I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 63



Cahya menyeka airmatanya dan melangkah maju, tetapi dengan cepat Cyntia mulai mengancam lagi, Aditya pun menahan Cahya. Sambil terisak dan ingin segera mendapatkan Kyros kembali, Cahya menarik napasnya dalam-dalam.


"Cyntia, maafkan suamiku jika dia berbuat salah kepadamu, maafkan aku juga jika memang aku memiliki salah, kalau perlu aku akan bersujud di kakimu, menciumnya tetapi tolong kembalikan bayiku, apa kau tidak kasihan kepadanya, dia begitu lemah saat ini, aku mohon Cyntia kembalikan dia pada kami, apapun yang kau minta kami akan memenuhinya, jika kau tidak ingin di penjara lagi, aku akan mencabut laporan Aditya pada kepolisian dan kau bisa pergi bebas tetapi sekali lagi ku mohon kembalikan bayiku" Cahya berlutut dan menangkupkan kedua telapak tangannya sambil menangis mengharapkan belas kasihan dari Cyntia.


"Aku lebih baik membusuk di penjara dan kalian juga menderita karena kehilangan bayi ini, karena aku sudah tidak bisa mendapatkan lagi keinginanku, kalian sudah menghancurkannya, menangislah sampai matamu buta, aku tidak akan peduli"


Aditya merangkul Cahya dan menyuruhnya untuk berdiri. Hati Cahya benar-benar hancur melihat Kyros dalam pegangan Cyntia, wajah Kyros sangat pucat, matanya terbuka tetapi hanya separuh dan sangat sayu, bahkan bayi itu sepertinya sudah tidak sanaggup untuk menagis. Sangat jelas terlihat tubuhnya juga melemas. Cahya memeluk Aditya sambil menangis.


"Ky kita, dia begitu lemah, kenapa Cyntia tidak memiliki belas kasihan sama sekali, tolong lakukan sesuatu sayang, untuk mendapatkannya kembali, aku tidak mau terjadi sesuatu dengannya! Tolong...!!"


Aditya mengusap lembut punggung Cahya, dia sendiri merasa bingung, apa yang harus dilakukannya. Cyntia benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Bujukan apa lagi yang harus dilakukannya agar Cyntia menghentikan kegilaan ini.


"Cyntia, tolong lepaskan bayi kami, katakan apa yang kau inginkan, tetapi setidaknya kembalikan bayi kami"


"Kau pikir aku bodoh Aditya, aku tahu kau sangat cerdik dan licik, jadi jangan harap aku akan mendengarkan omong kosongmu, melihat istrimu menderita seperti itu aku sangat senang, kau juga sebentar lagi akan melakukan hal yang sama, akan sangat menarik jika aku tidak menjatuhkan bayi ini tetapi melemparnya, dia akan terbang lalu jatuh dan tubuhnya akan hancur dibawah sana haha"


"Kurasa dia memang sudah gila, benar-benar gila dan tidak berperasaan!" Gumam Ariel.


"Kau benar, bukan penjara tempatnya, tetapi rumah sakit jiwa, suaminya meninggalkannya karena itu adalah salahnya sendiri kenapa dia tidak menyadarinya juga, tetapi kita juga harus ikut berpikir bujukan apa yang bisa membuat perempuan gila itu menyerah, kasihan Kyros dia sudah lemah sekali" Ujar Randy kemudian.


Elea memundurkan langkahnya lalu memanggil Randy dengan suara lirih dan meminjam ponsel Randy, karena ponselnya tertinggal di rumah Aditya. Randy mengernyit dan menanyakan kepada Elea akan menghubungi siapa dia.


"Keadaan Kyros sangat lemah, kurasa aku berencana memanggil ambulance, aku takut terjadi sesuatu" Ucap Elea.


Randy kemudian memberikan ponselnya kepada Elea, dan Elea memilih menjauh dari mereka dan kembali turun ke lantai dua. Cukup lama Elea pergi ada sekitar 10 menit lalu kembali dan mengembalikan ponsel Randy.


******