
Kyra menunggu Axel keluar dari tempat latihannya. Hari ini Kyra ada kunjungan kerja dan dia memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu dengan Axel. Dan kali ini mereka akan jalan-jalan serta makan siang sebentar sebelum Axel kembali latihan lagi. Kyra ingin memanfaatkan hari ini dengan sebaik-baiknya bersama Axel, karena akan butuh waktu yang lama lagi untuk bisa bertemu lagi dengannya.
Sudah beberapa hari ini Kyra tidak bertemu dengan Axel sejak lelaki itu pergi dan dia sangat merindukannya. Kehadiran Axel saat ini sudah membuat Kyra merasa nyaman sekali serta Axel juga sudah bisa membuat Kyra melupakan segala tentang Zayan. Axel juga memberi warna yang baru di kehudupan Kyra saat ini. Axel sering mengeluarkan lelucon-lelucon ringan tetapi bisa membuat Kyra tersenyum bahkan tertawa.
Akhirnya yang ditunggu keluar juga, Axel keluar dengan senyum manisnya, memakai hoodie berwarna putih dan celana pendek dengan warna yang sama. Axel melangkah mendekati Kyra dan langsung memeluknya. Axel mendaratkan sebuah kecupan di kening Kyra dan menanyakan kemanakah mereka akan pergi makan siang. Kyra tidak tahu dan menyerahkan semuanya ke Axel saja.Kyra kemudian meminta kunci mobil pada supirnya untuk pergi sebentar bersama Axel. Ya, Kyra kesini diantar oleh supir karena Aditya tidak mengijinkannya untuk mengendarai mobil sendirian ketika keluar kota.
Kyra memberikan kuncinya pada Axel dan mereka pun pergi untuk makan siang. Axel mengemudikan mobil Kyra pelan, dia menoleh dan mendapati Kyra tersenyum menatapnya. "Kenapa?" Tanya Axel.
Kyra menggeleng. "Tidak... aku hanya ingin memandangmu saja!" Gumam Kyra kemudian.
Axel memegang jemari Kyra, dan Kyra merenggangkan jemarinya sehingga jemari keduanya menyatu. "Bagaimana Gienka? Apa mereka sudah sampai?" Tanya Axel.
"Sudah, tadi pagi aku dan Amam sempat berbicara dengan keduanya, wajah mereka terlihat berbinar! Gienka bahkan tidak berhenti tersenyum mengungkapkan kebahagiaannya!"
"Gienka sudah lama mencintai Kyros, dan dia sudah mendapatkannya, itu sangat wajar sekali jika dia berbahagia, dulu Gienka sering cerita padaku tentang cinta pertamanya dan bagaimana dia akan menunggu hari itu! Sekarang semua sudah terwujud, aku yakin dia akan berbahagia sekali!" Ujar Axel.
"Kau benar sekali...!" Timpal Kyra.
Kyra kemudian mengatakan pada Axel bahwa mereka berdua baik Gienka dan Kyros sangat pandai menyembunyikan hal sebesar itu, dan Kyra juga tidak menyangka Gienka mampu bertahan tanpa menyebutkan siapa yang dia sukai kepadanya. Gienka sesekali hanya bercerita ketika Kyra memaksanya tetapi tetap merahasiakan banyak hal dari Kyra tentang sosok yang sering disukainya. Dan tentang kalau Kyros, Kyra juga tidak menyangka bahwa kakaknya yang super dingin dan cuek itu ternyata juga memendam perasaan yang sama pada Gienka.Kyra tidak terlalu memikirkannya atau banyak bertanya karena Kyros selalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya dan seperti tidak peduli dengan yang namanya hubungan asmara.
"Jangan salah, laki-laki justru paling bisa menyembunyikan perasaannya jauh lebih dalam dilubuk hatinya, ya dia terlihat kuat tetapi ada masanya dia rapuh sekali!"
Kyra terkekeh. "Hmmm biasanya jika ada yang mengatakan itu, aku yakin seratus persen bahwa dia pasti pernah mengalaminya... Hahahaha!" Kyra tertawa dan Axel juga ikut tertawa kemudian. Axel mengiyakan apa yang baru saja dikatakan oleh Kyra.
"Oh iya...! Kemarin kan kau dan Kyros serta Gienka pergi berziarah ke makam kakekmu, tapi aku sempat melihat Gienka memposting makam bayi yang ada disebelah makam kakekmu, siapa dia?" Tanya Axel.
"Oh itu...! Dia kakakku dan Kyros!" Jawab Kyra.
"Kakak??? Jadi kalian kembar tiga??" Tanya Axel lagi sambil menoleh bingung ke arah Kyra yang ada disebelahnya.
"Bukan...! Dia meninggal ketika masih berada di perut Amam, saat itu usianya baru sekitar 4 bulan, meskipun masih berupa janin tetapi Apap tetap menguburkannya dan memberinya nama!"
"Amam keguguran? Kok bisa?"
