
"Lebih baik kita duduk dulu Pap, dan mengobrol sambil makan malam...! " Celetuk Kyros. Semua setuju dan mereka duduk di kursi sambil menunggu makanan di sajikan.
Kyros berpikir bahwa dia harus menjelaskan mengenai Kyra dan Zayan kepada kedua orang tuanya agar mereka tahu dan bisa mengambil sikap juga. Kyros yakin kedua orang tuanya tidak akan mempermasalahkan hal itu, karena mereka selama ini membebaskannya dan Kyra untuk melakukan apapun asal tetap pada jalan yang baik.
"Pap, Mam... Begini sebenarnya, mengenai Kyra dan Zayan..! " Ucap Kyros. Kedua orang tua nya terlihat serius memandang ke arahnya bergantian ke arah Kyra. "Mereka sebenarnya saat ini sedang berpacaran... Jadi aku harap kalian bisa mengerti dan mengetahui hal itu, Kyra menyukai Zayan begitu juga sebaliknya..! " Jelas Kyros.
Aditya saling melempar pandangan pada istrinya yang ada di sebelahnya. Cahya kemudian melempar senyumnya. "Oh jadi Kyra dan Zayan berpacaran?? Tidak apa-apa jika kalian saling menyukai, ini bisa jadi penyemangat belajar untuk kalian berdua, yang terpenting kalian tidak melupakan tugas kalian untuk belajar...! " Ujar Cahya dengan bijak.
Aditya hanya diam, Cahya menyenggol pinggang suaminya agar suaminya itu mengatakan sesuatu atau setidaknya memberi wejangan kepada Kyra dan Zayan.
"Ahhh ya baiklah jika kalian memang berpacaran, tidak masalah, seperti yang di katakan oleh Cahya bahwa kalian harus menjadikan ini sebagai penyemangat kalian dalam belajar, dan Zayan, Om ingatkan padamu agar bijak dalam bersikap, patuh terhadap peraturan yang selama ini sudah aku dan istriku tanamkan pada Kyra, bahwa jika dia menjalin hubungan dengan laki-laki, dia tidak boleh melewati batasan yang ada dan harus bisa menjaga diri dari hal-hal buruk yang bisa merugikan diri, hal berbau sensitif harus kalian hindari kecuali jika kalian sudah menikah, karena aku dan istriku ingin jika Anak-anak kami menjadi anak-anak yang selalu menjunjung tinggi nilai moral dalam keluarga.. Kau mengerti??? "
Zayan menelan ludahnya, ada kegugupan yang sedang di rasakan nya. Apalagi hubungannya dengan Kyra baru saja di mulai dan langsung di ketahuilah oleh kedua orang tua Kyra bahkan anggota keluarga yang lain juga. "I... Ya Om... Saya mengerti... Itu juga sudah di katakan oleh Kyros sebelumnya, saya akan menjaga dan melindungi Kyra dengan baik dan tidak akan melakukan hal yang melewati batas, Terima kasih untuk supportnya.. !"
"Baguslah jika Kyros sudah memberitahumu mengenai hal itu, aku ingin kau memegang janjimu dan jangan pernah menyakiti Kyra..! " Ucap Aditya lagi.
Zayan menganggukkan kepalanya dan berjanji akan membahagiakan serta menjaga Kyra dengan baik.
Makanan sudah datang dan semua menikmati nya dengan suka cita. Kebahagiaan terpancar di wajah Kyra dan juga Kyros. Senang menyadari bahwa semua orang yang di cintai nya datang kesini untuk merayakan ulang tahun mereka berdua. Hal yang sudah lama tidak terjadi dan ini adalah hal yang begitu membahagiakan. Sayangnya Adri dan Chika tidak bisa turut hadir karena Adri ada urusan pekerjaan yang penting sehingga tidak bisa ikut bergabung, dan hanya mengirim Niall saja di temani oleh Neneknya yaitu Ibu Cahya dan Chika. Kyros dan Kyra menyadari hal itu, tahu bahwa perusahaan tetap harus ada yang menghandle ketika Aditya sedang pergi, jadi Adri yang bergantian mengurus perusahaan selama Aditya ada disini.
