I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 248



Hari ini Kyros meminta ijin tempatnya bekerja setengah hari dan berangkat siang. Dia dan Gienka pergi ke airport untuk menjemput Sanne dan kedua orang tua nya, yaitu Vitto dan Rana. Kyros dan Gienka jugaa sudah menyiapkan kamar untuk mereka. Gienka merasa senang sekali karena dia bisa ada teman di rumah nanti, juga teman jalan-jalan. Kyros menyewa mobil yang lebih besar, muat untuk 6 orang, karena mobilnya hanya cukup untuk 4 orang saja. Sedangkan nanti Sanne akan datang bersama kedua orang tua nya, jadi perlu mobil yang memiliki 4 bangku penumpang di belakang.


Gienka juga sudah mengirim CV ke beberapa perusahaan, tinggal menunggu panggilan untuk test. Kyros membantu mm bertanya kepada teman-teman nya tentang beberapa perusahaan yang sudah di lirik oleh Gienka, juga ada dari mereka yang memberitahu jika ada perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan yang sesuai dengan passion Gienka. Dan Gienka juga menghubungi teman-teman nya yang ada di Washington untuk membantu nya.


Kyros juga bekerja sama dengan baik dengan tidak memberitahu siapa pun jika dia ingin bekerja. Gienka tidak mau nanti justru terjadi masalah dan penolakan dari orang tua nya. Karena dia hanya ingin mengisi hari nya agar tidak kesepian, juga mencari teman yang banyak. Kyros sangat mendukung keputusannya untuk bekerja. Tahu bahwa tidak elok menghalangi niat baik istri nya yang ingin bekerja, meskipun Kyros sangat mampu sekali membiayai kehidupan Gienka sehari-hari. Tanpa perlu istri nya bekerja.


Mereka menunggu di pintu kedatangan. Pesawat yang di tumpangi Sanne dan orang tua nya sudah mendarat sekitar setengah jam yang lalu, dan sebentar lagi pasti akan keluar. "Apa yang ingin kau masak nanti malam???" Tanya Kyros sambil merangkul baju Gienka.


"Apa ya??? Kau ingin makan apa???"


"Terserah.... " Jawab Kyros.


Gienka memasang wajah cemberut. Kyros selalu menjawab pertanyaannya dengan jawaban sama setiap menanyakan suami nya ingin makan apa. "Kau lebih menyebalkan daripada perempuan... Seharus nya akh yang mengatakan itu ketika kau bertanya aku ingin makan apa, ini malah kebalikannya... Sangat menyebalkan... "


Kyros terkekeh. "Kau juga kenapa selalu bertanya itu padahal sudah tahu jawabanku... "


"Karena aku ingin sekali-kali suami ku meminta sesuatu padaku, selain meminta di layani untuk bercinta, seharusnya kau meminta yang lain... Bosan sekali jika permintaanmu hanya bercinta saja... "


Kyros kembali terkekeh mendengar ucapan istri nya. "Tapi kau tidak pernah menolak nya kan??? Dan kau juga menyukai nya???"


"Karena hanya itu permintaanmu jadi tentu tidak akan aku tolak.. Coba saja kau meminta yang lain, aku pasti akan memberikan nya atau aku akan menyetujui nya.. " Gerutu Gienka. "Eiitttssss... Tetapi jangan pernah kau meminta untuk menikahi perempuan lain, aku akan membunuhmu jika kau berani... "


"Hahahaha..... Tentu saja tidak... Istriku sudah memiliki segala nya, aku tidak butuh perempuan yang lainnya, kecuali Aman dan Kyra, karena mereka orang tua dan adikku... Dan kau istriku yang paling aku cintai.. Yang selama ini aku tunggu, ketika aku mendapatkan nya tentu aku harus menjaga nya dengan baik dan mencintai nya.... Butuh perjuangan keras untuk bisa bersama mu... " Kyros mempererat pelukan nya.


"Awas saja sampai kau berani menyia-nyia kan ku....!"


"Tidak akan... " Kyros mengecup kepala Gienka.


"Eeehhh... Itu seperti nya uncle Vitto....!" Gienka menunjuk ke arah pintu kedatangan.


"Iya itu uncle Vitto... "


Gienka dan Kyros berjalan menuju pintu kedatangan. Gienka melambaikan tangan nya dan memanggil nama Vitto. Di belakang Vitto, ada Sanne dan juga Mama nya, yaitu Rana, dan ternyata sepupu Sanne juga ikut, yaitu Vineet. Keponakan Papa nya Sanne, anak dari Vino dan Arindah.


