
Erica berdiri mematung ia menelan ludahnya ketika berhadapan dengan Aditya dan dia juga melirik ke arah Cahya yang duduk di sebelah Aditya. Dan kemudian Erica berganti melirik ke arah Kyra yang berdiri di sebelah kanannya Erica melihat Ada kemiripan di wajah Kyra dan Cahya. Tiba-tiba batinnya mengatakan bahwa sepertinya perempuan ibu dari anak yang pernah dimarahinya itu adalah anak dari Aditya dan Cahya yang artinya anak kecil itu dipastikan adalah cucu dari Aditya.
Erica pun membatin dan mencemooh dirinya sendiri, merasa bodoh karena ternyata dia salah sasaran. Dan Dia kembali dihadapkan untuk berurusan dengan Aditya. Selama ini dia sudah lari dan bersembunyi tinggal di luar negeri dan sering berpindah-pindah negara setelah peristiwa teror yang dia lakukan kepada Cahya dan dia juga sudah kembali sekitar 7 tahun yang lalu ke Indonesia. Tetapi dia memilih tidak tinggal di Jakarta tentunya untuk menghindari berurusan dengan Aditya tetapi niatnya ke Jakarta untuk beberapa hari dan menikmati waktu liburnya justru membuatnya kembali berurusan dengan Aditya ini benar-benar sial untuknya.
"Kenapa bengong duduklah, kita mau ngobrol-ngobrol sebentar. Sudah lama kan kita tidak bertemu. Ayo duduk!!!" ucap Aditya kembali tertawa mengejek kepada Erica.
Erica benar-benar merasa takut dia harus segera pergi dari tempat ini dan tidak lagi berurusan dengan Aditya. Erica pun berbalik badan dan berjalan dengan cepat untuk keluar dari tempat itu ia tidak mau berurusan panjang dengan Aditya mengingat dulu Aditya cukup kejam ketika membalas seseorang yang mengusik kehidupannya
Melihat Erica pergi, Aditya pun beranjak dari tempatnya duduk dan mengajar Erica. Cahya dan Kyra juga ikut keluar menyusul Aditya dan Erica.
Aditya berhasil meraih lengan Erica ketika sampai di luar. "Kau mau ke mana??? Aku bilang kan duduk, kenapa malah pergi???" Tanya Aditya
"Adit lepaskan aku, biarkan aku pergi. Aku tidak mau berurusan lagi denganmu!!" Teriak Erica.
"Aku hanya ingin mengobrol, kan sudah lama kita tidak mengobrol dan bertemu kenapa kau harus takut???"
"Oke oke oke oke.... aku minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan dulu, itu juga sudah berlalu lama jadi jangan permasalahkan itu lagi ya??? Aku mohon ya aku minta maaf??" Erica menangkupkan kedua telapak tangannya memohon pada Aditya.
Aditya tetap memegangi tangan Erica. Tetapi wanita itu coba merentang untuk melepaskan diri karena Aditya masih dalam kondisi sakit saat Erica berusaha melepaskan diri. Aditya pun langsung melepaskannya dan mengemis merasa nyeri di mukanya lukanya.
Erica pun berbalik badan dan menatap Aditya. Aditya meringis tapi kemudian dia memandang tajam ke arah Erica. "Aku sudah melupakan apa yang sudah kau lakukan kepada istriku dulu. Kalau kau mau minta maaf akan hal itu Oke aku akan memaafkanmu meskipun itu tentu saja sudah sangat terlambat dan sekarang masalah baru kau buat lagi. Kenapa kau melakukan itu kepada cucuku. Tidakkah kau berfikir bahwa apa yang telah kau lakukan Sudah membuat seorang anak kecil ketakutan dan trauma, sekarang cucuku harus menjalani terapi ke psikiater untuk menyembuhkan traumanya akibat perbuatanmu kepadanya."
"Aku tidak sengaja..!!!" Sahut Erica dengan cepat.
"Tidak sengaja bagaimana??? Kau sudah memarahi anak kecil yang melakukan kesalahan secara tidak sengaja, kau ini manusia model apa???"