Kyros tiba-tiba tersenyum, dia teringat bahwa dia juga punya kejutan untuk semua orang di hari ulang tahunnya ini. Dia akan memberitahu mereka sekarang.
"Pap... Mam....! Ada sesuatu yang ingin Kyros katakan pada kalian, Kyros harap kalian tidak marah dengan apa yang Kyros sampaikan ini.." Ucap Kyros dengan suara pelan tetapi semua orang langsung menatap ke arahnya.
"Tentang apa Ky????" Tanya Cahya.
Kyros menundukkan kepala nya, seolah terlihat meragu untuk mengatakannya. Melihat itu, Aditya lekas meminta agar putranya itu mengatakan apa yang ingin di katakan. "Kenapa Ky??? Teruskan? Kenapa malah diam??? "
"Sebenarnya bulan depan Ky akan pindah ke Washington...!"
"Ke Washington?????" Seru semua orang bersamaan.
"Ke Washington untuk apa Ky??? Itu jauh sekali dari sini, lalu bagaimana dengan kuliahmu??? Kau ini ada-ada saja...! " Gerutu Cahya.
Kyros memilih diam. Aditya terlihat bingung dengan apa yang baru saja di ungkapkan oleh putranya. Bagaimana bisa Kyros pindah ke Washington, ujung barat ke timur, itu jauh sekali, jika pindah kota di sekitar sini mungkin tidak akan masalah tetapi jika ke Washington itu adalah hal yang konyol.
"Apa yang kau ucapkan Ky??? Kenapa harus ke Washington??? Apa kau ingin pindah kuliah kesana?? Kau sendiri yang memilih tetap melanjutkan kuliah disini, sekarang adikmu juga ada disini dan kau malah ingin pindah?? Apa kau bertengkar dengan Kyra??? " Tanya Aditya.
"Tidak Pap.. Aku sedang tidak bertengkar dengan Ky, kita tidak ada masalah apapun.. Ky...! Kau ini kenapa??? " Tanya Kyra dengan nada yang kesal.
Kyros terkekeh. "Bukan..! Kenapa kalian terlihat khawatir seperti itu, Ky bukan ingin pindah kuliah, atau sedang kesal dengan Kyra, tetapi Ky mendapat rekomendasi dari kampus untuk bisa magang sekaligus bekerja di kantornya N*sa"
"Apa....????? " Seru semua orang lagi.
"Ya, jadi Ky akan pindah kesana, Ky dapat rekomendasi dari kampus karena nilai Ky bagus dan hasil kerja praktek Ky disana dulu memuaskan, itulah kenapa Ky mendapat undangan agar bisa bergabung disana lagi, Apap dan Amam tidak masalah kan aku pindah kesana???? "
Aditya dan Cahya saling melempar pandangan. Seolah enggan mempercayai kabar baik yang baru saja mereka dengar dari Kyros tetapi tentu putranya itu tidak sedang berbohong. "Kau serius Ky??? " Tanya Cahya.
"Lalu bagaimana dengan kuliahmu Ky??? " Tanya Aditya.
"Ky akan datang kesini untuk kuliah lalu akan kembali lagi ke Washington, tidak akan ada masalah apapun Pap karena Ky juga tidak setiap hari kuliah, dan mereka juga mengerti bahwa Ky masih melanjutkan kuliah, mereka bisa menyesuaikan dengan jadwal kuliah Ky.. Itulah keistimewaan yang Ky dapat, itu juga yang membuat Ky tidak akan menyia-nyia kan hal ini... Apap dan Amam tidak masalah kan jika Ky bekerja disana??! "
Cahya langsung memeluk Kyros yang duduk di sebelahnya. "Kenapa harus jadi masalah sayang, Amam, Apap, dan yang lainnya pasti setuju dengan hal itu, kesempatan yang baik untukmu dan ini jadi jalan yang baik untuk karirmu ke depannya, Amam sangat bangga sekali padamu....! "
"Semua karena doa Amam yang tidak pernah putus untuk Ky dan juga Kyra, meskipun selama ini Ky jauh dari Amam dan Apap, tetapi Ky selalu bisa merasakan dahsyatnya doa kalian berdua, Ky selalu bangga bisa lahir dari rahim seorang ibu yang luar biasa seperti Amam, Terima kasih Mam... Ky sangat mencintai Amam...! " Kyros menitihkan airmatanya, memeluk erat Amam nya. Bagi Kyros sekeras apapun usaha yang di lakukannya tetapi jika tanpa doa dari Amam nya dan juga Apapnya serta keluarganya yang lain tentu itu tidaklah ada guna nya. Doa adalah salah satu hal besar yang wajib di lakukan oleh manusia untuk mempermudah jalan menuju sesuatu yang baik dan juga sebagai wujud pengabdian seorang manusia kepada Tuhan pemilik segalanya.
