
Cyntia terlihat belum puas karena usahanya untuk menampar Cahya tidak berhasil, tetapi tatapan membunuh Aditya padanya membuat Cyntia akhirnya menyerah dan menarik kasar tangannya dari cengkraman Aditya.
"Ingatlah ucapanku baik-baik Cyntia, jangan sampai kau membuatku marah untuk kesekian kalinya, aku tidak pernag main-main dalam setiap ucapanku, jika saja aku tahu kau membuat ulah lagi, akan ku pastikan kau akan habis bagaikan debu, tidak bersisa sama sekali...! Axel dan keluarganya juga akan menjadi bagian dari keluargaku, jadi awas saja kalau kau berani mengusik mereka...!"
Aditya kembali mengancam, dan orangtua Cyntia kembali menarik Cyntia mengajaknya pergi. Mereka berempat keluar dari restoran, wajah Celia juga terlihat sedih tetapi Axel mencoba mengabaikannya. Semua sudah tidak bisa lagi di kembalikan seperti semula. Dan ketika tadi melihat bagaimana Cyntia menghina Kyra, Axel semakin yakin bahwa keluarga Celia tidaklah baik, suka memaksakan kehendaknya.
Sebenarnya tadi, tidak sengaja ketika di area parkir, Axel dan kedua orangtuanya bertemu dengan Aditya dan Cahya yang baru sampai, mereka kemudian masuk ke dalam restoran bersama-sama. Tetapi kemudian mereka melihat, Celia, Cyntia dan orangtuanya mendekati Kyra yang sedang duduk sendirian. Saat itu Axel sudah ingin mendekati mereka tetapi Aditya melarangnya dan meminta agar membiarkannya saja karena Aditya penasaran dengan apa yang ingin dilakukan oleh Cyntia.
Kyra, dia juga sebenarnya tahu jika ada kedua orangtuanya, serta Axel berdiri tidak jauh di belakang Cyntia, tetapi Kyra memilih berpura-pura tidak tahu setelah Aditya memberinya kode. Itu juga yang membuat Kyra berdiri dari kursi yang didudukinya dan mencoba menentang Cyntia. Aditya dan Cahya sebelumnya sudah mengajari Kyra agar bisa mengambil sikap jika ada orang yang mengatai atau memakinya, dan tidak diam saja. Semua itu dilakukan oleh Cahya dan Aditya pasca insiden yang dilakukan oleh Jelena beberapa waktu yang lalu. Kyra selama ini terlalu banyak diam dan membiarkan saja ketika ada orang yang berusaha menjatuhkannya. Kyra kurang bisa mengambil sikap, persis seperti Cahya dulu. Itu sebabnya Aditya tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi, dan mengajari anak-anaknya agar bisa mengambil sikap dalam setiap permasalahan yang sedang di hadapi.
Dan mengenai mata-mata, itu benar sekali, Aditya memang sudah melakukan itu sejak bertahun-tahun. Semua anggota keluarganya kecuali Kyros, memiliki satu penjaga, dan mereka bertugas mengikuti dari jauh. Hanya saja ketika Kyra pergi menemui Axel di luar kota kemarin, Aditya melarang anak buahnya itu untuk ikut karena Kyra sudah pergi dengan supir saat itu. Aditya sadar dia ceroboh ketika itu karena ternyata Kyra justru meninggalkan supir di tempat latihan Axel dan membiarkan Kyra pergi dengan Axel tanpa memberitahunya. Setelah tahu bahwa Kyra bertemu dengan Cyntia, Aditya langsung meminta Randy mengirimkan bodyguard untuk putrinya itu, sayangnya sebelum memulai tugasnya, Kyra justru pergi ke Amerika menyusul kakaknya diam-diam. Rencana itupun tertunda dan sebenarnya akan mulai bertugas minggu depan tetapi sekali lagi Kyra harus dihadapkan dengan bertemu Cyntia.
Aditya tidak bodoh, tidak hanya satu tetapi Aditya tiga langkah lebih cepat dalam mengambil sikap untuk keamanan keluarganya. Setelah mengetahui bahwa Kyra akan mengalami masalah besar dengan Cyntia, Aditya langsung mengirim orang untuk mencari tahu keberadaan Cyntia saat ini lalu mengikutinya kemana mereka pergi. Bahkan Aditya juga tahu kalau Cyntia sempat mendatangi keluarga Axel dirumahnya, karena orang yang dia tugaskan melaporkan hal itu padanya. Dan untuk hari ini, dia cukup terkejut ketika mendapat laporan lagi bahwa Cyntia bersama keluarganya sedang berada di restoran ini, dan disaat yang bersamaan ternyata Kyra juga sampai disana. Mendengar itu Aditya langsung mempercepat laju mobilnya agar bisa segera menyusul putrinya, feelingnya mengatakan bahwa jika Cyntia tahu ada Kyra pasti akan melakukan sesuatu padanya. Benar saja dugaannya, sampai disana, dia melihat lagi betapa congkak dan angkuhnya Cyntia sama seperti dulu, tidak ada yang berubah sama sekali.
Diluar restoran, Celia masih menangis dan masih belum mau melepaskan Axel. Tangisan dan rengekan Celua itu justru semakin memantik kemarahan Cyntia.
"Celia....! Diamlah dan berhenti menangis....! Apa kau tidak tahu bahwa kita sekarang sedang dalam masalah besar....! Berhenti menangisi lelaki itu, aku akan mencarikanmu laki-laki lain yang lebih baik dari dia...! Jangan lagi kita berurusan dengan keluarga Aditya yang gila itu, atau kita semua akan dapat masalah besar nantinya....!!!" Cyntia menarik kasar Celia menyuruh agar putrinya itu masuk ke dalam mobil.
"Tapi Ma...???!!"