"Bukan keguguran, tetapi ada satu kejadian besar yang menimpanya saat itu, Amam di culik oleh mantan kekasihnya dan saat Apap menemukannya, Apap segera ingin membawanya pulang, sayangnya penculik itu berniat menusuk Apap dari belakang, melihat itu Amam mendorong Apap hingga terjatuh, pisau itu akhirnya mengenai perut Amam, lalu hal itu terjadi, dokter tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkannya! Amam sampai depresi cukup berat saat itu, dan Apap ada pekerjaan di Swiss lalu membawanya kesana, beruntungnya ketika kembali, Amam sudah sembuh dan kemudian hamil aku dan Ky...!"
"Ya Tuhan... Kejadian seperti itu dan dialami oleh keluargamu??? kenapa berani sekali dia melakukannya!"
Kyra menutup mulutnya dan terkekeh. "Apa kau bicara seperti itu karena menganggap keluargaku berkuasa??? Hahaha tetapi bukan berarti mereka tidak pernah mengalami hal buruk akibat ulah oranglain! Ky dulu juga pernah diculik dan hampir saja dilenyapkan, dan kau tahu siapa pelakunya? Dia adalah perempuan yang menjadi istri dari mantan kekasih Amamku, yang tadi aku ceritakan sudah membuat Amam keguguran!"
Mendengar itu, Axel tertegun dan menoleh ke Kyra dengan wajah heran sekaligus terkejut. "What....??? Bagaimana bisa sepasang suami istri melakukan hal sekeji itu???"
"I don't know...! Dari semua cerita yang ku dengar mengenai kejadian itu, aku hanya bisa menyimpulkan 1 hal bahwa wanita bernama Cyntia yang menculik Ky itu hanya merasa iri dengan Amam karena suaminya si Theo itu tidak bisa melupakan Amam, masih cinta berat...! Dia selalu menghina Amam tapi dia tidak sadar kalau dia bukanlah saingan dari Amam, bukan karena Amam memilki Apap or others, tapi karena Amamku memiliki hati yang baik dan bukan pendendam, si Cyntia itu tidak memiliki semuanya!"
Axel kembali mengernyit. "Cyntia dan Theo???" Tanyanya pada Kyra. Axel seperti tidak asing dengan nama itu, tapi dia mencoba mengabaikannya berpikir mungkin itu adalah orang lain.
"Ya, itu nama mereka, setelah kejadian penculikan Ky, si Cyntia dihukum penjara 2 tahun, dan si Theo yang sudah membuat Amam keguguran juga sebelumnya sudah di penjara tetapi Apap melakukan sesuatu padanya, sebelum memasukkannya ke penjara, yaitu Apap merusak wajahnya dengan goresan dari cutter, terlalu dalam hingga katanya sih masih membekas!!" Ujar Kyra lagi.
Axel langsung mengerem mendadak dan membuat Kyra terkejut. Bekas luka, Theo, Cyntia, itu semua tidak asing lagi bagi Axel. Apakah kedua orang itu adalah orang yang sama atau tidak.
"Kenapa???" Tanya Kyra dengan napas terengah karena terkejut.
"Oh....! Aku pikir ada apa, kucing memang kadang-kadang suka mengejutkan, dia muncul tiba-tiba dan menyebrang membuat kita terkejut setengah mati!"
Axel menoleh dan melempar senyum kemudian menjalankan mobil lagi. Axel masih tidak percaya jika kedua orang yang disebutkan oleh Kyra tadi pernah melakukan hal sekeji itu. Tetapi Axel juga masih belum yakin apakah orang itu benar-benar Cyntia dan Theo yang dikenalnya. Karena ya mungkin saja itu hanya sebuah kebetulan, begitu juga dengan bekas luka itu.
Sampailah mereka ke sebuah restoran, Axel bergegas keluar dan membukakan pintu untuk Kyra. Kemudian mereka melangkah masuk. Seorang pelayan menghampiri keduanya dan memberikan buku menunya. Setelah memesan, pelayan itu meninggalkan Axel dan Kyra, kemudian beralih ke meja lainnya karena ada pelanggan yang memanggilnya.
"Minta bil nya ya mbak??" Ucap pelanggan itu.
"Baik bu, tunggu sebentar!" Pelayan itu kemudian pergi.
"Bayar dan tunggu Mama disini, Mama ingin ke toilet"
Perempuan muda itu mengangguk dan membiarkan Mamanya pergi ke toilet.
Disisi lain, Kyra juga meminta ijin ke Axel untuk ke mobil mengambil ponselnya yang tertinggal. Pergilah Kyra kemudian.
Axel duduk diam menatap layar ponselnya menunggu Kyra juga makanan yang di pesannya tadi. Hingga kemudian seseorang menepuk pundaknya dari samping. Axel tersenyum dan mengira bahwa itu adalah Kyra. "Ya sayang, cepat sekali kau kemba....li...!" Mulut Axel langsung tertutup menyadari bahwa ternyata itu bukanlah Kyra melainkan Celia.
