
Beberapa hari kemuidian.....
Gienka membantu Kyros mengemasi barang-barangnya besok suami nya harus kembali lagi ke Amerika untuk bekerja dan meninggalkan Gienka serta baby Lexia. Gienka memasukkan pakaian Kyros ke dalam koper sedangkan suaminya itu sedang menggendong baby Lexia. Kyros tidak berhenti menciumi baby Lexia karena merasa gemas sekali dengan pipi tembem putrinya itu. Selain menciumi wajah baby lexia juga begitu menggemaskan dan sangat lucu sehingga rasanya Kyros harus begitu berat hati untuk meninggalkan putrinya besok. Dia pasti akan sangat merindukannya mengingat selama ia di sini dan setelah kelahiran putrinya itu, dia selalu bersamanya menggendongnya dan menimangnya dengan penuh kasih sayang sehingga rasanya sangat sedih ketika harus meninggalkannya.
"Sayang???" Panggil Kyrks pada Gienka.
"Yaa???" Jawab Gienkc ra
"Nanti kau ingin dipanggil apa oleh Putri kita yang cantik ini???" tanya Kyros
Gienka tersenyum kemudian ia terdiam untuk sesaat, mendongak menatap langit-langit kamarnya seolah sedang memikirkan sesuatu. "Memangnya kau ingin dipanggil apa???" tanya Ginka balik.
.
"Kau ini bagaimana ?? Aku bertanya padamu dan kau justru bertanya balik kepadaku, maksudku apa kau sudah punya pandangan ingin dipanggil apa oleh anak kita nanti???" Tanya Kyros lagi.
"Aku belum terfikirkan apapun.. Ya mungkin panggilan standar saja mommy dan daddy Hahaha." Gienka tertawa.
"Ya boleh saja, tapi apa Kau tidak punya keinginan untuk dipanggil dengan panggilan yang berbeda dengan yang lainnya??? Uuumm mungkin seperti aku memanggil Amam dan Apap, juga seperti Athan yang memanggil Kyra Ammi lalu memanggil Axel dngan panggilan Baba, menurutmu bagaimana???" Tnya Kyros lagi.
"Hehehe... Kalau yang aku tahu kenapa pada akhirnya mereka memanggil seperti itu, itu karena kata yang sering diucapkan oleh mereka saat kecil seperti kau dan Kyra memanggil Amam dan Apap, karena itu yang muncul dari mulut kecil kalian berdua, itu juga sama terjadi pada Athan, dia memanggil Kyra Ammi karena saat kecil kata itu yang sering muncul dari mulutnya akan begitu juga ketika dia memanggil Axel dengan panggilan Baba itu yang muncul, kalau sekarang kau bertanya mengenai panggilan apa yang akan anak kita sematkan kepada kita berdua ya kalau mau yang aneh-aneh ya Tunggu dia bisa bicara apa yang dia ucapkan saat memanggil kita nanti hehehe hehehe.." Giev nka tertawa.
Kyros ikut terkekeh. "Ya sudahlah kalau begitu Mommy and Daddy tapi ya tergantung nanti anak kita mau memanggil kita apa, kita Ikuti saja kata pertama yang terucap dari mulutnya." ungkap Kyros.
Gienka tersenyum. "Ya Mari Kita lihat nanti saja perkembangannya bagaimana, aku tidak masalah karena anak kita akan memanggil kita apa, yang penting panggilan itu memiliki arti cinta dan kasih sayang yang luar biasa untuk kta sebagai orang tua nya.."
"Oh iya Bagaimana dengan rumah kita apa kau sudah menghubungi asisten rumah tangga kita yang dulu untuk membersihkannya??" tanya Gienka.
"Oh sudah aku sudah menghubunginya saat aku kembali ke Washington DC aku mendatangi rumahnya. Sorry aku baru bercerita kepadamu dan dia bersedia untuk bekerja bersama kita lagi rumah, juga sudah aku minta untuk dibersihkan. Dan kemarin sudah dibersihkan, nanti saat aku pulang ukepasti keadaannya sudah bersih semuanya.."
"Ah syukurlah aku senang sekali karena beliau tetap menunggu kita kembali ke sana sama seperti janjinya sebelum kita meninggalkan rumah..!"