"Diamlah Celia....!!! Kau ini sama saja dengan papamu, sama sekali tidak berguna....! Ayo masuk...!! Dan ingat aku tidak mau lagi kau terus menangisi si Axel itu, kita semua jangan lagi berurusan dengan Aditya, kita bisa dibuatnya jadi miskin lagi...!" Teriak Cyntia dan mendorong Celia masuk ke dalam mobil dengan marah. Semua kekacauan ini harus dihentikan sekarang juga, dan mereka harus segera pergi dari kota ini, kembali pulang ke rumah mereka yang ada di luar kota, karena jika tidak, akan sangat berbahaya. Aditya bisa saja tidak mau mengampuni mereka.
"Ya...! Ikuti mereka terus seperri sebelumnya, aku tidak mau mengambil resiko besar!" Aditya kemudian menutup teleponnya. Aditya menyuruh anak buahnya itu untuk tetap mengikuti Cyntia dan keluarganya sampai waktu yang belum ditentukan karena Aditya benar-benar harus memastikan mereka pergi jauh dan tidak mengganggu lagi.
Aditya kemudian mengambil dompetnya mengeluarkan beberapa lembar uang dan memanggil pelayan. Aditya memberikan uang itu dan meminta pelayan atau ob untuk membersihkan lantai yang kotor karena lemparan jus darinya di wajah Cyntia tadi, dan meminta maaf atas kejadian kecil yang baru saja terjadi. Aditya kemudian mengajak yang lainnya untuk pindah meja dan melanjutkan tujuan dari pertemuan mereka.
Sambil menunggu pesanan datang, orang tua Axel memulai pembicaraannya, alasan mereka mengundang keluarga Kyra kesini adalah untuk membicarakan niat Axel menikahi Kyra. Beberapa hari terakhir ini Axel sering bercerita bahwa dia sangat serius dengan Kyra dan tidak ingin menunggu lama lagi, mengingat usia mereka berdua juga sudah sangat pas untuk menikah.
Cahya dan Aditya saling bertatapan dan tersenyum. Mereka membenarkan jika memang sudah waktunya anak-anak untuk memulai kehidupan yang baru, selain untuk kebahagiaan mereka juga untuk menghindarkan keduanya dari hal yang tidak baik. Lagipula jika keduanya sudah saling yakin dan menyukai, untuk apa menunggu waktu yang lama lagi. Aditya sangat menyukai keberanian Axel untuk melakukan ini, Aditya juga sangat yakin bahwa Axel memang sangat tepat untuk Kyra.
"Kalian berdua...! Kapan kalian ingin menikah???" Tanya Aditya.
"Terserah saja...!" Sahut Kyra malu-malu.
"Kyra sayang ingin pernikahan yang seperti apa???" Tanya Mama Axel.
Kyra menoleh menatap Amamnya yang tersenyum padanya. "Kyra ingin yang lengkap prosesinya...! Ingin yang meriah dan mewah tetapi tidak berlebihan, standart pernikahan pada umumnya saja...!"
Mama Axel mengangguk dan sangat mengerti apa yang dimaksud oleh Kyra. "Mama mengerti apa yang kamu inginkan, kalian anak muda yang pasti punya standart sendiri jadi kalian bisa membicarakan mengenai hal itu!"
Makanan datang dan mereka menikmatinya sambil langsung menentukan tanggal lamaran, serta prosesi lainnya dan tentunya tanggal pernikahannya juga. Semua pembicaraan itu berjalan dengan baik, tidak ada yang saling kekeuh dengan pendiriannya. Tanggal sudah ditentukan, tinggal persiapan serta detailnya saja, dan mengenai semua itu adalah urusan dari Axel dan Kyra.
"Axel minta maaf sebelumnya om dan tante jika apa yang ingin Axel utarakan ini sedikit sensitif, Axel harap kalian tidak tersinggung...!" Ujar Axel pelan.
"Kenapa??? Katakan saja?" Ujar Cahya.
"Axel ingin seluruh biaya pernikahan ini aku yang menanggungnya, kalian tinggal terima beres saja, bolehkan??? Aku harap Om dan Tante mengerti maksudku!"
"Tidak...!!" Sahut Kyra dengan cepat. "Yang menikah kita berdua, bukan kau saja, jadi biaya itu tentu harus kita berdua yang menanggungnya....!"
"Bukan begitu Ra, aku tidak mau jika nanti ada orang yang berkata buruk tentang pernikahan kita, jika bukan aku saja yang menanggungnya mereka pasti mengira bahwa aku hanya menumpang saja pada keluargamu, aku tidak mau hal itu terjadi....!"
"Owh jadi kau pikir aku akan menggunakan uang Apap untuk biaya pernikahan ini? Aku juga bekerja jadi aku juga punya uang sendiri tanpa harus meminta pada Apap...! Pokoknya aku mau seluruh biayanya kita bagi menjadi 2....! Oke??"
"Tapi Ra....!???" Bantah Axel lagi.
"Sudahlah Axel, biarkan saja...! Benar kata Kyra bahwa kalian harus membaginya, Om janji tidak akan ikut campur dalam maslaah pernikahan kalian, dalam artian mengenai biaya, Om hanya akan membantu kalian mengurus persiapannya saja, dan segalanya bisa kalian diskusikan wo kenalan Ariel yang juga mengurus pernikahan Ky dan Gie kemarin, bagaimana???"
Axel mengangguk. "Baikalah 50:50, untuk urusan persiapannya aku juga setuju jika diurus oleh Wo yang kemarin di pernikahan Kyros dan Gienka....!"
Kyra tersenyum dan dia juga langsung menyetujuinya. Kesepakatan pun sudah diambil dan mereka tinggal menyiapkan semuanya sambil menunggu hari H tiba.