
Aditya keluar dari lift memegang segelas jus, dan membawa nya ke ruang gym yang ada di lantai 4 rumahnya. Ruangan itu di batasi oleh kaca dimana jika dari luar tidak bksamel I aktifitas di dalam, akan tetapi dari dalam bisa melihat apa yang ada di luar. Aditya tidak langsung berdiri di depan pintu ruang Gym, dia bergeser agar pintu itu tidak otomatis terbuka. Aditya memilih mengetuk kaca dari luar. "Ra.... Apap masuk ya????" Ucap Aditya dari luar, tahu jika di dalam ada putri nya yang sedang berolahraga pagi. Hal yang selalu Aditya terapkan sejak dulu, sebelum masuk ke ruangan apapun, dia memilih mengetuk pintu lebih dulu sampai mendapat ijin orang yang berada di dalam. Termasuk ketika akan masuk ke kamarnya sendiri, dia juga selalu mengetuk pintu dan baru akan masuk ketika Cahya menyuruhnya untuk masuk. Aditya berprinsil jika hal itu harus dia lakukan untuk menghargai privasi dari orang yang berada di dalam walaupun itu istrinya sendiri ataupun anak-anaknya.
"Eh Pap... Masuk saja...!!" Teriak Kyra dari dalam.
Aditya kemudian bergeser dan di depan pintu yang otomatis terbuka. Aditya melempar senyumnya ketika mendapati Kyra sedang treadmill dan menghadap ke arah kolam renang yang ada di luar. Kyra mematikan treadmill nya, menoleh ke belakang dan turun menghampiri Aditya. "Hai Pap.... Mau olahraga pagi juga???" Tanya Kyra sambil meraih handuk yang ada di atas meja. Kyra mengelap keringatnya dan duduk di sebelah Aditya dan minum air putih di tumblr nya.
Aditya menggelengkan kepala nya. "Tidak... Apap sedang malas... Ini jus untukmu, Amam mu yang membuatnya untukmu..." Aditya menyodorkan jus yang di pegang nya pada Kyra.
"Ah ya Ampun.... Harusnya Apap tidak perlu mengantarnya sendiri, kan ada mbak Tina...."
"Mbak Tina sedang membantu Amam mu menyiapkan sarapan... Lagipula Apap juga ingin bicara denganmu... Itulah kenapa Amam mu menitipkan jus nya pada Apap... "
Kyra melempar senyum. "Apap ingin bicara apa???" Tanya Kyra sambil meminum jus nya.
"Apa jau baik-baik saja setelah apa yang di lakukan Cekia kemarin???"
"Aku baik-baik saja Pap, jangan khawatirkan apapun... Apap bisa lihat aku tidak kenapa-kenapa kan... Pap... Jika Ra boleh minta, tolong Apap jangan terlalu memikirkan yang kemarin, dan jangan di ambil hati... Kita harus memaklumi sikap Celia seperti itu, dia terguncang dan wajar melampiaskan kemarahannya padaku ataupun pada Apap... Ya meskipun kita tidak bersalah, tetapi melihat berapa frustasi nya Celia, membuatku kasihan kepada nya... Dia hanya korban dari keegoisan orang tua nya, hal yang sama juga terjadi pada Axel, dimana dia juga korban dari keegoisan orang tua Celia.. Kita maklumi saja dan jangan di perpanjang ya???" Pinta Kyra.
Aditya tersenyum. "Kau benar-benar seperti Amam mu, berhati sangat lembut, dan mudah memaafkan.... Tetapi apapun akan Apap turuti jika itu yang kau inginkan.. Hanya satu pesan Apap, boleh kau berbuat baik dan memaafkan serta mengasihani seseorang, akan tetapi kau harus berhati-hati, jangan sampai sikap lembut dan pemaaf mu di manfaatkan oleh orang lain untuk berbuat jahat kepadamu... Apap dan Amam dulu pernah kehilangan janin Kakakmu karena sikap lembut dan pemaaf Amam mu di manfaatkan orang lain... Kami tidak ingin itu terjadi.. Kau mengerti kan???"
Kyra menganggukkan kepala nya. "Iya Pap, Ra tahu dan mengerti kok... Thanks for everything... Apap selalu jadi kebanggaan Ra dan juga pelindung Ra.. " Kyra memeluk Aditya. Di balik sikap dingin dan ketegasan nya selama ini, Apap nya adalah orang yang paling manis dan penuh kelembutan, serta selalu jadi garda terdepan untuk melindungi seluruh keluarga.