"Kau.....! Kau ada disini??" Tanya Axel dengan suara terbata.
Celia tersenyum. "Boleh aku duduk??"
Axel hanya mengangguk dan Celia pun duduk di depannya. Axel masih tidak percaya jika dia akan bertemu lagi dengan Celia disini. Celia adalah mantan kekasihnya yang dulu orangtua Celia sudah menolak lamarannya dengan alasan bahwa Celia tidak pantas menjadi istrinya karena dia bukanlah seorang pengusaha. Hal yang tidak akan pernah bisa dilupakan oleh Axel seumur hidupnya, bagaimana keluarga Celia menolaknya mentah-mentah juga bagaimana Axel menerima penghinaan dari seluruh anggota keluarga Celia.
"Kau sendirian disini??" Tanya Axel.
"Tidak...! Aku datang bersama Mama, dia ada di toilet, astaga aku senang sekali akhirnya bisa bertemu dengamu lagi setelah sekian lama! Aku mencoba mencarimu tetapi teman-temanmu tidak ada yang mau memberitahu keberadaanmu, kau juga memblokir semua sosial mediaku, apa sebegitu marahnya kau sampai aku sulit sekali mendapatkan akses untuk menghubungi atau menemuimu?" Celia kembali bertanya balik pada Axel.
Axel hanya melempar senyumnya tipis. "Aku hanya tidak ingin mendengar hal buruk lagi tentang diriku ataupun keluargaku! Jadi aku melakukannya, sorry!" Gumam Axel.
Celia tiba-tiba saja memegang jemari Axel dan wajahnya berubah sedih. "Kau tahu kan bahwa aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak bisa berbuat banyak saat itu, keluargaku mengekang dan mengancamku, aku tidak punya pilihan lain selain harus mengakhiri hubungan kita tapi percayalah Axel aku masih sangat mencintaimu, dan kau tahu, sekarang keluargaku sudah memberikan restunya untukku dan dirimu, itu sebabnya aku langsung berusaha mencarimj dan ingin agar kita kembali seperti dulu....! Kita bisa memulai lagi yang baru...! Aku senang kau tadi memanggilku sayang dan mengatakan bahwa aku cepat kembali, itu artinya kau masih mengharapkanku bukan???" Celia mengecup punggung tangan Axel.
Axel mengernyit dan membuang muka. Celia bilang bahwa sekarang keluarganya sudah merestui jika mereka berhubungan. Mendengar itu ingin sekali Axel mengumpat, karena Axel tahu alasan kenapa mereka sudah memberi restu adalah karena dia saat ini sudah sukses dengan pencapaian serta prestasinya sebagai seorang pemain bola. Berbeda dengan 1 tahun yang lalu yang masih merintis karir. Keluarga Celia sudah banyak melukai hatinya, bahkan setiap ucapan mereka dulu masih sangat membekas di hatinya. Mereka hanya memandang seseorang dari pangkat dan jabatan serta harta saja, padahal mereka seharusnya ingat bahwa kehidupan itu berputar, dan orang tidak selamanya bisa di bawah. Axel menjadi yakin sekarang jika keluarga Celia adalah keluarga yang munafik.
Axel melepaskan tangannya dari Celia dengan kasar. Dan tidak Axel sadari, ternyata di belakangnya ada Kyra yang berdiri terpaku menatap mereka. Kyra mendengar semuanya apa yang baru saja diucapkan oleh perempuan itu pada Axel.
Hingga tiba-tiba saja sebuah suara terdengar dan mengalihkan Axel serta Celia. Mereka berdua menoleh ke belakang.
"Celia....! Ayo pulang...!"
Celia tersenyum dan berdiri menghampiri sang Mama. "Ma, lihatlah, aku menemukan Axel Ma, Axel ku ada disini Ma...! Mama sudah merestui hubungan kami kan???"
Mama Celia pun terkejut mendapati Axel duduk di depannya. Dia bergegas langsung mendakatinya. Axel berdiri dan menatap Mama Celia, tetapi dia masih belum menyadari kehadiran Kyra. Mama Celia langsung memeluk Axel dan menanyakan kabarnya serta keadaannya sekarang. Axel hanya diam, enggan sekali menjawabnya karena tahu bahwa ekspresi yang ditunjukkan Mama Celia hanyalah kepura-puraan semata.
Sementara itu, Kyra sekali lagi dibuat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Bukan tentang apa yang diucapkan oleh perempuan muda itu, tetapi wanita yang saat ini memeluk Axel. Kyra sangat tahu siapa wanita itu karena dulu Apapnya pernah menunjukkan sebuah koran dimana ada wajah wanita ini di koran itu. Berita dari koran 24tahun yang lalu. Kyra perlahan melangkah dan mendekati Axel.
"Kau mengenalnya???" Tanya Kyra.
Mendengar suara Kyra, Axel langsung melepaskan pelukan Mama Celia dan menoleh ke sumber suara. Axel tercengang mendapati Kyra berdiri dengan wajah terkejut sekaligus heran.