"Uncle Vit.....!!! Sanne... Aunty Rana...!!!" Panggil Gienka. "Ehh itu ada Vineet.... "


Ketiga nya pun tersenyum ketika melihat Kyros dan Gienka. Mereka mempercepat langkah nya untuk menghampiri kedua nya. Kyros dan Gienka menyalami Vitto dan Rana. Gienka juga memeluk Sanne dan Vineet, merindukan sahabat nya itu.


"Maaf lama ya kalian menunggu???" Tanya Vitto.


"Ah tidak Uncle... Kami sangat mengerti kalau banyak yang harus di urus setelah mendarat... " Jawab Kyros.


"Tidak sama sekali... Gie senang sekali saat Kyra memberitahu jika kalian datang kesini, Gie jadi tidak kesepian di rumah sendiri saat Ky pergi bekerja..."


Rana tersenyum. "Padahal kami sudah ingin memesan hotel, tetapi Apap kalian memaksa dan menyuruh kami menginap di rumah kalian..."


"Apap memang benar, lebih baik tinggal bersama kami... Mari kita ke rumah...." Ajak Kyros. Mereka kemudian berjalan keluar, dan Kyros bergegas menuju area parkir dan mengambil mobil nya.


"Kenapa tidak bilang kalau Vineet ikut???" Tanya Rana pada Sanne.


"Mendadak Kak... Tiba-tiba Vineet ingin ikut..."


"Uncle Vino dan Aunty Arindah kenpa tidak ikut juga???"


"Mama Papa sedang sibuk, dan aku memang sedang tidak ada kegiatan yang penting, jadi memutuskan untuk ikut kak Sanne kesini, liburan.. Di rumah bosan sekali... " Jawab Vineet.


Gienka tertawa. "Dasar... Nanti kita jalan-jalan dan shoping ya??? Eh itu mobilnya... "


Mobil Kyros mendekat, dan mereka memasukkan koper ke bagasi lalu masuk ke dalam mobil.


"Kau tidak kerja Ky???" Tanya Vitto.


"Kerja Uncle, masuk siang... Ky ijin setengah hari.." Jawab Kyros.


" Kau kenapa ijin bekerja hanya untuk menjemput kami???? Harusnya kau tidak perlu repot-repot, kami bisa naik taksi, dan sekali lagi maaf, Tiba-tiba uncle harus merubah jadwal kedatangan uncle kesini, yang harusnya beberapa hari ke depan, jadi uncle percepat...! Karena ada perubahan jadwal pertemuan dengan kolega uncle...."


"Ah tidak masalah uncle, kami justru senang... Dan kami harap uncle, aunty dan juga Sanne serta Vineet nanti betah tinggal di rumah kami...."


"Kami pasti betah sekali..." Ujar Vitto.


"Neet.... Bagaimana kuliahmu???" Tanya Gienka.


" Lancar kak... Baru selesai sidang... Itulah kenapa aku merasa sudah sedikit bebas... " Jawab Vineet.


"Wah syukurlah.... Terus-terus mau langsung kerja atau mau lanjut langsung S2???" Tanya Gienka lagi.


"Langsung S2 sih kak, biar sekalian belajarnya, nangung nanti kalau berhenti dan kerja dulu... Tetapi kalau kuliah S2 sambil kerja juga lebih bagus sih... "


"Itu benar sekali... Trus mau lanjut dimana???"


"Aku ingin sekali kuliah di luar kak, tapi????? Papa lagi-lagi tidak mengijinkannya dan memintaku kuliah di Jakarta saja, di kampus yang sama... Tetapi aku sedang coba bernegosiasi dulu, berharap Papa setuju... Aku juga ingin tahu rasanya kuliah di luar negeri, sekaligus tambah pengalaman... " Ujar Vineet. Sebenarnya sejak dulu dia ingin kuliah di luar negeri bahkan ingin tinggal bersama Sanne dan Om serta tante nya juga Opa nya di Paris. Tetapi Papa nya melarangnya, dan menyuruhnya kuliah di dalam negeri saja. Dan akhirnya Vineet berkuliah di salah satu universitas terbaik di Indonesia, dan mengubur mimpi nya kuliah di luar negeri. Kedua orang tua nya sangat protektif, dan terkesan tidak bisa membiarkannya untuk jauh dari mereka. Ya, Vineet tahu apa yang mendasari hal itu, dan dia sangat mengerti serta memilih menurut kepada kedua orang tua nya. Karena mereka begitu terluka akan kejadian di masa lalu yang meninggalkan luka begitu dalam bahkan hingga saat ini, sehingga mereka tidak ingin itu terulang lagi.