya.
Kyros melambaikan tangannya dan Gienka tersenyum berjalan menghampiri nya. Gienka mengalami dan mencium tangan Kyros. "Lama ya??? Sorry.. " Ucap Gienka.
"Tidak sayang, tidak lama hanya sekitar tiga menit saja, kita bisa pergi sekarang???" Tanya Kyros.
Gienka mengangguk. "Ya... Kau ingin kita lunch dimana???" Tanya Gienka.
Kyros membuka kan pintu untuk istrinya. "Di dekat sini saja, agar nanti aku dan kau juga tidak terlambat kembali ke kantor.. " Jawab Kyros. Gienka masuk ke dalam mobil dan Kyros menutup pintunya, berlari ke sisi kiri dan masuk juga lalu pergi meninggalkan perkantoran Gienka.
Bersamaan dengan itu, sebuah taksi berhenti. Dan seorang laki-laki tampan turun. Lelaki itu melihat keadaan sekitar kantor itu, dan seperti berpikir sejenak. Ini adalah tempat kerja nya yang baru dan kantor ini salah satu kantor terbaik disini. Hari ini dia akan mengurus administrasi dan besok akan langsung mulai bekerja. Dan dia tidak sabar untuk bertemu dengan teman-teman baru disini.