
Setelah mengakhiri panggilannya dengan Ariel, Gienka duduk di tempat tidur di sebelah Putri kecilnya. Shanon memandang sahabatnya itu dengan perasaan iba dan kasihan, ia bisa melihat tubuh Gienka masih gemetaran. Shannon pun mengambil air yang ada di meja kemudian memberikannya kepada Gienka meminta Gienka meminumnya agar Gienka merasa tenang dan lebih baik.
"Minumlah air ini!!" Shanon menyodorkan segelas air putih kepada Gienka, sahabatnya itu menerimanya dan langsung meneguk air itu. Shannon kemudian duduk di sebelah Gienka, mengusap punggung sahabatnya dengan lembut untuk menenangkannya. Dari pembicaraan Gienka dan Papanya tadi, Shanon langsung mengerti mengenai apa yang terjadi dengan Gienka, Kyros dan orang tua nya.
"Shannon, thanks!!!" ucap Gienka. Shannon tersenyum menganggukan kepalanya dan tiba-tiba Gienka langsung memeluknya dengan sangat erat. Gienka kembali menangis dipelukan Shanon sambil sesenggukan. Gienka benar-benar takut sesuatu hal yang buruk terjadi pada mertuanya, mengingat darah yang keluar begitu banyak dan pisau itu juga menancap cukup dalam apalagi melihat wajah mertuanya yang pucat pasi. Gienka benar-benar ketakutan sekali.
"Aku sangat takut Shanon, darah Apap begitu banyak. Aku sama sekali tidak tega melihatnya. Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengannya???"
"Gie, kau tenanglah dulu, semua akan baik-baik saja. Om Aditya pasti akan segera sembuh."
"Semoga saja. Aku benar-benar tidak menyangka jika Camilla sejahat itu dan setega itu, bahkan setelah menusuk dia tersenyum menyeringai, dia benar-benar menakutkan, dia seperti psikopat."
Shannon melepaskan pelukan Gienka kemudian menatap sahabatnya itu bingung. "Tetapi bagaimana kejadiannya??? Bagaimana bisa Camilla melakukan itu???" Tanya Shannon.
Gienka mulai bercerita kepada Shanon bahwa dia sedang makan malam di restoran bersama Kyros dan juga kedua mertua nya. Mereka tidak menyangka jika Camilla bekerja menjadi pelayan di restoran itu. Camilla melayani mereka dan mereka juga bersikap biasa saja layaknya customer dengan pelayan. Mereka memesan makanan sesuai dengan menu yang diberikan tetapi saat Camilla ingin pergi untuk memberikan pesanan mereka. Aditya sempat menyinggung mengenai obat yang pernah di berikan Camilla pada Gienka sebelumnya. Dan yang Gienka tangkap dari pembicaraan itu hanya pembicaraan biasa dan Aditya juga tidak mengatakan hal yang buruk kepada Camilla. Aditya hanya mengatakan agar Camilla tidak melakukan hal-hal yang seperti sebelumnya kepada Gienka seperti halnya permasalahan beberapa tahun silam dimana Camilla memberikan sesuatu di minuman Gienka yang membuat Gienka hampir sekarat dan ternyata Aditya juga tahu mengenai permasalahan Gienka dengan Kevin 2 tahun yang lalu. Padahal Gienka dan Kyros sudah merahasiakan itu dari mereka tetapi bukan Aditya jika tidak tahu. Orang tua Kyros memang terkenal sangat protektif kepada semua keluarga nya sehingga bukan perkara yang sulit untuk mereka tidak mengetahui apa yang terjadi di sini.
"Hanya itu saja, Apap juga tidak mengancam Camilla tetapi setelah itu Camilla pergi membawa menu yang kami pesan, dia datang lagi mengantar makan malam yang sudah kami pesan kami baru hendak memakannya tapi tiba-tiba saja Camilla mengeluarkan pisau dan langsung menancapkannya ke Apap aku rasa dia ingin menancapkannya ke leher tetapi karena aku mengetahuinya dan aku memanggil Apap, posisi Apap sedikit bergeser sehingga pisau itu bukan menancap di leher tetapi di pundaknya. Aku tidak tahu karena kejadiannya begitu cepat, itu di punggungnya atau di pundaknya, aku tidak tahu." ujar Gienkaa bercerita kepada Shanon.