Aditya melepaskan pelukannya dan mengecup kening Kyra. Putri kecilnya sudah tumbuh dewasa, menjadi seseorang yang cantik, rendah hati, penyayang, manis, terkadang masih manja, dan membawa 80% sifat Cahya. Sebentar lagi Kyra juga akan menikah, Aditya benar-benar tidak menyangka waktu berjalan begitu cepat. Kedua anaknya telah menemukan jalannya masing-masing, bahkan dia juga pasti cepat atau lambat akan memiliki cucu, entah itu dari Kyra ataupun Kyros. Tetapi Aditya tidak akan pernah merecoki kehidupan kedua anaknya. Terserah mereka nanti akan langsung memiliki anak atau tidak. Akan tetapi, sudah jelas bahwa dalam waktu beberapa tahun ke depan, Kyros tidak akan memiliki bayi lebih dulu dan ingin menikmati masa kebersamaannya dengan Gienka. Dan Untuk Kyra, Aditya juga tidak tahu. Itu tidak menjadi masalah jika Kyra nantinya juga memiliki keputusan yang sama seperti kakaknya. Tugas orang tua hanya mendukung dan menghormati keputusan anak-anaknya selama itu hal yang baik dan positif.
"Hubungi Axel, suruh dia kesini untuk mengambil mobilnya, hari ini supir sedang ijin tidak masuk, Opa mu juga harus pergi pagi ini, jadi tidak ada supir yang bisa mengantarkan mobil Axel... Dan Apap juga perlu berbicara sebentar dengan Axel... Jadi suruh dia datang sebelum kembali... "
Kyra mengangguk. "Iya Pap... Tadi sebenarnya aku juga sudah memberitahu nya agar datang kesini sekaligus mengambil mobilnya... Dia akan kembali jam 8. Mungkin nanti kesini sekitar jam 7..."
"Kalau begitu, jika tidak keberatan suruh dia sarapan disini juga... Tetapi jika Mama nya sudah membuat sarapan ya tidak usah, nanti kasihan jadi tidak makan bersama keluarga nya... Suruh saja dia mampir sebelum Apap pergi ke kantor... "
Aditya tersenyum, mengusap lembut kepala Kyra. "Sudah jam segini, lebih baik kau mandi, dan segera bersiap ke kantor, kita sarapan bersama.. Amam mu sudah menyiapkan sarapan kesukaanmu... Apap juga harus bersiap..." Ucap Aditya, Kyra mengangguk dan Kyra menghabiskan jus nya lalu pergi keluar dari ruang gym menuju lift bersama Aditya untuk bersiap pergi ke kantor. Dan nanti Axel juga akan datang, jadi Kyra harus segera bersiap.
*****
Sekitar satu jam kemudian.......
Axel turun dari sebuah tadi online. Dia berhenti tepat di depan rumah Kyra. Setelah membayar, Axel keluar dari tadi itu dan memanggil security yang berjaga agar membuka gerbang. Melihat Axel, security langsung membuka dan mempersilahkan untuk masuk. Axel pun di buka kan gerbang dan masuk ke halaman rumah Kyra.
"Sayang.....!!!" Panggil Kyra sambil melambaikan tangannya, perempuan itu sudah berdiri di depan rumah untuk menyambut Axel.
Axel membalas lambaian tangan Kyra. "Haiii....!!" Sapa nya balik. Kyra berlari menghampiri nya. Kyra sudah rapi dan sangat cantik dengan pakaian kerja nya.
"Aku sudah menunggumu sejak tadi... Apap juga..." Ucap Kyra.
"Sedikit macet, tetapi tidak terlalu parah sih... Aku minta maaf... "
. "It's okay... Ayo ma......sukkk.... " Suara Kyra terbata, ketika matanya memandang ke arah depan gerbang rumahnya yang belum di tutup oleh security nya. Ada seseorang berdiri disana dan sedang berbicara dengan security nya.
Melihat Kyra seperti orang yang sedang terkejut, Axel pun berbalik badan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan Axel sangat terkejut mengetahui siapa yang juga datang. Kyra berlari ke arah gerbang, dan Axel juga berlari menyusulnya.
"Ada apa pak???" Tanya Kyra pada security nya.
"Ini, bapak ini katanya ingin bertemu pak Aditya... Saya baru ingin menghubungi nya.. " Jawab security itu.
"Tidak perlu.." Kyra menahan security nya untuk menghubungi Apap nya.