Keesokan harinya.....
Kyros sudah rapi dan barang-barangnya sudah disiapkan dengan baik oleh cinta Gienka sejak semalam. Dan baby Lexia masih tidur tetapi sejak tadi Kyros terus menggendongnya. Beberapa menit lagi dia harus pergi ke bandara dan berangkat ke Amerika. Meskipun berat tetapi Kyros harus tetap melakukannya. Dia sangat berharap waktu cepat berjalan sehingga istri dan anaknya bisa segera menyusulnya. Gienka meyakinkannya bahwa ini hanya akan berjalan beberapa minggu saja setelahnya dia pasti akan menyusul Kyros pulang ke Washington Dc bersama dengan baby Lexia.
"Sayang kau harus segera turun dan berpamitan dengan semuanya kalau tidak kau akan ketinggalan pesawat. Dan ayo kita turun barang-barangmu juga sudah dibawa ke lantai 1 pasti sekarang juga sudah dimasukkan ke dalam mobil
Ayo kita turun dan temui keluarga kita!" Ajak Gienka. Kyros mengangguk kemudian mereka membawa baby Lexia untuk turun ke bawah mereka masuk ke dalam lift.
Ketika keluar lift, keluarganya memang sudah berkumpul di ruang tamu. Mereka berdiri ketika melihat Kyros dan Gienka.
Keduanya pun menghampiri semua orang yang ada di ruang tamu Kyros memberikan baby Lexia ke Gienka.
Kyros tersenyum kepada Apapnya kemudian memeluknya. "Pap, Ky berangkat ya??? Titip Gienka dan Lexia." ucap Kyros.
Aditya membalas pelukan putranya itu dan menepuk punggung Kyros. "Tenang saja, istrimu dan anakmu akan baik-baik saja di sini. Kau Pergi dan kembalilah bekerja, salam untuk Smith. Jika kau bertemu dengannya."
"Iya pap Ky akan menyampaikan salam apa kepada Smith dan juga Shanon.."
Kyros kemudian beralih memeluk Cahya dan mencium Pipi Amamnya itu jangan menangis. "Kyros akan kembali ke Amerika bukan ke luar angkasa lagi tolong jaga Lexia dan juga Gienka, nanti antar mereka untuk menemui aku dan aku juga pasti akan merindukan Amam, aku menunggu Amam datang ke Washington DC lagi..."
Cahya tersenyum dan mengusap kepala kKyros menahan air matanya. "Jangan khawatirkan apapun Istri dan anakmu, akan aman berada di sini bersama kami semua kok, fokuslah kembali bekerja. Amam dan apap Aakan mengantar mereka nanti jika kami sudah merasa bahwa Lexia siap untuk perjalanan jauh..*"
"Thanks Mam, Amam terbaik, Ky yakin amam bisa menjaga mereka berdua, Ky sangat mencintai Amam Apap." Kyros kembali memeluk Cahya dengan sangat erat.
Kyros kemudian berpamitan dengan seluruh anggota keluarganya, yang terakhir dia memeluk Gienka meminta agar istrinya menjaga kesehatan dan merawat bayi mereka dengan baik dan Kyros akan menunggu mereka nanti, akan sangat merindukan mereka berdua.
Setelah itu Kyros menggendong sebentar baby lexia dan menciumnya ia akan sangat merindukan bayi kecilnya yang begitu menggemaskan cantik dan lucu ini baru tidak sabar menantikan untuk bisa kembali berkumpul dengan anak dan juga istrinya nanti.
Selah pamitan dengan semua orang, Kyros masuk ke dalam mobil diantar oleh sopir menuju bandara. Kyros Melambaikan tangan dan mobil pun mulai meninggalkan rumah keluarganya. Gienka menyeka air matanya yang baru saja mau menetes ke pipi nya. Selalu ada perasaan sedih tapi hanya akan selama beberapa minggu saja perpisahan ini tidak terlalu mengandung kesedihan yang mendalam saat dulu Kyros he ndak pergi ke keluar angkasa, Gienka melepaskan Kyros denga n perasaan yang tenang.