Cahya mengusap lembut punggung putranya. Tidak ada lagi yang bisa dia ucapkan untuk mendeskripsikan perasaannya saat ini. Kyros sudah membuktikan bahwa setiap usaha yang di lakukannya tidaklah mungkin berakhir sia-sia. Kyros bisa membuktikan diri bahwa dia bisa meraih kesuksesannya sendiri tanpa harus memanfaatkan embel-embel nama besar keluarganya. Bahkan Kyros juga mendapatkan beasiswa selama ini, itu terjadi karena begitu cerdasnya dia mencari kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang di inginkan nya. Dia belajar dengan giat untuk semua hal itu, beasiswa yang di dapatkannya adalah bagian dari usaha nya selama ini untuk menjadi anak yang rajin dan tidak setengah-setengah dalam menjalankan sesuatu, meskipun dia tahu bahwa tanpa beasiswa, orang tua nya pun sangat mampu untuk membiayai seluruh kehidupannya. Tetapi Kyros tidak ingin selalu berpangku tangan, apa yang dia bisa, dia pasti akan melakukannya dengan sepenuh hati.
"Alam juga sangat mencintaimu sayang... Jangan pernah berpuas diri, selalu lah berusaha, bersyukur, jangan takabur dan tetap rendah hati... Peluklah juga Apapmu, dia selalu terlihat dingin tetapi yakinlah jika dia yang lebih sering sedih dan juga selalu merindukanmu ketika di rumah, dia juga yang selalu membanggakanmu dan adikmu..! "
Kyros melepaskan pelukannya pada Cahya kemudian berdiri dan memeluk Aditya. Kyros tahu betul bahwa di balik wajah dingin dan tegas, Aditya adalah seorang Ayah yang lembut, perhatian dan penyayang. Selalu menjadi panutan untuknya dan juga Kyra. Segala kesuksesan dan segala yang di miliki oleh Apapnya itu tidak terlepas dari kerja keras, usaha dan juga kecerdasan yang di milikinya. Orang lain seringkali menilai bahwa apa yang di miliki dan di raih oleh Aditya adalah karena Aditya adalah anak dari Harry Sahasya sehingga Aditya di berikan tanggung jawab untuk mengurus kerajaan bisnis HS Enterprise tanpa perlu menjadi karyawan biasa dan langsung di angkat menjadi CEO menggantikan Tuan Harry. Tetapi anggapan itu tidaklah benar, karena Aditya memulai segalanya dari nol, dimana ketika dia masuk ke perusahaan Papanya, Aditya juga melewati seleksi masuk dengan ketat, lalu menjadi karyawan biasa disana selama beberapa tahun. Setiap hari hasil kerjanya di nilai oleh pimpinan sehingga tahap demi tahap Aditya bisa naik jabatan. Untuk menjadi CEO menggantikan Papa nya yaitu tuan Harry, Aditya harus melewati tan tantangan yang super berat dimana Aditya di beri tugas untuk mengurus anak perusahaan yang sedang goyah dan mengalami permasalahan. Dari kejeniusannya itulah, Aditya bisa membuktikan jika dia mampu membuat anak perusahaan itu bangkit dari keterpurukan serta menyelesaikan masalah yang ada, yang pada akhirnya membuat Aditya di beri kepercayaan oleh tuan Harry untuk menggantikan posisinya di kantor utama HS ENTERPRISE.