"Aku bilang aku tidak sengaja.."
"Aku akan mengembalikan uangnya kalau itu yang kau mau."
"Aku tidak memintamu untuk mengembalikan uangnya dan aku hanya ingin bertanya padamu kenapa kau melakukan hal itu kepada seorang anak kecil dan apa yang terjadi saat ini kepada cucuku, tidak akan bisa Aku maafkan. Kau benar-benar sungguh keterlaluan."
"Aku tidak tahu kalau itu cucumu."
"Jadi kalau dia cucuku. Memangnya apa yang akan kau lakukan???"
"Aku pasti tidak akan memarahinya."
"Oh jadi kau tidak akan memarahinya jika tahu itu cucuku, kau memang sudah tidak waras Erica."
"Erica seharusnya kau bisa bersikap, tidak seharusnya Kau bertindak seperti itu kepada anak kecil, efek yang kau timbulkan sangat bertemu dengan orang dan dia selalu menangis ketika bertemu dengan orang baru. Kau seorang wanita seharusnya kau mengerti mengenai Apa yang kau lakukan, seharusnya tidak seperti itu, kau bisa mengatakan dan mengingatkan cucu kami agar tidak bertindak seperti itu lagi bukan malah memarahinya." Cahya menimpali.
"Aku bisa saja menghajarmu ataupun melukai wanita sehingga aku tidak bisa melakukan hal itu dan jangan pikir aku bisa melupakan semua yang telah kau lakukan kepada keluargaku baik dulu ataupun saat ini karena aku bisa saja menghancurkanmu." Ancam Aditya.
"Aku sudah meminta maaf jadi, Bisakah kau membiarkanku untuk pergi. Aku janji aku tidak akan mengganggumu atau merecoki kehidupanmu dan keluargamu asal kamu biarkan aku pergi sekarang."
"Oke Pergilah, ingat kataku baik-baik jangan sampai kau melakukan sesuatu yang bisa membuat mu murka atau nasibmu akan sama seperti sahabatmu." Erica yang dimaksud Aditya adalah wanita yang dulu pernah menjadi selingkuhan Ariel dan wanita itu telah mendapatkan ganjarannya atas apa yang sudah dilakukannya menghancurkan rumah tangga Ariel dan juga Elia dulu wanita itu diceraikan oleh suaminya lalu Hidup menderita dan tidak sepopuler dulu bahkan wanita itu juga dijauhi oleh teman-temannya salah satunya adalah Erica. Meskipun mereka bersahabat tetapi persahabatan itu rusak dan diakhiri begitu saja karena sudah tidak level dengan mereka.
Erica meninggalkan Aditya, Cahya dan Kyra Dia berjalan menuju mobilnya Yang terparkir tetapi tiba-tiba saja seseorang menabrak Erica dan tidak lama Erica pun jatuh dan berteriak. Ternyata orang yang ditabrak Erica itu sedang membawa ember berisikan cat dan cat itu jatuh membasahi tubuh Erica sontak hal itu membuat Aditya, Kyra dan Cahya pun tertawa karena Tugu Erica berubah menjadi warna biru karena cat itu memang berwarna biru dongker.
Pemandangan itu pun mengundang gelak tawa dari beberapa orang yang berlalu Lalang. pakaian putih yang digunakan oleh Erica sudah berubah menjadi warna biru dongker. Begitu juga dengan tubuh rambut dan kepala Erica.
Dann tentu saja hal itu adalah balasan yang cocok untuk Erica. Aditya memang sengaja mengirim orang yang membawa cat untuk mengerjai Erica. Tentu saja tidak menggunakan cara kekerasan untuk membalas Erica karena Erica adalah seorang wanita akan tetapi Aditya ini memberikan pembalasan yang cukup memalukan dan akhirnya muncullah ide untuk mengirim orang membawa cat dan menabrak Erica ketika wanita itu sedang berjalan dan ini berhasil. Erica benar-benar berwarna biru dongker Erica bangun dari lantai lalu wajahnya kesal dan terlihat marah sekali kemudian ia meninggalkan tempat itu begitu saja menuju.