
Malam harinya, Kyros datang lagi ke apartemen Kyra. Kyros membawa pesanan Gienka yaitu camilan dan ayam goreng serta minuman bersoda. Kyra tidak membuat banyak masakan karena dia tahu Kyros akan membawa ayam goreng, jadi Kyra hanya membuat salad dan juga mashed potato sebagai pelengkap untuk makan malam mereka. Camilla masih belum kembali, jadi Kyra akan makan malam dengan Gienka dan Kyros saja.
"Kau memasak apa Ra, untuk makan malam!??? " Tanya Kyros sambil menenteng makanan yang tadi di beli nya.
"Just mashed potato and salad...!" Jawab Kyra.
Kyros mengernyit. "Aiiisss... Kenapa mashed potato??? Harusnya nasi saja dan buatlah sambal, aku sedang ingin memakan nasi, sambal dan ayam goreng..." Protes Kyros.
"Kenapa kau tadi tidak bilang?? Kalau kau menginginkan itu???"
"Lupa..." Gumam Kyros.
"Sudahlah Ky, besok saja, kami akan membiarkanmu sambel, kau beli lagi saja ayam gorengnya...! " Gienka menimpali dan di setujui oleh Kyra. "Kita sekarang makan apa yang ada saja...!"
Kyros meletakkan bawaannya dan duduk di kursi makan, sedangkan Gienka dan Kyra membongkar nya kemudian menyiapkan makanan itu. "Kemana temanmu Ra?? " Tanya Kyros.
"Camilla sedang pergi, dia sudah biasa pergi dan akan kembali tengah malam biasanya atau bahkan tidak kembali..!" Jawab Kyra.
"Lalu kemana pergi nya???" Tanya Kyros lagi.
"Aku tidak tahu dan tidak pernah bertanya, bukan urusanku.."
"Kau jangan seperti dia, awas saja... Dari kampus langsung pulang jika tidak ada hal penting, dan itulah kenapa aku melarangmu untuk tinggal sendiri, aku tidak mau kau terpengaruh hal buruk, tetapi kau malah memilih tinggal bersama orang lain...!"
"Aku pikir Kyra tidak akan pernah melakukannya Ky, dia bukan seperti itu... Ayo makan...!" Gienka menyodorkan piring berisi salad, ayam goreng crispy dan mashed potato pada Kyros. Kemudian dia duduk dan mengambil makanannya sendiri.
Mereka bertiga kemudian makan malam bersama. Kyros tiba-tiba saja menyampaikan kepada Gienka dan Kyra bahwa sejak tadi dia tidak bisa menghubungi kedua orang tua nya, Kyros kesulitan, menghubungi Apap dan Amamnya. Padahal biasanya mereka tidak seperti ini. Mendengar itu, Gienka terkejut karena dia tahu kenapa kedua orang tua Kyra dan Kyros sulit di hubungi adalah karena mereka sedang dalam perjalanan kesini. Kyra juga mengiyakan, tadi dia sempat mengirim pesan kepada Amamnya memberitahu jika Gienka sudah sampai tetapi pesan itu belum terkirim atau di Terima dan di baca oleh Amamnya. Kyra berpikir mungkin Amamnya masih tidur atau sedang ada kesibukan.
"Mungkin mereka memang sibuk, masih tidur atau ada hal penting lainnya...!" Sahut Gienka.
"Tetapi kalaupun tidur biasanya pesannya tetap masuk Gie... Ponselnya tetap aktif dan bahkan kalau Amam pasti akan tetap mengangkat telepon dari kami..!" Kyros menimpali.
"Lupa kali Ky, ponselnya tidak di aktifkan...!"
"Aku hanya takut jika sedang terjadi sesuatu di rumah...!" Ucap Kyros lagi.
Mereka kemudian melanjutkan lagi makan malam. Kyra menahan diri untuk tidak dulu membahas mengenai Zayan saat makan malam dan memilih untuk membahasnya setelah ini. Kyra tidak mau suasana makan malam bersama sangat kakak jadi tidak nyaman.