Dari cerita itulah, Kyros dan Kyra bisa belajar bahwa jika ingin meraih kesuksesan diperlukan kerja keras yang tidak mudah. Meskipun terlahir dari keluarga yang berpengaruh dan memiliki kekayaan yang tidak main-main, Kyra dan Kyros selalu di ajarkan untuk bisa bekerja keras ketika ingin mendapatkan sesuatu, walaupun tahu jika orang tua mereka bisa saja langsung memberikan apa yang mereka minta. Tetapi Kyra dan Kyros tidak mau menjadi anak yang manja dan selalu bergantung pada orang tua mereka.
"Selamat untuk semua yang sudah kau raih... Kau selalu bekerja keras untuk mewujudkan setiap impianmu, Apap selalu yakin bahwa anak-anak Apap akan bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa harus menadahkan tangan meminta kepadaku, karena baik kau dan juga adikmu selalu berusaha keras lebih dulu, tidak ada lagi yang bisa Apap katakan selain kata bangga... Raihlah apapun yang menjadi cita-citamu dan jangan mudah berpuas diri Ky.. Ingat itu baik-baik..." Aditya mengusap lembut punggung Kyros, matanya berkaca-kaca karena dia begitu terharu dan bangga atas pencapaian putranya sejauh ini.
"Jaga ibadahmu karena sebaik-baik nya pertolongan adalah pertolongan Allah, seringlah juga mengucap syukur atas segala sesuatu yang kau dapatkan, serta terus belajar agar kau tidak mudah puas dan akan selalu berusaha... Apap sangat bangga kepadamu..! " Ungkap Aditya lagi.
"Thanks Pap... Ky akan selalu menjalankan semua nasehat Apap dan Aman, thanks untuk doa dan supportnya selama ini, Ky janji tidak akan pernah mengecewakan Apap dan Aman serta yang lainnya...! "
"Bekerja keraslah untuk mengejar semua impianmu, tentu nya tetap harus rendah hati...! "
"Iya Pap...! "
Semua orang berdiri dan kembali memberi ucapan selamat kepada Kyros, tetapi tentu kali ini ucapannya adalah ucapan selamat atas prestasi yang di dapatkan oleh Kyros. Mereka turut berbahagia dengan kabar itu. Selain bahagia, mereka juga turut bangga, karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang bagus dan beruntung seperti Kyros. Usaha tidak akan pernah membohongi hasil. Sangat pantas Kyros mendapatkan itu, karena Kyros selama ini selalu belajar dan berusaha keras untuk mendapatkan yang dia mau.
"Wah... Selamat ya Ky??? Aku senang sekali dengan kabar ini, kau akan menghabiskan banyak waktu di Washington, dan kau pasti tahu bahwa itu cukup dekat dengan Boston, aku akan sering datang untuk bertemu denganmu, kau juga bisa datang untuk bertemu denganku.." Ungkap Gienka.
"Kau ini Gie.. Dasar...! " Ujar Kyros.
"Hanya satu setengah jam dengan pesawat, sementara jika dari Boston ke California sekitar hampir 5 jam...! "
"Jika memang begitu, sama saja dong seperti dulu, aku akan sendirian disini.. Kau akan jauh lagi denganku...! " Ujar Kyra dengan sedih.
Kyros tersenyum dan mendekat ke adiknya yang sedang memasang wajah muram dan sedih. Kyros memeluk Kyra dan mencium kening adik yang sangat di sayanginya itu.
"Kenapa kau bersedih??? Aku akan tetap pulang kesini untuk kuliah dan menemuimu, jadi kenapa kau harus bersedih??? Aku akan selalu bersamamu..."
Kyra membalas pelukan kakaknya, dan menangis tersedu-sedu. "Aku sangat bahagia sekali kau mendapatkan sesuatu yang luar biasa ini, usahamu selama ini berubah hasil yang bagus, kau pasti senang sekali dan begitu juga dengan kami semua.. Tidak apa jika aku harus jauh darimu lagi, aku akan selalu berdoa untuk kesuksesanmu...! "
"Terima kasih, kau adalah adik terbaikku... Kali ini giliranku, besok pasti akan menjadi giliranmu untuk membuat keluarga kita bangga, kau juga sudah berusaha keras selama ini, wujudkan juga keinginanmu untuk bisa menjadi penerusnya Apap, kau akan terlihat keren juga sepertinya nanti...! "
Kyra memukul dada Kyros sambil tersenyum. "Kau ini...! Menyebalkan...! "