"Ah Ya Tuhan, kenapa dia nekat sekali?? Aku rasa dia pasti menaruh dendam pada kalian semua atau mungkin itu hanya ekspresi dari kemarahannya, tetapi aneh saja kemarahan untuk apa??? jika Om Aditya tidak mengatakan hal yang mengancam atau menyakiti hatinya. Sangat aneh sekali." ucap Shanon heran.
"Aku juga tidak tahu, aku benar-benar sangat khawatir sekali dengan keadaan Apap, semoga Apap hanya mengalami luka ringan, aku benar-benar takut!" Gienka memeluk Shanon lagi.
jahatnya Camilla.
Sementara itu Ariel terlihat gusar. Begitu juga dengan istrinya Maysa, melihat ketakutan dari Gienka hingga betapa gemetarnya Gienka ketika berbicara tadi, mereka sangat khawatir sekali. "Aku harus ke Amerika hari ini juga, aku ingin memastikan keadaan di sana. Aku benar-benar tidak tenang!!" ucap Ariel pada istrinya.
"Ya kita memang harus ke sana. Aku khawatir sekali pada Gienka, aku juga khawatir pada Cahya dan Aditya, kau hubungi kak Danist suruh, dia bersiap juga, aku akan mencari tiket untuk penerbangan kita ke Washington DC." Ucap Maysa.
Ariel menganggukkan kepalanya. "Aku juga akan menghubungi Randy, apa menurutmu aku juga harus mengatakan ini kepada Om Harry ataupun memberitahu Kyra??" tanya Ariel.
"Entahlah. tapi bagaimana kalau nanti mereka panik, maksudku Om Harry dan juga tante Dina mendengar kabar seperti ini pasti tidak baik untuk mereka."
"Kau benar juga, Kyra juga punya anak kecil, sudah pasti akan panik sekali sedangkan Axel juga ada di luar kota , begini saja aku akan memberitahu Adri supaya dia bisa ikut kita ke sana."
"Ya lebih baik hubungi Adri saja tapi jangan lupa minta dia untuk tidak memberitahu siapapun supaya tidak terjadi kepanikan, sedangkan kita juga belum tahu kondisi Aditya bagaimana. Kyros pun saat ini pasti panik sekali jadi kita jangan mengganggunya, lebih baik kita mencari tiket dan langsung menyusul mereka ke sana saja."
Ariel menganggukkan kepalanya. "Ya aku akan hubungi mereka."
Ariel benar-benar khawatir sekaligus ia sangat marah sekali kepada Camilla, perempuan itu sangat berbahaya dulu sudah hampir melenyapkan nyawa Gienka dan sekarang dia berniat melenyapkan Aditya. Ternyata hukuman yang ia berikan kepada Camilla tidak membuat anak itu berubah dan justru semakin menggila. Ariel juga tidak menyangka kenapa Camilla bisa ada di Washington DC lagi lalu bertemu dengan Gienka dan yang lainnya, padahal sebelumnya ia sudah mengirim Camilla ke luar kota. Ariel juga masih belum tahu cerita pastinya seperti apa mengenai kejadian itu, dia penasaran ingin bertanya lebih tetapi melihat kepanikan dan kekhawatiran Gienka membuat Ariel memutuskan untuk tidak menanyakannya. Gienka pasti saat ini masih dalam keadaan shock, mungkin nanti juga dia akan coba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Gienka pasti butuh waktu untuk menenangkan diri lebih dulu.
Ariel memegang ponselnya ia mencari kontak Adri adik dari Aditya untuk memberitahunya supaya Adri bisa ikut dengannya menyusul Aditya ke Amerika. Ariel akan menjelaskan keadaan yang terjadi di sana kepada Adri tapi ia juga akan meminta Adri agar tidak panik dan tidak memberitahu keluarga yang lainnya mengenai apa yang terjadi jika bukan dari Cahya atau Kyros sendiri selain Adri, tentu Ariel juga akan menghubungi Randy dan Danist agar mereka bisa pergi bersamanya juga dan menyelesaikan permasalahan ini. Ariel tidak bisa diam, ia harus bisa memberikan pelajaran yang setimpal kepada Kamilah dan Kamila harus berada di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain itu Ariel ingin memastikan bahwa Camilla tidak boleh mendapat izin untuk tinggal di Amerika lagi. Ariel tidak mau mengambil konsekuensi untuk keselamatan keluarga Gienka kegilaan Camilla harus segelar dihentikan.