°°°°
Makan malam akhirnya selesai, Kyros memilih ke ruang tengah untuk menonton televisi sedangkan Kyra dan Gienka masih di dapur mencuci piring juga membereskan meja makan. Kyra pun meminta Gienka agar nanti membantunya jika Kyros terlihat tidak menyukai obrolan mereka nanti, dan Gienka juga bisa memberi pertimbangan tentang pembicaraan itu. Gienka mengangguk dan dia pasti akan membantu Kyra meyakinkan Kyros.
Setelah selesai membereskan meja makan dan mencuci piring, Gienka membawa sisa ayam goreng dan Kyra membawa soda kaleng ke ruang tengah. Benar saja Kyros memang sedang asyik menonton televisi.
"Wah bagus kau membawa nya kesini, tetapi aku masih kenyang mungkin nanti lagi saja...!" Gumam Kyros.
Gienka dan Kyra duduk di sofa dan ikut melihat apa yang sedang di tonton oleh Kyros.
"Ky....!" Panggil Kyra.
Kyros melirik ke arah adiknya. "Ya... Ada apa Ra!!??" Tanya Kyros.
"Aku ingin membahas sesuatu denganmu..!" Ucap Kyra dengan serius.
Kyros yang tadinya berbaring di sofa panjang langsung bangun ketika suara adiknya terlihat serius. Dia duduk dan menatap Kyra tajam. "Membahas apa??? Sepertinya serius sekali??"
Kyra melirik ke arah Gienka yang duduk disebelahnya dan Gienka menganggukkan kepalanya. Kyra kembali menatap Kyros. "Ky...! Sebenarnya aku sedang dekat dengan Zayan, dan kedekatan kami sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir...!"
Kyros terlonjak dan dari ekspresinya dia terlihat terkejut sekali dengan apa yang baru saja di ungkaokan oleh Adiknya. "Zayan???? Kau dekat dengan Zayan???" Tanya Kyros untuk memastikan bahwa yang di dengarnya itu memang benar.
Kyra mengangguk. "Iya Ky... Aku dekat dengannya, dan komunikasi kami setiap hari semakin baik, aku butuh tanggapan mu dan juga persetujuan mulai untuk hubungan kami kedepannya...!"
Kyros terdiam sesaat tetapi tatapannya pada Kyra cukup tajam. "Bagaimana perasaanmu kepadanya???" Tanya nya menelisik.
"Aku merasa nyaman, jika tidak merasakan hal itu, aku pasti tidak akan mengatakannya padamu..! " Kyra berdiri dari sofa dan dia mendekat ke Kyros, duduk di sebelah kakaknya. "Kau mengijinkannya kan Ky????" Tanya Kyra pada Kyros sambil memegan bahu sangat kakak.
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa Ra... Aku tidak mau hal yang terjadi dia tahun yang lalu terulang lagi...!" Gumam Kyros.
Kyra terdiam. Kyra kembali teringat kejadian dia tahun silam yang dia alami saat masih kuliah di Inggris dimana dia pernah menjalin hubungan dengan seseorang dan dia di selingkuhin serta sempat mendapat kekerasan dimana kekasihnya itu menampar nya. Hal itu membuat Kyra sempat trauma dan juga hal itu pula yang membuat Kyros naik pitam ketika Gienka memberitahu Kyros mengenai apa yang di alami oleh Kyra. Hari itu juga Kyros meninggalkan Amerika dan langsung mencari tiket ke Inggris untuk bertemu Kyra. Sampai disana, Kyros langsung mendatangi apartemen adiknya. Dia datang dengan perasaan marah sekali. Kyros ingin sekali rasanya menemui dan menghajar laki-laki itu tetapi Gienka dan Kyra menahannya. Sejak saat itu, Kyros meminta kepada Kyra agar lebih ber hati-hati ketika berteman dengan laki-laki serta harus memberitahunya lebih dulu jika ingin menjalin hubungan dengan laki-laki lagi. Kyros menjadi kakak yang protektif untuk Kyra. Karena dulu saat menjalin hubungan itu, Kyra tidak memberitahu Kyros, sehingga ketika ada hal yang terjadi, Kyros marah dan terkejut. Kyros tidak ingin hal semacam itu terjadi lagi pada Kyra.